
Ini sebuah kecolongan yang sangat tidak di seharusnya terjadi , penjagaan ketat dari para prajurit ke istana yang di siagakan di sebuah pendopo tempat istrinya patih jaya ledra mampu di tembus oleh seorang penculik, yang mampu menawan ibunda nya raden suryacalaka, kejadian ini lantas menjadi sebuah geger genjik dan bahan pembicaraan rakyat kerajaan nirwana cakrabuana.
Hal ini lantas memancing amarah dari mana patih jaya ledra kencana. yang sedang fokus naik tahta sementara waktu.
Dan penculikan itu di lakukan oleh orang suruhan kerajaan wangsa tunggal.
Motifnya adalah sebuah ancaman balas dendam karena kematian dari raja purna lingga dan patih rangga welung. kerajaan wangsa tunggal sekarang di kuasai oleh anak nya mendiang patih rangga welung, yang bernama rangga darusalingga.
Darusalingga, menyuruh senopati argadana, untuk menculik dan menawan ibundanya raden suryacalaka.
Hal itu di lakukan nya dengan harapan memancing kerajaan nirwana cakrabuana agar kisruh dan tidak fokus terhadap sistem pemerintahan nya.
Jelas semua ini taktik darusa lingga untuk merobohkan kerajaan nirwana cakrabuana.
"Hamba menghadap paduka raja, ucap senopati argadana"
"Bangunlah senopati argadana, ucap, raja darusa lingga"
"Hamba berhasil menawan, istrinya, patih jaya ledra kencana"
"Bagus, kerja yang bagus senopati, ucap darusa lingga"
"Kau memang bisa aku andalkan senopati argadana"
"Hamba, sangat tersanjung paduka raja darusa lingga" 🙏
Rupanya, darusa lingga, merasa sudah besar kepala karena berhasil menawan istri nya patih jaya ledra kencana guntur bumi yang sangat terkenal kokoh dan sulit untuk di tumbangkan.
Semua anggota punggawa kerajaan wangsa tunggal melakukan pesta perayaan besar atas misi keberhasilan ini.
Hingga ceroboh akan pertahanan nya sendiri, karena kerajaan wangsa tunggal sudah di kepung dari segala penjuru untuk di serbu secara frontal.
Pasukan ini di pimpin oleh raden suryacalaka dan panglima prajurit jaka kelana..
Di luar gerbang istana wangsa tunggal, raden suryacalaka memberikan arahan agar prajurit nya, jangan dulu menyerang dan merobohkan istana wangsa tunggal dulu, sebelum dia ber negosiasi dengan rangga darusa lingga anak mendiang patih rangga welung.
"Berhenti semuanya, ucap raden suryacalaka"
Dan berhentilah semua pasukan gerilya perang kerajaan nirwana cakrabuana.
"Ada apa raden suryacalaka, tanya jaka kelana"
"Kita langsung robohkan saja dan jangan buang-buang waktu secara percuma"
"Aku sudah tidak sabar untuk meratakan kerajaan wangsa tunggal ini, dengan akar-akar nya"
"Sabar dulu, panglima, ucap raden suryacalaka"
"Baiklah bila itu kemauan raden, ucap jaka kelana"
Dan keluarlah senopati argadana, menghampiri raden suryacalaka yang sedang naik pitam atas tindakan kerajaan wangsa tunggal yang selalu mencari gara-gara.
Rupanya indrakala dan candrakala menjadi bagian dari kerajaan wangsa tunggal sebagai tukang pukul nya.
"Rupaya kucing hutan kerajaan
nirwana ini sudah bosan hidup
senopati argadana, ucap,
indrakala"
__ADS_1
"Tutup mulut kotormu, indrakala, ucap jaka kelana"
"Kau yang tutup mulut, kau bukan tandingan ku jaka kelana, ucap indrakala, dengan sombong nya"
Negosiasi, itu pun buntu di lakukan oleh kedua belah pihak ternyata, senopati argadana, tidak bertindak kooperatif dan bisa di ajak bekerja sama.
"Coba saja kalau kalian bisa merobohkan kerajaan ku raden suryacalaka, ucap senopati argadana"
Dan tentu saja sikap sombong nya senopati argadana memancing, amarah nya raden suryacalaka.
"Pasukan serang"
"Ucap, raden suryacalaka"
Pertempuran sengit itu terjadi lagi antara kerajaan wangsa tunggal dan kerajaan nirwana cakrabuana.
Rupanya kerajaan nirwana keteteran, dengan pertahanan kuat yang di galang kerajaan wangsa tunggal.
sehingga raden suryacalaka panik melihat para prajurit nya mati secara berguguran oleh pasukan prajurit wangsa tunggal.
Jaka kelana pun, sedang menghadapi indrakala, dengan ilmu kedigdayaan nya yang dia punya. sedangkan raden suryacalaka berjibaku mengadu pedang dengan senopati argadana.
Sementara itu, raden askara meminta bantuan kepada raden wira yang sedang berada di padepokan cakrawala.
"Sampurasun"
"Rampes"
"Rayi,ucap raden askara"
"Rakak, sambil merangkul raden askara"
Raden askara langsung meminta bantuan nya akan sesuatu hal yang terjadi antara kerajaan nirwana cakrabuana dan kerajaan wangsa tunggal.
Hal ini pun membuat raden wira kaget dan langsung mengajak raden askara untuk menyusul pasukan kerajaan nirwana yang sedang bertempur di medan laga.
"Ayo rakak kita susul mereka dan jangan buang-buang waktu"
"Iya rayi, baiklah kita berangkat sekarang juga"
Raden askara dan raden wira sanjaya, langsung menunggangi kuda tunggang nya dan langsung, bergegas menuju medan pertempuran laga.
Raden wira sanjaya sudah mempunyai feeling bahwa kekuatan kerajaan wangsa tunggal sudah cukup kuat, karena sudah memberanikan lagi untuk menyerang dan melawan kerajaan nirwana cakrabuana.
Sesampai nya di sana, raden wira sanjaya dan raden askara di suguhi pemandangan yang kurang mengenakan sama sekali karena, berguguran nya para prajurit kerajaan nirwana cakrabuana.
Raden suryacalaka pun sudah keteteran menghadapi senopati argadana dan raja darusa lingga, untuk saja raden askara sigap datang membantu nya.
sedangkan raden wira sanjaya, sekarang di tantang oleh candrakala, yang notaben nya adalah adik seperguruan nya tempo dulu, di saat candrakala menempa ilmu silat kanuragan nya di padepokan perguruan silat cakrawala.
"Selamat datang rakak raden wira sanjaya, ucap candrakala"
"Tak usah kau berbasa-basi
candrakala, kau sudah kelewatan, ucap raden wira sanjaya"
Dan candrakala langsung menyerang, raden wira sanjaya secara membabi buta. namun itu tidaklah menjadi sebuah masalah yang besar bagi raden wira sanjaya.
malah sebaliknya akibat serangan itu, candrakala lah yang terkena efeknya itu dia seperti mengajar diri nya sendiri karena wajahnya nampak memar-memar dan terkena luka dalam , oleh ajian derga balik miliknya raden wira sanjaya.
Hingga candrakala tidak berdaya di buatnya.
__ADS_1
Sedangkan, raden suryacalaka tidak mampu mengimbangi senopati argadana.
Lalu di sudut lain terlihat raden askara terpaksa oleh ilmu kedigdayaan nya rangga darusa lingga.
Maka dari itu raden sanjaya menyuruh mundur pasukan kerajaan nirwana cakrabuana.
"Mundur, saya bilang mundur"
"Ucap raden wira, dengan
lantang"
Setelah semuanya mundur beberapa langkah, raden wira melakukan jurus ajian bentar gelap milik nya yang sangat mematikan.
untuk melumpuhkan pasukan kerajaan wangsa tunggal.
Semua nya terkena sambaran petir, hingga menumbangkan para prajurit kerajaan wangsa tunggal.
Sementara itu darusa lingga, langsung bersujud kepada raden wira sanjaya untuk, mengakui kekalahannya itu.
"Cukup raden wira aku menyerah ucap, darusa lingga"
"Sekarang serahkan, istri dari paman patih jaya ledra"
"Baiklah raden wira akan aku lepaskan sekarang juga"
Setelah itu ibunda dari raden suryacalaka itu di lepaskan dan bisa saling berpelukan dengan anak nya raden suryacalaka.
Tak perlu menunggu lama semua sisa prajurit kerajaan nirwana itu lekas kembali ke istana atas, kemenangan peperangan ini.
Raden suryacalaka tak henti-hentinya berterima kasih pada raden wira sanjaya yang sudah menyelamatkan ibunda nya dari tawanan kerajaan wangsa tunggal, yang mempunyai dendam kesumat terhadap kerajaan nirwana cakrabuana.
Semua kembali ke istana dengan kepala tegap dan dan dada busung ke depan sebagai bukti sebuah kemenangan besar.
Sontak saja pujian itu datang dari patih jaya ledra kencana, yang memuji pasukan perang nya itu.
Namun suatu keterbukaan itu di lontarkan oleh anak nya sendiri yaitu raden suryacalaka, berbicara kepada ayahandanya bahwa ini berkat bantuan dari raden wira sanjaya, putra mahkota dari sang baginda prabu sura jalu sudarsana.
Tentu saja patih jaya ledra kencana guntur bumi itu, sudah berhutang budi dan nyawa kepada raden wira sanjaya kusumah.
"lantas dimanakah raden wira sekarang, tanya patih jaya ledra"
"Mohon ampun, paman patih,
ucal raden askara"
"Iya raden askara ada apa?
"Ucap patih jaya ledra kencana"
"Mohon ampun, paman patih, rayi wira tidak mau ke istana"
"Dia sedang berada di padepokan cakrawala"
"Baiklah esok lusa aku akan ke
sana untuk, menghampiri nya"
Sekarang patih jaya ledra kencana akan menghukum prajurit, yang telah teledor menjaga istri nya di sebuah pendopo ke istanaan, itu.
Karena menurut nya , ini sebuah kegagalan sebuah tugas yang sangat penting, dan tidak bisa ada toleransi sama sekali.
__ADS_1