Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Pertarungan hebat Mangkara rajendra Wijaya dan Adipati wirahma sanjaya.


__ADS_3

Tak di sangka dan tak di duga oleh raden Mangkara bahwa dalam perjalanan nya akan bertemu seorang adipati wirahma.


beliau adalah anggota kerajaan sasak panyingkiran.


singkat cerita beliau menaruh dendam atas kematian adik kandung nya yang tewas di tangan raden Mangkara.


Hari sudah mulai petang dan raden Mangkara sendiri memutuskan untuk mencari tempat penginapan untuk rehat sejenak dari perjalanan panjang nya.


dan kini raden Mangkara berasa di wilayah kadipaten panyandaan kulon.


Yang merupakan wilayah teritorial kekuasaan dari Kerajaan kecil bernama sasak tunggal.


Beliau mulai bertanya-tanya kepada warga sekitar untuk sekedar menanyakan tempat untuk beristirahat.


"Sampurasun ki"


"Rampes"


"Mohon maaf ki saya mengganggu


perjalanan aki"🙏


"Tidak apa-apa anak muda"


"Lekaslah apa yang bisa saya bantu"


"Sepertinya kamu bukan warga sini"


"Iya ki saya bukan warga sini"


"Bisa tolong carikan saya tempat


penginapan untuk semalaman"


"Ya sudah di rumah aki saja"


"Benarkah ki saya sangat berterima


kasih sekali atas bantuan nya"


"Iya mari ikut dengan aki"


Tak perlu menunggu waktu yang sangat lama raden Mangkara pun menarik kuda nya dan menuntun nya untuk mengikuti jejak langkah ki paku jaya perkasa.


Dan beliau adalah sosok sesepuh di kadipaten panyandaan kulon.


Raden Mangkara sudah melewati beberapa lembah dan perbukitan terjal tapi tak kunjung sampai juga.


sehingga dalam hati dia bertanya


tanya dan sedikit rasa gusar pun nampak dalam raut wajahnya.


Namun dia tak berani untuk sekedar bertanya kepada ki paku jaya perkasa yang baru dia kenal nya itu.


Namun ki paku bukan orang sembarangan dia sudah mengetahui isi dalam hati seorang raden Mangkara itu.


beliau tersenyum dan sedikit menggoda nya.


"Kenapa anak muda"?


"Tanya ki paku jaya perkasa"


"Ah tidak ki"


"Aku tidak apa-apa"


"Ha.... Ha.... Ha.... Ha... "


"Kenapa aki menertawakan ku"


"Apa ada yang lucu padaku"?


"Hmmmm... kau pendekar yang


polos ternyata"


"Tenang saja aki bukan orang jahat


seperti yang kau kira"


"Kata siapa ki aku tidak menuduhmu


orang tidak baik"


"Malah sebaliknya aku sangat


bersyukur di bantu aki"


"Oh begitu ya syukurlah anak muda"


Dalam perbincangan hangat itu tak terasa mereka berdua sudah sampai di gubuk sederhana milik nya ki paku jaya perkasa.


Di sana terlihat istri beliau dan gadis cantik bernama nyi mas lasmini.


"Sampurasun"


"Rampes"


"Jawab istri dan cucuk dari ki paku


jaya perkasa"


"Gimana pak dagangan nya laku


semua"?


"Alhamdulillah dagangan nya terjual


habis bu"


"Ini berkat doa kalian di rumah"


"Ucap ki paku jaya perkasa"


Ternyata aku jaya perkasa adalah seorang pedagang.


Walaupun usia nya sudah tidak muda lagi semangat beliau sangat bergelora dan seperti mengalahkan semangat nya anak muda seperti raden Mangkara.


"Oh iya aku membawa anak muda ini"


"Dia siapa"?


"Tanya nyi mas lasmini"


"Hai nama kamu siapa"?

__ADS_1


"Tanya ki paku jaya"


"Iya aku lupa memperkenalkan diri"


"Namaku Mangkara rajendra Wijaya"


"Nama yang bagus anak muda"


"Ucap ki paku jaya"


"Terima kasih sanjungan nya ki" 🙏


"Aki sendiri wasta nya siapa"?


"Sudah nanti kau tahu sendiri"


Sontak saja raden Mangkara sedikit garuk-garuk kepala nya. itu bukan karena gatal namun sikap ki paku jaya perkasa yang selalu membuat nya bingung atas sikap nya.


lantas nyi mas lasmini langsung mengajak nya berkenalan sambil mengulurkan tangan nya.


Rupanya lirikan mata nyi mas lasmini beda dari yang lain.


Itu mungkin karena dia melihat sosok pemuda yang gagah dan tampan mempesona berada di depan nya.


"Maaf nyi mas aku merepotkan aki


mu itu"


"Ah tidak apa kang mas Mangkara"


"Sebentar aku buatin minum dulu


yah"


"Tidak usah repot-repot nyi mas"


"Ucap raden Mangkara"


"Ah cuman minuman kang mas


tidak repot ko"


"Jawab nyi mas lasmini"


Sementara itu, raden Mangkara beristirahat di depan gubug tua milik nya ki paku jaya perkasa.


dia membaringkan badan nya di atas anyaman bambu yang tersusun rapih.


sedangkan ki paku jaya perkasa menimba air di sumur belakang rumah nya itu.


Singkat cerita raden Mangkara sudah semalaman tidur di rumah gubug tua milik ki paku jaya perkasa.


Ke esokan harinya raden Mangkara di ajak ki paku jaya perkasa untuk berniaga atau berdagang.


Dayung pun bersambut raden Mangkara sangat antusias atas ajakan ki paku jaya perkasa itu.


Dan di situlah awal malapetaka itu datang.


Yaitu dengan bertatap muka langsung dengan adipati wirahma sanjaya.


Setelah ki paku jaya perkasa menggelar seisi dagangan nya. datanglah gerombolan kerajaan. yang di pimpin langsung oleh adipati wirahma sanjaya.


Adipati wirahma langsung melompat dari kuda tunggang nya.


dan langsung menemui raden Mangkara rajendra Wijaya.


"Tanya adipati wirahma"


Lantas raden rajendra sedikit menundukan kepala nya.


agar jati diri nya tidak di ketahui oleh adipati wirahma sanjaya.


"Seperti nya kau adalah raden


Mangkara"?


"Mungkin Tuan salah orang"


"Aku hanya pemuda kampung tuan"


"Jangan berbohong padaku"


"Dan mencoba mengelabui ku"


"Ucap adipati wirahma sanjaya"


Dan tanpa berasa basi adipati wirahma langsung memukul dengan keras dengan jurus tapak harimau.


sehingga raden Mangkara terjungkal


dan terpelanting jauh dari hadapan adipati wirahma sanjaya.


"Bangulah raden Mangkara"


"Ayo bangun dan lekaslah bangun"


"Ha.... ha.... ha..... ha...." 😁😁😁😁


"Aku rasa engkau tidak selemah


yang aku kira"


Sementara itu ki paku jaya langsung membangunkan raden Mangkara dan menotok nya agar racun yang ada di dalam tubuhnya keluar.


"Ayo bangunlah anak muda"


"Kau terkena racun yang sangat


mematikan"


"Bertahanlah"


"Tot.... tok.... tok"


"Arghht...."


"Terima kasih ki sudah menolong


nyawaku"


"Sudahlah"


"Siapa dia anak muda"?


"Cerita nya panjang ki"

__ADS_1


"Yang jelas dia ingin membunuhku"


Ki paku jaya perkasa langsung bertindak tegas.


Namun adipati wirahma tidak memperdulikan omongan dari ki paku jaya perkasa.


Yang dia anggap sebagai orang tua paruh baya yang lemah dan tidak mempunyai ilmu kanuragan tinggi.


"Hai anak muda pergilah dari sini"


"Ucap ki paku jaya perkasa"


"Rupanya engkau tidak tahu siapa


diriku tua bangka" 😡😡😡


"Aku tidak peduli siap dirimu"


"Yang jelas kau sudah membuat


onar di tanah kelahiranku"


"Jawab ki paku jaya perkasa"


"Bedebah kau tua bangka lusuh"


"Hardik dan ejek nya adipati wirahma"


"Rupanya kau tidak punya rasa


hormat kepada orang tua


sepertiku ini"


"Ucap ki paku jaya perkasa"


"Kau bukan orang tua dan kerabatku


lantas buat apa kau ku hormati"


"Jawab adipati wirahma sanjaya"


Dan tak menunggu waktu yang lama adipati wirahma menyerang ki paku jaya dengan jurus nebrag jagat.


yang membuat tanah bergoncang hebat seperti terjadi bencana gempa bumi.


Namun ki paku jaya menyilangkan kaki nya dan terbang setengah badan dari tanah.


Itu membuat adipati wirahma kaget dan tercengang atas ilmu kedigdayaan ki paku jaya perkasa.


"Rupanya kau bukan orang sembarangan kakek tua"


"Ucap adipati wirahma sanjaya"


"Tak usah kaget seperti itu anak


muda"


"Jawab ki paku jaya perkasa"


Namun adipati wirahma bukan nya takut namun semakin penasaran ingin menjajal ilmu dari ki paku jaya perkasa.


hingga terjadi pertarungan yang hebat.


Namun raden Mangkara yang melihat itu tidak tinggal diam dan dia membantu ki paku jaya untuk melawan adipati wirahma yang memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi itu.


"Rupanya kau ingin menjemput ajal


mu dengan tanganku"


"Ucap adipati wirahma sanjaya" 😡


"Coba saja kalau kau bisa


membunuhku"


"jawab raden Mangkara"


Dan ki paku jaya pun mundur sejenak untuk memberi kesempatan raden Mangkara menunjukan taji nya.


Raden Mangkara kini sedang di atas angin karena berhasil memukul mundur adipati wirahma.


Adipati wirahma sanjaya terluka parah oleh ajian pancasona milik raden Mangkara.


Dan adipati wirahma di tolong oleh para prajurit nya untuk di bawa pulang.


Pertarungan sengit itu di menangkan raden Mangkara rajendra Wijaya.


lantas tepukan tangan pun datang dari ki paku jaya perkasa.


Dia memberikan sanjungan dan pujian nya.


karena tidak pantang putus asa dan menyerah atas segala kondisi yang ada.


Tapi malah sebaliknya Raden Mangkara ingin begitu pada ki paku jaya perkasa karena jurus yang dia gunakan.


Dia kagum dan ingin memiliki jurus ajian itu.


Dan tentu berharap ki paku jaya berkenan dan bersedia menurunkan salah satu ilmu kanuragan itu terhadap dirinya sendiri.


"kita bicarakan saja nanti"


"Sekarang bantu saja aku


bagaimana dagangannya habis"


"Baiklah ki aku akan membantu mu"


"Apa kau masih kuat"?


"Masih ki"


"Racun jurus tapakan harimau tadi


berhasil aku netralisir"


"Itu berkat bantuan aki sendiri"


"Ucap raden Mangkara"


"Tak usah memujiku berlebihan


wahai anak muda"


"Ucap ki paku jaya perkasa"

__ADS_1


Dan ki paku jaya pun menepuk-nepuk pundak dari raden Mangkara rajendra Wijaya.


beliau terkesima dengan semangat seorang pemuda tangguh dan gagah perkasa itu.


__ADS_2