
Setelah berjuang menjadi Maha raja selama kurun waktu 50 tahun lebih.
Dan turun tahta, yang di berikan kepada anak nya prabu wira sanjaya kusumah.
Kini beliau berniat ngahiang atau menghilang dari muka bumi untuk mencari sebuah ketenangan diri.
dalam agama Hindu mungkin kepercayaan itu, bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan nya sang Hyang Widi.
Semenjak turun tahta dia lebih banyak merenung dan beribadah.
Merenung akan dosa-dosa yang telah dia perbuat selama ini.
Dan tentu saja dia sudah berniat ingin menyempurnakan diri.
dengan cara ngahiang.
Rencana ini bukan dadakan namun sudah di pikir dengan cara matang matang.
Namun sebelum Gusti prabu sura jalu ngahiang dia akan menurunkan semua ilmu kedigdayaan nya.
kepada anak lelaki semata wayang nya, siapa lagi kalau bukan Gusti prabu wira sanjaya kusumah.
Maka dari itu pada waktu bulan purnama dia akan melakukan ritual untuk menurunkan semua ilmu kesaktian miliknya.
Sekaligus memberikan petuah dan nasihat penting untuk sang anak tercinta nya.
Dan waktu yang telah di nanti-nanti itu telah tiba.
Gusti prabu sura jalu sudarsana sudah berpamitan dengan sang istri tercinta nya.
Yaitu ratu nareswari.
Walaupun hati kecil sangat berat ini sudah waktu nya dia meleburkan jasad dan sukma nya.
"Ananda apakah kau sudah siap"
"Ucap Gusti prabu sura jalu"
"Hamba sangat berat hati ayahanda"
"Dan sungguh tidak bisa menerima
nya"
"Ucap prabu wira sanjaya kusumah"
"Kau harus tegar dan kuat ananda"
"Ayahanda sudah waktu nya
pulang"
"Dengan rasa hormat dan sembah
bakti ku" 🙏
"Hamba sebagai anak akan patuh
padamu Ayahanda prabu"
"Bagus kau sudah menjadi seorang
raja yang adil dan bijaksana"
"Ayahanda bangga padamu"
"Engkau tak perlu risau dan bersedih
hati ananda wira"
"Ayahanda akan selalu ada di
sampingmu"
"Ucap Gusti prabu sura jalu"
"Ananda belum siap kehilangan figur
seorang ayah"
Sontak saja air mata Gusti prabu wira sanjaya berderai, dan dia tidak bisa menahan haru akan kehilangan sosok ayah yang dia kagumi nya.
Dia belum bisa patuh dan membalas jasa seorang ayah yang menjadi panutan nya selama ini.
Dalam menjadi seorang pemimpin.
"Kau akan menjadi Maha raja yang
agung dan mahsyur"
"Kau sudah di takdirkan oleh dewa
batara"
"Ucap Gusti prabu sura jalu"
__ADS_1
Pelukan dari sang ayah untuk menguatkan anak nya.
Kini mereka berada di sebuah puncak gunung Halimun.
"Bersiaplah ananda wira"
"Duduklah dan bersemedi"
"Fokus dan jangan bimbang
sedikit pun"
"Tunjukan jiwa Ksatria mu pada
Ayahanda prabu"
"Ucapnya Gusti prabu sura jalu"
Atas desakan sang ayah, prabu wira sanjaya kusumah pun, menuruti apa yang di perintahkan sang ayah.
Dia mengusap air mata nya, dan mulai mengolah rasa dan pikiran secara lahir batin dengan bertirakat muka semedi.
Aura biru mulai muncul dari badan prabu wira sanjaya.
Kini saatnya Gusti prabu menurunkan semua ilmu kedigdayaan yang dia punya.
"Bersiaplah ananda tahan rasa
sakitnya"
"Baiklah ayahanda"
"Ananda sudah bersiap diri"
Semua energi tenanga dalam Gusti prabu sura jalu sudarsana sudah di transferkan kepada tubuh anak nya.
Suara gamelan ghaib itu terdengar di pelatara hutan rimba puncak gunung Halimun.
Mungkin itu sebagai petanda bahwa Sang alam sudah merestui akan kepergian dari sosok Raja agung Gusti prabu sura jalu sudarsana.
"Baiklah pegang tangan ayah"
"Ucap Gusti prabu sura jalu"
"Hamba laksanakan ayahanda"
"Ucap Prabu wira sanjaya"
Lantas di lakukanlah oleh prabu wira sanjaya kusumah.
Dan ternyata itu sebuah tombak sakti turun temurun dari kakek buyutnya dulu.
"Sebagai kenang-kenangan dari
Ayahanda"
"Terima kasih banyak Ayahanda
prabu" 🙏
Dan hal yang tidak terduga datang ke hadapan Gusti prabu sura jalu dan anaknya.
Yaitu kedatangan mendiang eyang lingga buana dan Gusti prabu Harimun Wijaya.
Sosok ghaib nya datang menyambut Gusti prabu sura jalu sudarsana.
Dalam proses ngahiang nya.
Prabu wira sanjaya pun bisa melihat sosok nya.
Dan prabu wira langsung.
bersujud pada kakek buyut nya dan kepada Guru ilmu kanuragan nya yaitu mendiang eyang lingga buana.
"Bangunlah wira sanjaya"
"Eyang bangga padamu"
"Kau sudah berbakti pada ayahmu"
"Dengan menjadi seorang raja"
"Melanjutkan perjuangan ayahmu"
"Ucap eyang lingga buana"
"Hamba haturkan sembah padamu
eyang lingga buana"
Sesudah itu mereka pun menghilang dari tatapan mata prabu wira sanjaya.
Kini hanya Gusti prabu sura jalu yang duduk di atas baru amparan
yang terletak di puncak gunung Halimun.
__ADS_1
"Pulanglah nak kamu ke istana"
"Ayo lekaslah nak"
"Suruh Gusti prabu sura jalu"
"Ayahanda akan ngahiang
secepatnya"
"Baiklah Ayahanda prabu"
"Aku akan pulang sekarang juga"
Prabu wira sanjaya kusumah, pulang dengan penuh ketegaran diri.
Titis tulis dewata agung tidak bisa di lawan dan tidak bisa di pungkiri.
Dia berjalan mengunakan jurus Halimun.
Dia berjalan secepat kilat.
Yang dengan sekejap mata sudah sampai di istana kerajaan nirwana.
Suasana istana kian terasa mencekam, saat tangisan ibunda nareswari terdengar sampai ke perataran istana kerajaan nirwana.
Wasta kencana menyampaikan sesuatu kepada Gusti raja wira sanjaya.
"Maaf Gusti" 🙏
"Iya ada apa wasta kencana?
"Ratu nareswari sedang lepas
kontrol"
"Dan coba di bujuk oleh nyi mas
citraloka dan ratu citrakala"
"Baiklah sekarang kau kembali
ke pintu gerbang depan"
"Ucap Gusti prabu wira sanjaya"
Seketika prabu wira sanjaya langsung menyambangi kamar pribadi ibudanya tersebut.
Dia harus berbijaksana dengan sebuah konflik batin di depan matanya tersebut.
Dilema besar sudah jelas dia Terima dengan lapang dada.
Akan kepergian Ayahanda nya.
Di tambah carik maruk nya sistem pemerintahan kerajaan yang terbengkalai, akibat masalah pribadi yang tak kunjung selesai.
Akankah dia bisa melewati masa paceklik dan krusial ini.
Sebagai seorang Maha raja dia harus tegar dan berlapang dada.
Dan tentu saja menunjukan jiwa Ksatria nya.
di depan para punggawa dan rakyat kerajaan nirwana cakrabuana.
Kini dia sudah berhadapan dengan ibundanya.
yang menangis tersedu sedan.
Tatatapan mata Gusti prabu wira sanjaya, pun tampak kosong.
dan kurang bergairah.
seakan-akan kehampaan yang dia dapat, dan dia rasakan saat ini.
Sang istri Ratu nyi mas citrakala langsung memeluk nya erat.
"Kakanda prabu"
"Sabar adinda sudahlah'
"Aku juga merasakan hal yang sama
seperti apa yang kalian rasakan"
"Ucap nya Gusti prabu wira sanjaya"
Derai air mata tersaji di depan mata nya.
Seolah-olah ini adalah cobaan yang sangat berat yang di alami selam hidup nya.
Sang kakak nyi mas citraloka di temani suami nya raden suryacalaka tak kuat menahan kesedihan di tinggal sang ayah, untuk pergi selamanya.
Dia meratapi akan nasib hidupnya.
yang seperti menelan sebuah pil💊 pahit yang dia leguk, secara paksa.
__ADS_1
Gusti wira sanjaya kusumah, berusaha mencairkan suasana dan memberi semangat kepada ibunda dan kakak nya tercinta.
bahwa semua ini sudah suratan takdir dan kehendak sang Hyang Widi.