Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Senopati darma kusumah, pulang ke istana kerajaan nirwana, membawa kabar gembira


__ADS_3

Senopati, darma kusumah lekas memberitahukan, berita akan keadaan rase wira, pada gusti prabu sura jalu sudarsana dan kepada ratu nareswari.


Sungguh, dia tidak bisa menyembunyikan, kegembiraan nya itu, karena secara kebetulan dia, bisa bertemu dan bertatap muka langsung, di dusun darmaraksa, wilayah kekuasaan teritorial kerajaan tembong agung. Yang di kuasai oleh maha raja prabu Gajah Agung.


Setelah sampai gerbang istana dia, menyuruh jaka kelana untuk membawa kuda tunggang nya ke belakang, istana.


"Wahai jaka kelan, tolong kuda


ki bawa ke belakang, dan lekas


beri dia makan rumput yang ba


nyak, agar dia tidak kelaparan"


"Sendiko dawuh, senopati,


Darma kusumah" 🙏


Di bawalah, kuda itu ke peraturan halaman belakang


istana kerajaan.


Dan senopati lantas, bergegas, menuju, singgasana kerajaan


Yaitu, untuk menyampaikan,


Berita penting ini.


"Sampurasun"


"Rampes" (semua anggota kerajaan menjawab salam nya itu)


"Hamba, menghadap paduka


raja, ucap senopati darma


kusumah"


"Ada apa, senopati darma


kusumah, ucap gusti prabu"


"Hamba ingin, memberitahukan


sesuatu hal, paduka raja" 🙏


"Perihal apakah gerangan?


"Ucap, gusti prabu sura jalu


sudarsana"


"Ampun gusti" (sambil bersimpuh dan bersujud)


"Lekaslah, kau katakan, senopati, darma kusumah"


"Iya gusti prabu" 🙏


"Engkau tak usah ragu dan takut"


"Ucap, gusti prabu, berkata"


"Sendiko dawuh, gusti prabu"


"Hamba bertemu raden wira"


Namun, alangkah terkejutnya senopati, darma kusumah dengan sikap dingin nya gusti prabu, akan berita yang dia bawa untuk nya.


Hingga senopati darma kusumah keheranan, akan respon yang dia dapat dari gusti prabu tersebut.


"Aku kira ada apa"


"Ucap, paduka raja, menjawab senopati darma kusumah"


Setelah itu senopati, mundur beberapa langkah, dan langsung bergegas ke tempat duduknya.


Ratu nareswari, pun sangat senang, saat dia mendengar jelas omongan, senopati darma kusumah, melaporkan kepada berita ini kepada gusti prabu.


"Benarkah senopati darma


kusumah?


"Tanya ibunda ratu nareswari"


"Hamba, gusti ratu" 🙏


"Apa kau tidak salah melihat


senopati darma kusumah"


"Tidak, gusti ratu, mataku masih


normal dan tidak rabun sama sekali"


"Lalu mengapa, tidak kau bawa anak ku itu"


"Tanya gusti ratu, pada senopati darma kusumah"


"Ampun, gusti ratu, raden wira, tidak mau di ajak ku pulang"


"Ya sudah, kalau itu jawaban nya senopati darma kusumah"


Gusti prabu sura jalu sudarsana hanya, melamun, di kursi kebesaran nya. dengan sebuah tatapan kosong.


Dia seperti menyimpan tabir kekecewaan pada anak nya itu.


Dan tentu saja senopati darma kusumah, enggan berani, menegur atau bertanya lagi.


Namun, di sisi lain aku sangat ingin tau apa yang ada di dalam hati, gusti prabu hingga bersikap sedemikian rupa.


Dan Aku lihat gusti ratu, hendak ingin bertanya pada gusti prabu.


"Kakanda prabu?


"Kakanda.....?

__ADS_1


"Kakanda.....?


Gusti ratu nareswari, sudah beberapa kali, menegur dan memanggil nya,namun tidak di gubris nya sama sekali.


Dan sikap itulah yang membuat ratu nareswari, ada perasaan khawatir.


Sehingga, berusaha lebih keras lagi agar, gusti prabu merespon nya. namun tindakan itu sangat nihil dan tidak menghasilkan respon apapun.


Dan, setelah beberapa lama paduka raja meninggalkan kursi kebesaran nya.


Dia melangkahkan kaki dengan kedua tangan nya di simpan ke belakang.


Seperti memberi isyarat dia sedang tidak baik-baik saja.


Dan patih jaya kedua kencana, mengikuti nya dari arah belakang, secara perlahan-lahan.


Hingga sampai lah di sebuah. bale-bale istana yang berada di samping taman kerajaan nirwana cakrabuana.


Paduka maha raja duduk bersandar. dan menahan dagu nya dengan kedua belah tangan nya. jelas itu sebuah kegelisahan dan sebuah beban yang sedang dia pikirkan.


Patih jaya ledra kencana, langsung memberanikan diri untuk menegur Raja nya tersebut.


"Permisi, gusti prabu" 🙏


"Ada apakah gerangan gusti?


"Maafkan atas kelancaran hamba" 🙏


"Tidak maha patih jaya ledra"


"Aku sedang resah"


"Apa yang membuat, paduka raja resah seperti ini"


"Hamba, sebagai maha patih,


tidak tega, dan kuat melihat


pemandangan seperti ini" 🙏


Patih jaya ledra, terus mencoba membujuk dan merayu nya.


agar paduka raja, berterus terang, akan apa yang ia pikirkan.


"Aku tak cukup kuat menerima,


cobaan ini, patih jaya ledra"


"Semoga batara hyang agung, selalu senantiasa melindungi paduka raja" 🙏


"Aku, telah gagal menjadi seorang raja"


"Tidak paduka, itu tidak benar


adanya, ucap patih jaya ledra


kencana"


"Kau lihat saja patih, mahkota ku sudah mulai meredup cahaya nya"


ucap, patih jaya ledra kencana"


"Maksud perkataan ku adalah,


Dua putra mahkota ku, patih"


"Siapa yang akan menjadi,


pewaris tahta ku"


"Ananda Arya, sudah gugur, dan


Ananda wira, sudah tidak,


Menganggap, ku seorang ayah"


"Hamba, mengerti apa yang di


maksudkan, gusti prabu" 🙏


Rupanya mental, sang baginda raja sura jalu sudarsana, sedang tergoncang dan terombang-ambing dalam kegundahan nya.


"Apa yang harus aku perbuat,


patih jaya ledra kencana?


"Sebaiknya, gusti prabu, melakukan, tirakat, dan tadabur alam"


"Agar kebingbangan itu, sirna


dari jeratan belenggu kenestafaan yang, gusti prabu


pikul"


"Hamba, mohon ampun, sudah sangat lancang padamu" 🙏


"Tidak patih, apa yang engkau katakan itu memang benar adanya"


Gusti prabu sura jalu sudarsana, sangat berterima kasih pada patih nya, itu.


"Terima kasih patih ku"


"Sama-sama, gusti prabu"


Dan rupanya dia, tidak menunggu lama, lagi.


Dengan, langkah kaki yang sangat merdu, itu dia kembali untuk duduk di kursi, singgasana nya.


Dan mengumumkan akan niatnya meninggalkan istana kerajaan.


"Wahai para punggawa kerajaan


nirwana cakrabuana"


"Ucap, gusti prabu sura jalu

__ADS_1


sudarsana, berkata"


"Aku akan menyerahkan,


kekuasaan ku sementara"


"Pada siapa, gusti prabu tanya,


adipati, janggala kerta"


"Tiada lain lagi pada patih jaya


ledra kencana"


"Maap paduka raja, Apa itu


sudah di pikirkan matang-matang" 🙏


"Kenapa jangala kerta?


"Ucap patih jaya ledra kencana"


"Sepertinya, kau tidak suka akan


berita perihal ini"


"Tentu saja tidak, maha patih


jaya ledra, ucap, janggala kerta"


Kegaduhan itu, terjadi saat perdebatan, antara adipati janggala kerta, dan maha patih jaya ledra kencana.


Hingga, gusti prabu sura jalu sudarsana, mengultimatum, janggala kerta, dan maha patih jaya ledra kencana.


"Sudah kalian tidak usah, berdebat"


"Aku, ingin pergi dengan penuh ketenangan"


"Maapkan hamba, gusti, namun aku lihat rayi janggala kerta, tidak suka dengan diriku"


"Tutup, mulutmu, tak akan patih jaya ledra"


"Aku tidak sepicik yang kau pikirkan"


"Dan aku sudah mengetahui kebusukan mu rayi janggala, ucap patih jaya ledra kencana"


Janggala kerta, memang tidak menyukai, patih jaya ledra kencana, yang merasa dia akan merebut tahta kerajaan nirwana


cakrabuana.


Namun, dia mengelak nya saat, patih jaya ledra, meminta penjelasan, ketidak setujuan nya, terhadap, keputusan gusti prabu sura jalu sudarsana.


Di lain tempat, gusti prabu menghampiri, gusti ratu naresawari, untuk meminta doanya.


Agar di beri kelancaran dalam niat nya tersebut.


"Adinda, tanya gusti prabu, pada istrinya"


"Iya kakanda, ada apakah,


gerangan"


"Kau, baik-baik, di sini"


"Kakanda akan tirakat, di


gunung Sunda"


"baiklah, kalau itu sudah jadi keputusan kakanda"


"Adinda, dengan berat hati, melepaskan, kepergian kakanda"


"Iya semoga kakanda, bisa pulang lagi ke istana dalam keadaan selamat Adinda"


"Iya doa Adinda selalu, aku panjatkan, pada sang Hyang Widi"


"Terima kasih Adinda nareswari"


"Jaga dirimu baik-baik"


Di sudut lain, putri kesayangan nya, nyi mas citraloka, berlari dan memeluk, ayahandanya. dan menangis, tidak mau melepaskan, kepergian ayahandanya.


"Tidak ayahanda, prabu"


"Nyi mas citraloka, lepaskanlah


pelukan mu nak"


"Ayahanda mu harus segera ,


pergi"


"Ini sudah waktu nya ayah


pergi"


"Apa Ayahanda, tidak kasian


dengan ibunda dan aku, serta


rakak ayu ningsih"


"Ayahanda sayang kalian"


"Namun, bila Ayahanda, tidak berbuat sesuatu, Ayahanda akan menyesal seumur hidup"


"Ini demi kalian dan rakyat ,


kerajaan nirwana cakrabuana"


Kepergian, gusti prabu sura jalu, tidak bisa di halangi, dan di bendung lagi, oleh siapa pun juga.


keinginan nya sudah benar-benar, bulat dan tidak bisa di goyahkan sama sekali.


Itulah, sikap sang raja yang mempunyai sebuah frinsip.

__ADS_1


__ADS_2