
Eyang hariang giri, rupanya sudah bulat untuk mewariskan ilmu kanuragan nya, dengan alasan beliau sudah lanjut usia,dan orang yang akan di wariskan ilmu nya adalah raden wira sanjaya.
Dengan berbagai pertimbangan dan alasan, bahwa menurut nya raden wira adalah sosok orang yang sangat telat untuk mendapatkan ilmu warisan kanuragan dari nya.
Faktor utama nya karena beliau sudah tidak memiliki anak lagi dan cucu hanya seorang wanita yang bernama Nyi mas dewi citrawati.
Dan tentu saja Nyi mas dewi pun, di berikan ilmu jaga diri, untuk sekelas pendekar wanita.
Atas dasar inilah, raden wira sanjaya mengurungkan niat nya untuk melanjutkan perjalanan ke gunung kidung pananjung.
Raden wira sanjaya, sudah mulai berlatih ilmu silat dari eyang hariang giri, dan rupanya raden wira sanjaya sangat antusias, karena ada sedikit perbedaan dari jurus-jurus silat nya eyang lingga buana. dan tentu saja ini sangat menguntungkan buat diri pribadi nya sendiri.
Gerakan demi gerakan, jurus silat eyang hariang giri sudah di perhatikan dengan seksama oleh raden wira sanjaya, dia sangat berkonsentrasi melihat dan mengamati serta menghafalkan nya.
Hingga eyang hariang giri, memberikan kesempatan agar raden wira menunjukan, jurus-jurus nya yang telah dia keluarkan semenjak dari tadi.
"Gimana raden wira?
"Iya eyang ucap raden wira sanjaya
menjawab"
"Kau sudah siap?
"Ucap eyang hariang giri"
"Sudah eyang ucap raden wira
sanjaya"
"Coba kau praktekan sekarang juga"
"Ucap eyang hariang giri"
"Dengan senang hati eyang hariang"
"Jawab raden wira sanjaya"
Tanpa berbasa-basi dan membuang waktu secara percuma, raden wira sanjaya kusumah langsung memperlihat kan jurus-jurus, pamungkas nya eyang hariang giri.
Dari jurus bertahan dan jurus menyerang dengan gerakan yang hampir sama persis dengan apa yang di contohkan eyang hariang giri di depan matan nya raden wira.
Tentu saja kegaguman itu muncul dari eyang hariang giri yang takjub akan kepiawaian nya raden wira sanjaya.
"Luar biasa kau sangat pandai
sekali raden wira"
"Ucap eyang hariang giri pada raden
wira sanjaya kusumah"
"Ah tidak eyang menurutku itu belum
sempurna"
"Ucap raden wira sanjaya merendah
kan diri nya"
"Coba serang eyang sekarang"
"Baiklah eyang" 🙏
"Dengan rasa hormat ku eyang"
"Ucap raden wira sanjaya"
Di sana raden wira menunjukan jurus silat eyang lingga buana.
Dengan gerakan cepat nya.
Raden wira sanjaya, memaksakan eyang hariang giri mundur beberapa langkah saja.
Hingga eyang hariang kewalahan menghadapi raden wira sanjaya.
Namun bukan eyang hariang giri kalau harus takluk dan kalah oleh seorang anak muda seperti raden wira sanjaya. dia mencoba mengelabui raden wira sanjaya dengan jurus terkaman harimau kumbang milik nya.
Hingga raden wira sanjaya terpelanting jauh.
Tentu saja dia tidak mau mengeluarkan jurus bentar gelap nya karena itu bisa membahayakan eyang hariang giri.
Namun raden wira hanya mengeluarkan jurus kancing konci, memang raga dari eyang hariang terkunci secara lahir namun secara batin dia mampu keluar dari ajian kancing konci miliknya tersebut. dengan membalas nya dengan ajian pelebur sukma. yang membuat raden wira di buat tidak berdaya sedikit pun.
Hingga eyang hariang menuntaskan latihan pertarungan nya dengan raden wira sanjaya.
"Sudah cukup raden wira"
"Baiklah eyang hariang"
"Ucap raden wira sanjaya"
__ADS_1
"Aku mengakui kekalahan ku eyang"
"Raden wira merendahkan diri nya"
"Ilmu kanuragan mu sangat baik
dan mana dahsyat raden"
"Ucap eyang hariang giri"
"Eyang terlalu berlebihan"
"Ucap raden wira sanjaya"
Dan lantas, raden wira menanyakan ilmu yang di gunakan eyang hariang giri yang bisa keluar dari koncian nya jurus kancing konci miliknya.
Tentu rasa penasaran nya sangat menggebu-gebu karena baru kali ini ada orang yang bisa keluar dari jurus koncian nya tersebut.
Dayung pun bersambut atas dasar rasa penasaran dari raden wira sanjaya sendiri.
Eyang hariang giri menceritakan sejarah dari ilmu kancing konci dan ilmu pelebur buka sukma.
Tidak sembarangan karena kebanyakan para pendekar dan para orang-oranh yang sakti mandraguna. yang memiliki dua ilmu itu secara bersamaan. seperti akan hal nya eyang lingga buana dan adik sepupu nya eyang hariang giri.
Ilmu itu sangat berkaitan karena buka tutup nya. namun tentu saja dalam satu orang bisa menguasai ilmu itu secara sempurna.
Setelah raden wira sanjaya kusumah
mendengarkan penjelasan eyang hariang giri. raden wira lantas menanyakan kenapa eyang lingga tidak memberikan ilmu pembuka nya. malah ilmu penutup nya yang dia wariskan kepada raden wira sanjaya.
Itu sebuah pertanyaan yang sangat rumit yang harus di jawab oleh eyang hariang giri.
"Lantas kenapa eyang lingga
tak memberikan ilmu itu padaku"
"Tanya raden wira pada eyang
hariang giri"
"Eyang rasa jawaban nya sekarang"
"Ucap eyang hariang giri"
"Maksud ucapan eyang apa"
"Tanya lagi raden wira sanjaya"
di atur oleh sang Hyang Widi"
"Aku baru memahami nya eyang"
"Bagus.... bagus.... kau pemuda
yang cerdas wira"
"Ucap eyang hariang sambil
merangkul pundak nya raden wira"
Rupanya eyang hariang juga baru menyadari bahwa ucapan kakak sepupu nya itu nyata.
Eyang hariang giri menjelaskan bahwa tempo dulu, eyang lingga pernah berucap bahwa mereka akan di takdirkan untuk mempunyai murid yang sama. dan akan menurunkan ilmu berkaitan berpasang pasangan.
seperti akan hal nya malam dan siang, pasang dan surut.
Ucapan eyang lingga itu sekitar 50 tahunan yang lalu.
Dan ucapan itu menjadi misteri dan teka-teki bagi eyang hariang giri yang menganggap hal itu tidak sehaluan dengan pemikiran nya.
Namun jawaban itu nyata saat kedatangan raden wira sanjaya.
Tentu saja hal ini membuat raden wira terkesima dan takjub akan masa lalu dari eyang lingga buana dan eyang hariang giri. yang mempunyai silisilah garis keturunan yang sama.
Setelah merasa puas dengan cerita eyang hariang giri dan eyang lingga buana di masa lalu nya.
Raden wira sanjaya, langsung meminta ilmu itu dari eyang hariang giri secara langsung.
"Maap eyang atas kelancangan ku"
"Iya ada apa raden wira?
"Ucap eyang hariang giri"
"Kalau boleh wariskan aku ilmu itu"
"Maafkan aku eyang hariang"
"Ucap raden wira sanjaya"
"Tentu saja raden tanpa kau pinta
__ADS_1
pun akan aku berikan"
"Ucap eyang hariang giri pada raden
wira sanjaya"
"Terima kasih eyang hariang giri"
"Ucap raden wira sanjaya"
Tanpa, mengulur-ulurkan waktu lagi eyang hariang giri, menyuruh raden wira sanjaya menghadap ke arah uluk barat, untuk proses transfer energi tenaga dalam nya.
Mungkin separuh dari energi eyang hariang giri akan di berikan pada muridnya yaitu raden wira sanjaya.
"Tahanlah raden wira sanjaya"
"Ucap eyang hariang giri"
"Ini akan terasa sangat sakit"
"Tahanlah sekuat tenaga mu"
"Baiklah eyang"
"Aku sangat siap"
"Ucap raden wira sanjaya"
Di transferlah energi tenaga dalam itu. terlihat cahaya pancaran yang menyilaukan dari energi yang di hasilkan oleh eyang hariang giri.
Tangan nya yang menyentuh punggung raden wira tampak mengeluarkan asap.
Raden wira sedikit kesakitan akan efek dari masuk nya energi tenaga dalam milik nya eyang hariang giri. ke dalam tubuhnya raden wira sanjaya.
"Arggggh...... eyang..... "
"Raden wira sanjaya meringis
kesakitan"
"Bertahanlah raden wira"
"Sedikit lagi selesai"
"Iya eyang hariang"
"Ucap raden wira sanjaya"
Atas perjuangan nya raden wira sanjaya menahan rasa sakit nya itu.
Selesailah proses transfer tenaga dalam itu.
Dan terlihat raden wira bercucuran keringat panas dingin.
"Luar biasa eyang efek nya itu"
"Sekarang coba kau tarik nafas
yang dalam dan keluarkan surat
secara perlahan-lahan"
"Ucap eyang hariang lingga"
"Iya eyang akan aku coba sekarang
juga"
"Jawab raden wira sanjaya"
Dan sekarang energi tenaga dalam itu sudah bersatu padu di dalam tubuh nya raden wira sanjaya.
"Gimana yang kamu rasakan?
"Lebih enakan eyang hariang"
"Ucap raden wira sanjaya"
disanalah eyang hariang menjelaskan bahwa, separuh ilmu nya sudah di berikan langsung pada
raden wira sanjaya kusumah.
Tentu saja ke depan nya akan di berilan langsung, namun harus secara bertahap demi tahap dulu agar diri nya tidak lemah dan jatuh sakit.
Raden wira sanjaya pun, merasa tersanjung akan hal ini. dan dia berpikir dalam hatinya mungkin kah ini efek dari mencuci telapak kaki ibunda dan ayahandanya tempo hari.
Kalau benar adanya ini sebuah anugerah yang tidak ternilai. dari sang Maha pencipta.
Terus saja berkecambuk dalam benak nya. dan saling bersahutan.
Raden wira sendiri berharap, semoga ke depan nya akan lebih baik lagi. dan setiap urusan nya selalu lancar tidak ada hambatan sama sekali.
__ADS_1
Tentu saja itu semua hanya sekedar harapan, dan sebagai manusia biasa kita hanya mempunyai wacana dan rencana, perihal hasil baik buruk nya dalam setiap langkah kehidupan. harus bisa di terima dengan penuh lapang dada.