
Di lain tempat, raden suryacalaka dan raden askara, mendapat masalah yang sangat besar, karena mereka di cegat indrakala dan candrakala. mereka menjadi momok yang sangat menakutkan bagi anggota kerajaan nirwana cakrabuana, kedua perampok bersaudara itu yang membunuh mendiang putra mahkota kerajaan nirwana cakrabuana yaitu raden Arya sanjaya Wijaya kusumah.
Hiyaaaaaaaaaat.......
Mereka memblokade jalan yang di lewati rombongan raden suryacalaka.
"Serahkan bangsawan kaya,
raya itu pada kami, ucap
mereka"
"Atau tidak nyawa kalian akan ku habisi sekarang juga"
Hiyaaaaaaaaaaaat......
Raden askara melompat dari kuda tunggang nya dengan gagah berani dan penuh percaya diri.
"Menyingkirkan kalian" 😡
"Jangan halangi jalan kami"
"Apa..... Ha.... Ha..... Ha.... "
"Dia meminta kita menyingkir,
kang mas indrakala, ucap
candrakala pada kakanya"
"Kau jangan sombong indrakala,
ucap, raden askara padanya"
"Di atas langit masih ada langit,
ucap raden askara"
"Dan di atas langit itu ada kami
berdua" 😁😁
"Sombong, dan angkuh kalian,
ucap raden askara"
Perdebatan itu semakin memanas, dan puncak emosi kini berada di pihak raden askara yang ingin, membalas dendam, akan kematian raden Arya Wijaya.
"Laknat kalian Terima ini, sambil melakukan tendangan"
Adu jurus silat kanuragan pun tidak bisa di hindari lagi. sementara, raden suryacalaka, masih tetap di kereta kencana untuk melindungi saudagar asal aceh tersebut.
sambil memantau pertarungan sengit antara raden askara dan indrakala.
ini adalah pertarungan satu lawan satu secara Ksatria. Sedangkan candra kala sudah di kepung oleh pasukan prajurit yang di bawa raden askara.
Namun candrakala berhasil melenyapkan, para prajurit itu dengan mudahnya.
"Sudah kang mas indrakala,
habisi dia saja, jangan berikan
dia ampun ucap candrakala"
"Siap rayi candrakala, ucap
indra kala, pada adiknya itu"
Raden askara kini terhimpit oleh serangan-serangan mematikan yang di lakukan indrakala padanya.
Namun raden askara masih bisa bertahan untuk menandingi ilmu kanuragan indrakala.
Dia sangat kokok dan kuat, karena dia mendapat ilmu dari ki rawa daksa yang sudah lama meninggal, oleh raden wira.
__ADS_1
"Ingat nyawa di bayar nyawa"
"Raden wira dulu menghabisi
guru kita ki rawa daksa"
"Dan kita menghabisi raden
Arya kakak nya raden wira"
"Biadab kau bajingan, ucap
raden askara"
"Kau yang bajingan, kutu kupret,
ucap indrakala, pada raden
askara"
Ajian tengah gunung pun di gunakan indrakala, sungguh dahsyat sekali, ilmu tenaga dalam nya, kalau saja tidak menghindar raden askara bisa lenyap dari muka bumi ini.
"Gimana raden askara, kau
masih penasaran denganku,
ucap, indrakala"
Keangkuhan nya itu membuat raden askara jengkel dan terpancing emosi hingga dia tidak fokus, dengan ilmu kanuragan yang dia miliki itu.
Jadi efeknya raden askara, kalang kabut sendiri.
"Tenang tak rakak, ucap raden suryacalaka padanya"
"kau jangan mudah terpancing emosi"
Saran itu, di dengarkan oleh askara yang mencoba tenang untuk, menghadapi bajingan tengik seperti indrakala itu.
Dia lebih berkonsentrasi dengan ilmu tenaga dalam nya tersebut.
Raden askara, terpelanting jauh dan tersungkur di bawah pohon jati, dan saat kan di habisi, sekejap mata raden suryacalaka datang untuk membantu nya.
Raden suryacalaka, mengunakan ajian sangsang jagat. hingga candrakala tidak bisa berkutik sedikit pun juga.
Dia di ikat oleh tali ghaib yang dia milik nya.
"Lepaskan bajingan, ucap candrakala" 😡
"ku kira ilmu mu sakti, candrakala, ucap raden suryacalaka"
"Ternyata hanya segitu saja
kemampuan mu"
"Kau jangan bergembira dulu,
raden suryacalaka, ucap,
candrakala"
Candrakala rupanya, bisa membebaskan diri dalam ikatan tali ghaib milik raden suryacalaka, hingga raden merasa terkejut. tapi tidak sampai di situ saja. mereka masih berkutat dengan jurus-jurus ilmu kanuragan lain nya, hingga perkelahian itu terbilang alot, dan susah di prediksi siapa yang akan keluar menjadi pemenang nya.
Mereka kini beradu keris pusaka, keris pusaka suryacalaka itu memiliki kekuatan yang maha dahsyat keris empu wuwung pramasta.
Yang mewariskan keris itu padanya.
Hingga candrakala, terkapar tidak berdaya namun saat akan di habisi, candrakala di bawa indrakala dan terbang menghilang entah kemana.
"Hai bajingan tengik, pecundang, ucap raden suryacalaka"
"Kau takut mati yah"
"Sudah rayi suryacalaka, ucap
__ADS_1
raden askara"
"Dia rupanya sudah menyerah rayi, ucap raden askara"
"Iya rakak, gimana keadaan mu"
"Aku tidak apa-apa rayi"
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita"
"Iya baiklah rakak, lekaslah"
Dengan berjalan tertatih-tatih menuju kuda tunggang nya raden askara, memaksakan diri untuk melanjutkan pengawalan nya itu.
Raden suryacalaka sangat khawatir akan keadaan, dan kondisi dari raden askara, namun raden askara tidak menghiraukan keadaan nya yang sudah terluka parah.
Maka dari itu, raden suryacalaka berniat untuk, mencarikan tabib yang ada di sekitar wilayah tersebut.
Sesampainya di kadipaten buniwangi, dia menanyakan pada rakyat di sekitar sana, akan adanya seorang tabib, dan pucuk di cinta ulam pun tiba. ternyata yang di tanya raden suryacalaka adalah seorang tabib, alangkah gembira nya raden suryacalaka.
Tak perlu menunggu lama rombongan pun harus mampir dulu ke rumah tabib itu dulu, namanya tabib ranghiyang, di tabib terkenal di daerah kerajaan Tirtawana.
Rupanya raden askara menderita luka dalam yang sangat serius, nampak dari luar pun terlihat agak lebam dan membiru, seperti, terkena racun ular saja.
Dan setelah di obati oleh ramuan resep rahasia tabib ki ranghiyang, raden askara tertidur pulas.
Raden suryacalaka, memutuskan agar semuanya menginap dulu di rumah tabib ranghiyang dulu, sambil menunggu kesembuhan raden askara.
Kami pun saling berbincang dan bicara berterus terang akan asal usul kami kepada ki ranghiyang tersebut.
Rupanya ki ranghiyang adalah bekas rakyat dari kerajaan nirwana cakrabuana, ini suatu kebetulan saja.
Ki ranghiyang menceritakan awal mulai nya berpindah tempat ke kerajaan mayapada ini. sekitar 5O tahun silam. dia pindah dan menetap di sini.
Itu pun karena keterpaksaan saat ada pemberontakan dan kericuhan di wilayah kadipaten waringin jati. dan dia rupanya mengenal sosok eyang lingga buana, sesepuh dari kadipaten waringin jati.
Maka dari itu dia sangat senang bertemu rombongan kami, dia bilang suatu kehormatan bisa menolong anggota kerajaan nirwana cakrabuana.
Aku pun sebaliknya , aku sangat kagum pada kerendahan hati nya. dan aku akan memberikan suatu hadiah pada ki ranghiyang. sebuah uang ringgit dan emas logam. agar hidup nya lebih bersahaja dan makmur.
Ketika raden askara bangun dia menceritakan, bahwa dirinya dan wasta kencana pernah di buatnya mati kutu oleh, akal bulus nya indrakala dan candrakala.
Hingga kegagalan itu nyata di dapatkan.
Dari situlah awal petaka di mulai, raden Arya kecewa pada kami berdua, dan menghajar kami, lalu dia sendiri, yang menghadapi indrakala dan candrakala. hingga akhirnya tewas terbujur kaku tak berdaya di tangan indrakala dan candrakala.
"Oh begitu rakak ceritanya,ucap
raden suryacalaka"
"Iya begitulah rayi kejadian nya,
ucap, raden askara"
"Kau hebat bisa mengalahkan
nya, ucap raden askara"
"Ah kurang puas rakak, dia berhasil meloloskan diri dariku"
"Iya mereka takut, di habisi,
nyawa nya oleh mu"
"Iya rakak tebakan mu benar sekali" 😄🙏🙏
Sebetulnya indrakala dan candrakala, sedang di cari dan di incar pergerakan nya, oleh raden wira sendiri.
Dia sedang berusaha bersusah payah mencari keberadaan persembunyian mereka.
Akan tetapi memang kenyataan nya indra kala dan candrakala sangat licin seperti belut saja. susah untuk di ringkus.
Namun bukan raden wira bila dia langsung menyerah begitu saja. di tentu nya akan berjuang sekuat tenaga untuk menghabisi mereka demi membayarkan hutang nyawa raden Arya kakak nya tersebut.
__ADS_1
Akankah pertumpahan darah itu terus berlanjut.