
Setelah kondisi kerajaan mulai membaik, dan berangsur pulih sang baginda raja, berencana langsung menjemput istri anak dan menantu nya untuk pulang ke istana kerajaan nirwana cakra buana.
Dia di kawal patih jaya ledra kencana dan wasta kencana, dia memakai kereta kencana kerajaan yang di bawa oleh senopati dharma kusumah.
dia sangat bersyukur sekali bisa memenangkan, perang yang terkesan mendadak akibat serangan tiba-tiba yang di lakukan kerajaan tanjung parang. ini memang sebuah bentuk keajaiban karena secara jumlah pasukan lebih banyak kerajaan tanjung parang, karena sebagian prajurit perang di bawa oleh raden askara dan raden suryacalaka, dalam misi pengawalan saudagar kaya asal aceh tamiang itu.
sang baginda prabu mengucapkan banyak Terima kasih kepada eyang lingga buana dan seluruh para pendekar cakrawala yang sudah berbuat baik kepada keluarga besar kerajaan nirwana cakrabuana.
Eyang lingga buana pun dengan senang hati menerima kedatangan sang Maha prabu, dan merasa tersanjung atas ucapan terimakasih nya.
Sang Maha prabu tak lupa memberikan cendra mata kepada eyang lingga buana dan para murid-murid nya.
Sekedar bukti balas budi saja menurutnya.
Awal muka nya di tolak mentah-mentah oleh eyang lingga buana, namun akan tetapi desakan dari Patih jaya ledra padanya membuat dia menerima hadiah pemberian gusti prabu tersebut.
untuk mempersingkat waktu sang baginda raja pun ijin berpamitan pada eyang lingga buana.
"Maap eyang aku harus segera
pulang ke istana"
"Iya lekaslah, bawa istri dan
sanak keluarga mu di sini"
"Ucap eyang lingga buana"
Eyang lingga buana adalah orang yang paling berjasa kepada kerajaan nirwana cakrabuana, karena dia sudah Empat dekade mengabdi pada kerjaan nirwana tersebut.
Rombongan istana pun langsung menuju ke istana lagi karena, khawatir, istana di tinggalkan berlama-lama.
Namun kyai tunggul pamancar rupanya jatuh sakit dan dia sedang di urus oleh eyang lingga dan nyi mas citrakala.
jadi dia tidak bisa kembali ke istana secepatnya.
Patih jaya ledra kencana menitipkan kyai tunggul pamancar, kepada eyang lingga.
Dalam perjalan menuju istana.
Rupanya tidak berjalan dengan mulus karena, ada sekelompok pemberontak yang tidak di ketahui asal usul nya mencoba mengganggu rombongan kerajaan nirwana
"Siapa kisanak ini, ucap wasta kencana, sang panglima prajurit itu"
"kau tidak usah tau siapa kami, ucap gerombolan jahat itu"
"Lantas kau mau apa kisanak"
"Serahkan emas dan urang ringgit pada kami"
"Baru kalian boleh pergi dari sini"
"Kalau kami tidak memberikan
__ADS_1
nya lantas bagaimana?
" Berarti kalian cari mati"
Hiyaaaaaaaat.....
Trang..... trang..... trang.....
Suaranya pedang itu, jelas menghujam, menyerang wasta kencana, namun rupanya dia belum tahu kehebatan olah pedang wasta kencana.
Dia adalah seorang yang luar biasa dalam seni mengolah pedang, yang ia dapatkan dari berguru pada eyang lingga buana.
Tidak membuang-buang banyak waktu para perampok itu berhasil di lumpuhkan dan di ikat di bawa ke istana kerajaan untuk di penjarakan.
Walaupun mereka meminta ampun dan memohon-mohon agar di lepaskan tapi tidak di kabulkan sama sekali.
Menurut patih jaya ledra sudah kelewatan dan membuat dia marah besar.
Dan hukuman pastinya akan di berikan padanya.
Mereka di served dan di ikat di bawa tunggang langgang.
Dan di nonton oleh rakyat kerajaan nirwana sebagai contoh bahwa siapa yang berani melawan dan menghina kerajaan nirwana nasib nya akan sama seperti keadaan mereka saat ini.
Akibat seretan itu, badan nya sekujur tubuhnya, penuh darah dan dia mengerang kesakitan.
Sesampai nya di istana, semua kawanan perampok jahat itu di jebloskan ke penjara bawah tanah yang berada di dalam istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Dan para jasad yang tergeletak meminta untuk di kubur nya secara kemanusiaan.
Lantas senopati dharma kusumah dan adipati janggala kerta, membereskan semua perintah sang Maha prabu tersebut.
Sementara Patih jaya ledra memanggil tabib kerajaan untuk mengobati luka sang Maha prabu akibat pertempuran itu.
Sementar itu di lain tempat nyi mas ayu ningsih sedang menyusui anak nya , yang di temani adik ipar nya yaitu nyi mas citraloka.
Sementara ratu nareswari mendampingi gusti prabu yang sedang di obati luka nya oleh tabib kerajaan.
Dan sambil berbincang dengan Patih jaya ledra kencana.
"Wahai patihku jaya ledra kencana, tanya gusti prabu?
"Sendiri dawuh, gusti prabu" 🙏
"Aku sedang cemas, memikirkan raden askara dan raden suryacalaka anakmu itu"
"Iya gusti prabu aku juga begitu adanya"
"Lantas mengapa kau tak berterus terang padaku Patih jaya ledra, tanya gusti prabu"
"Aku tidak enak hati, dengan apa yang menimpa kerajaan kita gusti prabu"
"Iya lekaslah kau mencari tahu"
__ADS_1
"Atau paling tidak mengirim bala bantuan prajurit, untuk mengetahui kondisi nya sekarang"
"Sendiri dawuh, gusti prabu"🙏
Atas rujukan dan perintah sang gusti prabu, Patih jaya ledra kencana pun, meminta kepada sang panglima prajurit wasta kencana, agar mengirimkan pasukan lagi untuk menyusul raden askara dan raden suryacalaka.
"Wahai panglima prajurit wasta
kencana, kirimkan pasukan
tambahan lagi untuk menyusul
raden askara"
"Siap paman Patih jaya ledra kencana" 🙏
Rupanya, wasta kencana sudah menyiapkan pasukan gerilya khusus, dengan keterampilan di atas rata-rata prajurit kerajaan nirwana cakrabuana.
Dia menerawang bahwa memang raden askara sedang dalam kondisi sulit dan sedang tidak baik-baik saja, dia menyimpulkan seperti itu, karena pertanda burung gagak hitam yang sering muncul di gerbang istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Dia berterus terang pada Patih jaya ledra kencana.
Tapi itu hanya sebatas, tebakan nya dia saja.
Dan memang benar adanya, raden askara dan raden suryacalaka sedang berlabuh di wilayah kerajaan tirtanirwana, dan sedang di obati oleh tabib sakti mandraguna.
Setelah selesai berbincang antara wasta kencana dan Patih jaya ledra kencana.
datanglah dua orang prajurit. yang menceritakan kejadian kurang mengenakan tersebut.
"Sembah sujudku Patih jaya ledra, ucap kedua prajurit itu"
"ada apa, kalian kembali lagi ke istana, dengan keadaan terluka, tanya, Patih jaya ledra kencana"
"Maap, Patih jaya ledra pasukan kami telah gugur sekitar lima ratus orang"
"Siapa yang melakukan nya, tanya, Patih jaya ledra kencana"
"Indrakala dan candrakala Patih jaya ledra" 🙏
"Ya sudah kalian ke belakang, minta obat ramuan, untuk mengobati luka-luka mu"
Lantas Patih jaya ledra tidak
berterus terang pada gusti prabu karena, takut beliau khawatir dan gelisah memikirkan nasib raden askara dan raden suryacalaka.
Sang Patih jaya ledra kencana sengaja, menutupi akan hal ini, demi kesehatan sang baginda raja sura jalu sudarsana.
Dia bersikap, biasa saja tak menimbulkan sikap panik nya di depan sangat Maha raja.
Beliau, sungguh berhati mulia rela mengorbankan jiwa raga, akal pikiran dan pengabdian nya. tak perlu di ragukan lagi kesetiaan nya kepada sang baginda raja.
Dia adalah Patih yang terkenal di daratan Pulau Jawa, dan mungkin sampai ke pelosok nusantara .
__ADS_1