
Inilah waktu yang di tunggu-tunggu, akhir dari perjalanan cinta sejati antara nyi mas ayu ningsih dan raden askara, mereka akan mengikuti janji suci pernikahan.
pencapaian ini bukan hal yang mudah sama sekali, begitu sulit rintangan yang mereka lewati terutama raden askara, yang harus melerakan pujaan hati nya di persunting mendiang almarhum raden Arya Wijaya sanjaya kusumah.
Namun takdir sang Maha pencipta berkata lain. raden Arya sendiri gugur dalam pertempuran nya melawan indrakala dan candrakala yang keji dan beringas itu.
Raden askara sebetulnya, sudah berlapang dada akan nasib perihal asmara nya yang kandas itu. namun inilah kehidupan duniawi yang penuh dengan sebuah kejutan.
Konflik, dan intrik selalu datang berkesinambungan.
Dan terkadang cinta itu membuat kita larut dalam euforia yang menggelapkan mata, hal itu tidak bisa di pungkiri, dan sudah menjadi hal yang tidak aneh lagi .
Iya seperti apa yang di rasakan pasangan cinta sejati raden askara dan nyi mas ayu ningsih.
mereka akhirnya di persatukan kembali dalam keadaan yang berbeda dalam rasa yang sama.
begitulah kira-kira.
terkadang wanita tidak butuh sekedar ungkapan kasih sayang saja, tanpa adanya sebuah
perjuangan, sebuah pembuktian dan tentu saja bentuk yang nyata dari sang pujaan hati nya.
bukan sekedar isapan jempol belaka dan basa-basi yang semu.
Raden askara tetap gigih memperjuangkan cintanya walaupun kandas, dalam sebuah dilema penghianatan. namun yang di lakukan nyi mas ayu ningsih adalah sebuah bentuk pengorbanan dan pengabdian nya pada ayahanda nya, yaitu ki arja kencana.
Namun malapetaka itu, hadir dalam bahtera rumah tangga yang di bangun oleh raden Arya dan nyi mas ayu ningsih.
karena di dalam nya tidak di dasari sebuah kasih sayang dan kepedulian terhadap pasangan nya, melainkan nafsu birahi yang teramat tinggi.
Namun itulah kenyataan nya. dan hanya sebuah bayang-bayang mas lalu yang suram bagi nyi mas ayu ningsih sendiri.
Ki arja kencana pun, sudah menyesali apa yang dia perbuat untuk anaknya itu adalah sebuah kesalahan besar.
karena tahta dan jabatan tidak sepenuhnya menjamin hidup anak nya akan berlangsung bahagia. yang terjadi hanyalah mengantarkan anak nya dalam
jurang-jurang suka nestafa saja.
Namun sekali lagi itu adalah sebuah masa lalu, dan bukan masa kini dan masa sekarang.
yang semuanya berbanding terbalik.
Anggap saja semua itu sebagai pengalaman yang sangat berharga, untuk meraih sebuah puncak kejayaan yang telah di idam-idamkan.
Ki arja pun sekarang menyambut nya dengan suka cita, tanpa mengesampingkan prabu sura jalu sudarsana dan ratu nareswari, serta patih jaya kedua kencana, dan tentu saja semua yang ikut terlibat dalam perhelatan akbar ini. yaitu,
bersanding nya nyi mas ayu ningsih dan raden askara.
Ibunda ratu nareswari pun berkata.
"Akhirnya kalian bersatu juga, ibunda ratu sangat bahagia,
sekali melihat nya"
__ADS_1
"Terima kasih ibunda ratu, ucap
nyi mas ayu ningsih"
"Semoga kalian bisa bersatu
padu dan kokoh, dalam
mengarungi bahtera rumah
tangga"
Ucapan doa restu sudah terlontar dari mulut ibunda ratu nareswari, dan tentu saja di sambut baik oleh kedua mempelai itu, yaitu raden askara dan nyi mas ayu ningsih.
Semua tamu undangan datang silih berganti, untuk memberikan doa dan sebuah cendra mata atau hadiah yang di bawa tamu undangan masing
masing. kalangan dari keluarga kerajaan, entah dari para bangsawan, konglomerat, para saudagar, dan kaum priyayi datang, bersuka cita dengan suasana gegap gempita.
bebaur dalam suasana romantis.
Pengawalan ekstra pun di berlakukan oleh aparat ke istanaan kerajaan nirwana cakrabuana.
ini semua di lakukan karena untuk menghindari sebuah masalah yang besar yang terjadi oleh para penyusup dan para musuh berkedok untuk mengacaukan acara yang sangat sakral ini.
Prabu sura jalu sudarsana dan ibunda ratu nareswari, nampak terlihat sumringah.
Dan ibunda ratu, berkata pada suaminya tersebut.
"Kakanda aku sangat senang sekali, ucap nya begitu"
pun, merasakan hal yang sama"
"Adinda kau sudah tidak marah, pada kakanda, ucap nya"
"Tidak kakanda, aku sangat
Menghargai hari baik ini"
Rupanya, ibunda ratu nareswari, belum bisa sepenuhnya memaafkan, gusti prabu sura jalu sudarsana, sikap ini hanya menutupi aib dan kekecewaan nya saja.
Alangkah kecewa nya raden askara dan nyi mas ayu ningsih bila di hari baik nya tersebut.
Sang baginda raja dan ibunda ratu nareswari masih, bersitegang dan tidak duduk bersanding di sebuah singgasana persandingan.
Patin jaya ledra kencana pun di temani istrinya permaisuri diah rengganis. istrinya tidak selalu ikut terlibat dalam acara kerajaan karena, memang lebih menyukai kesendirian nya. di sebuah pendopo istana, atau bisa di sebut tempat berkumpulnya para selir dan dayang-dayang, serta istri-istri para senopati dan adipati, kerajaan.
Maka dari itu istrinya jarang terlihat berbaur dalam politik pemerintahan kerajaan nirwana cakrabuana.
Diah rengganis adalah seorang putri senopati kerajaan kasepuhan cirebon.
Di sana adalah perbauran, dua etnis kebudayaan dari suku Sunda dan jawa. karena akibat perkawinan silang di antara kedua kerajaan. jadi ada sejarahnya dari nenek moyang nya terdahulu dan masih bisa menjaga adat tradisi dan kebudayaan itu.
Secara garis besar nya. di padukan dalam beberapa macam hal.
__ADS_1
sedangkan patih jaya ledra sendiri berasal dari silsilah keturunan kerajaan Majapahit.
Namun sudah keturunan yang kesekian.
Sedangkan senopati dharma kusumah berasal dari keturunan kerajaan Pajajaran, dan adipati janggala kerta berasal dari keturunan, singosari. lalu panglima prajurit wasta kencana berasal dari turunan kerajaan sunda Galuh, dari prabu niskala wastu kancana atau anggalarang, atau wangi sutah.
pendahulunya adalah prabu buni sora suradipati.
dan di teruskan oleh prabu susuk tinggal dan prabu dewa niskala.
Kerajaan nya sendiri di bagi dia bagian yaitu Galuh dan pakuan.
Tentu saja bukan orang-orang sembarangan.
Jelas darah yang mengalir di dalam tubuh nya adalah keturunan raja-raja yang mempunyai kekuasaan di jaman nya itu sendiri.
namun itu hanya sebuah sejarah saja.
mereka sekarang bersatu padu dalam kerajaan nirwana cakrabuana.
Yang terus di coba dan di goyahkan oleh kerajaan lain dengan berbagai cara, entah secara terang terangan atau pun secara sembunyi-sembunyi.
Eyang lingga buana pun turut hadir di dalam acara ini, bersama cucu nya nyi mas citrakala yang tidak lain tidak bukan adalah kekasih hati nya raden wira.
Raden wira sendiri tidak di beritahu dan di undang, oleh ayahandanya sendiri. namun juga ayahandanya tidak tahu juga bahwa anaknya sedang dalam keadaan kritis di daerah kerajaan tembong agung lebih tepat nya di kediaman pendopo, nya eyang sagara cipta.
Nyi mas citrakala menanyakan keberadaan raden wira di mana
kepada paman patih jaya ledra.
"Wahai paman patih jaya ledra
kencana, Dimanakah raden
wira gerangan, tanya nya"
"Wahai nyi mas citrakala, paman patih pun tidak tahu akan keberadaan raden wira,
Di mana, ucap nya"
"Aku sangat mencemaskan nya,
paman patih jaya ledra, ucap nyi mas citrakala"
"Dan paman patih pun sama akan hal nya dengan mu, nyi mas citrakala"
Sontak saja wajah nya nyi mas citrakala menjadi murung, dan bermuram durja, atas ketidak tahuan, paman patih jaya ledra kencana, akan keberadaan raden wira sendiri di mana.
Tentu saja, ada perasaan was-was yang berkecambuk dalam isi hati nya tersebut.
namun paman patih jaya ledra berjanji pada, nyi mas citrakala akan menemukan dan mencari nya selepas, acara pernikahan raden askara dan nyi mas ayu ningsih selesai di selenggarakan.
Ini semua, di bicarakan tanpa
__ADS_1
sepengetahuan, gusti prabu sura jalu sudarsana.
Karena bila beliau tahu akan jadi masalah yang sangat besar menurut paman patih jaya ledra kencana.