Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
prahara besar di kadipaten legok hinis


__ADS_3

Mungkin kejadian ini sulit untuk bisa di prediksi.


Dan bisa jadi ini sebuah ultimatum ancaman dari pihak kerajaan parukuyan yang tidak mau ada sebuah gabungan besar antara kerajaan nirwana dan kerajaan ligar wangi.


Untuk itu pihak kerajaan parukuyan mengutus beberapa jagoan putra daerah, untuk membuat keonaran di beberapa titik pusat pemerintahan kerajaan ligar wangi.


Jelas tindakan ini sangat meresahkan dan merugikan karena roda perekonomian kerajaan ligar wangi terhambat secara tidak langsung.


Para petani dan pedagang di rampas harta benda nya secara paksa dan para gadis belia menjadi korban pelecehan oleh seorang tukang pukul bernama minang sisik manunggul, dia adalah seorang Ksatria biadab.


Badan nya tinggi kekar dan hitam.


Seperti akan hal nya seorang raksasa.


Kini dia menginjak tangan seorang kakek paruh baya yang tidak sengaja melintas untuk melarikan diri, namun nasib nya naas karena berhasil di jegat oleh sisik manunggul.


"Mau kemana kau kisanak"


"Ampun .... ampun... ampun"


Rintihan minta ampun dari kakek tua itu tidak di hiraukan dan malah semakin brutal.


Kini dia menepak-nepak dada nya.


Seolah-olah menantang bahwa siapa yang berani melawan nya.


Senopati wangun tampian.


langsung bertindak cepat dengan menyergap pemberontak itu.


"Berdebah kau buta ijo"


"Berani kau membuat kekacauan


di wilayah ku"


"Ucap senopati wangun tampian"


"Hmmmm... "


"Arggggh.......!!"


Sisik manunggul langsung melemparkan badan kakek tua paruh baya itu ke hadapan senopati wangun tampian.


Dan menantang nya untuk bertarung secara jantan.


"Ayo kita bertarung"


"Aku ingin mengetahui seberapa


hebat ilmu kanuragan mu"


"Ucap sisik manunggul"


Rupanya, senopati wangun tampian sudah tidak sabar lagi dia langsung menyerang sisik manunggul yang di sebut nya buta ijo.


"Keparat kau buta ijo Terima ini"


Hiyaaaaaaaat........ brug.... brug...!!


Jurus tapak seribu bayangan itu menghujam dada dari seorang sisik manunggul.


Dia kini terkapar kesakitan dan muntah darah.


Namun dia tidak begitu saja menyerah.


Dia kini melancarkan serangan balasan.


Jurus terkaman harimau kumbang nya sama sekali tidak meleset.


leher dari seorang senopati wangun tampian itu di cekik nya dengan kuat hingga tidak bisa bernafas.


tubuh nya di angkat dan di puntang-panting, secara membabi buta.


Rupanya senopati wangun tampian akan menemui ajalnya.


"Sekarang kau akan ku kirim ke


neraka jahanam"


"Ucap sisik manunggul"


Namun secara sigap datang lah Maha patih askara yang datang menyelamatkan nyawa senopati wangun tampian.


Patih askara terbang dan membawa tubuh dari senopati wangun tampian.


Dalam kondisi setengah sadar, senopati wangun tampian mengucapkan Terima kasih kepada patih askara, yang sudah menyelamatkan nyawa nya.

__ADS_1


patih askara membaringkan tubuh dari senopati wangun tampian.


Dan bergegas lagi menuju medan pertempuran laga.


Di sana ada seorang jaka kelana yang sedang susah payah untuk membuat konsentrasi sisik manunggul terpecah-pecah.


dengan maksud agar tidak menghadang laju dari patih askara.


"Sekarang mundurlah jaka kelana"


"Biar aku saja yang hadapi dia"


"Baiklah patih askara"


"Hamba mundur patih" 🙏


Setelah sang panglima prajurit jaka kelana mundur beberapa langkah.


Majulah patih askara dengan langsung memenggal kepala dari sisik manunggul.


Rupanya dia berniat ingin mengirimkan penggalan kepala sisik manunggul kepada raja darusa lingga.


Sungguh niat itu akan menambah suasana semakin pelik saja.


Lalu di bungkuslah penggalan kepala sisik manunggul. Dan menyuruh para prajurit dari kerajaan parukuyan untuk pulang dan membawa oleh-oleh untuk sanga Maha raja nya.


Ide ini akan memancing amarah seorang raja bengis darusa lingga.


"Apa kita tidak terlalu kejam patih


askara"


"Tanya jaka kelana"


"Tenang saja jaka kelana"


"Aku siap dengan resiko nya"


"Bagaimana kalau Gusti wira


sanjaya tahu akan hal ini"


"Tak usah cemas aku siap


mengahadap nya"


"Kau jangan takut jaka kelana"


Kini patih askara langsung menemui senopati wangun tampian yang terluka parah, dia terkena racun dari efek tenaga dalam nya sisik manunggul.


Kini dia akan di berikan pertolongan pertama.


Dengan menetralisir aliran darahnya.


Agar racun yang bersarang di tubuhnya tidak menyebar ke jantung dan urat syaraf nya.


Karena bila itu sampai terjadi nyawa dari senopati wangun tampian akan berada di ujung tanduk.


"Tahan senopati"


"Aku akan mengeluarkan racun di


dalam tubuhmu"


"Ucap patih askara"


"Terima kasih patih askara"


"Aku sangat berhutang nyawa pada


mu"


"Ucap senopati wangun tampian"


"Sudahlah jangan banyak bergerak


dan bicara dulu"


"Fokus pada tenaga dalam mu"


"Ingatkan patih askara"


Dan akhirnya racun-racun yang bersemayam di dalam rongga


tubuh senopati wangun tampian itu berhasil di keluarkan.


Dan badan patih askara menjadi lemah dan tergeletak karena efek tenaga dalam nya yang terkuras habis.

__ADS_1


"Patih apa kau baik-baik saja"


"Tanya jaka kelana"


"Aku baik-baik saja jaka kelana"


"Engkau tak usah khawatir"


"Ucap patih askara"


Namun jaka kelana panik karena wajah dari patih askara sangatlah pucat.


Dia lantas bergegas menotokan ilmu tenaga dalam nya.


Agar patih askara bisa stabil kembali.


Setelah itu dia baringkan tubuh patih askara dan tubuh senopati wangun tampian.


Dan dia bergegas memetik buah kelapa yang berada di sekitar hutan itu.


Air buah kelapa itu sangat bagus untuk mencuci dan menguras efek racun dan hawa negatif yang ada di dalam tubuh.


Sebelum air kelapa itu di berikan.


jaka kelana berdoa dahulu.


Agar si air kelapa itu menjadi obat bagi patih askara dan senopati wangun tampian.


Jaka kelana juga mempunyai kemampuan ilmu pengobatan tradisional.


Karena ayah nya seorang tabib terkenal.


Setidaknya dia paham obat apa saja yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit ataupun luka dalam dan luar akibat sebuah pertempuran adu kekuatan kanuragan.


Dia kini akan meramu sebuah obat yang dia petik di sekitar pinggiran hutan.


Di meracik dengan alat seadanya.


Dan menempelkan ramuan itu ke luka luar yang di alami oleh senopati wangun tampian.


Luka memar di lehernya itu perlahan lahan surut dan sembuh.


Ini hanya sebuah pertolongan pertama saja.


Dan jaka kelana berinisiatif meminta bantuan kepada prajurit kerajaan nirwana untuk menaikan patih askara dan senopati wangun tampian.


Tentu saja mereka akan melanjutkan perjalanan menuju kerajaan ligar wangi.


Sebuah kendala dan hambatan ini memang di luar prediksi dan dugaan.


Kini jaka kelana yang mengambil alih untuk menjadi seorang kusir kereta kencana kerajaan.


Setelah melewati perjalanan yang panjang, mereka tiba juga di pintu gerbang kerajaan ligar wangi.


Lantas di bukakan lah pintu gerbang itu oleh panglima prajurit wulung tamiang. dia adalah palang pintu kokoh bagi kerajaan ligar wangi.


Setelah semua pasukan prajurit nirwana dan prajurit ligar wangi masuk di tutup lah kembali pintu gerbang itu demi sebuah keamanan.


Dilema besar bagi seorang raja Parungkawa karena senopati nya pulang dalam keadaan lemah tidak berdaya.


Jaka kelana pun menceritakan kronologis apa yang di alami oleh mereka.


dan Raja parungkawa pun, tidak terima anggota kerajaan nya di ganggu oleh orang suruhan kerajaan parukuyan.


"Darusa lingga harus di hentikan"


"Ucap Raja Parungkawa"


"Betul sekali Gusti Parungkawa"


"Ucap Maha patih Teja batara"


Maha patih Teja batara adalah seorang patih yang gagah perkasa. dan dia berjanji akan membuat sebuah perhitungan dengan kerajaan parukuyan, yang dia anggap sudah mengangap remeh kekuatan kerajaan ligar wangi.


Namun raja parungkawa sedikit menenangkan patih Teja batara yang tersulut emosi.


Dengan emosi semua tindakan akan kacau.


Maka dari itu raja parungkawa tidak mengijinkan patih Teja batara untuk membalas perlakuan pihak kerajaan parukuyan.


Dan mungkin juga berita kematian sisik manunggul akan menjadi mala petaka. dan memancing amarah dari sang raja darusa lingga.


Maka dari itu raja parungkawa hany memerintahkan semua anggota punggawa kerajaan harus lebih waspada dan menyiapkan bala pasukan prajurit perang.


itu semua untuk mengantisipasi serangan dari pihak kerajaan parukuyan.


Kerajaan nirwana pun tidak akan tinggal diam begitu saja.

__ADS_1


karena patih askara yakin, gusti wira sanjaya kusumah, akan memberikan perlindungan ekstra untuk kerajaan ligar wangi.


Yang terletak di kadipaten legok hinis Ini.


__ADS_2