Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Sambutan hangat dari sang maha raja Wira sanjaya kusumah


__ADS_3

Sebetulnya apa yang di rasakan seorang Suryacalaka adalah sebuah kegagalan dan harga diri nya sudah tidak ada di mata kerabat anggota kerajaan nirwana cakrabuana.


Mental nya sedikit terguncang hebat.


Namun respon dari seorang maha raja wira sanjaya, membuat nya sedikit tenang dan tidak menimbulkan kegelisahan yang begitu hebat.


"Rayi suryacalaka kau ternyata


masih hidup"


"Aku sangat bergembira sekali rayi"


"Ucap Raja wira sanjaya"


"Aku malu rakak"


"Kau tak usah malu apalagi merasa


bersalah"


"Semua nya sudah menjadi titis tulis


Sang Hyang Widi"


"Ucap baginda raja wira sanjaya"


"Duduklah Rayi suryacalaka"


"Pasti nya kau sangat kelelahan


bukan?


"Tentu saja rakak prabu wira"


"Duduklah sebentar Rayi"


"Terima kasih rakak prabu"


Lantas duduklah Suryacalaka dan Asta batarakala.


Di temani maha patih Raden askara.


Namun respon kurang mengenakan itu datang dari seorang senopati darma kusumah. yang seperti


kurang berkenan akan kehadiran Asta batarakala dan suryacalaka.


Dia langsung melontarkan kata-kata kasar yang menyayat hati suryacalaka.


"Apa kabar suryacalaka?


"Tanya paman senopati darma


kusumah"


"Baik paman sangat baik"


"Jawab suryacalaka"


"Apa kau tidak mempunyai rasa


malu?


"Maksud paman senopati apa?


"Tanya suryacalaka"


"Harusnya kau lebih paham akan


maksud ku"


"Kami kesini datang secara


baik-baik paman senopati"😡


"Ucap Asta batara kala"


"Nada bicara mu meninggi apa kau


tahu sedang bicara dengan siapa?


"Sudah paman senopati maapkan


kami berdua"


"Ucap suryacalaka"


"Tidak Gusti prabu suryacalaka"


"Ucap Asta batarakala"


"Kita tidak bersalah sama sekali"


Pembelaan yang di lakukan Asta batara kala, membuat paman senopati darma kusumah,naik pitam dan merasa dirinya tidak di hargai oleh Asta batarakala dan suryacalaka.


Di sana maha patih askara datang sebagai penengah untuk meluruskan semua masalah sepele ini.


Namun paman senopati tidak begitu saja menerima akan penjelasan dari sang maha patih Raden askara.


Kegaduhan ini jelas terjadi di dalam kerajaan nirwana cakrabuana.


"Apa aku tidak salah dengar Asta


batarakala"


"Kau menyebutkan Gusti prabu"


"Apa kau buta dan tuli" 👂🚫


"Hardik celoteh paman senopati


darma kusumah"

__ADS_1


"Maksud paman apa?


"Harusnya paman senopati lebih


bersikap bijaksana lagi"


"Dan memberikan contoh serta figur


yang baik terhadap kami berdua"


"Ucap Asta batara kala"


"Kau tak usah mengajari ku Asta


batarakala"


"Aku lebih paham dari mu"


"Mana sopan santun mu kepada


orang yang lebih tua dari mu"


"Apa kau tidak di didik oleh orang


tuamu?


"Jangan bawa-bawa orang tua ku


paman"


"Aku tidak suka" 😡


"Apa kau berani menantang ku"


"Celoteh nya paman senopati darma


kusumah"


"Apa yang harus aku takut kan dari


sosok orang seperti mu"


"Jawab Asta batarakala"


Perdebatan ini semakin tidak terkontrol dan Asta batarakala mengangkat baju paman senopati darma kusumah.


Dan menantang nya untuk mengadu ilmu kanuragan.


Emosi nya meluap dan tidak terkontrol, karena batas kesabaran Asta batarakala sudah mencapai puncak nya.


Dia tidak menerima orang tua nya di hina dan lecehkan oleh orang lain. seperti apa yang di lakukan seorang paman senopati darma kusumah.


Asta batara kala tidak sama sekali tinggal diam atas perilaku budi bahasa yang tidak terpuji yang di lakukan paman senopati darma kusumah.


"Kau bajingan tua bangka" 😡


"Aku sudah cukup sabar sekali"


menjadi-jadi"


"Kita bertarung saja tua bangka" 😡


"Baiklah kalau kau menantangku"


"Akan Aku ajarkan cara sopan santun yang baik anak muda"


"Ucap paman senopati darma


kusumah"


Mereka pun kini bertarung di luar istana kerajaan nirwana. di susul oleh suryacalaka dan maha patih askara.


Pertarungan maha dahsyat ini tidak bisa di hindari lagi.


Asta batara kala menyuruh mundur kepada suryacalaka dan tentu nya pada sang maha patih Raden askara.


"Mundur kalian" 😠


"Jangan coba menghalangiku"


"Akan aku habisi orang tua sombong


ini"


"Akan aku bungkam mulut besar nya"


"Celoteh Asta batarakala"


"Coba saja anak muda kalau kau


bisa"


"Dan aku salut akan keberanian mu"


"Jawab paman senoapati darma


kusumah"


"Tentu saja aku berani dan tidak


akan mundur satu langkah pun"


"Aku tidak suka orang tua ku di hina"


"Apa lagi sama kau tua bangka" 👉


Ajian serat jiwa di lakukan oleh paman senopati darma kusumah.


Ajian yang cukup berbahaya dan bisa menghilangkan nyawa orang lain dengan ajian pamungkas ini.


Namun secara mengejutkan Asta batarakala bisa menandingi ajian pamungakas nya paman senopati darma kusumah.

__ADS_1


Dia bertahan dengan ajian Qulhu dengan balik.


Yang bisa mementalkan serangan dari paman senopati darma kusumah.


Walaupun dia sedang tersulut emosi, namun dia bisa berkonsentrasi akan pertarungan hebat ini.


"Sudah lah Asta batarakala"


"Teriak patih Raden askara"


"Minggir patih askara" 😠


"Jangan kau ikut campur akan


urusan pribadiku"


"Kau jangan berkeras hati Asta batarakala"


"Ini bisa di bicarakan secara baik


baik"


"Ucap Raden patih askara"


Namun ajakan nya itu, tidak sama sekali berhasil.


Asta batarakala, membuat pagaran ghaib agar pertarungan nya tidak bisa di ganggu oleh siapa pun juga.


Termasuk suryacalaka dan Raden patih askara.


Dan tentu saja kini hanya mereka berdua yang bisa bertarung dengan bebas.


Paman senopati terkejut sekali akan kemapuan ilmu pagaran ghaib yang di lakukan Asta batarakala.


Ilmu kanuragan nya Asta batarakala meningkat cukup pesat.


Sehingga paman senopati darma kusumah pun sedikit kewalahan akan kemampuan ilmu kanuragan dari seorang Asta batarakala.


"Rupanya ilmu mu sudah meningkat


tajam"


"Pantas saja kau berani menantang


ku"


"Aku bukan menantang paman"


"Tapi membela diri dan mempertahankan harga diri orang


tuaku yang kau hina"


"Berdebah kau anak muda"


"Terima ini jurus sakti ku"


Jurus sakti, tapak harimau hitam .


Membuat Asta batarakala, mundur beberapa langkah.


Dan dia sedikit muntah darah.


Apakah dia terkena luka dalam oleh efek jurus yang di lontarkan paman senopati darma kusumah.


"Bagaimana Asta batarakala?


"Kau masih berani?


"Tanya paman senopati darma


kusumah"


Tanpa berpikir panjang lagi Asta batarakala, melakukan semedi dan melipat kedua kaki nya, untuk menetralkan luka dalam nya.


Dan dia kini menjadi lima bagian yang membuat paman senopati darma kusumah, kebingungan akan hal itu.


Bayangan dari Asta batarakala. membuat paman senopati darma kusumah, mati kutu.


Dan terkesan konyol.


Karena tidak bisa menyerang Dan melukai raga asli dari seorang Asta batarakala.


Saat lengah sedikit dan mempunyai sebuah kesempatan, Asta batarakala langsung melancarkan serangan hebat yang bertubi-tubi.


Dan rupanya dia mengeluarkan senjata pamungkas nya. yaitu sebatang pohon bambu kecil yang bisa di pecutkan.


Pohon bambu haur koneng. itu adalah sebuah jurus palempehan. yang akan membuat paman senopati lemah dan tak berdaya.


Dan sudah pasti ilmu kanuragan Dan tenaga dalam nya akan terserap. habis.


Dari efek haur koneng, yang di miliki oleh Asta batarakala.


"Ampun..... ampun... ampun"


"Aku menyerah"


"Paman senopati meminta ampun"


Namun Asta batarakala menghiraukan suar lirih ampunan dari paman senopati darma kusumah.


Apakah mungkin seorang Asta batarakala, sudah gelap mata.


Bila dia tidak bisa mengontrol emosi nya. hal fatal itu bisa saja terjadi.


Maka dari itu seorang maha raja wira sanjaya, datang untuk menyudahi pertarungan secara jantan itu.


pagaran ghoib itu berhasil di lumpuhkan oleh ilmu kanuragan seorang maha prabu Wira sanjaya.


Dan menciduk keduanya.


Sehingga Asta batarakala. tidak bisa membunuh paman senopati darma kusumah.

__ADS_1


Sang maha raja tidak mau ada pertumpahan darah di antara anggota punggawa kerajaan nirwana cakrabuana.


__ADS_2