Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Turun dari gunung pertapaan panjang


__ADS_3

Kini sudah saatnya aku turun gunung, tak terasa 40 hari 40 malam aku lewati, tanpa sesuap nasi dan setetes air minum yng masuk dalam tubuh ku.


Tubuh ku kurus kering dan di penuhi lelukutan liar. aku keluar dari gua itu pada malam jumat kliwon pada saat bulan purnama. 🌕


Aku keluar dengan susah payah hanya bisa merayap rayap melewati batu-batuan cadas yang sangat besar.


Aku rasa brata kali ini lain dari yang lain, efek nya sangat luar biasa energi tenaga dalam ku terkuras habis.


Namun di sana aku mendapatkan sebuah wangsit dari eyang purwa raksa.


dan aku di beri wejangan agar bisa menyatukan kerajaan Nirwana dan dan kerjaan Mayapada. agar tidak terjadi pertumpahan darah lagi. namun aku tak bisa menjanjikan nya. karena ini sebuah tugas berat dan sangat sulit.


Aku hanya bisa bergerak di luar istana saja. untuk memastikan tidak ada ke angkara murkaan dan kebatilan, penindasan terhadap kaum yang lemah dan tidak berdosa.


Saat aku melewati lembag gunung kidung pananjung, aku bertemu denga seorang pendekar sakti tua. bernama nyi


lasmanah, dia penguasa hutan,


panyingkiran.


"Sampurasun"


"Rampes "


"Siapa kau anak muda"


"Aku wira, murid nya eyang lingga"


"Oh rupanya kau murid ki lingga"


Dan ternyata mak lasmanah, adalah mantan kekasih eyang lingga, di waktu muda nya.


Bagaikan pucuk ulam pun tiba.


Aku bertemu dengan sosok masa lalu nya eyang lingga.


Ini adalah sebuah skenario yang di ciptakan sang Hyang Widi terhadapku.


"Lepaskan kemari akan aku obati kau anak muda"


"Terima kasih ma lasmanah"


"Aku berhutang budi padamu"


"Sudah itu urusan nanti, anak muda"


"Kau harus, di obati secepatnya"


Aku di bawa nya ke rumah tinggal, mak lasmanah.


Di sebuah pinggiran hutan panyingkiran.


Di sana aku di obati dengan ramu-ramuan tradisional.


Dia, mengatakan untuk saja bisa bertemu dengan ku.


kalau tidak nyawa ku bisa melayang di perjalanan.


Dia mengobati luka dalam ku secara telaten.


di sana, juga ada cucunya. a


mak lasmanah bernama nyi mas wulan sari. di sebaya dengan ku.


Dia juga sangat baik terhadapku. sebagai orang asing yang baru di kenal nya itu.


"Kalau boleh tau kang mas wira berasal dari mana, ucap nya"


"Aku berasal dari kadipaten waringin jati, nyi mas wulan sari"


"Setau ku itu wilayah kerajaan Nirwana bukan"


"Iyah nyai ucap ku padanya"


"Kang mas, wira luka dalam nya serius"


"Apa kang mas terlibat adu ilmu kanuragan"


"Tidak nyai aku hanya bertapa saja"


Aku berbohong padanya, padahal aku memang sudah beradu kekuatan dengan ki rawa daksa.


Namun Mak lasmanah mengetahui nya.

__ADS_1


Ada bekas tapak cakaran harimau kalimaya di punggungku. itu yang menjadi tanda bukti bahwa aku sudah bertempur dengan ki rawa daksa.


"Sudah kau jujur saja raden wira"


"Jangan seperti eyang guru mu,


eyang lingga buana"


"Iya mak lasmanah"


"Aku jujur sekarang"


Aku lantas berterus terang dengan apa yang terjadi semuanya, dan mak lasmanah pun, tersenyum, serta memuji ku.


"Kau memang murid ki lingga yang luar biasa"


"Ilmu ki lingga sudah hampir semuanya kau kuasai sepenuhnya"


"Ucap mak lasmanah padaku"


Di bercerita pada masa muda nya dulu, dia seorang pendekar wanita yang paling di segani, do tanah Jawa, dia, seorang pendekar yang paling di takuti dan di segani oleh kawan-kawan nya.


Aku pun kagum dan sontak saja terbawa suasana, nostalgia nya di waktu kejayaan nya dulu.


Dia menceritakan kisah cinta nya yang kandas dengan eyang lingga. karena eyang lingga lebih memilih mak nilam kencana yang sudah lama meninggal.


Dia menceritakan dari awal sampai akhir.


Dan aku sedikit mengambil kesimpulan seperti kisah aku dan nyi mas citrakala.


Mak lasmanah dan mak nilam kencana, dulu beradu kekuatan hanya untuk merebut hati nya eyang lingga buana.


Dan pertempuran itu di menangkan oleh, mak nilam kencana, karena jurus ilmu bidadari terbang nya.


Aku merasa terenyuh, dan kasian akan nasib mak lasmanah.


"Sudahkah itu kan masa muda"


"Iya mak lasmana"


"Sekarang gimana kabar eyang guru mu"


"Dia masih gagah, mak lasmanah"


"Sudah ku kira dia mempunyai ilmu kejayaan"


Aku di suruh tidur dan beristirahat agar aku bisa pulih kembali.


Dan aku pun di tinggalkan di kamar sendirian.


Aku termenung dan berharap harap cemas akan keadaan tak akan askara dan eyang lingga buana.


Aku ingin segera berjumpa dengan nya untuk, meluapkan rada kerinduanku, apa lagi pada nyi mas citrakala kekasih hatiku itu.


Baru 40 hari 40 malam tapi terasa satu windu.


Hari demi hari, minggu demi minggu bulan demi bulan, Aku hanya terbaring saja di sini.


badan ku sudah pegal semua.


hati ini sudah tak bisa menahan lagi derasnya rasa rindu ku yang ku simpan dalam lubuk hati ku.


Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk keluar kamar dan berlatih ilmu silat ku di pekarangan rumah mak lasmanah.


Prok.... prok.... pro..... prok......


"Luar biasa raden wira kau sudah pulih kembali ucap mak lasmanah"


Aku pun melanjutkan dengan olah tenaga dalam.


Dan rupanya sudah agak membaik.


Namun aku di sarankan mak lasmanah untuk bermukim sekitar satu minggu lagi, karena badan ku belum seutuhnya kuat.


Iya dengan sangat berat hati aku melakukan akan perkataan mak lasmanah.


"Ini kang mas lekas sarapan ucap nyi mas wulan sari"


"Iya nyi mas wulan sari, ucapku ke dia"


Di sini aku sudah sangat merepotkan sekali, aku ingin cepat-cepat sekali, sembuh dan berbalas budi kepada mereka.


Setelah aku sarapan pagi ku lihat, nyi mas wulan sari sedang di latih jurus-jurus ilmu kanuragan, dan ku lihat itu salah satu nya jurus. kembang kantil pelebur sukma, jurus itu terkenal mematikan, bila tidak ada penangkal nya. ternyata nyi mas wulan sari di persiapkan mak lasmanah untuk menjadi seorang pendekar wanita yang akan mengguncangkan dunia persilatan di masa depan. sekaligus, melanjutkan perjuangan nyi lasmanah dalam menebarkan kebajikan.

__ADS_1


Aku sangat beruntung berada, di sini. semoga saja bisa menghimpun kekuatan baru untuk menumpas, para pemberontak, dan para pendekar penjilat yang menjadi tukang pukul kerajaan-kerajaan yang menindas rakyat nya itu.


Hingga tiba waktu nya aku sembuh total, dan ikut berlatih silat di sini, untuk menambah ilmu dan pengalaman lagi.


"Mak lasmanah boleh kah aku berguru padamu" 🙏🙏


"Dengan senang anak muda"


Aku di ajarkan jurus-jurus ilmu baru, seperti jurus panyeredan. dan jurus gagak lumayung ini adalah jurus khas nya mak lasmanah, di waktu muda nya dulu.


Dan aku di sebut pandai sekali menguasai teori , jurus silat tersebut.


"Pandai sekali kau, anak muda"


"Tidak mak, menurutku ini kurang sempurna"


"Coba kau bertarung dengan cucu ku"


Di sana nyi mas wulan sari sudah bersiap-siap menyerang ku, dengan jurus bidadari terbang nya.


Energi tenaga dalam nya cukup kuat sekali, aku berusaha menahan nya dengan ajian gelap sayuta, semua langit di pagi hari terasa gelap dan tidak terlihat oleh pandangan mata, namun aku tak menyerang nya, karena bila aku menyerang nya ajian ini akan bisa melukai nya.


nyi mas wulan sari panik dan ketakutan.


"jurus apa ini raden wira"


"Hai bodoh.... ucap mak lasmanah,lawan dia dengan ajian, asmara Sinta"


"buat dia bertekuk lutut"


"Memalukan kamu wulan sari, ucap mak lasmanah" 😠


Mak lasmanah marah besar pada cucunya yang tidak berkutik sama sekali, di hadapanmu.


Dan aku lihat, dia sedang melakukan ajian nya asmara Sinta itu.


badanku tertarik, data pijat magnet tenaga dalam luar biasa aku, terbuai, dan seperti terhipnotis, dan aku di serang dengan hiasan selendang sutra nya itu hingga terpental jauh dari pelataran rumah mak lasmanah.


Brug.......


Argh......


"Aku mencoba bangkit lagi"


"Luar biasa nyai jurus mu itu"


"Terimalah ini, sambil dia menyerangku"


Jurus, rajawali terbang dan kepakan dan tendangan nya menghujam tubuh ku.


Ini tidak bisa di biarkan harga diriku akan hancur kalau saja aku kalah, nama besar eyang lingga akan goyah, bila aku terkapar di sini


Maka dari dengan berat hati aku keluarkan ilmu macan putih, dengan terpaksa aku menyerang nyi wulan sari, dan dengan satu kali sergapan saja dia sudah terjungkal tak berdaya.


Lalu mak lasmanah yang, turun mengetes kedigdayaan ku.


"Sekarang giliran ku anak muda"


"Siap mak lasmanah dengan rasa hormat aku melawan mak lasmanah"


Dia mengeluarkan ajian panyeredan dan aku pun sama ajian itu kami adukan dengan tenaga dalam masing-masing.


Dan efeknya kami terpental.


Di mengeluarkan jurus, kembang kantil pelebur sukma, aku tahan jurus itu dengan ajian kancing konci.


Namun dia berhasil lepas dengan Ajian lolongkrang jahat bumi.


Ha.... Ha.... Ha.....


"Dia menertawaiku"


"Rupanya murid eyang lingga, sudah mulai, panik, ucap mak lasmanah"


Kini aku berusaha, menghindar dari serangan-serangan, brutal nya mak lasmanah.


Ajian nembrag jahat akan aku lakukan untuk, memagari tubuh ku dari serangan mak lasmanah.


dan dia terluka oleh ajian ini, ajian ini seperti terjadi nya gempa bumi dan membuat orang panik bukan kepalang.


"Sudah cukup kau luar biasa anak muda"


"Energi tenaga dalam ku sudah habis"

__ADS_1


Mak lasmanah, menyebutkan ini efek tirakat ku, yang menjadikan kekuatan tenaga dalam ku, naik pesat tiga kali lipat katanya.


Kita beristirahat, dulu. sambil menikmati, buah kelapa muda yang aku petik dari pekarangan rumah mak lasmanah.


__ADS_2