Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Pertemuan hangat ki sudrawirya dan Raden Adipati adiwira sanjaya kusumah.


__ADS_3

Perjuangan ini, terbayar lunas ketika, sampai di tanah pakuan bogor, karena ki sudrawirya sudah mengetahui akan kedatanganku, untuk menemuinya.


Namun sebelum aku menginjakan kaki di pekarangan rumah nya yang terbuat dari anyaman bambu.


Aku di cegat oleh pendekar-pwndekar yang mengaku bahwa mereka, murid ki sudrawirya,


"Mau apa kisanak ke sini"


"Maap kisanak kami datang kesini secara baik-baik" 🙏🙏


"Sudah raden wira kita habisi saja mereka semuanya, ucap raden suryawala"


"Tenang raden suryawala, kau jangan emosi dulu"


"Kita berkunjung ke sini untuk bersilaturahmi, bukan untuk membuat ke onaran di negeri orang"


"Aku kira kau seorang pemberani raden wira" 😡


"Minggirlah akan aku ratakan para cecunguk liat ini"


Aku tak bisa menghalangi, niat dari raden suryawala, dia sudah terpancing emosi atas sikap, para pendekar itu yang terkesan , kurang ramah pada kami berdua.


Akan ku buat mereka paham, agar tahu apa yang nama nya. budi pekerti, dan tata basa yang bagus.


"Rupanya kau besar kepala kisanak ucap, pendekar itu"


"Tak usah banyak bicara"


"Kita buktikan saja siapa yang lebih hebat" 😠


Dan pertarungan itu tidak bisa di hindarkan lagi, jurus sapuan jagat membelah bumi itu sudah di keluarkan oleh, raden suryawala, rupa nya dia tidak main-main, menghadapi para pendekar tanah pakuan itu.


Aku hanya memastikan agar tidak terjadi, hal yang di Inginkan, ini hanya sekedar syok terafi saja.


Dan benar saja mereka tumbang dengan sekali jurus saja.


Lalu datanglah, ki sudrawirya kancana.


Dan lekas bertanya padaku.


"Apa kau muridnya ki lingga dan mak lasmanah"


"Iya ki sudrawirya, itu benar sekali"


"Kemari lah, berarti kau murid ku juga"


Itu membuat aku senang sekali. dan mengucapkan banyak Terima kasih sudah di Terima dengan baik.


Aku di sini juga akan berguru padanya. untuk meminta jurus


Ajian gajah deupa. dan ajian


wanara wanari kikijing. yang terkenal sampai pelosok Jawa . kesaktian nya.


Lantas ki sudrawirya menanyakan sosok, raden suryawala, aku katakan dia sahabat baruku, di dalam pengembaraan ini.


Raden suryawala langsung sungkem dan memberi penghormatan kepada ki sudrawirya.


"Kau juga pemuda yang gagah juga raden suryawala"


"Ah ki sudrawirya, bisa saja, memuji ku"


"Iya namun kau terlalu, emosional dalam bertindak"


"bila raden berkenan akan aku ajarkan cara mengolah rasa pikiran, dan tindakan agar seirama"


"Dengan senang hati ki sudrawirya"


Di situlah kami berdua menjadi murid ki sudrawirya kencana.


Kami, berdua di latih silat dan ilmu kanuragan tingkat tinggi, khas tanah pakuan.


Yang pertama kali di lakukan adalah, melakukan mandi wajib dulu di pancuran keramat, di dusun wangun harja mukti.


Di sana kami di mandikan secara lahir batin oleh ki sudrawirya.

__ADS_1


"Lepaskan baju kalian mandi di sini"


"Ucap ki sudrawirya pada kami berdua"


Airnya jernih sekali dan dingin sampai tubuhku mengigil, namun aku tahan dengan tenaga dalam ku, agar aku bisa lulus dalam tahap, pembukaan ini.


Sedangkan aku lihat raden suryawala pun berkonsentrasi menahan dingi nya air pancuran keramat ini.


"Luar biasa kalian lulus, dalam tahap ini, ucap ki sudrawirya"


Tahap kedua adalah, kita di suruh, bertapa brata, di sebuah guha yang berada di samping pancuran keramat itu.


namanya guha linggih karahayuan.


Konon di sini tempat nya, bersemedi, para sesepuh, dan bubuyut para jawara di tanah pakuan.


"Sekarang kalian bersemedi di sini selama 100 hari lamanya"


"Hah tidak salah ki ucap raden suryawala"


"Tidak sama sekali"


"Kalau kalian tidak sanggup lekas bicaralah"


"Aku tak akan memaksa kalian"


Aku sudah berfokus mengolah raga lahir batinku, dan duduk dengan kaki di lipat menghadap arah barat.


dengan tekad yang kuat, aku harus bisa melewati syarat syarat ini dari ki sudrawirya kencana.


Sedangkan raden suryawala mengurungkan niatnya, itu karena dia tidak sanggup, akan syarat tersebut.


Dia berpamitan padaku dan pada ki sudrawirya untuk melanjutkan perjalanan nya ke ujung kulon.


"Maapkan aku raden wira"


"kita harus berpisah di sini saja"


"Aku mau berguru di tempat lain saja"


"Iya raden suryawala, aku tak menghalangi nya, bila itu sudah menjadi keputusan mu"


"Rampes"


Aku melanjutkan semedi tirakat ku di guha linggih karahayuan ini.


tekad ku sudah bulat.


Ki sudrawirya memagari lingkaran ghaib agar aku tidak di ganggu mahluk halus dan mahluk astral yang berkeliaran di sekitar sini.


"Sekarang kau aman raden wira"


"Fokuslah dalam tirakatmu itu"


"Mohon doa restu ki sudra wirya"


Dalam hati aku, memohon ampunan, pada sang Hyang Widi, dan kedua orang tua ku. agar niatku ini bisa berjalan dengan baik.


Sementara itu ki sudrawirya kencana pulang ke rumah nya.


dan meninggalkan aku sendirian di sini.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan, akhirnya sampai juga di penghujung waktu tirakat ku di guha linggih karahayuan ini.


Bertepatan dengan ,gerhana bulan total. 🌑


Di San rupanya ki sudrawirya sudah menyambut keberhasilanku.


"Lekaslah kau berdiri raden wira"


"kau sudah lulus dalam tahap ini"


"Aku lemas ki sudrawirya"


Aku keluar dari guha itu merangkak-rangkak, seperti anak bayi yang mau belajar berjalan saja.

__ADS_1


Lantas aku di bantu ki sudrawirya, dan papangnya ke luar, di sana aku di beri sebuah fotokan saraf untuk menetralisir peredaran darahku yang beku, dan mentransfer tenaga dalam ku. yang sudah hampir habis dalam, semedi ku yang mencapai 100 hari lamanya.


Totokan, ki sudra wirya beberapa kali menghujam punggungku.


"Tahan raden wira"


"Iya ki sudrawirya"


Uwo..... uwo..... uwo.....


Beberapa kali aku muntah darah.


Dan tergeletak tak berdaya.


"Sudah kau tak usah khawatir raden, itu efek gesekan dengan aura negatif"


"Iya ki sudrawirya"


Kini aku bisa sedikit lebih baik dan bisa berdiri lagi.


"Kita sekarang pulang"


"Akan ku berikan ramuan obat rahasia buatan ku"


"Iya ki sudrawirya"


Sesampainya di rumah ki sudrawirya. aku berbaring saja tak kuat, menahan rasa sakit ku.


Hingga, pingsan, tak sadarkan diri.


Saatku terbangun lagi sudah ada di dalam kamar tidur dan terbaring, lemah.


Di sana aku di obati, nyi laras kemuning, cucunya ki sudra wirya kencana.


sontak aku kaget saat melihat sosok perempuan cantik berparas menawan, dan mempesona itu berada di sampingku.


"Tenang kang mas kau tak usah takut, ucap nyi mas laras"


"Aku cucu nya ko sudrawirya"


"Aku di suruh aki, untuk merawatmu"


"Iya baiklah nyi mas aku lega sekarang"


"Kau seperti takut sama seorang wanita" 😊😊


"Tidak nyi mas itu perasaan mu saja"


padahal dalam hati, aku terkejut dan memikirkan nyi mas citrakala, wanita pujaan ku, yang entah bagaimana kabar nya aku pun, tidak tahu.


"Maap kang mas, bolehkah aku bertanya padamu"


"Iya nyi mas bertanyalah"


"Apa kau sudah mempunyai


seorang wanita pujaan hati"


"Sudah nyi mas, tapi dia berada di kadipaten waringin jati"


"Oh iya siapa nama nya kang mas"


"Nyi mas citrakala"


"Pasti dia seorang wanita yang paling beruntung kang mas"


"Mengapa nyi mas"


"Iya dia mempunyai seorang kekasih pemuda tampan sepertimu kang mas" 😊😊


"Ah bisa saja nyi mas laras ini"


Aku rasa dia menggoda ku. aku tidak mudah tergoda begitu saja oleh nya.


Cinta dan sayangku hanya kepada nyi mas citrakala.

__ADS_1


Seorang pendekar wanita dari kadipaten waringin jati.


Walaupun dia sedikit menyebalkan namun, aku tetap jatuh hati pada nya.


__ADS_2