Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Geger genjik akan berita kekalahan patih Mangku asbanijaya


__ADS_3

Tentu saja berita akan kekalahan patih Mangku asbanijaya sangat memalukan, sekaligus sebuah tamparan keras bagi pihak kerajaan parukuyan.


Sehingga baginda raja darusa lingga di buat seperti akan kebakaran jenggot.


Namun itu tidaklah penting bagi pemuda gagah yang pemberani itu yang bernama, Mangkara Rajendra wijaya.


Nama itu adalah nama sangsekaerta kuno yang mempunyai arti yang sangat bagus.


Mangkara ➡️ Gugusan bintang.


Rajendra ➡️ Pria yang sangat tampan.


Wijaya ➡️ kewibawaan dan


kejayaan.


Dia adalah seorang putra dari senopati Darmajati wisesa.


Yang merupakan senopati berwibawa di kerajaan Buniwangi.


Dia mengembara, dari tanah kelahiran nya, seperti akan hal nya yang di lakukan Gusti prabu wira sanjaya di waktu muda nya dulu.


Namun kali ini bukanlah menceritakan tentang Prabu wira sanjaya kusumah, tapi melainkan Sosok Mangkara yang tidak banyak yang tahu akan jati diri dia sebenarnya.


Dia kini mengantarkan ki Anjarwarman dan cucu semata wayang nya yang bernama nyi mas mayangkawati.


Dia sungguh berhati mulia dan baik hati.


Namun timbal balik dari nyi mas mayangkawati berbeda, dia rupanya terpikat akan ketampanan Raden mangkara Rajendra.


"Oh iya ki masih jauhkah rumah aki?


"Tanya Raden mangkara"


"Sebentar lagi aden"


"Jawab ki Anjarwarman"


"Baiklah kalau begitu"


Mata nyi mas mayangkawati berbinar-binar dan seolah-olah menyimpan rasa yang menggelora.


Namun Raden mangkara tidak begitu memahami nya.


Lantas sikap itu membuat nyi mas mayangkawati heran.


Dan tentu saja bertanya-tanya.


Apa dia ada ketertarikan dengan nya, sebagai lawan jenis.


"Oh iya kang mas, boleh kah aku


memanggilmu kang mas?


"Tidak keberatan kan?


"Tanya nyi mas mayangkawati?


Ha... Ha... Ha....! 😊


Raden mangkara, tersenyum, dan mengungkapkan bahwa dia sedikit kaget karena nyi mas mayangkawati


wanita pertama yang memanggilnya kang mas.


"Kenapa kau tertawa?


"Memangnya ada yang aneh dan


lucu yah?


"Tanya nyi mas mayangkawati"


"Ah tidak nyi mas aku hanya kaget


saja"

__ADS_1


"Ucap Raden mangkara Rajendra"


"Jadi boleh kah aku memanggilmu


kang mas mangkara"


"Boleh..... boleh..... boleh... saja"


"Aku sama sekali tidak keberatan"


"Baiklah kalau begitu" 😊


"Ucap nyi mas mayangkawati"


Setelah melewati perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka sampai di rumah nya ki Anjarwarman yang tidak jauh dari kadipaten waringin jati kulon.


"Sampurasun"


"Raden mangkara Rajendra,


memberikan salam"


"Rampes"


"Jawab mak Gumbirawati"


"Rupanya ada Tamu?


"Silahkan masuk?


Mak Gumbirawati adalah istri dari ki Anjarwarman, sekaligus nenek nya dari nyi mas mayangkawati.


Mereka kini berkumpul di sebuah bale-bale bambu di depan rumah nya ki Anjarwarman.


Ki Anjarwarman , langsung menjelaskan kejadian naas yang terjadi pada diri nya.


Hingga mak lasmanah mengucapkan banyak Terima kasih kepada sosok pemuda gagah yang bernama Raden Mangkara Rajendra.


Dia kini di jamu, oleh hidangan makan yang sederhana.


Dia menjelaskan bahwa dirinya tidak menyukai sebuah kebatilan dan ke angkara murkaan di muka bumi ini.


Senjata pedang nya dia simpan, dan ijin terlebih dahulu untuk, mengambil air wudhu, di belakang rumah nya ki Anjarwarman.


Dia sangat religius di agama nya.


Walaupun dia di kucilkan karena berbeda keyakinan oleh sanak keluarga nya, tapi itu tidak sedikit pun menggoyangkan prinsif nya. sekaligus sebuah pilihan.


bahwa dia adalah seorang muslim. yang harus menjalankan segala perintah nya dan menjauhi semua larangan nya.


Dia belajar agama dari seorang guru Mursyid bernama Kyai Hasanudin.


yang menimba ilmu di pesantren Al-hikmah.


Di tengah-tengah minoritas nya agama islam, yang berbaur dengan agama Hindu dan budha.


Kyai Hasanudin, tetap berjuang di jalan Yang do ridhoi oleh Alloh SWT. Yaitu sang maha pencipta alam semesta beserta isinya.


Setelah beliau melaksanakan ibadah nya. dengan berat hati dia meminta ijin untuk melanjutkan perjalanan nya mengembara.


Dan entah sampai kapan dia akan terus melangkahkan kaki nya sendiri.


"Ki saya ijin pamit dulu yah" 🙏


"Saya ucapkan banyak Terima


kasih atas jamuan makan siang


nya"


"Semoga aki sekeluarga selalu


dalam lindungan alloh SWT.


"Terima kasih atas doa nya"

__ADS_1


"Ucap ki Anjarwarman"


"Sampurasun" 🙏


"Rampes"


Lalu, Raden mangkara melangkahkan kaki nya dengan mengucapkan basmalah.


lahaulawalaquata illabilah.


Namun baru saja, beliau melangkahkan kaki nya, nyi mas mayangkawati berlari mengejar nya dan seperti tidak mau di tinggalkan oleh raden mangkara Rajendra.


"Kang......!!!


"Kang mas Mangkara?


"Tanya nyi mas mayangkawati"


"Iya ada apa nyai?


"Semoga kamu tidak melupakan ku


kang mas mangkara"


"Tentu saja tidak nyi mas"


"Atas ijin yang maha kuasa semoga


kita bisa bertatap muka kembali"


"Aku mohon pamit"


"Sampurasun nyi mas" 🙏


"Rampes"


Raden mangkara Rajendra akan melanjutkan perjalanan nya menyusuri daratan dan lautan di Nusantara.


Berjuang membela kaum yang lemah dan menyebar luaskan ajaran islam di wilayah sekitar yang dia singgahi.


Dia rela kehilangan kemewahan dan tahta serta kedudukan di Kerajaan buniwangi.


Hanya untuk menjadi seorang pemuda biasa yang tidak mempunyai apa-apa.


Dia kini berjalan menuju arah barat daya. dan tidak tahu bagaimana dia kedepan nya selain berharap pertolongan dari yang maha kuasa.


Mungkin nama nya sudah banyak di bicarakan semenjak menumbangkan patih asbanijaya yang angkuh dan sombong itu.


Raja darusa lingga pun, tertarik akan kemampuan nya, dan ingin mengajak nya bergabung di Kerajaan parukuyan.


Niat busuk itu selalu ada di benak raja darusa lingga.


Segala macam cara dia lakukan untuk sebuah tekad bulat nya, yaitu menghancurkan Kerajaan nirwana cakrabuana.


Rupanya, raja darusa lingga harus bersiap-siap kecewa akan penolakan dari raden mangkara Rajendra Wijaya.


Karena beliau tidak mengetahui asal dan usul seorang raden mangkara yang berwibawa dan religius itu.


Para senopati dan adipati, lalu tak ketinggalan para Tumenggung dan kepala Dusun di wilayah Kerajaan parukuyan sedang berbondong-bondong untuk mencari tahu sosok akan raden mangkara Rajendra itu.


Hadiah mewah dan uang ringgit serta emas batangan siap-siap di berikan kepada siapa saja yang berhasil mengajak raden mangkara ke istana Kerajaan parukuyan.


Itu semua atas dasar perintah sang maha raja darusa lingga.


Indrakala dan chandrakala pun di buat penasaran akan kemampuan bela diri dan ilmu kanuragan yang di miliki oleh seorang raden mangkara Rajendra Wijaya.


Tersiar kabar juga sampai ke telinga Prabu wira sanjaya kusumah.


Sehingga, beliau juga memutuskan untuk memerintahkan patih askara untuk mencari informasi akan jati diri seorang raden mangkara yang sebenarnya.


Ini patut di tunggu kelanjutan nya akan seperti apa dan bagaimana.


Apakah mungkin seorang raden mangkara Rajendra itu menjadi bahan rebutan kedua belah pihak Kerajaan terkait itu.


Seperti nya Polemik dan kisruh nya Kerajaan parukuyan dan Kerajaan nirwana akan terus berlanjut dan semakin memanas saja.

__ADS_1


__ADS_2