
Ini adalah sebuah tradisi yang sudah di jalankan,
turun-temurun sejak dulu kala.
tradisi wiwitan ini juga sudah biasa di lakukan oleh kepala Dusun buniwangi dan para petinggi desa dan para petani, untuk mengucapkan rasa syukur nya kepada sang Pencipta.
Ritual nya adalah dengan menyajikan berbagai makanan dan minuman sera lain nya.
Eyang sagara cipta pun sering di undang oleh kepala Dusun sebagai sesepuh wilayah kadipaten darmaraksa untuk, ikut berbaur dalam pesta rakyat petani kecil.
Dan raden wira pun di ajak oleh eyang sagara cipta serta cucu nya Nyi mas dewi kemuning.
Sebetulnya, juga raden wira merasa tidak enak hati karena bukan penduduk asli kerajaan tembong agung.
Namun karena atas dasar, kekeluargaan, yang di lakukan kadipaten darmaraksa lah yang meminta aku ikut berbaur dalam suka cita memanen hasil alam olahan bumi ini.
Nyu mas dewi kemuning pun, sangat antusiasme sekali. karena, ini juga bukan momen pertama kalinya dirinya.
kepala Dusun darmaraksa, langsung mengundang kepada eyang guru sagara cipta.
kepala Dusun itu bernama ki batarakala.
"Sampurasun"
"Rampes"
"Ini saya ki batara, ucap dia memberi tahu dari luar"
"Sebentar ki batara, ucap, eyang sagara cipta"
Lalu di bukalah pintu, rumah nya, dan di persilahkan dulu untuk masuk, ke dalam rumah.
"Rupanya eyang sagara, lagi ada tamu agung, ucap ki batara
sambil, melirik raden wira"
"Oh iya maap ki batara, saya
belum sempat berbicara,
akan hal ini, pak mu"
"Tidak apa-apa eyang sagara
saya memaklumi nya"
Lalu eyang sagara, menjelaskan kepada ki batarakala akak perihal raden wira itu siapa?
agar tidak terjadi fitnah atau berita geger genjik akan tentang keberadaan muridnya itu yang berasal dari Kerajaan nirwana
cakrabuana.
Alangkah terkejut, nya ki batarakala saat, mengetahui, asal dan usul raden wira itu.
Dan dia sangat malu dan meminta maap, atas kelancangan nya.
Mungkin dalam hati nya dia sudah mengira yang tidak-tidak
dan di anggap. sebagai suami dari cucu nya Nyi mas dewi
kemuning.
Raden wira pun, langsung memperkenal kan diri nya. kepada ki batara, dia sangat rendah hati dan tidak angkuh kepada siapa pun juga, berbudi pekerti luhur, hormat kepada yang lebih tua, menghargai sesama dan merangkul kepada yang lebih muda dari nya.
begitulah kira-kira sifat dan ahklak terpuji nya raden wira itu.
__ADS_1
Ki batara pun, merasa diri nya sangat di hargai, oleh sikap raden wira.
Oleh karena itu di ajak secara langsung untuk terlibat dalam,
perhelatan acara pesta rakyat ini, dan ini adalah sebuah penghormatan kepada tamu yang Agung yang berasal dari Kerajaan nirwana cakrabuana.
Ki batara akan memperkenalkan raden wira pada semua rakyat, Kerajaan tembong agung, lebih tepat nya.
di dusun darmaraksa.
"Dengan sangat kerendahan hati, saya harap raden bisa ikut,
terlibat, ucap ki batara kala"
"Tentu saja, ki batara, dan saya merasa tersanjung sekali" 🙏
Ki batarakala, menjelaskan, tentang tradisi wiwitan ini, kepada raden wira sanjaya.
Dan raden wira sangat antusias sekali akan hal itu.
Mereka, langsung bergegas langsung pergi ke sebuah acara itu yang di langsungkan di halaman perataran, rumah,
pendopo yang kepala Dusun ,
di sana tempat dinas nya dalam menjalankan mandat dan tugas dalam ke pemerintahan desa tersebut. dalam naungan perintah dari Kerajaan nirwana
cakrabuana.
Di tambah lagi, rumah nya berhadapan langsung dengan sawah dan ladang para petani,
rakyat kecil, desa darmaraksa.
Acara itu sangat meriah dan di hadiri berbagai kalangan, entah dari kalangan anggota Kerajaan, ataupun dari golongan bangsawan, priyayi, serta para sesepuh bubuyut lembur, dan para saudagar kaya raya yang berasal dari berbagai macam daerah ataupun sampai luar daerah, dan tentu pula ada yang dari negeri sebrang yang sengaja, melancong untuk berdagang si wilayah nusantara ini.
Di sana raden wira dan eyang sagara cipta merasa, sebagai tamu yang di agung-agungkan namun tidak demikian, di rasakan oleh pribadinya sendiri.
Dan itu jelas sudah ada persetujuan dari, prabu Gajah Putih. sebagai maha raja Kerajaan tembong agung.
Dan naiklah, raden wira dengan gagah nya, atas dasar rasa hormat nya kepada penguasa kerajaan tembong agung.
"Sampurasun"
"Rampes, ucap jawab tamu undangan yang hadir, dengan serentak"
Lalu dia berbicara sepatah dua patah kata.
Dengan rasa hormat, saya kepada kepala Dusun darmaraksa, yang telah menjamu,saya sebagai seorang tamu, itu sangat membuat saya tersanjung sekali, namun itu sangat membuatku malu dan tidak pantas menerima nya, lu tidak lupa saya sampaikan juga kepada eyang guru saya, eyang sagara cipta dan cucu nya Nyi mas dewi kemuning, yang telah menerima saya di tengah-tengah keluarga nya. untuk menimba ilmu secara lahir dan batin. dan saya ucapkan banyak Terima kasih karena berhutang jasa dan budi kepada semuanya.
Namun saya juga menghaturkan sembah hormat saya pada, prabu Gajah Agung. yang telah menerima saya, untuk ikut terlibat di acara yang sangat sakral ini.
Ink sebuah hal yang sangat positif melestarikan adat budaya, jati diri bangsa pribumi sebagai bentuk rasa syukur kepada sang Pencipta alam.
Dan saya merasa tidak pantas untuk berasa di panggung yang megah ini, namun atas dasar dorongan dari ki batarakala, lah yang membuat saya memberanikan diri, melangkah dan naik ke atas singgasana panggung ini. 🙏
Semoga, besar harapan akan adanya hubungan bilateral antara Kerajaan tembong agung dan Kerajaan nirwana cakra buana, di bidang pertahanan, di bidang, perdagangan, birokrasi dan lain nya.
Lalu tidak lupa juga saya sampaikan kepada para bangsawan, dan saudagar serta para sesepuh kabuyutan di sini. yang ikut serta , memeriahkan acara ini, semoga kita di berikan sebuah karunia yang besar dari sang Maha Pencipta, dan acara wiwitan ini bisa berjalan dengan lancar dan penuh rasa khidmat.
Semoga dewi Sri, bisa memberikan hasil yang melimpah dari hasil panen nya para petani, dan tentu saja, adalah, kadang dan sawah sert olahan hasil alam lain nya, bisa menjadi semakin subur dan makmur bebas dari peceklik, dan hama.
Oleh karena itu kita semua harus bahu membahu dalam hal ini, jangan sampai mengandalkan para petani saja, kita pun sebagai seorang pemimpin, harus ikut terlibat, dan memikirkan akan hal ini. agar semua bisa terkendali dari bawah.
Maafkan saya atas kelancangan nya, dan bila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya hanya manusia biasa yang masih banyak kekurangan nya. 🙏
Kurang lebih nya saya, kembalikan kepada, panitia acara ini.
__ADS_1
dan saya mohon ijin untuk turun panggung.
Begitulah kira kira kata-kata sambutan yang di ucapkan raden wira, yang sudah dengan senang hati, naik ke atas panggung.
Setelah itu, acara wiwitan pun di lanjutkan.
Dengan proses yang sudah seharusnya di jalankan sesuai aturan dan tradisi adat kebudayaan dari para leluhur.
Raden wira pun duduk lagi di tempat duduknya, untuk menyaksikan acara selanjutnya.
Dan di samping, nya Nyi mas dewi kemuning, berbisik-bisik pada raden wira.
"Raden kau, pandai sekali"
"Aku gemeteran, Nyi mas"
Raden wira, memang terlibat gugup, namun dia harus melawan rasa gugup nya itu, karena bisa, membuat citra dan nama baik nya sebagai seorang putra mahkota kerajaan nirwana cakrabuana.
Dan itu, adalah sebuah beban yang harus dia pukul sepanjang hidupnya.
Rupanya, acara ini juga di hadiri, Kerajaan mayapada, Tirta nirwana, dan tentu saja Kerajaan nirwana cakrabuana,
dan yang mewakili nya adalah senopati darma kusumah.
Yang mewakili ayahandanya raden wira. yaitu gusti prabu sura jalu sudarsana.
Senopati darma kusumah pun terlihat menghampiri raden wira yang duduk berdampingan dengan Nyi mas dewi kemuning.
"Sampurasun, raden wira"
"Rampes"
"Eh paman senopati, ucap raden
wira padanya"
"Raden wira gimana kabarnya?
"Ucap, paman Patih, darma
kusumah"
"Baik paman, paman ko ada di
sini?
"Iya raden, Kerajaan tembong agung mengundang, gusti prabu, ayahanda raden"
"Namun ada halangan, dalam urusan, kepemerintahan"
"Ya sudah paman senopati duduk di sini saja"
"Iya raden" 🙏
Paman senopati darma kusumah sangat, senang sekali karena bisa bertemu dengan Raden Wira Wijaya sanjaya kusumah.
Rasa rindunya, sudah terobati sekarang ini, bisa saling bercengkrama, dan bertatap muka.
Raden wira memang, sangat di kagumi semua kalangan.
Terutama, kalangan dari anggota Kerajaan nirwana cakrabuana.
Walaupun fakta nya berbeda paham, dengan ayahandanya sendiri, karena masalah faktor frinsip saja.
Yang tidak sejalan dan kunjung tidak ada titik temu nya, untuk di musyawarahkan, menjadi mufakat.
__ADS_1
Nyatanya hanya bersitegang secara berkelanjutan saja.