Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Raden wira sanjaya tiba di gunung kidung pananjung


__ADS_3

Berkat kegigihan dan kerja keras nya sendiri raden wira sanjaya tiba juga di daerah gunung kidung pananjung.


Tentu saja raden wira sanjaya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu kekasih tambatan hati nya sendiri, yang bernama Nyi mas citrakala.


Kini raden wira sanjaya sudah berada di perataran halaman rumah mak lasmanah.


Raden wira pun menyaksikan para pendekar murid mak lasmanah yang sedang berlatih ilmu bela diri nya. mak lasmanah hanya menerima murid wanita saja. dan hanya raden wira sanjaya. yang dia Terima sebagai murid laki-laki, itu pun atas pertimbangan bahwa raden wira adalah murid kesayangan mendiang eyang lingga buana yang merupakan kekasih hati mak lasmanah di waktu muda nya.


"Sampurasun"


"Raden wira sanjaya memberikan


salam"


"Rampes"


"Jawab para pendekatan wanita itu"


"Siapa kisanak ucap dayang kasutri"


dayang kasutri adalah murid tertua kepercayaan nya mak lasmanah,


datang kasutri menaruh rasa curiga pada raden wira sanjaya, yang tidak di ketahui asal usul nya dengan jelas.


"kau penyusup yah"


"Ucap dayang kasutri"


"Bukan Nyi mas"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Banyak bicara kau orang asing"


"Ucap sayang kasutri"


Dia pun tidak bertele-tele lagi langsung menyerang raden wira sanjaya dengan jurus bidadari memetik bunga mawar.


Raden wira sedikit kaget atas penyerangan dayang kasutri ini.


dan dengan terpaksa raden wira mempertahankan diri nya sendiri.


"Tenang Nyi mas teriak raden wira


sanjaya kusumah"


"Kau mencari mati datang ke sini


orang asing"


"Aku murid mak lasmanah Nyi mas"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Aku tidak percaya sedikit pun juga"


"Mana mak lasmanah aku ingin


berjumpa dengan nya"


Namun penjelasan raden wira sanjaya kusumah tidak di gubris nya sama sekali dan malah semakin gencar dayang kasutri menyerang raden wira sanjaya.


"Terimalah ini orang asing"


"Hiyaaaaat..... prak.... prak... prak"


"Sabar Nyi mas dengarkan


penjelasan ku dulu"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Permohonan nya tidak di hiraukan


sama sekali"


"Baiklah Nyi mas kalau itu mau mu


ucap raden wira sanjaya"


Raden wira dengan sangat terpaksa meladeni pendekar wanita yang bernama dayang kasutri dengan jurus ilmu kanuragan nya.


Dayang kasutri aneh karena raden wira bisa mengeluarkan jurus-jurus andalan nya mak lasmanah. guru nya sendiri di padepokan silat gunung kidung pananjung.


"Kau belajar dari mana jurus silat itu


orang asing"


"Tanya dayang kasutri"


"Aku murid mak lasmanah"


"Kau berbohong"


"Ucap dayang kasutri"


Dan semakin gencar lagi, menyerang raden wira sanjaya.


Namun usaha nya dayang kasutri sangat nihil dan tidak membuahkan hasil yang signifikan.


"Sudahlah Nyi mas kita itu satu


guru"


"Ucap raden wira sanjaya"


"Kenapa kau berkeras hati sekali"


"Lancang kau orang asing"


"Jawab Nyi mas dayang kasutri"


Nyi mas dayang kasutri, sekarang melakukan serangan dengan jurus, selendang jala sutra memikat sukma.


Jurus ini sangat berbahaya efek nya karena bisa, membuat para pria bertekuk lutut tak berdaya seperti akan hal nya terkena gundam hipnotis.


Tentu saja raden wira sanjaya sudah mengetahui dahsyat nya jurus pamungkas ini.

__ADS_1


Maka dari itu dia akan coba melawan nya dengan jurus ajian Wijaya kusumah, ajian ini adalah ajian yang sangat dahsyat juga bisa menaklukan lawan jenis secara bertekuk lutut dan membuat mabuk kepayang.


benar saja Nyi mas dayang kasutri, sudah terpikat oleh ajian nya itu. dia nampak lemah dan sudah terpikat oleh efek ajian Wijaya kusumah milik raden wira sanjaya.


"Maapkan aku Nyi mas ucap raden


wira sanjaya"


Dia kini menotok Nyi mas dayang kasutri, agar tidak bisa bergerak lagi. dan sekarang para pendekar itu mengelilingi raden wira sanjaya.


Dengan terpaksa raden wira sanjaya mengeluarkan jurus ajian nembrag bumi. hingga terjadi gempa bumi yang dahsyat. semua terpelanting dan mundur beberapa langkah karena terkesima oleh jurus sakti ilmu kanuragan nya yang sakti mandraguna.


"Ampun kang mas ucap purwanti"


"Mana mak lasmanah Nyi mas?


"Tanya raden wira sanjaya"


"Mak lasmanah sedang pergi ke


kadipaten lebah siuh"


"Ucap Nyi mas purwanti"


"Kalau Nyi mas laraswati dan


Nyi mas citrakala kemana?


"Ikut dengan mak lasmanah kang


mas"


"Ya sudah aku tunggu di luar saja"


"Kau beraktivitas lah kembali"


"Ucap raden wira sanjaya"


Kini dia mengikat kuda tunggang nya di belakang rumah nya, mak lasmanah. dan lekas beristirahat di bale-bale bambu.


Sedangkan, Nyi mas dayang kasutri masih membisu akibat totokan dari raden wira sanjaya yang sedikit kesal akan tingkah laku nya tersebut.


Walaupun Nyi mas purwanti, memohon-mohon raden wira tidak bergeming sekalipun, akan permohonan dari Nyi mas purwanti.


"Aku mohon kang mas bebaskan


Teman ku itu"


"Tunggu saja aku pikir-pikir dulu"


"Sana jangan ganggu aku lagi"


"Ucap raden wira sanjaya kusumah"


Setelah seharian, lama nya raden wira menunggu kedatangan mak lasmanah. akhirnya datang juga di senja hari.


Nyi mas laraswati dan Nyi mas citrakala terkejut akan suasana padepokan nya yang semrawut.


Hancur berantakan.


"Ulah siapa ini purwanti"


"Tanya Nyi mas laraswati"


murid mak lasmanah"


"Ucap Nyi mas purwanti"


"Mana orang nya?


"Tanya Nyi mas laraswati"


"Ada di belakang"


"Jawab Nyi mas purwanti"


"Mungkin raden wira sanjaya"


"Ucap mak lasmanah"


"Benarkah itu ucap Nyi mas


citrakala"


Lalu totokan itu di bebaskan oleh mak lasmanah sehingga nyi mas dayang kasutri bisa bergerak kembali seperti sedia kala.


"Mohon ampun guru ucap


dayang kasutri"


He..... He.... He..... He.....


Mak lasmanah, tertawa akan sikap murid nya Nyi mas dayang kasutri.


"Kau ceroboh dayang kasutri"


"Ucap mak lasmanah"


"Ampun guru" 🙏


"Aku hanya mempertahankan


harkat martabat padepokan ini


guru"


"Ucap Nyi mas dayang kasutri"


"Yang kau lawan itu murid ku juga"


"Ucap mak lasmanah"


"Dia adalah raden wira sanjaya"


"Aku tidak mengetahui nya guru"


"Ucap nyi mas dayang kasutri"

__ADS_1


"Baiklah tidak apa-apa"


"Jawab mak lasmanah"


Sementara itu di lain tempat, Nyi mas citrakala menyambangi raden wira sanjaya, yang sedang tertidur pulas di bale-bale bambu belakang rumah nya mak lasmanah.


Dan berapa kaget nya Nyi mas citrakala dan Nyi mas laraswati yang melihat sosok raden wira sanjaya, dengan kedua belah mata nya sendiri.


"Apakah aku tidak bermimpi


laraswati"


"Tanya nyi mas citrakala"


"Tidak citrakala dia memang raden


wira sanjaya"


"Kekasih hatimu"


"Ucap Nyi mas laraswati pada Nyi


mas citrakala"


Namun Nyi mas citrakala tidak berani untuk membangunkan raden wira sanjaya yang sedang tertidur sangat pulas.


Rupanya raden wira sanjaya. sangat kelelahan akibat perjalanan jauh nya itu.


"Gimana citrakala?


"Tanya Nyi mas laraswati"


"Gimana apa nya laraswati"


"Tanya balik Nyi mas citrakala"


"Kau tidak berani membangun kan


nya citrakala"


"Tanya Nyi mas laraswati"


"Tentu saja tidak laraswati"


"Jawab Nyi mas citrakala"


Namun mak lasmanah lah yang berani membangun kan nya dengan ajian tiupan angin puyuh milik nya.


Sehingga rade wira sanjaya terbangun dari tidur nya.


dia kaget bukan kepalang angin puyuh itu melilit nya hingga terjungkal ke tanah.


"Ampun guru"


"Raden wira memberikan sembah


hormat pada guru nya"


"Lancang sekali kau wira"


"Ucap mak lasmanah"


"Maapkan aku guru"


"Aku kelelahan jadi ketiduran di sana"


"Raden wira sanjaya menjelaskan"


"He..... he..... he...."


"Mak lasmanah tertawa"


Rupanya mak lasmanah hanya, bercanda dan mengetes mental dari murid spesial nya itu.


Dan malah pujian dan sanjungan itu datang dari nya, untuk murid kesayangan nya raden wira sanjaya.


"Bangunlah murid ku"


"Ucap mak lasmanah"


Lalu bangunlah raden wira sanjaya kusumah dari sembah hormat kepada gurunya tersebut.


Di sana dia pun saling bertatap muka dengan Nyi mas citrakala. yang sudah lama tidak jumpa.


Ini pemandangan yang sangat langka. karena raden wira tidak berkedip sekalipun dari pandangan nya terhadap Nyi mas citrakala. yang nampak cantik jelita dan mempesona itu.


"Kang mas wira"


"Ucap nyi mas citrakala"


"Iya Nyi mas"


"Ucap raden wira sanjaya"


Mereka sedikit canggung karena sudah sangat lama tidak bertatap muka lagi secara langsung.


Nyi mas laraswati yang ada di sekitar mereka, mencoba untuk mencairkan suasana. agar tidak kaku dan canggung lagi.


"Sudahlah dari pada kalian sama


sama berdiam diri lebih baik kita


makan bersama saja"


"Ucap Nyi mas laraswati"


"Kau kan sudah lapar kan?


"Tanya pada raden wira sanjaya"


"Benar sekali Nyi mas laraswati"


"Jawab rade wira sanjaya"


Sementara itu Nyi mas citrakala.


berdiam diri sejenak untuk menunggu Nyi mas laraswati jalan duluan masuk ke rumah, dan hendak menunggu raden wira sanjaya mendekati nya.

__ADS_1


hal itu sangat di harapkan oleh Nyi mas citrakala. yang terus bergejolak di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


__ADS_2