
Ini adalah suatu, keberkahan bagi sang baginda raja dan ratu nareswari. karena mereka sudah mendapatkan cucuk pertama nya dari hasil pernikahan nya raden Arya dan nyi mas ayu.
Saat bulan purnama, bersinar tangisan suara bayu itu terdengar di sekitar, istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Nyi mas ayu, pun menangis haru karena berhasil, melahirkan seorang putra laki laki yang gagah tampan rupawan.
Dan bayi itu di beri nama raden Adi dharma sanjaya kusumah. berita ini sangat menggembirakan, banyak pihak karena di anggap sebagai penerus dari almarhum ayahnya, raden Arya sanjaya kusumah.
bertambah lagi, anggota kerajaan nirwana cakrabuana,
Wajah nya sangat mirip mendiang ayahnya.
Ratu nareswari , pun menyambut nya dengan tangisan haru, dan akan di adakan acara spesial untuk menyambut, kehadiran anggota baru cikal bakal penerus kerajaan nirwana cakrabuana.
Akankah, tahta itu, berpihak pada anak nya raden Arya sanjaya kusumah.
Itu semua rahasia sang Hyang Widi.
Para kerabat kerajaan pun datang silih berganti membawa cendra mata, sebagai bentuk ikut merasakan kegembiraan keluarga besar kerajaan nirwana cakrabuana.
kerabat kerajaan yang datang adalah kerajaan mayapada, kerajaan, sasak manggahang,kerajaan Tirtawana, kerajaan pulasara dan masih banyak lain nya.
Atas kelahiran anak dari mendiang raden Arya itu cuaca yang memburuk berubah drastis menjadi subur dan makmur lagi.
Maka dari sang baginda raja pun, merasa bahwa, kelahiran cucu pertama nya itu membawa keberuntungan. menurutnya.
"Adinda nareswari, tanya sang baginda raja pada istrinya"
"Iya kakanda prabu"
"Lihatlah, keajaiban ini, anak itu membawa keberuntungan"
"Iya kakanda itu berkah dari
yang maha kuasa"
Sang raja, pun mengadakan pesta yang sangat meriah dan membagikan makanan yang spesial buat rakyat nya di wilayah kadipaten waringin jati.
"Patih jaya ledra,aku mau minta
tolong padamu"
"Sembah baktiku gusti raja" 🙏
"Lekas kau perintahkan,
bi warsih, untuk memasak masakan yang enak untuk rakyat ku"
"Sendiko dawuh kanjeng gusti" 🙏
Segeralah Patih jaya ledra, memerintahkan bi warsih untuk memasak masakan, atas perintah gusti prabu.
Dan yang lain nya baju membahu membuat acara pagelaran hiburan, untuk. menghibur rakyat kerajaan nirwana cakrabuana selama tujuh hari tujuh malam lamanya.
Sesudah masakan itu siap di sajikan, sang raja meminta di kawal untuk, memberikan langsung makanan itu ke rakyatnya sendiri, dengan kereta kencana kerajaan sang prabu dengan gagahnya, naik kereta kencana kerajaan Bersama ratu nareswari, sementara itu sang Patih naya ledra menaiki kuda tunggang nya, yang mengawal dari depan.
Sementara senopati darma kusumah berada di belakang kereta kencana kerajaan dengan membawa seribu prajurit.
kanjeng gusti, prabu berkeliling ke seluruh wilayah kadipaten waringin jati.
sontak saja rakyat nya bergembira bahwa pemimpin nya itu, masih mempunyai ras kepedulian yang tinggi atas keadaan rakyatnya.
bukan makanan saja, sang baginda raja memberikan uang ringgit logam, secara adil dan rata pada rakyat nya itu.
__ADS_1
"Patih jaya ledra, ucap baginda,
raja"
"Iya paduka raja"
"Apa semua rakyatku sudah kebagian semuanya, tanya pada Patih jaya ledra"
"Saya kira sudah, paduka raja"
"Benarkah, aku khawatir ada yang tidak kebagian makanan"
"Hari sudah mulai gelap, paduka raja, lebih baik besok lagi kita berkeliling nya"
"Baiklah aku turuti saja saran mu itu Patih jaya ledra"
Dan rombongan iring-iringan kerajaan pun kembali ke istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Setelah tiba di istana kerajaan, ki arja kencana memberikan saran agar kita segera melakukan ritual ruwatan bumi, untuk, sebagai tanda kita bersyukur, pada sang Pencipta alam.
"Sembah sujud ku paduka raja,
ucap, ki arja, pada sang raja"
"Iya ki arja, ada apa gerangan?
" Kita sudah lama tidak,
melakukan ritual ruwat bumi"
"Iya benar sekali, ucapan mu ki
arja kencana"
"Kita harus melakukan adat ,
para leluhur kita"
"Iya paduka raja, yang penting itu bentuk rasa syukur kita"
"Karena, musim paceklik itu,
sudah berakhir di negeri kita"
Lantas, paduka raja mengumumkan bahwa besok akan di adakan ruwatan bumi, dan meminta, semua aparat kerajaan, agar membantu bahu
membahu agar acara ini, berjalan dengan lancar tidak ada hambatan sedikitpun juga.
Patih jaya ledra kencana, pun sudah, memerintahkan bawahan nya, agar dari sekarang juga di persiapkan, senopati dharma kusumah, pun cepat tanggap, dia akan mendatangkan setiap adipati dan Tumenggung kitu ikut serta dalam acara kirab tahunan ini. para sesepuh, dan bubuyut akan di undang dan di libatkan, para wedana pemimpin golongan priyayi atau kedistrikan tidak boleh di lewatkan juga, dia tentu ada hak dan wewenang khusus dari pihak kerajaan nirwana cakrabuana
Setelah Patih jaya ledra menghadap lagi kepada Sang Maha Raja. lantas dia di peringatkan lagi.
"Patih jaya ledra kencana ucap,
gusti prabu"
"Sediko dawuh, gusti prabu" 🙏
"Kau jangan lupa, memberikan isyarat dan tugas khusus untuk panewu dan umbul umbul, serta bupati dan kaliwon. untuk memeriahkan acara ini"
Lantas sang Maha Patih jaya ledra pun langsung, bergegas lagi ke luar istana, untuk menyampaikan, perintah sang Maha raja sura jalu sudarsana.
Di depan gerbang, dia bertemu wasta kencana, dan mengajak nya untuk pergi ke kadipaten waringin jati, untuk menyampaikan berita penting dari sang baginda raja.
__ADS_1
Di dalam perjalanan, wasta kencana, berpapasan dengan nyi mas citrakala.
dan lekas menegur nya.
"Sampurasun nyi mas citrakala"
"Rampes, kang mas wasta
kencana" 🙏
"Mau kemanakah gerangan nyi
mas, ucap wasta kencana"
"Aku mau ke pasar waringin jati,
kang mas wasta kencana"
"kebetulan kalau begitu kita bareng saja nyi mas"
"Tenang saja aku tidak akan menyakitimu, kau itu kekasih raden wira, aku tahu itu" 🙏
Wasta kencana berniat baik untuk mengawal nyi mas citrakala, agar dia aman dari para pemberontak kadipaten waringin jati, yang masih banyak berkeliaran di sekitarnya.
"Benar perkataan wasta kencana nyai, ucap Patih jaya ledra"
"Iya paman Patih jaya ledra" 🙏
"Ucap nyi mas citrakala"
Benar saja ketika wasta kencana dan Patih jaya ledra tiba di gapura kadipaten waringin jati, para komplotan liar itu sedang beraksi menagih dan merampas barang barang pedagang.
Tanpa berpikir panjang panglima prajurit wasta kencana menghabisi para perampok liar itu dengan tebasan-tebasan pedang nya itu.
"Maap paman Patih"
"Iya wasta kencana"
"Paman Patih tak usah turun
tangan, dan mengotori tangan
paman, Patih jaya ledra"
"Mengapa wasta kencana?
" Dia hanya tikus liar bukan
masalah yang rumit bagi,
paman Patih" 🙏
"Iya terima kasih wasta
kencana"
"Kau memang bisa ku andalkan"
Setelah, konsisi mulai membaik, sang Maha Patih mengumumkan di tengah-tengah pasar waringin jati, untuk memberikan informasi, penting dari sang paduka raja sura jalu sudarsana, tentang acara ruwatan bumi, yang akan di langsungkan esok lusa.
Hingga, para rakyat kerajaan nirwana cakrabuana, mengetahui nya. bahwa sang raja akan mengadakan acara penting itu.
Dan menyuruh para petani, agar membawa tumpukan padi, rempah-rempah, dan olahan hasil pangan nya. untuk di persembahkan kepada sangat raja. dan akan di ganti kan nya dengan uang ringgit. sebagai ganti rugi nya.
__ADS_1
Setelah semua tersampaikan, sang Maha Patih jaya ledra kencana guntur bumi, dan sang panglima prajurit wasta kencana, langsung kembali pulang ke istana kerajaan nirwana cakrabuana. karena tugas dari sang Maha raja sura jalu sudarsana sudah selesai di jalankan.
Dan mereka akan melaporkan semuanya. agar sang Maha prabu, senang dan bergembira mendengarnya. tidak ada rasa kecemasan lagi yang , membuat hatinya gundah gulana.