
Mungkin, sedikit lagi perjuangan nya akan berhasil. dan ilmu kanuragan mungkin akan meningkat pesat. namun di hari ke 69 nya, raden wira mendapat goncangan, bathiniyah yang sangat hebat, itu mungkin efek dari, kegelisahan sang ibundanya tercinta, di dalam alam bawa sadar nya, ibunda ratu nareswari datang menghampiri nya, dan berkeluh kesah akan keadaan nya.
Ia berkata pada anak nya raden wira.
"Ananda, putra ku yang tersayang lekaslah pulang nak"
"ibunda sedang tidak baik-baik
saja, ucap ibunda ratu, pada
raden wira, anak nya"
"Ibunda ratu kenapa? jangan,
membuatku khawatir"
Namun di dalam alam bawah sadar itu, ibunda ratu, pergi menjauh dari raden wira tanpa berpamitan.
Di situlah gejolak perasaan kontak batin itu tercipta.
Raden wira sadar dan memejamkan mata.
Dan menengok kanan kiri hilang kendali, seakan-akan dia gundah gulana.
Namun, ada sebuah peringatan dari eyang sagara cipta yang terus memantau nya dari kejauhan.
"Raden wira lekaslah duduk kembali, selesaikan lah tirakat mu raden"
Raden wira, pun fokus kembali dan merenung dalam keadaan hati tergoncang, sambil berpautan tarik ulur dengan kerisauan nya itu.
Ini bukan perkara mudah, semudah memutar balikan kedua telapak tangan.
Tapi lebih besar nekad nya yang ingin berhasil dalam perjuangan nya yang sudah berada di pelupuk mata.
Dia menguatkan hati, akal, pikiran nya, agar tetap fokus mengatur pernapasan nya.
Tubuh dan badan nya sudah kurus kering kerontang, tinggal menyisakan tulang belulang saja. secara logika dan kasat mata mungkin tidak akan.
Mampu bertahan hidup lebih lama lagi, tapi inilah sebuah keajaiban dari sang Maha pencipta, dia mampu bertahan hidup, walaupun menahan dahaga dan lapar nya itu.
Karena eyang sagar cipta yang membuat nya bisa menahan rasa lapar nya itu, dan mungkin atas ijin Tuhan juga.
Dengan kegigihan nya dia bertahan dan lulus dari tirakat siloka ini.
Ini adalah menggambarkan bahwa hawa nafsu duniawi, jangan di anggap remeh, dan harus pandai-pandai kita untuk memilih dan memilah jalan kehidupan kita, agar tentu nya,
tidak terjerembab ke jurang,
kehinaan yang tiada berujung.
Atas ijin yang Maha kuasa, tubuh jasad raden wira, di tarik oleh eyang sagara cipta.
Dan di sudah berada di pendopo nya.
Dalam keadaan tidak sadarkan diri, dia memanggi ibundanya terus menerus.
Eyang sagara cipta tentu saja tidak tinggal diam melihat murid nya itu dalam keadaan mengkhawatirkan dan kritis.
Dia langsung memberikan ramuan obat tradisional nya. dan memberikan transfer energi tenaga dalam nya.
__ADS_1
lewat beberapa kali totokan-
totokan, urat syaraf nya. agar tubuh nya bisa kembali normal.
Aura pancaran tubuhnya, berdebur, memantulkan cahaya, dan tentu, saja menyilaukan pandangan mata, yang melihatnya, seperti akan hal nya
Nyi mas dewi kemuning, yang merasakan efeknya itu.
Eyang sagara cipta, pun menyuruh nya. mundur dulu, karena ini efek dari berpautan energi tenaga dalam nya yang menembus, raga nya raden wira.
"Nyi mas dewi, cucu ku lekaslah kau mundur dulu nak"
"Ucap eyang sagara cipta"
Lantas Nyi mas dewi kemuning pun, menuruti perintah kakek nya tersebut tanpa ragu.
Rupanya eyang sagara akan mencoba, menyadarkan raden wira yang setengah sadar, dan eyang sagara pun sedikit panik juga, dalam hati dia, berkata kalau gagal dia akan tanggung jawab, dan mendapat masalah besar dengan keluarga kerajaan nirwana cakrabuana.
Raden wira, mengeluarkan beberapa kali muntahan darah.
Dan eyang sagara, tidak tinggal diam, dia menggunakan ajian rajah waruga wiwitan, punggung nya raden wira di rajah oleh tulisan sangsakerta
secara, ghaib, itu juga bisa di sebut tolak bala, dan pemagar diri, sekaligus eyang sagara menurunkan sebagian ilmu kanuragan nya kepada raden wira.
Karena, sudah bisa menampung ilmu tingkat tinggi miliknya akibat dari tirakat nya itu.
Usaha dari eyang sagara, rupanya tidak menghianati hasil dari perjuangan nya.
Raden wira sudah bisa berkomunikasi secara lancar walaupun masih nampak lemas.
Di situlah raden wira di berikan sebuah air kelapa untuk membersihkan racun dan efek negatif dari dalam tubuhnya.
dengan tujuan agar awet muda dan memancarkan cahaya pengasihan dan karahayuan. itu adalah ilmu turun temurun dari kakek buyut nya eyang sagara cipta.
Raden wira pun di suruh untuk beristirahat dulu, dan mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama, karena saya tahan tubuhnya, sudah menurun secara lahir di sudah tidak memiliki berat bobot yang sangat normal.
Eyang sagara pun akan memanggil seorang tabib dari kerajaan tembong agung, darmaraja sumedang selatan.
Kerajaan tembong agung memiliki arti yang sangat dalam yaitu terlihat agung, terlihat besar dan penuh kewibawaan.
seperti akan hal nya prabu Gajah Agung, alias atmabrata, dan merupakan anak kedua dari prabu Taji malela (batara tuntang buana)
Prabu Taji malela di kenal pula dengan nama prabu agung resi cakrabuana.
Ia juga memiliki tiga orang putra mahkota, yakni, prabu lembu agung, prabu Gajah Agung dan sunan geusan ulun.
Dan menurut silsilah kerajaan
Prabu Tajimalela adalah anak dari prabu Aji putih.
Sedangkan prabu Aji putih adalah putra dari Senopati Aria Bima raksa, yang mempunyai jabatan penting di kerajaan Galuh, dan tentu saja dia adalah cucu dari Wretikandayun pendiri kerajaan Galuh.
Nyi mas dewi kemuning, di suruh, eyang sagara cipta untuk menemui tabib ki reksa panayun, yang tidak jauh dari rumah nya dari pendopo, eyang sagara cipta.
"Kalau kau tidak keberatan lekaslah kau panggil ki reksa itu, cucu ku, ucap eyang sagara cipta"
"Tentu saja eyang aku bersedia sekali, ucap nyi mas dewi kemuning"
"Sampurasun eyang"🙏🤟
__ADS_1
" Rampes"
Berangkatlah nyi mas dewi kemuning ke kediaman nya ki reksa panayun, dengan penuh, kesemangatan, dia nampak nya sangat peduli sekali dengan keadaan raden wira, yang sudah nampak mengkhawatirkan.
Namun di tengah perjalanan dia mendapatkan sebuah kesulitan karena di hadang, gerombolan yang tidak tahu asal usul nya.
Dia terus menggoda nyi mas dewi kemuning.
"Ada wanita cantik nih, ucap salah satu gerombolan itu"
(Dia memegang dagu nya nyi mas dewi kemuning)
Itu sungguh perlakuan tidak lazim di lakukan, seorang pria terhadap wanita, itu sebuah pelecehan dan penghinaan.
Tentu saja nyi mas dewi kemuning tidak tinggal diam begitu saja, dia melawan dengan meludahi muka salah satu kawanan perampok itu.
Cuiiiiiih..... nyi mas dewi kemuning meludahi orang tersebut.
Orang itu malah tertawa cengengesan dan malah semakin menjadi-jadi.
"Hai jangan galak-galak manis, cah ayu, ayolah kita bersenang-
senang, ucap nya"
"Najis, aku harus melayani pemuda laknat sepertimu
kisanak, ucap nyi mas dewi"
"Aku suka wanita pemberani,
seperti mu, ucap nya"
"Bajingan tengik, sini kau maju,
akan ku habisi satu persatu"
"Ucap nyi mas dewi kemuning"
Tentu saja hal itu pembuat pemuda perampok itu, kebakaran jenggot, dan meras di rendahkan oleh wanita, di situlah pertikaian itu di mulai dan nyi mas dewi kemuning di sergap dari segala penjuru oleh ke tujuh kawanan pemuda biadab itu.
Hiyaaaaaat....
Nyi mas dewi kemuning terbang dan melakukan jurus selendang bidadari miliknya hingga, mereka semua terkapar tidak berdaya sedikit pun.
"Sudah ku bilang jangan macam
macam denganku"
"Aku bukan wanita murahan,
ucap nyi mas dewi kemuning"
Nyali mereka rupanya ciut, setelah melihat jurus kanuragan nyi mas dewi kemuning itu.
Dan, mereka lari terbirit-birit.
ketakutan, lari ke arah hutan larangan lereng bukit itu.
Nyi mas dewi kemuning lantas melanjutkan perjalanan lagi dengan kuda tunggang nya tersebut.
__ADS_1
Paras nya yang ayu dan mempesona serta ilmu kanuragan nya yang tidak sembarangan, itu menambah daya pikat nya tersendiri, bagi para pemuda, dan para pendekar sakti di bumi parahiangan ini.