
Tersiar kabar kadipaten waringin jati kulon kedatangan saudagar kaya raya asal negeri sebrang. dia berlabuh di daratan Pulau Jawa untuk berdagang.
Namun rombongan dari keluarga saudagar asal tionghoa itu mendapat perlakuan yang tidak baik dan meminta bantuan kepada anggota kerajaan nirwana cakrabuana untuk sekedar meminta perlindungan.
Tuan Jian heeng dan istrinya lien-hua dan kedua putrinya yang cantik segera di selamatkan oleh Gusti prabu wira sanjaya.
Atas dasar rasa kemanusiaan nya. dan penghormatan kepada tamu dari negeri sebrang.
Dan Gusti prabu wira sanjaya menyuruh menangkap orang-orang yang melakukan perundingan sosial kepada etnis Tionghoa, untuk di berikan hukuman.
Tugas itu di emban oleh wasta kencana sebagai seorang panglima prajurit.
Terlihat Tuan Jian heeng menunduk dan meminta perlindungan kepada sang Maha raja.
"Dengan rasa hormat ku paduka
raja" 🙏
"Aku meminta perlindungan darimu"
"Aku datang bertamu ke sini secara
baik-baik"
"Dan tidak ada niat buruk sama
sekali"
"Begitulah ucap tuan Jian heeng"
Respon dari Gusti prabu wira sanjaya pun. sangatlah baik rombongan saudagar itu di berikan sebuah rumah pendopo di sekitar istana untuk sekedar berlindung dari bangsa pribumi yang bertindak semena-mena.
Salah satu anak perempuan nya yang bernama, Mei-yin sangat berterima kasih kepada sang Maha raja wira sanjaya, karena keluarga nya bisa tidur dan beristirahat dengan nyaman, di fasilitasi dengan mewah layaknya anggota kerabat istana kerajaan.
Sang Maha raja wira sanjaya rupanya sedikit mengerti dengan bahasa Mandarin nya nona Mei-yin
Nona Mei-yin sangat cantik jelita membuat Sang Raja wira sanjaya kagum akan paras nya yang cantik indah dan mempesona.
Apakah mungkin Nona Mei-yin akan di peristri nya untuk di jadikan istri yang kedua.
Sedangkan adiknya Nona Xianlun juga tidak kalah cantiknya dan dia sendiri menjadi target utama seorang panglima prajurit wasta kencana yang masih lajang dan belum menikah sama sekali.
Namun untuk sekarang yang paling penting adalah menangkap seseorang yang sudah membuat propokasi dan perundingan sosial kepada keluarga saudagar kaya raya itu.
Maka dari itu Gusti prabu memerintahkan kepada para punggawa kerajaan nirwana untuk mencari tau dan meringkus orang itu secara hidup-hidup.
Atas perintah dari sang Maha raja, pergilah sang panglima prajurit wasta kencana dengan membawa sekitar lima ratus pasukan khusus.
Dia menyisir kadipaten waringin jati kulon dan wetan.
Terutama di sebuah pasar tradisional tempat rombongan tionghoa itu berniaga dan berdagang.
Yaitu pasar Pancarjaya.
Tanpa betele-tele dan menemukan rasa sukar nya.
Wasta kencana berhasil meringkus seorang pemuda yang menjadi biang keladi perundingan sosial itu yaitu Raka diningrat.
Anak demang terkenal di kadipaten waringin jati kulon.
Dia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan nya. yang membuat semua orang mencibir dan menghina rombongan saudagar kaya raya itu.
"Kau sudah berani berulah raka
diningrat"
"Kau harus meminta maaf kepada
keluarga saudagar kaya raya itu"
"Ucap wasta kencana pada nya"
"Aku tidak sudi" 😡
"Dan jangan memaksaku lagi"
"Apa boleh buat aku akan
Meringkus mu secara paksa"
"Ucapnya wasta kencana"
"Coba saja kalau kau bisa dan
mampu meringkus ku"
__ADS_1
"Tantang raka diningrat"
Di situlah terjadi adu argumen yang hebat dan cekcok secara terang
terangan.
Rupanya raka diningrat mempunyai ilmu kanuragan yang cukup meyakinkan.
Sehingga dia berhasil mengelal dan menghindar dari serangan brutal nya wasta kencana.
"Kau tak kan mampu menangkap ku"
"Hardik dan celoteh nya raka
diningrat"
Sontak saja anak buah wasta kencana mengepung pergerakan dari seorang raka diningrat yang tidak bisa di ajak damai.
Namun para prajurit itu di habisi nya satu persatu tanpa ampun.
Prok... prok.... prok.....!!
"Tanganku jadi kotor"
"Celoteh nya raka diningrat"
Dia berkata apa yang di lakukan nya itu tidaklah salah, dan merasa benar karena menurut nya bangsa luar tidak boleh di berikan keleluasaan untuk mencari untuk di wilayah nya.
Namun sikap nya itu bertentangan dengan aturan dan norma-norma pemerintahan nya Gusti prabu wira sanjaya.
Karena sikap bengis dan brutal itu tidak di benarkan sama sekali. Dan menurut nya sebagai bangsa pribumi kita harus ramah untuk menyambut bangsa lain yang ingin berniaga di wilayah nya.
Karena bisa jadi itu sebuah keuntungan untuk meningkatkan perekonomian rakyat kerajaan nirwana cakrabuana.
Di samping itu hal positip kenapa tidak di berikan kelonggaran untuk para saudagar dari luar wilayah maupun dari negeri sebrang seperti rombongan saudagar asal tionghoa tersebut.
Penjelasan dari wasta kencana atas dasar suruhan dari sang Maha raja wira sanjaya itu tidak di gubris sama sekali oleh seorang raka diningrat.
Seakan-akan dia menentang kebijakan nya itu.
Konsekuensi nya adalah sebuah kurungan penjara.
Namun seperti tidak menimbulkan rasa takut sama sekali dari sikap raka diningrat.
Mungkin ini sebuah tamparan pahit untuk ki Demang sendiri.
Ibarat kata muka nya di taburi sebuah kotoran menjijikan oleh sang anak kesayangan nya.
"Kau memang tidak punya etika
raka diningrat"
"Ucap wasta kencana"
"Bodoh kau wasta kencana"
"Mau-mau saja di perbudak bangsa
lain"
"Aku tidak suka dengan cara
pemerintahan Gusti prabu wira
sanjaya"
"Celoteh nya raka diningrat"
Kelancangan, caci maki nya raka diningrat semakin membuat wasta kencana seperti kebakaran jenggot dan langsung naik pitam.
Maka dari itu wasta kencana langsung bertindak tegas dengan bersusah payah meringkus raka diningrat.
Lalu dia di bawa arak-arakan keliling kadipaten waringin jati kulon.
sehingga ki Demang meminta ampun kepada wasta kencana .
Namun wasta kencana menyuruh ki Demang untuk segera menghadap dan meminta ampun kepada sang Maha raja wira sanjaya kusumah.
Kini tubuh nya raka diningrat di ikat dengan tali dan di lemparkan serta di dorong dan di tendang oleh wasta kencana untuk segera berhadapan dengan seorang gusti prabu wira sanjaya kusumah.
"Ini dia Gusti orang nya"
"Dia pembangkang dan menghina
Sistem pemerintahan Gusti"
__ADS_1
"Hukum dia seberat-berat nya"
"Ucapnya wasta kencana"
"Cuihhhhhh"
"Raka diningrat meludahi wasta
kencana"
"Busuk kau wasta kencana" 😡
"Sapi perah nya nirwana"
"Lancang sekali kau"
Jelas saja wasta kencana tidak Terima dan langsung menghajar raka diningrat secara membabi buta.
"Sudah cukup wasta kencana"
"Nanti dia bisa mati"
"Ucap Gusti prabu wira sanjaya"
"Dia pantas mati Gusti prabu"
"Ucap wasta kencana"
"Kau jangan gelap mata"
"Aku akan hukum dia sesuai
perbuatan nya"
"Jawab Gusti prabu wira sanjaya"
Badan dari raka diningrat pun di angkat dan di suruh jonggok dan memberikan sembah hormat dan meminta maaf kepada penguasa kerajaan nirwana.
Namun ketengilan dari raka diningrat itu, membuat wasta kencana jengkel dan langsung menghajar nya.
"Kurang ajar kau" 🤬
"Baru kali ini ada yang menentang
Gusti prabu wira sanjaya"
"Ucap nya wasta kencana"
Raka diningrat hanya menatap nya dengan kosong, muka nya sudah berlumur darah.
Tapi dia masih saja bisa bertingkah yang aneh-aneh.
"Kau pecundang wasta kencana"
"Kau lemah dan tidak pantas
menjadi seorang panglima"
"Aku belum kalah dari mu"
"Camkan baik-baik ucapan ku"
"Celoteh raka diningrat"
Tentu saja sikap raka diningrat itu sangatlah tidak terpuji dan memancing keributan dan amarah dari sang panglima prajurit wasta kencana.
Hingga sang maha patih askara memuji keberanian nya.
Namun juga mengecam sikap nya yang menyalahi aturan dari sistem pemerintahan kerajaan nirwana cakrabuana.
"Jebloskan dia ke penjara bawah
tanah"
"Kurung dia dan berikan hukum
cambuk sekarang juga"
"Ucap Gusti prabu wira sanjaya"
Ini adalah contoh bagi semua orang yang berani melawan sistem pemerintahan kerajaan nirwana.
Agar orang di luaran sana takut dan ada efek jera bagi para pemberontak dan pembuat onar di wilayah kekuasaan Gusti prabu wira sanjaya kusumah.
Ki Demang pun meminta ampun untuk segera membebaskan anak nya namun permohonan itu masih akan di pertimbangkan oleh seorang Maha raja wira sanjaya kusumah.
__ADS_1