Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Misi asta batarakala berjalan sukses dan sesuai rencana


__ADS_3

Asta batarakala berhasil membuat kegaduhan di wilayah kerajaan parukuyan. tindakan onar nya membuat para punggawa kerajaan parukuyan seperti kebakaran jenggot. Senopati Raharja kencana di buat tidak berdaya dan seakan akan seperti sebuah lelucon saja. jelas-jelas tindakan itu membuat sang senopati yang gagah perkasa itu hilang harkat martabat nya di cepat rakyat kerajaan parukuyan.


"Berdebah kau tikus nirwana" 😡


"Kau sudah mengantarkan nyawa


mu padaku"


"Ucap senopati Raharja kencana"


"Coba saja kalau kau mampu


untuk meringkus ku"


"Jawab asta batarakala"


"Kau sudah membuat ku malu


depan rakyat parukuyan"


"Celoteh senopati Raharja"


"Itu bukan salah ku"


"Kau saja yang terlalu bodoh"


"Ucap asta batarakala"


"Bajingan tengik bersiaplah akan


ku kirim kau ke neraka jahanam"


"Hiyaaaaaaaat"


"Trang..... trang.... trang.... "


Senopati Raharja kencana dan asta batara kala beradu jurus pedang.


Di sebelah selatan kadipaten mekar jaya, yang merupakan wilayah terotorial mutlak kerajaan parukuyan.


Saat balab tentara parukuyan datang untuk membantu.


senopati Raharja, dengan sengaja menyuruh mundur pasukan nya itu. dengan alasan, dia akan meringkus asta batarakala dengan tangan nya sendiri.


Namun kenyataan berbanding terbalik saat senopati Raharja kelayapan dan terkesan tidak berdaya menghadapi asta batarakala. yang tidak serius untuk mengadu ilmu kanuragan.


"Kau meremehkan ku rupanya"😡


"Masa? 😁


"Jawab asta batarakala"


"Kau jangan terlalu bernafsu


senopati Raharja"


"Aku hanya ingin bermain-main saja"


"Soalnya aku jenuh dan tidak ada


teman bermain yang asyik seperti


mu"🙂


"Ucap asta batarakala"


"Laknat kau" 😡


"Kau menghina ku secara halus"


"Terserah kau artikan itu apa"


"Yang jelas aku tidak berniat


bertengkar dengan mu"😁


"Kau akan ku ringkus bocah


gendeng" 😁


Tindakan asta batarakala membuat senopati Raharja semakin bernafsu untuk mengalahkan nya.

__ADS_1


Namun lagi-lagi usaha nya nihil dan tidak membuahkan hasil sama sekali.


Malah ejekan yang di Terima senopati Raharja kencana.


Namun rasa penasaran dan kegigihan tanpa rasa putus asa di perlihatkan oleh senopati Raharja kencana.


"Aku tidak akan menyerah"😡


"Baguslah jadi aku puas bisa


bermain-main dengan mu" 😁


"Ayo maju tangkap aku"


"Ucap asta batarakala"


Kini asta batara kala memancing nya untuk menuju ke arah sungai di tepian hutan.


Di meloncat-loncat melewati bebatuan di sebuah aliran sungai dangkal.


"Mau lari kemana kau?


"Celoteh senopati Raharja kencana"


"Ayo kejar"


"Capek yah" 😁


"Kalau capek kau istirahat dulu"


"Aku tunggu di sini"


"Hiyatttttt....... "


Asta batarakala melompat dan tidur di atas pohon yang besar dan rimbun.


Sedangkan senopati Raharja kelimpungan mencari-cari keberadaan dari seorang Asta batarakala.


"Kemana perginya bocah gendeng


itu yah?


Dia terus mencari ke arah timur, dan mengerahkan pasukan panah nya. untuk membantu menangkap Asta batarakala.


Asta batarakala dengan asyik nya, menyaksikan pergerakan pasukan kerajaan parukuyan di atas pohon besar itu dengan, cekikikan merasa puas berhasil membuat senopati Raharja itu hilang harga diri nya.


Dia rupanya tidak turun dan malah tidur siang di atas pohon itu.


Sedangkan pasukan prajurit nirwana bersembunyi di semak belukar untuk mewaspadai pergerakan prajurit kerajaan parukuyan.


Di lain tempat Sang Maha Raja wira sanjaya memimpin perang Maha dahsyat.


Di temani oleh Maha patih raden askara. untuk membombardir kekuatan dari kerajaan wangsa tunggal.


Di sana mereka akan berhadapan dengan paman senopati darma kusumah dan adipati janggala kerta, yang kini menjadi seorang Maha raja yang bengis dan kejam.


Akankah seorang Gusti prabu wira sanjaya menaklukan dan merebut kerajaan wangsa tunggal kembali.


Kawan-kawan yang akan di hadapi nya bukan orang-orang sembarangan pula. salah satu nya adalah ki rawa daksa. yang berhasil hidup kembali setelah potongan kaki dan tangan nya bisa di persatukan kembali oleh, muridnya indrakala.


ilmu kedigdayaan rawa rontek nya bukan ilmu rawa rontek sembarangan. hal yang tidak di inginkan oleh seorang Gusti prabu wira sanjaya, ternyata menjadi sebuah kenyataan.


Kini semua penjuru kerajaan wangsa tunggal sudah di kepung oleh pasukan prajurit kerajaan nirwana.


dengan demikian mereka tidak mungkin bisa melarikan diri.


Namun pasukan panah dari kerajaan wangsa tunggal rupanya memberikan perlawanan, untuk mempertahankan diri dari kepungan pasukan prajurit kerajaan nirwana.


Di sisi lain datanglah, indrakala dan chandrakala. dia nampak begitu murka akan serangan dadakan ini.


"Rupanya kita sudah di kepung"


"Celoteh indrakala"


"Tak akan tak usah panik"


"Ucap chandrakala"


"Kita pasti bisa menghabisi mereka


semua"

__ADS_1


"Jangan sesumbar dulu rayi"


"Mereka bukan lawan yang enteng


bagi kita semua"


Kepanikan itu sudah tercipta dari raut wajah indrakala bersaudara.


Dan terjadilah negosiasi antara Gusti prabu wira sanjaya dan prabu janggala kerta.


Mereka berdiskusi untuk sebuah idelologi yang mereka tanamkan masing-masing di negara nya sendiri.


"Apa kau masih bersikeras janggala


kerta?


"Tentu saja aku tidak akan menyerah


dan mundur satu langkah pun" 😠


"Dan resiko nya nyawa"


"Apakah kau sudah siap?


"Tentu saja aku sudah siap"


"Dan jangan menganggap remeh


ilmu kanuragan ku"


"Ucap prabu janggala kerta"


"Baiklah kalau itu pilihanmu"


"Jangan menyesal di kemudian hari"


"Ucap Gusti prabu wira sanjaya"


Genderang perang pun di bunyikan dan terjadilah perang yang sangat menggemparkan.


para korban bergeletakan, terbujur kaki tidak berdaya, di tambah para rakyat pribumi yang lari tunggang langgang untuk sekedar menyelamatkan diri dari suasana perang yang Maha dahsyat ini.


Terlihat ada yang membawa harta benda nya. lalu ada yang membawa hewan peliharaan nya, berlari menuju daerah kadipaten waringin jati kulon.


Sang Maha prabu wira sanjaya pun, sudah mengantisipasi akan hal ini. dan sudah mempersiapkan nya. sehingga para rakyat tidak akan mati kelaparan.


Niatan dia akan mempersatukan dua wilayah kadipaten itu.


Dengan meratakan kerajaan wangsa tunggal.


Dan di lain tempat terlihat senopati darma kusumah yang melarikan diri dengan kuda tunggang nya.


Niatan dia adalah ingin menculik anggota kerajaan nirwana.


Namun hal licik nya juga sudah bisa di antisipasi oleh Gusti prabu wira sanjaya. yang telah menyimpan bala pasukan dan seorang panglima prajurit kawakan seorang wasta kencana.


Mungkin dalam pikiran senopati darma kusumah ini sebuah kesempatan langka.


Namun tidak sama sekali.


Saat akal licik nya berhasil di baca dengan seksama oleh Maha Raja Gusti prabu wira sanjaya.


Maha patih askara pun fokus dengan janggala kerta.


Namun bokongan dari raden suryacalaka berhasil di lakukan nya.


Dia menancapkan keris racun nya. ke arah punggung dari janggala kerta.


Sikap nya menuai pro dan kontra karena di anggap tidak berjiwa ksatria.


Namun perang ini masih berlanjut karena para punggawa kerajaan wangsa tunggal masih cukup banyak dan terkesan tidak menyerah walaupun Raja nya sudah berhasil di tumbangkan.


Indrakala bersaudara pun terluka parah oleh ajian gelap sayuta nya Gusti prabu wira sanjaya.


Dia tidak bisa melawan ilmu kanuragan sakti mandraguna nya Gusti prabu wira sanjaya.


Sedangkan ki rawa daksa secara kebetulan sedang berada di kerajaan parukuyan. karena di suruh prabu darusa lingga untuk menangkap penyusup.


Penyusup itu tidak lain adalah Asta batarakala.


Yang berhasil membuat senopati Raharja kencana, menjadi mati kutu dan tidak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2