Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Masih dalam nuansa berkabung atas gugur nya raden Arya Wijaya kusumah


__ADS_3

Akhirnya raden Arya, di pusarakan di makam keluarga kerajaan di dusun panineungan.


Dia sebenarnya gugur dalam membela harkat martabat ayahandanya, namun cara nya saja yang salah dan cenderung gegabah dalam bertindak.


Raden askara dan wasta kencana pun, yang notaben nya, musuh bebuyutan nya merasa kehilangan dan tentu saja sangat, terpukul akan kepergian nya.


kini hanya bisa mendoakan saja semoga arwah nya tenang, dan segala perbuatan baik nya di Terima oleh sang Maha Kuasa.


Semua yang mengantarkan nya ke pusara tempat peristirahatan nya yang panjang. nampak bergimbung, bertumpah ruah, dalam rasa yang sama turut berduka cita.


Nyi mas ayu ningsih, nampak di tenangkan, oleh raden askara mantan kekasihnya itu, dia menguatkan nyi mas ayu agar tetap semangat menjalani hidup tanpa, sosok seorang suami, sekaligus calon ayah jabang bayi yang sedang, di kandung nya tersebut.


Dan kini semua orang yang berlaku lalang itu sudah sepi tinggalah, keluarga kerajaan nirwana cakrabuana saja.


Ibunda ratu nareswari nampak pingsan berkali-kali , melihat anaknya di pusarakan, tertimbun tanah, di penuhi tumpukan bunga tujuh rupa itu.


Ayahanda prabu, menggendong ibunda ratu, ke kereta kencana kerajaan, untuk segera pulang ke istana kerajaan.


Namun paman patih jaya ledra kencana, masih menjaga, raden wira dan yang lain nya.


Sementara sang panglima prajurit ijin kembali ke istana untuk mengawal sang baginda raja. untuk kembali ke istana.


"Paman patih kalau mau pulang,


pulanglah paman, ucap raden


raden wira"


"Iya raden, tidak apa-apa"


"Paman mau menjaga kalian"


"Ayolah kita pulang, hari sudah


mulai sore, ucap paman patih"


"Iya paman patih, tunggu sebentar, lagi ucap raden wira"


Akhirnya, atas bujukan nya paman patih jaya ledra kencana, semua, bisa pulang bersama-sama, seperti raden askara, nyi mas ayu ningsih, nyi mas citraloka, dan nyi mas citrakala.


Lalu ada eyang lingga buana dan senopati dharma kusumah.


Setiba nya di istana, mereka berkumpul di aula kerajaan, untuk saling menguatkan satu sama lain nya.


Sementara ibunda ratu sudah tertidur pulas di kamar pribadi nya.


Karena kecapean, akibat pingsan beberapa kali.


Kyai tunggul pancar, pun memberi sebuah wejangan pada, semuanya agar, tegar dan kuat, untuk menghadapi cobaan ini.


Raden wira, pun di bujuk ayahanda nya agar menginap di istana untuk satu minggu ke depan agar ibu nya tidak begitu terpukul.


"Ananda raden wira, ayahanda , mohon padamu"


"Iya ayahanda, ada apakah gerangan" 🙏🙏


"Kau di sini dulu sampai ibunda


mu pulih kembali"

__ADS_1


"Iya ayahanda, ananda mengerti maksud ayahanda prabu" 🙏🙏


"Syukurlah, ayahanda sangat senang mendengar nya"


Raden wira, pun sekarang berganti, pakaian nya, karena, baju nya nampak kotor, dan sudah di penuhi noda tanah.


Dia gagah memakai baju khas kerajaan.


Sampai nyi mas citrakala terpesona akan ketampanan dan kewibawaan nya itu.


"Raden wira kau nampak lain sekali" ☺


"Ah lain gimana nyi mas citrakala"


"Lihat saja, semua orang terpana dan kagum akan dirimu, raden" 😊


"Iya aku sudah lama, tidak memakai pakaian ku ini"


"Namun aku seperti menjilat ludah ku sendiri nyai"


"Ini semua demi ibunda ku saja"


"Iya nyi mas paham akan maksud ucapan raden" 😊


Sementara itu, raden askara mengajak raden wira, untuk membicarakan, sesuatu hal yang penting.


Yaitu tentang, niatnya yang ingin mempersunting nyi mas ayu ningsih, sesudah anak nya lahir ke dunia.


Dan dukungan itu ada pada raden wira, untuk kakak angkat nya tersebut.


"Rakak aku mendukung mu"


terlaksana rakak" 🙏🙏


Otomatis raden askara, pun lebih mantap akan, niat nya itu terlebih ada dukungan dari raden wira, dan paman patih jaya ledra kencana.


Sementara itu aku, di beri tahu akan, kedatangan anaknya paman patih jaya ledra yang baru turun gunung dari pertapaan nya.


Yaitu rayi suryacalaka ledra kencana.


Di lebih muda lima tahu dari ku. dulu waktu kecil kami sering bermain bersama-sama.


"Rakak raden wira sembah hormat ku rakak, ucap raden suryacalaka"


"Kau sudah besar dan gagah rayi, ucap ku padanya"


"Ah rakak wira bisa saja" 😁


"Aku turut berduka cita rakak"


"Aku tak menyangka, rakak Arya meninggalkan kita begitu cepat"


"Iya Terima kasih, atas simpati nya rayi, ucap ku padanya"


Rayi suryacalaka, baru turun gunung dari pertapaan nya di gunung aseupan, yang berguru pada ki manunggal jaya, dan ki manunggal jaya itu masih saudara sepupu nya ki lingga buana.


Rupanya kami berguru pada orang-orang yang, berilmu tinggi, dan berbudi pekerti luhur.


Ki manunggal jaya pun ikut hadir dalam, nuansa berkabung ini, dia langsung mendatangi kakak sepupu nya ki lingga buana, mereka saling berpelukan hangat, saling memuji satu sama lain nya.

__ADS_1


"Gimana kabarnya kang mas lingga, kau masih gagah saja" 😁


"Aha rayi manunggal jaya, bisa saja, memuji ku"


"Tidak kang mas, itu benar adanya"


Mereka bernostalgia, akan masa lalu nya itu.dan tentu saja mereka juga saling memuji akan murid nya masing-masing, yaitu raden wira dan raden suryacalaka.


Aku tak menyangka, rayi suryacalaka, seperti ada ketertarikan pada nyi mas citrakala, pandangan matanya terus saja memperhatikan gerak-gerik nyi mas citrakala.


Dia tidak tahu bahwa nyi mas citrakala adalah kekasihku.


Dia bertanya pada ayahandanya sendiri, paman patih jaya ledra.


"Alun seribu ampun ayahanda patih, wanita itu siapakah gerangan"


"wanita yang mana ananda, ucap paman patih jaya ledra"


"Yang itu ayahanda"👆(sambil menunjuk nyi mas citrakala)


" Dia itu kekasih rakak mu ananda"


"Aduh, maapkan kelancangan ananda ayahanda" 🙏🙏🙏


Otomatis, rayi suryacalaka, datang menghampiri ku, dan meminta maap, atas sikap nya tersebut, dia tidak tahu bahwa nyi mas citrakala adalah calon istriku sendiri.


Aku pun menjelaskan nya, agar dia paham dan memahami nya.


Dan tanpa aku kira, ki sudrawirya datang dengan cucu nya nyi mas laraswati, ke istana nirwana cakra buana


Dan inilah momen yang aku tunggu-tunggu, pertemuan ki sudrawirya dan eyang lingga buana, yang sempat memanas di masa muda nya dulu, akibat eyang lingga tidak menikahi adiknya itu, yang bernama mak lasmanah.


Di lain tempat aku perkenalkan nyi mas laras wati kepada rayi ku raden suryacalaka, dan raden suryacalaka, pun lantas menanyakan asal dan usul nyi mas laras wati yang tidak kalah, cantik nya dengan nyi mas citrakala.


"Rakak raden wira memang,


seorang arjuna, ucap rayi suryacalaka" 😁


"Ah rayi omongan mu ngawur saja"


"Aku iri padamu rakak, ucap rayi suryacalaka"


"Kau jatuh hati pada nyi mas laras wati yah, ucap ku padanya"


"Iya rakak, kau tau saja, dia berbisik ke telinga ku"


"Sudah nanti rakak jodohkan,


kamu dengan nyi mas laras wati"


"Benarkah rakak" 😁


"Iya tenang saja rayi"


Rayi ku rupanya sudah ahkil baligh,sudah punya rasa ketertarikan pada lawan jenis.


Aku sedikit, memaklumi nya karena dia lama dalam berguru, dan menimba ilmu kanuragan, jadi pas turun gunung, dia seperti, kehausan akan duniawi nya yang lama terpendam.


mungkin itu yang bisa aku simpulkan dari tindak tanduk nya rayi suryacalaka.

__ADS_1


__ADS_2