
Senopati batara kerta berhasil dalam pengawalan nya. dan telah sampai di kerajaan nirwana.
Dalam kejadian ini sang maha Prabu Sura jalu sudarsana dan ibunda ratu nareswari sebagai ayah dan ibunda nya nyi mas citraloka. sangat terpukul dan bersedih.
Apa lagi mendengar gugur nya sangat maha patih jaya ledra kencana dan permaisuri diah rengganis, yang di habisi raja darusa lingga.
"Aku tak menyangka semua ini bisa
terjadi"
"Ucap ayahanda Prabu"
"Suami ku entah kemana ayah?
"Dia di kejar raja darusa lingga"
Percakapan itu terjadi di kamar pribadi gusti Prabu sura jalu sudarsana. sontak saja kejadian ini memicu amarah ayahandanya. yang memerintahkan anak nya Raja wira sanjaya kusumah, untuk bertindak tegas atas tindakan Radikal yang di lakukan oleh kerajaan parukuyan itu.
Dari dulu senopati darma kusumah sudah memperingatkan bahwa janggala kerta akan membawa sebuah malapetaka bila di biarkan hidup, dan terbukti sudah ucapan dari senopati darma kusumah kepada gusti Prabu sura jalu.
Namun ini bukan waktu nya berdebat menurut raden askara.
Dia kini bergegas Minta ijin untuk mencari raja suryacalaka yang tidak tahu keberadaan nya.
Tapi sang maha raja wira sanjaya tidak meminta nya untuk tidak pergi sendirian. dan lantas raden askara di temani jaka kelana.
Raja wira sanjaya, sedang bingbang akan pilihan nya untuk, mempertimbangkan antara raden askara , jaka kelana dan wasta kencana untuk di jadikan sang maha patih baru di kerajaan nirwana.
Dia pun meminta saran pada ayahanda nya. untuk membantu menyelesaikan hal ini.
"Sembah sujud ku ayahanda Prabu"
"Ucap raja wira sanjaya"
"Bangunlah ananda wira"
Lalu dia angkatlah badan raja wira sanjaya oleh ayah nya.
"Ada apa gerangan ananda"
"Ananda harus bersikap seperti
apa?
"Akan genting nya masalah ini
ayahanda Prabu"
"Tanya raja wira sanjaya"
"Ananda harus nya lebih tau dan
paham sebagai seorang maha raja"
"Ucap gusti Prabu sura jalu"
"Maafkan ketidakberdayaan ku
ayahanda Prabu" 🙏
"Tidak Ananda kau tidak perlu risau
dan merasa bersalah"
"Ayahanda akan membantu mu"
Atas ucapan itu raja wira sanjaya sangat senang sekali dan sedikit berlega hati. dan saran yang dia dapat adalah menghimpun kekuatan terlebih dahulu dan meminta bala bantuan kepada kerajaan tembong agung dan mayapada. karena kekuatan dari kerajaan parukuyan sudah jelas tiga kali lipat dari kekuatan kerajaan wangsa tunggal yang di pimpin oleh Raja suryacalaka yang berhasil melarikan diri dari kejaran Raja darusa lingga dan maha patih janggala kerta.
__ADS_1
Saran dari ayahanda nya di Terima dengan baik.
"Baiklah ayahanda prabu"
"Aku akan melaksanakan dan
menuruti akan nasihat mu"
"Iya Ananda wira"
"Lekaslah kau beri pengumuman
kepada para punggawa kerajaan"
"Iya tentu saja ayahanda prabu"
"Ananda mohon pamit"
Lalu Raja wira sanjaya, bergegas untuk meninggalkan kamar pribadinya gusti Prabu sura jalu sudarsana. dan berniat ingin memberikan pengumuman penting berkat dari Saran ayahandanya sendiri.
Kini dia mengajak ratu citrakala yang sedang di rias oleh dayang datang nya.
"Adinda sedang apa kau sekarang?
"Tanya Raja wira sanjaya"
"Seperti yang kakanda liat"
"Adinda sedang apa sekarang"
"Jawab ratu citrakala"
"Kalau kau tidak keberatan mari ikut
dengan ku sekarang"
penting untuk para punggawa
kerajaan nirwana"
"Baiklah kakanda tunggulah
sebentar lagi"
"Jawab ratu citrakala padanya"
Setelah lama menunggu akhir nya ratu citrakala, selesai juga dan sudah bersiap untuk mendampingi Raja wira sanjaya, duduk di singgasana kerajaan nirwana cakrabuana.
Terlihat Raja wira sanjaya menggandeng tangan dari istri nya ratu citrakala. dan memapang nya. untuk menaiki anak tangga karpet berwarna merah tua itu.
"Hati-hati adinda"
"Ucap Raja wira sanjaya"
"Iya kakanda Wira"
"Terima kasih"
"Ucap nya ratu citrakala"
Pemandangan yang sangat romantis, di perlihatkan oleh Raja wira sanjaya kusumah dan ratu citrakala.
Kini mereka sudah duduk di singgasana kerajaan.
Tentu saja dengan niat yang sama yaitu memberikan sebuah pengumuman penting akibat dampak peperangan dan kekalahan kerajaan wangsa tunggal yang di kalahkan kerajaan parukuyan.
Semua anggota punggawa kerajaan nirwana menunduk dan memberikan salam hormat kepada Raja nya sendiri yaitu Gusti Prabu wira sanjaya kusumah.
__ADS_1
"Sembah hormat kami gusti Prabu"
Ucapan salam hormat itu di Terima dengan baik dan sang maha Raja pun menyuruh para anggota punggawa nya itu untuk duduk kembali di kursi nya masing masing.
Tanpa membuang-buang waktu secara percuma, dia langsung memberikan arahan kepada semua anggota kerajaan, khususnya para panglima prajurit perang nya untuk berlatih ketangkasan perang lagi secara dia dan tiga kali lipat agar mangasah naluri perang nya.
Sambil dia menyeleksi siapa yang lebih pantas yang bisa menduduki sebagai seorang maha patih baru untuk mendampingi nya.
Kandidat nya yaitu raden askara, panglima prajurit wasta kencana dan panglima prajurit jaka kelana.
Namun senopati darma kusumah. justru yang di ajukan oleh seorang gusti Prabu sura jalu. yang sudah menikmati masa tua nya. sambil membimbing anak nya Raja wira sanjaya berkuasa dan bertahta di kerajaan nirwana cakrabuana.
Kyai pamancar pun, lebih condong kepada senopati darma kusumah. yang pantas menjadi seorang maha patih. selain jasa nya yang besar dan kesetiaan nya terhadap kerajaan nirwana ini yang tidak terbantahkan lagi.
Namun Raja wira sanjaya belum bisa mengambil keputusan yang sangat penting ini. dia akan melangsungkan rapat secara tertutup dengan semua anggota punggawa. terutama dengan para penasihat kerajaan. agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.
Sebagai seorang istri dan ratu, nyi mas citrakala pun, selalu memberikan Saran kepada suami nya tercinta agar, tidak bertindak gegabah dan terkesan konyol untuk mengambil sebuah kesimpulan dan keputusan penting di pemerintahan nya.
Dia juga meminta Saran kepada ibu mertua nya, yaitu ibunda ratu nareswari yang sekarang sibuk mengasuh cucu nya yang bernama adi darma sanjaya, anak mendiang almarhum raden Arya wijaya kusumah.
Ibunda nareswari, selalu memberikan Saran yang bijak kepada nyi mas citrakala, agar dia menjadi seorang ratu yang bijaksana dalam bersikap dan tentu saja harus mempunyai mental yang sangat kuat dan baik untuk mendampingi suami nya dalam mengayomi rakyat kerajaan nirwana cakrabuana.
Di lain tempat panglima wasta kencana dan panglima jaka kelana sedang melakukan latihan perang di peraturan istana.
Mereka berdua sangat antusias dan bersemangat untuk berlatih dan mempersiapkan diri berperang melawan kerajaan parukuyan yang di pimpin oleh Raja biadab yang bernama darusa lingga.
Sementara itu asta batara kala, menawarkan bala bantuan dari para pendekar cakrawala. untuk mengawal serangan balik dari kerajaan nirwana.
Dan dayung pun bersambut Raja wira sanjaya, sangat antusias dan menyeleksi para pendekar murid padepokan cakrawala untuk di jadikan prajurit perang kerajaan nirwana.
Salah satu yang terpilih adalah
salah satu pemuda gagah yang bernama brahma diningrat. dia di jadikan seorang panglima prajurit ketiga oleh Gusti Raja wira sanjaya.
Brahma adalah pemuda asli pribumi kadipaten waringin jati kulon, tepatnya di dusun marga asih.
Dia anak dari tumenggung Raden Purnawekasan suryadiningrat.
Dia di titipkan ayah nya untuk, belajar ilmu bela diri kanuragan. dengan beralasan. bahwa di daerah kadipaten waringin jati kulon. perlu adanya seorang Ksatria pemberani untuk melawan para pemberontak liar yang selalu menarik upeti kepada para pedangang dan penduduk pribumi.
Maka dari itu anak nya di titipkan kepada mendiang eyang lingga buana, dia terus mengasah kemampuan bela diri nya. di bawah pimpinan kakak seperguruan nya asta batara kala. yang menjelma menjadi seorang pemimpin padepokan cakrawala. sepeninggal mendiang eyang lingga buana yang tileum di gunung ngampar gelap.
"Aku memilih mu brahma"
"Ucap Raja wira sanjaya"
"Hamba sangat tersanjung Gusti"
"Ucap brahma diningrat"
"Hamba siap mengabdi dan
mempertaruhkan nyawa hamba"
"Bagus itu yang saya harapkan"
"Jawab Raja wira sanjaya"
Tentu saja Raja wira sanjaya bukan orang asing lagi bagi seorang brahma diningrat. karena sudah mengenal nya sejak lama. umur nya mungkin terpaut agak jauh tapi dia mengenal nya. semenjak di padepokan cakrawala. yang merupakan cikal bakal prajurit perang dari kerajaan nirwana, sebut saja dia wasta kencana dan raden askara.
Lalu ada panglima prajurit jaka kelana mantan pemburu liar yang menyelamatkan Raja suryacalaka. dari ganasnya durgala pati dan indrakala bersaudara.
Yang merupakan murid ki rawa daksa adik seperguruan eyang lingga buana.
Selain brahma diningrat ada dua orang lagi. yaitu Risnawa dan Rajusnawa. dia kakak beradik yang berasal dari kadipaten waringin jati wetan, tepat nya di dusun margajati
Yang merupakan daerah kekuasaan kerajaan wangsa tunggal. yang menjadi musuh bebuyutan dari kerajaan nirwana cakrabuana.
__ADS_1
Mereka juga menimba ilmu di padepokan cakrawala. dan tumbuh menjadi seorang pendekar yang gagah dan pemberani.