Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Pengawalan saudagar aceh tamiang selesai di jalankan


__ADS_3

Setelah melewati banyak rintangan akhirnya, raden askara dan raden suryacalaka berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, mereka kini berbalik arah pulang menuju istana kerajaan nirwana cakrabuana.


Namun setelah tiba di istana mereka di suguhi berita yang menggemparkan, yaitu tentang penyerangan kerajaan tanjung parah yang menyerang kerajaan nirwana cakrabuana.


Lantas raden suryacalaka pun meminta maap karena, terlalu lama dalam perjalanan, karena banyak rintangan yang dia hadapi bersama raden askara.


"Sembah sujudku ayahanda jaya ledra" 🙏


"Sembah sujudku, gusti prabu sura jalu sudarsana" 🙏


Raden suryacalaka memberikan sujud hormat pada ayahanda nya dan gusti prabu.


Dia menceritakan perjalanan, nya dalam melaksanakan mandat, dan tugas penting nya itu, mengalami berbagai masalah, terutama menceritakan, pertarungan nya melawan indrakala dan candrakala, yang berlangsung sangat peluk, hingga gagal meringkus nya secara hidup ataupun mati.


"Maapkan ananda ayahanda jaya ledra, ananda gagal, membalas dendam, atas kematian rakak raden Arya" 🙏


"Tidak apa-apa ananda, mungkin belum saatnya mereka kena batunya"


"Bangunlah ananda suryacalaka"


Sang baginda prabu, pun memberikan sebuah apresiasi besar terhadap raden suryacalaka dan raden askara yang membuatnya kagum, atas keberanian dua pemuda tangguh itu.


Dan sang baginda prabu kali ini mendesak raden askara untuk, mengungkapkan isi hatinya, yaitu apakah masih ada ketertarikan lagi dengan nyi mas ayu ningsih, karena ini permintaan dari ki arja kencana, selaku, ayahandanya nyi mas ayu ningsih.


Sebetulnya sang baginda raja merasa, kurang enak hati karena ini masalah pribadi, namun besarnya desakan ki arja kencana, yang terus memohon dan merengek-rengek padanya. membuat gusti prabu, timbul rasa iba dan kasian pada ki arja kencana.


"Wahai raden askara, aku mau bertanya padamu dengan rasa berat hati"


"Ucap, gusti prabu sura jalu"


"Sendiri dawuh, gusti prabu, lekaslah, utarakan saja"


"Namun aku, tidak enak hati raden askara, ucap gusti prabu"


"Gusti prabu, jangan merasa tidak enak hati pada hamba" 🙏


"Hamba, akan pertaruhkan nyawa sekalipun untuk, gusti prabu, yang saya hormati"


"Aku tidak meragukan kesetiaan mu, raden askara"


"Namun ini bukan perihal, pengabdian mu padaku"


"Lantas apa yang hendak gusti prabu, tanyakan, dan risaukan"


"Apakah, kau bersedia menikahi, nyi mas ayu ningsih?


"Hamba, tidak enak hati gusti" 🙏


"Karena nyi mas ayu ningsih, adalah seorang menantu gusti prabu sendiri" 🙏


"kau tak usah ragu dan enak hati raden askara"


"Bicarakan saja, aku hanya butuh jawaban iya atau tidak"


"Sebagai seorang Ksatria kau harus jujur"


Dan jujurlah raden askara, mengungkapkan isi hatinya yang masih menyimpan rasa cinta dan sayang nya kepada nyi mas ayu ningsih.


Lalu ki arja kencana di panggil nya, untuk merundingkan perihal ini.


Yaitu, merencanakan hari baik akan di langsungkan nya sebuah pernikahan janji suci yang sangat sakral.


Sebetulnya dalam hati raden askara, masih menyimpan kekecewaan, karena dulu ki arja kencana tidak menyetujui putrinya di nikahi, raden askara, penolakan dan hinaan itu masih tersimpan jelas dalam memory benak raden askara.


Tapi dia berlapang dada melepaskan orang yang di cintai nya bersanding dengan raden Arya, yang datang sebagai orang ketiga.


Kehidupan asmara nya begitu peluk dan sangat rumit sekali.


Sekarang ki arja kencana, mencoba meminta maap pada raden askara, atas sikap nya dulu, ki arja sampai meneteskan mata akan penyesalan nya itu.

__ADS_1


"Dengan penuh rasa penyesalan


Saya ingin meminta maap,


padamu, raden askara" 🙏


"Dan bila tak ada maap sekali,


pun aku bisa memahami nya"


"Aku tak permasalahkan itu lagi


ki arja kencana"


"kejadian itu sudah lampau, dan


hanya membuat hatiku sakit"


"Lalu apa yang harus aku,


perbuat, untuk menembus,


segala khilaf dan dosaku" 🙏


"Minta masalah, pada sang


Maha pencipta semesta"


"Ucap rade askara pada ki arja


kencana"


Suasana haru, itu tercipta dan tesaji, di aula istana, kerajaan nirwana cakrabuana.


Nyi mas ayu ningsih pun nampak, terpukul akan kondisi sekarang ini.


"Apa kang mas raden askara


"Ucap, nyi mas ayu ningsih"


"Aku wanita yang menyakitimu,


kakang" 😭


Nyi mas ayu ningsih, tidak mampu membendung air matanya, namun raden askara langsung mengusap air matanya itu, lalu mendekap erat nyi mas ayu ningsih, nyi mas ayu ningsih, terlihat nyaman dalam dekapan pria yang dia cintai nya itu.


Pemandangan yang sangat romantis, hingga ibunda ratu nareswari pun menghampiri mereka berdua dan memeluknya.


"Ibunda ratu sangat menyesal"


"Tidak bisa membendung,


keinginan raden Arya, tempo


dulu kala"


"Tidak ibunda ratu, ucap nyi


mas ayu ningsih"


"Ibunda ratu tidak bersalah,


sedikit pun juga"


Dan terciptalah hari baik akan di langsungkan nya hari pernikahan itu, seisi istana pun ikut, merasakan kegembiraan, atas berita ini, semoga saja, raden askara dan nyi mas ayu ningsih, benar-benar bisa bersanding di pelaminan.


Semua mengucapkan selamat kepada raden askara dan nyi mas ayu ningsih, seperti senopati darma kusumah, adi pati janggala kerta, panglima prajurit wasta kencana, lalu ada nyi mas citraloka, dan yang pasti nya raden suryacalaka.


"Selamat rakak ucap kata, raden

__ADS_1


suryacalaka, pada raden askara"


"Terima kasih rayi raden suryacalaka, ucap raden askara"


"Akhirnya cinta sejatimu, dapat


kau genggam juga"


"Wahai Patih jaya ledra, ucap


gusti prabu"


"Sendiko dawuh, gusti prabu" 🙏


"Lekas kau berikan pengumuman, kepada rakyat kita"


"Dan sebar undangan kepada kerabat, kerajaan kita"


"Aku akan membuat pesta meriah untuk acara pernikahan,


Raden askara dan nyi mas ayu ningsih"


"Sendiko dawuh, gusti prabu" 🙏


"Gusti prabu, tinggal duduk,


manis saja, biar aku yang urus,


semua nya"


"Terima kasih Patih jaya ledra kencana"


Semoga saja, acara ini yang akan di gelar esok lusa bisa berjalan dengan khidmat dan lancar.


Namun, senopati darma kusumah meminta agar, tunggu kesembuhan kyai pamancar tunggal, terlebih dahulu.


Karena beliau sedang sakit keras, dan sekarang sedang berada di kadipaten waringin jati, lebih tepatnya di padepokan cakrawala, lantas usulan senopati darma kusumah pun, di tanggapi dengan penuh kebijaksanaan oleh sang paduka raja sura jalu sudarsana.


Dan ibunda ratu nareswari meminta tolong kepada Patih jaya ledra agar, menemui dan mencari keberadaan putra bungsu nya raden wira, akan


menyampaikan berita bahagia


ini, namun ada pertentangan dari sang baginda raja sura jalu


sudarsana, meminta agar ibunda ratu mengurungkan niat nya tersebut.


Sontak saja kejadian tersebut menjadi bahan perdebatan lagi di antara keluarga kerajaan nirwana cakrabuana.


"Buat apa adinda masih mengharapkan anak itu lagi,


ucap, gusti prabu sura jalu"


"Apa, kakanda tidak mengakui dia, sebagai anak mu"


"Aku sudah kecewa pada dia adinda nareswari"


"Tapi aku sebagai seorang ibu, tidak sedikit pun kecewa pada


dia"


"Jelas kau, selalu membela dan memanjakan nya adinda"


"kakanda, kau jangan berkeras hati seperti itu adinda mohon" 😭


Namun tangisan ibunda ratu nareswari, tidak sedikitpun, mengubah pendirian, dan keputusan, gusti prabu sura jalu sudarsana, akankah acara yang sangat sakral dan gegap gempita ini, menjadi prahara yang kelabu.


Sungguh di luar eksepetasi yang di harapkan ibunda ratu nareswari.


Patih jaya ledra pun sepertinya bingbang akan menghadapi situasi yang sangat pelik ini.

__ADS_1


dia akan membela siapa dan akan patuh pada siapa.


hingga dia tak bisa berucap kata sedikit pun juga.


__ADS_2