Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Acara sakral pelantikan maha raja Raden suryacalaka berjalan secara lancar


__ADS_3

Terlihat dengan gagah raden suryacalaka di dampingi ayahanda nya maha patih jaya ledra kencana dan ibunda nya permaisuri diah rengganis. dan tentu saja ada sang maha raja Prabu sura jalu sudarsana dan ratu nareswari.


Serta para kerabat anggota kerajaan nirwana cakrabuana dan wangsa tunggal.


Tentu saja tidak ketinggalan ada tamu undangan dari para priyayi dan saudagar berdarah biru. yang menjadi tamu undangan penting. untuk sekedar mengetahui bahwa raden suryacalaka sudah di lantik sebagai seorang raja dan penguasa kerajaan wangsa tunggal di daerah kadipaten waringin jati wetan.


Deretan tamu undangan penting lain nya adalah para senopati dan adipati serta patih-patih dari kerabat kerajaan nirwana. sebut saja perwakilan dari kerajaan mayapada, tirta nirwana, kalimaya, graha kusumah, graha nirwana. dan masih banyak lain nya.


Sontak saja perayaan pelantikan ini sangat meriah karena di hadiri oleh para pejabat kerajaan penting.


Raden wira sanjaya pun tidak ketinggalan hadir dan memberikan selamat kepada raden suryacalaka.


"Sampurasun"


"Raden wira sanjaya kusumah


memberikan salam"


"Rampes"


"Jawab semua tamu undangan yang


hadir"


Semua takjub dan terkesima oleh kehadiran raden wira sanjaya,


karena raden wira sanjaya memakai baju kebesaran nya.


Dia memberikan salam hormat kepada seluruh tamu agung yang hadir dalam acara yang sangat sakral ini.


Lalu dia berjalan merangkak di sebuah karpet merah.


Menuju singgasana kerajaan untuk bersimpuh kepada ayahanda dan ibundanya tercinta.


"Sembah bakti ku ayahanda"🙏


"Sembah bakti ku ibunda" 🙏


"Bangun lah ananda raden wira"


"Ucap Gusti Prabu sura jalu"


"Baiklah ayahanda Prabu" 🙏


Atas permintaan ayahanda dan ibundanya, raden wira sanjaya lekas tegak berdiri lagi. dari sujud hormat nya.


Dan lantas raden wira sanjaya langsung menghampiri kepada raden suryacalaka, yang sudah di nobatkan dan di angkat sebagai seorang raja oleh gusti Prabu sura jalu sudarsana.


"Selamat raden suryacalaka"


"Ucapan selamat dan jabat tangan


dari raden wira sanjaya"


Kedua nya saling berpelukan hangat dan raden suryacalaka, meneteskan air mata. karena terharu atas kesudian raden wira sanjaya untuk ucapan dan kehadiran nya di sini.


"Selamat rayi ucapnya raden wira"


"Iya rakak Terima kasih"


"Jawab raden suryacalaka"

__ADS_1


"Harusnya kau juga menjadi


maha raja rakak"


"Ucap raden suryacalaka"


"Tidak rayi semua sudah ada titis


tulis nya dari sang Hyang Widi"


"Kau di takdirkan sebagai seorang


maha raja yang maha Agung"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Engkau terlalu berlebihan rakak"


"Jawab raden suryacalaka"


Tak lupa pula, nyi mas citraloka dan nyi mas citrakala saling bertatap muka dan berpelukan.


Lalu nyi mas citrakala memberikan salam hormat kepada sang maha prabu sura jalu dan ibunda ratu nareswari.


Tidak lupa juga memberikan salam hormat kepada sang maha patih jaya ledra kencana dan permaisuri diah rengganis.


Atas sikap nya yang sopan dan berbudi pekerti luhur.


Nyi mas citrakala mendapatkan sanjungan dan pujian dari ibunda ratu nareswari sebagai calon mertua nya.


Di sudut kiri terlihat raden askara dan istrinya nyi mas ayu ningsih datang menyambangi raden wira sanjaya kusumah.


Tentu saja raden wira langsung menggendong ponakan nya. yaitu bayi yang bernama raden adi darma Wijaya kusumah.


"Kau sudah pantas menggendong


bayi rayi raden wira"


"Ucap kakak iparnya"


"Ah bisa saja ucap raden wira


sanjaya"


Namun ketika, raden wira sanjaya ingin mengembalikan keponakan nya itu, nyi mas citrakala meminta ijin kepada nyi mas ayu dewi untuk mengijinkan nya, menggendong putra semata wayang milik nya itu.


Dan nyi mas citrakala, pun ingin menggendong bayi raden adi darma Wijaya. menurut nyi mas ayu ningsih


mereka berdua sudah cocok untuk menimbang bayi dan berkeluarga. dan besar harapan pernikahan itu akan segera terwujud antara raden wira sanjaya dan nyi mas citrakala.


lalu raden suryacalaka dan nyi mas citraloka.


Setelah acara itu selesai raden wira sanjaya di panggil secara pribadi oleh ayahandanya dan maha patih jaya ledra kencana.


Mereka berbincang-bincang di perataran istana kerajaan wangsa tunggal, beliau meminta bantuan agar raden wira sanjaya membantu menghimpun kekuatan baru di kerajaan wangsa tunggal. agar ke depan nya kerajaan wangsa tunggal bisa berdikari sendiri dan menjadi kerajaan yang besar dan di segani seperti akan hal nya kerajaan nirwana cakrabuana.


"Ananda raden wira sanjaya?


"Gusti Prabu sura jalu bertanya"


"Sendiko dawuh ayahanda Prabu"

__ADS_1


"Jawab raden wira sanjaya"


"Bolehkah ayahanda meminta


tolong padamu ananda"


"Tentu saja ayahanda Prabu"


"Sudah tugasku berbakti padamu


ayahanda Prabu" 🙏


"Terima kasih ananda raden wira"


"Ucap gusti Prabu sura jalu"


"Lantas apa permintaan ayahanda


Prabu?


"Mudah-mudahan aku sanggup"


"Mengabulkan permintaan ayahanda


Prabu"


"Celoteh raden wira sanjaya"


"kau bantu himpun kekuatan baru


di kerajaan wangsa tunggal"


"Bantu raden suryacalaka"


"Apa kau sanggup atas permintaan


ayahandamu Ananda?


"Tentu saja Ananda sanggup"


"Jawab raden wira sanjaya"


Atas jawaban itu membuat gusti Prabu sura jalu berlega hati. dan beliau bisa kembali fokus ke istana kerajaan nirwana yang sudah di tinggalkan nya beberapa hari. dan tentu saja sangat khawatir akan sistem pemerintahan nya yang berhenti sejenak.


Sementara itu patih jaya ledra kencana, juga tak henti-henti nya


mengucapkan rasa Terima kasih nya kepada ponakan nya raden wira sanjaya. atas kesediaan nya membantu raden suryacalaka. dalam menghimpun kekuatan baru di kerajaan wangsa tunggal. dan raden wira sudah ada niat untuk mengambil para pendekar dari padepokan cakrawala. untuk di jadikan seorang senopati dan adipati yang gagah berani dalam berperang dan tentu saja yang mempunyai jiwa totalitas tinggi dalam pengabdian nya kepada negara nya sendiri. yaitu membela tanah kelahiran nya di daerah kadipaten waringin jati kulon dan kadipaten waringin jati wetan.


ide ini sangat brilliant dan jenius menurut senopati darma kusumah yang tidak sengaja mendengar pembicaraan dari raden wira sanjaya.


Senopati darma kusumah mewanti-wanti agar tidak ceroboh akan misi balas dendam dari seorang penghianat seperti adipati janggala kerta. yang sudah berbelok arah menjadi musuh di dalam selimut. hal itu karena janggala kerta sudah banyak mengetahui kekuatan kerajaan nirwana cakrabuana.di tambah lagi juga sudah pasti titik lemah nya sudah di ketahui dia. untuk berambisi menghancurkan kekuatan yang di galang Prabu sura jalu dan maha patih jaya ledra kencana.


Jadi otomatis janggala kerta harus segera di habisi agar tidak menjadi sebuah duri, di kemudian hari.


Perkataan dari senopati darma kusumah, sudah di pahami oleh raden wira sanjaya.


Dan target dia adalah melenyapkan adipati janggala kerta. yang sudah menjadi maha patih dari raja rangga darusa lingga.


Tersiar kabar mereka melarikan diri ke daerah ujung kulon dan telah mendirikan kerajaan baru lagi.


untuk menyerang balik dan merebut kerajaan wangsa tunggal yang sudah di kuasai oleh kerajaan nirwana cakrabuana.

__ADS_1


Hal ini sudah beresiko tinggi karena buntut dari semuanya. akan menjadi perang yang tidak akan ada habisnya bila musuh itu di biarkan hidup begitu saja. maka dari itu paman patih jaya ledra kencana, meminta tolong kepada raden wira sanjaya agar cepat membasmi dan melenyapkan satu persatu musuh kerajaan nirwana cakrabuana.


__ADS_2