
Konflik cinta mereka begitu rumit, raden Arya mengurungkan niat nya mempersunting nyi mas citrakala karena di tolak mentah-mentah oleh sang pujaan hati, itu karena nyi mas citrakala lebih memilih cinta nya kepada raden adipati adi wira sanjaya kusumah.
Suasana mulai begitu pelik, ketika raden askara mulai memasuki sebagai anggota istana dengan jabatan. ngabehi tugasnya mengatur menyatukan acara di dalam lingkungan ke istanaan.
Sedangkan ki arja kancana mendapat mandat sebagai mantri pejabat, tugas nya adalah memberi wewenang dan nasihat kepada sang Maha patih ataupun, maha raja.
Dan wasta kencana tetap menjadi palang pintu gerbang istana kerajaan Nirwana cakrabuana sebagai panglima parajurit.
Namun suasana gaduh oleh, konflik percintaan segi tiga raden Arya dan raden askara, yang merebutkan anak gadis semata wayang nya, ki arja kancana.
Di kala surya matahari mulai memancarkan sinarnya. kegaduhan di dalam istana pun di mulai.
"Wahai askara kau tidak menghargai ku sebagai calon raja di sini"
"Kau hanya seorang seonggok kucing hutan bagiku"
"Jaga mulut mu raden Arya, aku tak segan-segan melawan mu"
"Kau berani menentangku, askara"
"Semut saja bila di injak dan di sakiti dia akan marah dan menggigit raden Arya, apalagi manusia"
"Lancang sekali, kau askara, kau sedang berhadapan dengan siapa"
"Aku sedang berhadapan dengan putra mahkota kerajaan Nirwana, yang sombong dan angkuh"
"Rupanya kau sudah memancing kemarahanku askara"
"Dan engkau yang memulai nya raden Arya" 🙏
"Kita selesaikan secara jantan di luar perataran, lingkungan istana"
"Dengan senang hati raden Arya"
Adu jurus kanuragan, pun tidak bisa di elakan lagi, mereka saling serang, dengan kemampuan ilmu kanuragan yang di miliki nya.
Ajian badai kumincir itu sekarang mulai di perlihatkan oleh raden askara, untuk melumpuhkan raden Arya, namun raden Arya berhasil nengelaknya, dan melakukan perlawanan, dengan jurus ajian. cakaran macan tutul nya.
Tiba-tiba, nyi mas ayu ningsih melihat kegaduhan ini.
"Sudah apa yang kalian lakukan"
"Diam nyai ini urusan lelaki sejati mempertahankan harkat martabat nya, ucap raden Arya"
"Kau berdua seperti anak kecil saja, ucap nyi mas ayu ningsih"
Nyi mas ayu ningsih panik dan khawatir akan pertikaian itu, dan langsung menghadap sang Maha raja sura jalu sudarsana, untuk melaporkan kejadian tidak terpuji ini.
"Sembah bakti ku, baginda raja" 🙏🙏🙏(nyi mas ayu berlutut menghadap, sang Maha prabu)
"Bangunlah nyi mas ayu, ada apa gerangan kau menghadapku, dengan kepanikan"
"Mohon ampun, prabu, di luar terjadi perkelahian"
"Siapa yang berani membuat kegaduhan ini, lekas katakan"
"Raden Arya dan Raden askara"
"Ucap, nyi mas ayu ningsih"
Sontak saja perbuatan ini membuat sang Maha raja murka dan marah besar, dia memanggil patih nya, jaya ledra guntur bumi untuk melerai kedua petarung liar itu.
"Patih jaya ledra, ucap sang Prabu sura jalu"
"Sembah sujud hormat saya baginda raja" 🙏🙏🙏
"Lekas kau ringkus mereka berdua"
"Dengan senang hati, baginda raja, akan aku laksanakan perintah mu"
Paman patih, pun lekas berlari untuk melerai, perkelahian antara raden Arya dan raden askara itu. kedua nya sama-sama kuat dan tidak ada yang kalah dalam, misi mempertahankan harga diri nya itu.
Patih jaya ledra, langsung memberikan ultimatum dengan mengeluarkan jurus, nembrag jagat nya itu. efeknya bumi🌍🌏 bergetar hebat.
"Ampun..... ampun... ampun paman patih jaya ledra ucap raden Arya" 🙏🙏🙏
Raden Arya dan raden askara, berdua bersujud ke hadapan paman patih nya itu.
"Lekas kau meminta ampunan pada ayahanda mu raden"
"Tidak paman, askara yang salah, ucap raden Arya"
"Cepat lah menghadap ayahanda mu, atau paman sendiri yang akan menghukum mu"
"Iya paman patih jaya ledra baiklah"
Semua menghadap sang Maha prabu, dengan kepanikan dan ketakutan nya.
"Sembah sujud ku ayahanda prabu"
__ADS_1
"Lekas bangunlah ananda raden Arya, anak ku"
"Terima kasih ayahanda prabu"
"Apa yang kau perbuat, dan sikap mu itu mencoreng muka ayahanda mu sendiri"
"Maapkan ananda ayahanda prabu" 🙏🙏😭😭😭
Raden Arya menangis tersedu-sedu, karena, tidak Terima atas perlakuan ayahnya. yang tidak mendengar penjelasan nya. dan seakan-akan membela raden askara.
"Aku ini putra ayahanda, dan dia hanya seorang kucing hutan"
"Jaga mulut mu ananda"
"Askara itu cucu eyang lingga buana, dia pemuda berbudi pekerti luhur"
"Ayahanda selalu membela orang lain di banding anaknya sendiri"
Sikap raden Arya membuat ayahnya semakin, marah dan hilang, kontrol dia di tampar nya dengan, kelancangan mulut nya, itu.
Plak..... plak..... plak......
"Masih berani melawan ayahandamu, ucap sang Maha raja terhadap anaknya"
"Sudah kakang prabu jangan terlalu keras mendidik ananda raden Arya, ucap ratu Nareswari"
"Ini sikap memanjakan anak mu, adinda Nareswari"
Sang baginda raja dan ratu Nareswari menjadi berdebat akan, semua itu.
Sang Maha prabu, memanggil sang patih jaya ledra untuk mencari saksi, bisu perkelahian antara raden Arya dan Raden askara, selain nyi mas ayu ningsih.
Dan saksi itu adalah sang panglima prajurit wasta kancana, yang sedang bertugas di luar gerbang istana kerajaan.
"Mohon ampun paduka raja" 🙏🙏🙏
"Iya patih jaya ledra"
"Saksi itu adalah wasta kancana"
"Kelas panggil dia menghadapku sekarang juga"
"Sendiko rawuh baginda raja"
Di panggilah, sang panglima prajurit itu, dan dia dengan senang hati berkata sejujurnya bahwa yang, memulai pertikaian ini adalah raden Arya sendiri.
"Mohon ampun seribu ampun paduka raja" 🙏🙏🙏
"Terima kasih, wasta kancana, aku sangat menghargai sikap keberanian mu itu"
"Sama-sama paduka raja" 🙏🙏🙏
Sebagai hukuman nya, raden Arya, di suruh, membersihkan perataran istana, dan belakang istana kerajaan Nirwana cakrabuana.
"Ini tidak adil ayahanda"
"Kau masih mau menyangkal dan melawan keputusan ayahandamu, tanya paduka raja"
Dengan atas rasa bersalah nya raden askara, mau menemani raden Arya membantu membersihkan pekarangan istana, sikap itu membuat sang paduka raja semakin salut dan memuji nya sebagai pemuda yang berbudi pekerti luhung.
Mereka sekarang bahu membahu bekerja sama, membersihkan perkarangan istana, hukuman dari sang paduka raja.
Sedangkan nyi mas ayu ningsih di panggi untuk menghadap Ratu Nareswari. akan tentang hubungan nya dengan raden Arya.
"Wahai cah ayu nyi mas, ibunda ratu Ingin bertanya padamu"
"Bolehkah"
"Iya dengan senang hati ibunda ratu nareswari"
"Kau sekarang memilih siapa"
"Raden Arya atau raden askara"
"Berat hatiku ibunda ratu ucap, nyi mas ayu ningsih"
"lekas katakan saja, jangan ragu dan bimbang, ataupun takut, akan pilihan mu"
"Baiklah ibunda ratu"
"Aku memilih raden askara"
"Ibunda ratu, bangga padamu, kau mengatakan sejujurnya"
Lantas, ada pertentangan dari ki arja kancana yang lebih menginginkan anak nya di nikahi, raden Arya sebagai calon penguasa kerajaan Nirwana cakrabuana.
Nyi mas ayu ningsih kecewa dengan ayahnya yang lebih mementingkan. sebuah jabatan dan mengorbankan perasaan anaknya tersebut.
"Sudahlah nyi mas ayu ningsih, kau ikutin saja kemauan ayahmu ini"
__ADS_1
"Engkau akan bahagia bersanding dengan rade Arya"
"Dan menjadi seorang ratu kerajaan Nirwana cakrabuana yang megah ini"
"Tapi ayah aku tak mencintai raden Arya"
"Bila kau berani membantah jangan anggap aku sebagai ayah mu lagi"
Sontak ancaman, itu menjadi sebuah cambuk, yanga sangat menyakitkan bagi nyi mas ayu ningsih, dia harus mengorbankan rasa cinta dan sayang nya demi orang tua nya sendiri.
Dia menangis tersedu-sedu, dan tidak berhenti semalaman suntuk, berita itu membuat raden askara gundah gulana dan khawatir, akan wanita pujaan nya tersebut.
Raden askara, mengetuk pintu kamar pribadinya nyi mas ayu ningsih.
"Sampurasun nyi mas"
"Rampes, kang mas "
"Ada apa gerangan sampai suara tangisan mu terdengar keluar"
"Aku sedih kang mas, aku mau di nikahkan paksa dengan raden Arya"
"Bila itu sebagai, bukti agar kau berbakti sama orang tua mu"
"Kang mas askara, tidak bisa berbuat banyak nyi mas"
"Kang mas sangat mencintaimu"
"Nyi mas juga sama Kang mas" 🥰
Mereka saling merangkul dan berpelukan.
tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari arah samping, ternyata itu raden Arya, lalu raden askara pun dengan cepat langsung, beranjak dari kamar nyi mas ayu ningsih, agar tidak terjadi, keributan lagi di dalam istana kerajaan.
"Sampurasun nyi mas ayu"
"Tadi aku dengar ada suara nya raden askara"
"Ah tidak ada siapa-siapa raden Arya"
"Awas kau berbohong padaku"
"Dia akan ku binasakan, bila berbuat senonoh padamu nyai"
"Tidak raden, percayalah padaku"
"Baiklah nyi mas ayu, aku percaya sekali padamu"
Dan raden Arya pun, luluh dan percaya apa yang di katakan nyi mas ayu ningsih.
"Tutuplah nyai pintu kamarmu"
"Iya raden akan aku tutul sekarang juga, ucap nyi mas ayu ningsih"
Di tutuplah pintu kamar itu, dan nyi mas ayu, langsung merenung di tempat tidurnya, meratapi nasib tragis akan percintaan nya tersebut.
Sementara, raden askara, sedang menceritakan kegelisahan hati nya pada wasta kancana, bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
Wasta kancana mencoba menenangkan emosi raden askara, lalu menyemangati nya agar tidak boleh kalah sebelum bertempur.
"Wasta kancana ini bukan masalah anu kanuragan"
"Lantas apa raden askara"
"Ini perkara adu jabatan dan kekuasaan"
"Aku akan kalah, dengan raden Arya"
"Sudahlah kau jangan menutupi nya wasta kancana"
"Bukan begitu maksud ku raden askara"
"Maksud ku kau jangan menyerah mempertahan kan nyi mas ayu ningsih"
Di sana raden askara, baru memahami nya bahwa, cinta itu harus di perjuangkan dengan sekuat tenaga, sampai tetes darah penghabisan sekalipun juga.
Di sana dia mulai bersemangat lagi dan, sumringah, atas, nasihat bijak yang di lontarkan wasta kencana kepadanya.
Sekarang di bergegas menuju kamar pribadi nya untuk beristirahat, karena badan nya sudah mulai lelah.
Sementara wasta kancana masih siap siaga menjaga kedaulatan kerajaan Nirwana cakrabuana.
Di temani sebuah pedang pusaka, yang di miliki nya.
Sang patih jaya ledra pun mengingatkan wasta kancana untuk, tidak ceroboh dan tetap fokus, agar tidak ada seorang penyusup masuk ke dalam istana Nirwana cakrabuana.
"Tetaplah siaga wasta kencana, ucap, patih jaya ledra"
"Siap paman patih jaya ledra"
__ADS_1
Dia menjadi seorang panglima prajurit, sang sangat tangguh, dan di segani oleh kerajaan nasta tunggal dan wangsa tunggal sebagai musuh, abadi nya kerajaan Nirwana cakra buana.