Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Padepokan cakrawala di serang padepokan buluh hinis


__ADS_3

Kejadian ini sungguh tidak terduga sama sekali, oleh raden wira sanjaya dan adik seperguruan nya, asta batarakala. karena mendapat kabar dari salah satu murid nya yang bernama sakhawala, yang berhasil meloloskan diri dari kejaran para pendekar buluh hinis. Dia langsung bergegas menuju istana kerajaan nirwana cakrabuana untuk melaporkan kejadian yang tidak sama sekali di harapkan.


Kini dia berjalan dengan sia-sia tenaga nya, dengan luka yang sangat parah, darah bercucuran bercampur tetes keringat nya.


Di depan gerbang dia di bantu jaka kelana sang panglima prajurit dari istana nirwana.


"Sampurasun"


Sakhawala, memberikan salam salam, dan meminta tolong, dalam ketidakberdayaan nya itu.


"Siap kisanak ucap jaka kelana"


"Saya murid dari asta batarakala"


"Ucap sakhawala"


Setelah mendengar ucapan itu, lantas jaka kelana, membawa sakhawala yang terluka sangat parah itu, menuju ke dalam istana dan melaporkan kejadian pilu ini terhadap gusti prabu sura jalu sudarsana dan para anggota punggawa kerajaan lain nya.


Atas rujukan, maha patih jaya ledra kencana, di panggilah, eyang alengka wasta, dari dusun lebak gede, untuk mengobati dan menyelamatkan nyawa dari seorang sakhawala.


Sedangkan asta batarakala, langsung ijin berpamitan menuju padepokan cakrawala, yang sudah hancur berkeping-keping oleh para pendekar padepokan buluh hinis, yang ternyata berasal dari kadipaten Tutugan, yang merupakan wilayah kerajaan Langsa jingga, apakah ini suatu konspirasi, untuk membuat kericuhan di wilayah teritorial kerajaan nirwana cakrabuana.


Selalu daerah kadipaten waringin jati yang menjadi incaran-incaran kerajaan lain yang mencoba ingin meruntuhkan kedigdayaan dan kekuasaan kerajaan nirwana.


Tentu saja hal ini tidak bisa di anggap sepele dan tidak boleh di biarkan secara berlarut-larut, karena sudah mencakup sebuah harga diri dari sang baginda raja sura jalu sudarsana, sebagai seorang pemimpin. dan hal ini di respon sangat cepat oleh sang putra mahkota, yaitu siapa lagi kalau bukan raden wira sanjaya, yang akan membereskan masalah ini dengan cepat.


"Maap ayahanda" 🙏


"Iya ada apa gerangan ananda wira"


"Tanya gusti prabu sura jalu"


"Ananda mohon ijin dan doa restu


dari ayahanda dan ibunda ratu"


"Silahkan ananda bawa prajurit


istana untuk membantu mu"


"Iya ayahanda prabu" 🙏


Maha patih jaya ledra di tugaskan oleh, sangat baginda raja, untuk membantu, anak nya raden wira sanjaya untuk memukul mundur para pemberontak itu.


Tentu saja, raden askara dan panglima prajurit wasta kencana pun ingin ikut serta dalam pertempuran ini. lalu mereka menyusul asta batarakala yang sudah pergi sendirian untuk, melihat keadaan padepokan cakrawala peninggalan dan warisan dari eyang lingga buana itu.


Namun semuanya nampak sia-sia karena kondisi padepokan sudah luluh lantah. banyak korban jiwa yang mayat nya, berserakan di mana-mana.


Asta batarakala murka dan berteriak sekencang-kencang nya, dia lantas menanyakan pada salah satu murid nya yang sedang sekarat, kemana pergi nya para pemberontak itu.


"Dia lari kemana, sambil


membangun kan murid nya"


"Dia berlari ke arah utara guru"


"Jawab murid nya sambil


melepaskan nyawa nya"


"Jahanam kalian ucap asta


batarakala"


Dengan tergesa-gesa dia belari menuju arah utara, berkat petunjuk arah dari murid nya itu. dan secara kebetulan di berhasil menemukan gerombolan para pendekar buluh hinis, yang kejam itu.


Dia langsung memblokade para gerombolan itu yang sedang tertawa terbahak-bahak, atas tindakan nya menghancurkan padepokan cakrawala.


"Hiyaaaat..... "


Asta batarakala melompat dan menghadang mereka.


"Mau ke mana kau jahanam"


"Ucap Asta batarakala"


"Rupanya dia mencari mati"


"Ucap mandala kerta"


Mandala kerta adalah sosok vital dalam perguruan buluh hinis. dia adalah kepercayaan dari mpu jangkung.


Dan dia memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi juga, dan terkenal di dalam dunia persilatan.


"Apa salahku mandala kerta ucap


Asta batarakala"


Ha.... Ha.... Ha..... Ha.....


Dia malah tertawa dan mengejek Asta batarakala.


"Minggir kau bukan tandingan ku


Asta batarakala"


"Ucap mandala kerta"


"Kau takut yah padaku"

__ADS_1


"Apa? kau tidak salah bicara dan


keliru Asta batarakala"


"Berdebah kau terima ini"


Dan tentu saja sapuan ilmu serat jiwa yang di lakukan Asta batarakala membuat kawanan padepokan buluh hinis kelimpungan menghadapi ilmu dari Asta batarakala.


Saat mandala kerta ingin turun dari kuda tunggang nya untuk menghadapi Asta batarakala, namun di halangi oleh, adik nya sudriwa kerta.


"Biar aku hadapi kakang kau diam


saja"


"Dan tak usah mengotori tangan mu"


"Dia hanyalah tikus waringin jati"


"Ucap dia pada kakak nya mandala


kerta"


"Baiklah rayi kalau kau ingin


bertarung dengan nya"


"Iya kakang mandala kerta


minggirlah dulu"


Sudriwa kerta, pun langsung menyerang Asta batarakala, dengan ilmu silat nya. dia nampak sudah berjibaku untuk menumbangkan Asta batarakala. namun sejauh ini Asta batarakala mampu bertahan dari serangan-serangan yang di lakukan sudriwa kerta.


Hingga sudriwa melakukan ajian panglimunan dan bisa menghilang dari hadapan Asta batarakala.


Dan yang terjadi Asta batarakala di serang secara ghoib oleh sudriwa kerta hingga Asta batarakala tumbang berlumuran darah.


"Gimana Asta batarakala"


"Kau masih ingin melawan ku"


"Ucap sudriwa kerta"


"Bajingan kau sudriwa manusia licik"


"Ucap Asta batarakala"


"Kau yang bodoh dan tidak berguna


sama sekali Asta batarakala"


"Sudriwa, menjawab nya"


neraka jahanam"


"Ucap sudriwa kerta sambil


melayangkan keris pusaka nya"


Namun, secara kebetulan raden wira sanjaya, datang di hadapan nya.


dan keris itu memantul dari perut nya raden wira sanjaya.


"Minggir rayi ucap raden wira"


"Iya rakak ucap asta batarakala"


Lalu minggirlah asta batarakala untuk menepi dari arah medan pertempuran ini.


Dia kini di bantu oleh raden suryacalaka, dan raden askara yang berhasil menemukan tempat terjadi nya pertikaian ini.


Kini sudriwa kerta mundur dan melakukan ajian gelap sayuta.


Ajian ini sangat luar biasa kekuatan nya dan tentu saja bisa mematikan lawan nya.


Namun raden wira sanjaya membalas nya dengan ajian bentar gelap, sebagai ajian pamungkas nya.


Rupanya ajian gelap sayuta nya sudriwa kerta, tidak dapat mengimbangi ajian bentar gelap nya raden wira sanjaya.


Sudriwa kerta terpelanting dan terluka parah, dan terkapar tepat di hadapan kakak kandung nya mandala kerta.


"Kakang maafkan aku"


"Ucap sudriwa kerta"


lantas sudriwa pun, menghembuskan nafas terakhir nya. di pangkuan kakak kandung nya mandala kerta.


Tentu saja mandala kerta, naik pitam akan kejadian ini, dia tidak menerima adik kandung nya di bunuh oleh raden wira sanjaya.


"Sekarang giliran mu mandala kerta


ucap raden wira sanjaya"


"Coba saja kalau kau bisa


melumpuhkan ku raden wira"


"Ucap mandala kerta"


Kini mandala kerta, menyerang habis habisan ke arah raden wira sanjaya.

__ADS_1


hingga raden wira sedikit mundur beberapa langkah oleh serangan-serangan nya mandala kerta.


Kini dia terbang dan berada di atas pohon yang besar dan melakukan jurus ajian pukulan matahari.


"Terimalah ini raden wira"


Untung saja raden wira bisa menghindar dan mengelak dari pukulan ajian matahari nya mandala kerta.


Ha..... Ha...... Ha...... Ha.....


Mandala kerta, nampak tertawa terbahak-bahak menyaksikan raden wira yang terkejut akibat serangan nya itu.


"Kau jangan senang dulu mandala


kerta"


"Ucap raden wira sanjaya"


Di sana raden suryacalaka dan raden askara langsung menyerang mandala kerta.


"Rupanya kalian berani nya


keroyokan"


"Hina sekali kalian ini"


"Cuihhh.... "


"Jangan banyak bicara mandala kerta ucap raden askara"


Namun raden askara, sedikit ceroboh bahwa yang di hadapi nya itu mandala kerta bukan orang sembarangan. jurus ajian seribu bayangan nya itu menumbangkan raden askara hingga muntah darah. dan raden suryacalaka yang mencoba membantu nya terkena sambaran efek dari jurus seribu bayangan nya.


Namun tidak berlaku untuk raden wira sanjaya, yang berhasil mengunci mandala kerta, dengan ajian kancing kunci miliknya itu.


Tubuh dari mandala kerta, tidak bisa bergerak dan kaku.


di sanalah raden wira tidak menyia


nyiakan waktu dan kesempatan nya.


Dia langsung menghajar dan menghabisi mandala kerta dengan jurus ajian inti lebut sakheti, miliknya. tubuh nya terbakar dan hangus, hingga mandala kerta meregang nyawa di hadapan nya.


Tamatlah riwayat mandala kerta dan sudriwa kerta itu di tangan raden wira sanjaya kusumah.


Raden askara dan raden suryacalaka , langsung bertepuk tangan dan memberikan sanjungan serta apresiasi nya terhadap raden wira sanjaya.


"Luar biasa rakak, ucap raden


suryacalaka"


"kau memang hebat rakak wira"


"Ayo kita kembali ke padepokan"


"Ucap raden wira mengajak"


"Iya rakak, lekaslah"


"Ucap raden suryacalaka"


Semuanya kembali menuju arah padepokan cakrawala, karena para anggota padepokan buluh hinis sudah terpukul mundur dan berlarian tunggang langgang ketika mandala kerta sudah tewas di saksikan oleh semuanya.


Ini adalah balasan yang setimpal dari perbuatan nya yang keji itu.


Buntut dari akar permasalahan ini. akan panjang dan melibatkan banyak pihak terkait. apa lagi pihak kerajaan dari langsa hingga yang mungkin saja tidak menerima dua orang pendekar jagoan nya di habisi oleh raden wira sanjaya, yang notaben nya adalah seorang putra mahkota kerajaan nirwana cakrabuana.


Namun raden wira sanjaya tidak akan takut dan gentar sedikit pun atas ancaman maupun serangan balasan dari kerajaan Langsa hingga.


Menurut nya kerajaan Langsa jingga lah yang mencari gara-gara terlebih dahulu. dan itu sangat tidak di benarkan sama sekali.


Kali ini raden wira fokus terhadap padepokan cakrawala yang sudah nampak rata oleh kekejaman tindakan para pemberontak padepokan buluh hinis yang berasal dari Kabupaten Tutugan. yang merupakan orang suruhan dari kerajaan Langsa jingga. yang di pimpin oleh Raja Wiragusa kerta.


Tindakan ini adalah sebuah konspirasi dari kerajaan wangsa tunggal dan nasta tunggal yang sudah di taklukan oleh kerajaan nirwana cakrabuana.


Kedua kerajaan itu memang tidak pernah menyerah dan putus asa untuk mengganggu ketentraman kerajaan nirwana.


"Rakak gimana kalau ada serangan


balasan dari kerajaan Langsa


jingga"


"Tanya raden suryacalaka"


"Tidak perlu khawatir rayi"


"Aku akan pasang badan


dan bertanggung jawab"


"Terima kasih rakak wira"


"Ucap raden suryacalaka"


Rupanya raden suryacalaka ada sedikit ke khawatiran akan serangan balasan dari kerajaan Langsa jingga.


Namun, dia di tenangkan oleh raden wira sanjaya.


Karena menurutnya semua anggota kerajaan nirwana tidak perlu merasa takut dan gentar akan ancaman serangan balasan itu.

__ADS_1


karena dia sendiri akan menjadi sebuah benteng nya. untuk melindungi Wilayah teritorial kekuasaan kerajaan nirwana cakrabuana.


__ADS_2