
Di tengah-tengah konflik,berkelanjutan itu, tidak menyurutkan, niat para saudagar-saudagar kaya dari berbagai penjuru, untuk berdagang, ke wilayah kerajaan Nirwana, mungkin karena salah satu alasan, yaitu, tempat nya asri, dan tokoh adat nya seperti senopati, adipati, serta kepala Dusun, nya yang ramah tamah terhadap orang luar.
Dan salah satu nya adalah saudagar kaya raya asal Aceh ini, yang bernama Teungku Adam al jabar. dan istrinya Cut hawa marwah. mereka berlabuh, di wilayah kerajaan ini, melewati perjalanan yang sangat panjang berlayar menyusuri samudra dan lautan yang luas.
Berita ini sampai menyebar ke seantero jagat. dunia persilatan. itu karena bisa menjadi lumbung kekayaan untuk di rampas harta nya. maka dari itu, Tumenggung Parit sungsang, menyembunyikan nya, dan melindungi nya dari kawanan pemberontak, yang meraja lela.
Wilayah kekuasaan Tumenggung , parit sungsang berdekatan dengan padepokan tempat ku menempa ilmu kanuragan, jadi berita itu, sudah ku dengar dari jauh-jauh hari.
Tumenggung Parit sungsang, datang ke padepokan kami dan meminta perlindungan, kepada ki Lingga buana, agar tamu nya itu aman dari kebiadaban keronco-keronco, Munding kajali, dia adalah perampok yang kejam dan keji.
"Sampurasun Ki lingga"
"Rampes, eh Tumenggung Parit"
"Silahkan duduk, di gubuk yang
yang hina ini" 🙂 🙏🙏
"Ki lingga jangan berucap,
seperti itu tidak baik"
"Aku datang ke sini meminta,
Pertolongan, Aki"
"Ada apa gerangan wahai, Tumenggung Parit"
"Aku kedatangan saudagar,
kaya asal negeri sebrang" 🙏
"Dan aku mohon Aki mau,
membantu untuk menjaga nya"
"Nanti akan ku berikan uang,
1000 ringgit, buat aki"
"Dengan senang hati, Tumenggung, biar anak saya yang berjaga di gapura kadipaten"
"Terima kasih ki lingga"
"Saya mohon pamit dulu"
Saat, itu kami sedang asyik berbincang di belakang padepokan cakrawala.
"Wahai cucuku Askara kemarilah"
"Sendiko rawuh ki lingga" 🙏
"Kau lekas berjaga di gapura kadipaten"
"Ini perintah Tumenggung Parit sungsang"
"Memangnya kenapa Aki ucap, nyi mas citrakala"
"Ada saudagar kaya asal negeri sebrang yang berdagang di wilayah kerajaan Nirwana"
"Oh begitu aku ikut"
"Kamu di sini saja sama, raden wira"
"berlatih bersama pendekar lainnya"
"Baiklah ki"
Lantas, rakak Askara Wijaya kusumah, pun berpamitan untuk berjaga di perbatasan kadipaten.
"Aku pamit dulu rayi, ada tugas penting dari ki lingga"
"Ya sudah hati-hati, rakak, kalau ada apa-apa, segera kabari rayi mu ini"
"Siap doakan saja rakak mu baik-baik saja"
"lihat saja akan aku penggal kepala pemberontak itu" 😠
"Aku percaya pada ilmu kanuragan mu rakak"
Dan Rakak Askara pun pergi dengan membawa senjata pusaka nyan, serta membawa kuda hitam, bernama, ireng,
__ADS_1
untuk menemani nya bertugas.
Nampak gagah sekali rakak ku ini, wibawa dan karisma nya terpancar, seakan-akan, orang yang memandang nya menjadi segan, tatapan nya tajam.
"Hai raden citrakala menepak,
pundak ku"
"Kenapa raden, melihat rakak,
Askara, seperti itu" 🙏
"Ah tidak, aku jawab"
"Terkesima yah ucap citrakala"
"Itu engkau tau nyi mas" 🙏
" Itu berkat ilmu Macan putih,
nya"
"Pantas saja nyai, aku terheran-heran"
"Ya sudah kita berlatih lagi"
"Kali ini aku tidak akan kalah,
dari mu raden wira" 😁
"Oh yah coba saja nyai"
Kami lantas,melanjutkan latihan bela diri, lagi, aku tidak melayani
dengan serius, anggap saja ini hanya main-main, tapi nyi mas citrakala selalu emosi, karena selalu ingin menumbangkan ku. aku anggap itu sebagai hiburan saja.
"Raden terima ini pukulan sukma melati mu"
"Silahkan nyai pasti, harum sekali yah bunga nya" 😁
" Hiyat..... dia mengeluarkan
jurus itu"
"Hah kemana raden wira"
"Ucap nyi mas citrakala, sambil,
mencari keberadaanku"
Padahal aku ada di samping dia, aku gunakan jurus panglimunan, dia tidak bisa melihat ku dengan jelas,
Aku main-main saja, dan ki lingga pun tertawa, melihat tingkah ku yang bisa mengelabui cucu nya nyi mas citrakala,
"Citrakala, raden wira ada di samping mu"
"Hah, mana dia keluar kau raden"
"Kau licik raden"
"keluar jangan mempermainkan
ku"
"Kau takut yah" padaku'.
"Masa sama pendekar wanita,
wanita saja takut"
Dia terpancing emosinya. dan terus saja berbicara, tak karuan, aku tak menghiraukan nya sama sekali, malah aku tidur saja di, sebuah poho besar.
"Ayo kalau kau bisa mencariku"
"Ucapku padanya"
Dia semakin kesal saja,
"Hai raden aku tak mengajak mu maen petak umpet yah"
"Kau ini, seperti anak kecil" 😒
__ADS_1
"Ki lingga yang menjawab, kau
yang seperti gadis luguh"
"Ah Aki membela dia saja"
"Cucumu itu dia atau aku sih"
Sontak aku semakin, senang melihat tingkah nya, perut ku sampai sakit di buatnya, karena tertawa terus-menerus.
"Aku akan menemukan mu lihat,
saja raden wira"
Dia melakukan meditasi, aku tak tahu, dan tak percaya dia bakal menemukan keberadaan ku.
"Ajian pengawasan"
"Apa aku kaget dia punya ilmu itu"
Prok... prok.... prok....
"Aki lingga bertepuk tangan atas keberhasilan cucunya itu"
Tapi aku tidak bisa melihat , sukma dari citrakala. dan dia menendangku dari arah belakang, sehingga aku tersungkur ke tanah, dan sukma ku masuk lagi ke raga ku.
Rupanya dia berhasil menemukan ku, akan aku balas dengan, Ajian waringin sungsang, namun, tidak akan begitu serius juga, kasian bila dia terkena luka dalam.
Ajian ini akan menyerap ilmu tenaga dalam nya dalam sekejap mata.
Dia pun kini mulai melemah dan lemas tak berdaya.
"Sudah menyerah atau masih,
penasaran, ucapku ke nyi mas"
"Sudah raden aku kalah"
Dan kini giliran, candra kala dia adalah, murid ki lingga, anak titipan Tumenggung ki pawon.
"Mohon ijin Raden bolehkah aku beradu kanuragan dengan mu"
"Silahkan rayi candrakala"
Dia mengeluarkan jurus lebur saketi.
Tubuhku hancur, terkena sambaran jurus pamungkas nya, namun karena ajian panca sona, dan ajian rawa rontok yang menempel pada tubuhku, Aku bisa berdiri tegak kembali, di hadapan nya,
"Apa"
"Dia terkejut memandang ku"
"Jangan senang dulu raden, ucap nya padaku"
"Silahkan rayi ucap ku ke dia"
Ajian Qulhu derga balik ,yang dia miliki dari ki lingga, itu di gunakan untuk melawan ku.
Dan aku serang dia dengan menggunakan ajian kancing konci, tubuh dia menjadi kamu dan, tidak bisa bergerak sedikit pun, dia menyerah dan memohon ampun.
Lantas aku lepaskan dia dari jeratan ajian kancing konci ku.
cukup menguras tenaga juga dalam latihan ilmu kanuragan kali ini.
Ki lingga pun, menyuruh kami semua, menyudahi, perhelatan akbar ini , dan lekas beristirahat.
Namun nyi mas citrakala rupanya sedikit marah padaku, dia, menampakan wajah yang kurang bersahabat.
"Wahai cucu ku yang cantik kenapa kau bermuram durja"
"Tanya ki lingga pada cucu nya"
"Aku kesal selalu kalah sama,
Raden wira"
"Sudahkah kau harus bersikap,
sportif dan berlapang dada"
"Sebagai seorang pendekar, itu
__ADS_1
sangat mutlak di miliki"
Aku pun lantas meminta maap padanya, dan berbicara untuk lain kali, akan mengalah padanya, agar membuat dirinya, merasa senang, karena berhasil mengalahkan ku. namun dia tidak menghiraukan ku, dan memalingkan wajah nya dari hadapanku.