Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Senopati darma kusumah berpindah haluan.


__ADS_3

Entah apa yang di pikirkan paman senopati darma kusumah.


Sehingga dia tega mengkhianati seorang ponakan nya sendiri yaitu maha prabu wira sanjaya.


Dan tentu saja semua anggota kerajaan nirwana cakrabuana.


Pengabdian nya selama puluhan tahun silam, harus kandas sedemikian rupa.


Tersiar kabar paman senopati bergabung dengan seorang janggala kerta yang sudah menjadi seorang maha raja di kerajaan wangsa tunggal.


Rupanya taktik janggala kerta sangatlah licik dan picik, dia mengambil satu persatu anggota kerajaan nirwana untuk mengetahui titik lemah nya. dengan niat membinasakan kekuatan kerajaan nirwana.


Sumpah serapah nya adalah menghancurkan semua anak cucuk dan turunan seorang maha raja sura jalu sudarsana.


Apa lagi sekarang mereka mendapat sokongan penuh dari indrakala dan candrakala serta guru besar nya, yang berhasil di selamatkan.


Orang itu adalah ki rawa daksa, yang sudah bangkit dari tidur panjang nya.


Gusti prabu wira sanjaya pun sudah mengantisipasi akan kekuatan maha dahsyat nya kerajaan wangsa tunggal.


Yang di nahkodai oleh seorang maha raja darusa lingga penguasa kerajaan parukuyan.


Akan kah kerajaan nirwana bisa menghadapi kekuatan yang di galang seorang maha raja darusa lingga dan maha raja janggala kerta.


Tentu saja Gusti prabu wira sanjaya akan menyiapkan sebuah strategi jitu untuk menumbangkan, kebiadaban raja-raja yang serakah itu.


Terlihat patih askara gundah gulana akan berita yang sangat mencekam ini, dan menjadi geger genjik bahan pembicaraan di sekitar wilayah kadipaten waringin jati kulon.


"Maap Rayi prabu apakah kita harus


berdiam diri begini saja?


"Tanya maha patih askara"


"Tentu saja tidak rakak patih askara"


"Kau sabar dulu saja"


"Aku sudah menyiapkan sebuah


rencana yang sangat besar"


"Apa rencana mu rayi prabu"


"Tanya maha patih askara"


Maha patih askara, di bisikan sesuatu ke telinga sebelah kanan nya, oleh seorang Gusti prabu wira sanjaya.


Dan terlihat maha patih askara, tersenyum lepas dan setuju akan rencana dari seorang Gusti prabu wira sanjaya.


"Kau cerdas sekali rayi prabu"


"Ucap maha patih askara"


"Sudah rakak patih ikutin saja"


"Dukung rencana matang ku ini"


"Ucap Gusti prabu wira sanjaya"


Ratu nyi mas citrakala dan permaisuri nyi mas ayu ningsih, di buat penasaran oleh para suami nya masing-masing.


"Kakanda apa yang kau rencakan dengan rakak patih askara?


"Tanya ratu citrakala"


"Ini sebuah rahasia adinda citrakala"


"Aku tidak akan berbicara selain


kepada patih ku sendiri"


"Baiklah kakanda aku mengerti"


Walaupun dia adalah seorang pendamping sekaligus istrinya tapi Gusti prabu wira sanjaya tetap bersikukuh dengan pedoman dan prinsip nya. karena menurut beliau ini adalah sebuah urusan yang bukan mencakup bahtera rumah tangga nya.


Dan ratu citrakala sangat legowo dan berbesar hati untuk tidak memaksakan suami nya untuk berterus terang padanya.


Dan sementara itu suryacalaka sudah bisa berkumpul dengan istri dan putra nya.


Nyi mas citraloka memberikan nama kepada putra nya sendiri.

__ADS_1


yaitu Raden Surya kencana kusumah.


Wajahnya, mirip sekali dengan sang ayah yaitu Raden suryacalaka.


Mereka kini tinggal bersama-sama lagi.


"Nyi mas maafkan aku"


"Apa yang harus kau maafkan kang


mas"


"Iya aku tidak berguna dan menjaga kedaulatan kerajaan wangsa tunggal"


"Aku seperti pecundang perang Nyi mas"


"Dan aku menyesal ayah dan ibu ku


tewas di tangan darusa lingga"


"Sudah lah kang mas"


"Mungkin ini sebuah ketetapan dari


sang Hyang Widi"


"Ucap Nyi mas citraloka"


"Tapi aku tidak ikhlas sedikit pun


juga"


"Nyawa ayah dan ibu ku, di cabut


paksa secara tragis seperti itu"


"Tenanglah kang mas surya"


"Pasti rayi prabu wira sanjaya memb


antu kita semua"


meringkus raja biadab itu"


"Sabarlah kang mas"


"Kau harus berpikir dan bertindak


secara jernih dan masuk akal"


"Apa kau tidak kasian dengan anak dan istrimu"


"Ucap Nyi mas citraloka"


"Tentu saja kau meragukan ku?


"Bukan begitu maksud ku kang


mas"


Begitulah kira-kira percakapan antara Raden suryacalaka dan Nyi mas citraloka.


yang sudah terbiasa dengan kehidupan baru nya.


Lalu Gusti prabu wira sanjaya mengajak Raden suryacalaka untuk pergi ke makam patih jaya ledra kencana dan permaisuri diah rengganis.


Para prajurit wangsa tunggal yang tersisa berhasil menyelamatkan mayat dan jasad kedua orang tua dari Raden suryacalaka.


"Rayi suryacalaka apakah kamu


bersedia?


"Bersedia apa rakak wira sanjaya"


"Tentu saja meminta restu dan doa


dari orang tua mu itu"


"Bagaimana cara nya rakak?


"Sedangkan kedua orang tua ku

__ADS_1


telah tiada"


"Tentu saja kita bisa pergi menemui dan berziarah ke kuburan nya"


"Dan aku bersedia menemani mu


rayi suryacalaka"


"Begitulah ucap Gusti prabu wira


sanjaya"


"Baiklah aku bersedia dan setuju


akan usulan mu itu"


"Itu yang aku harapkan rayi"


Gusti prabu wira sanjaya kusumah, telah meminta restu dan doa kepada ayahanda dan ibundanya.


Atas dasar genderang perang wilayah kadipaten waringin jati kulon dan wetan.


Dan sekarang beliau berencana untuk mengantarkan Raden suryacalaka untuk meminta doa dan restu nya secara batin. kepada kedua orang tua nya yaitu mendiang maha patih jaya ledra kencana dan permaisuri diah rengganis.


Yang tewas secara tragis oleh kebiadaban seorang raja darusa lingga dan janggala kerta.


Setelah itu baru mulai menyusun rencana serangan nya akan seperti apa? dan bagaimana?


Besar harapan rencana itu akan berjalan mulus tanpa sebuah hambatan sedikit pun juga.


Di lain tempat maha patih askara sudah menyiapkan bala tentara prajurit pasukan perang nya.


Di bantu para panglima prajurit Wasta kencana dan jaka kelana.


Dan ada anggota pasukan kerajaan baru yang baru di lantik nya yaitu seorang adipati muda bernama Raden jaya giri adiwinata.


Dia adalah anak Tumenggung hebat yang berkarismatik dari kadipaten panyileukan.


Semoga saja adipati muda itu bisa memberi kontribusi besar untuk peperangan besar di abad ini.


Dan tentu saja pihak kerajaan wangsa tunggal tidak akan bisa mengantisipasi dan menebak arah peperangan nya akan seperti apa.


dan akan terkesan penuh senyap.


dalam sergapan dari segala arah penjuru. agar mereka tidak bisa berhasil meloloskan diri.


Dan untuk memblokade bala bantuan dari kerajaan parukuyan yang di pimpin oleh Raja darusa lingga.


Gusti prabu wira sanjaya sudah menyiapkan sebuah strategi jitu. agar dia fokus pada seorang penyusup yang di perintah kan oleh prabu wira sanjaya.


Secara otomatis fokus dari kerajaan parukuyan akan buyar dan lepas kontrol untuk membantu kerajaan wangsa tunggal.


Penyusup yang di tugaskan itu adalah seorang Asta batarakala.


Ini adalah sebuah kehormatan besar yang di terima oleh seorang Asta batarakala. yang tidak lain adalah pemimpin padepokan cakrawala.


Asta batara kala sangat antusias dalam mandat tugas penting ini. walaupun taruhan nya adalah nyawa nya sendiri.


Tapi dia tidak gentar sedikit pun juga, atas perintah dari Gusti prabu wira sanjaya kusumah.


Tapi malah sebaliknya, semangat yang menggelora nampak dari raut wajahnya. yang menandakan sebuah dendam berapi-api.


Yang harus dia balas dengan tangan nya sendiri.


"Hamba sudah tidak sabar lagi patih


askara"


"Iya kau jaga diri baik-baik"


"Dan jangan sampai ceroboh"


"Ingat redam amarah nafsu mu"


"Semoga saja aku bisa patih askara"


"Ucap Asta batarakala"


Dan tanpa berpikir panjang dan terkesan buang-buang waktu, Asta batarakala langsung ijin pamit bersama pasukan khusus pengintai kerajaan nirwana.


Semoga saja kerajaan parukuyan berhasil di buat kalang kabut oleh astabatarakala dan bala tentara nya.

__ADS_1


__ADS_2