Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
kegaduhan terjadi di kadipaten Merak dampit


__ADS_3

Di lain tempat teror dan pemberontakan terjadi di mana-mana, khususnya di wilayah merak dampit yang sedang genting ini.


Merak dampit adalah sebuah kadipaten perbatasan antara wilayah kekuasaan kerajaan nirwana cakra buana dan kerajaan wangsa tunggal. wilayah kadipaten ini sebetulnya masuk kekuasaan penuh wilayah kerajaan nirwana cakrabuana namun, selalu di ganggu oleh kerajaan wangsa tunggal dan para suruhan pemberontak tukang pukul bayaran, kerajaan wangsa tunggal. mereka berdalih bahwa kerajaan nirwana telah merebut batas kekuasaan nya padahal itu tidak benar sama sekali. mereka lah yang sebenarnya memfitnah nya. di tambah sekarang dia membayar indrakala dan candrakala untuk mengoyak-ngoyak ketentraman kadipaten merak dampit.


Ini sudah pasti tidak akan di biarkan begitu saja.


Raden suryacalaka pun mengambil tindakan tegas karena di adalah panglima kehutanan dan batas wilayah kerajaan nirwana cakrabuana, yang tentu saja hak, paten nya adalah menjaga kemaslahatan dan kesejahteraan wilayah kekuasaan nya.


Dia mengetahui, bahwa harga diri nya sudah di injak-injak oleh indrakala.


Maka dari itu dia sudah bertindak tegas tanpa perintah sang prabu sura jalu sudarsana dan ayahandanya sendiri maha patih jaya ledra kencana.


Kini dia sudah berpatroli lagi di wilayah kadipaten waringin jati,


dan kadipaten merak dampit untuk mengantisipasi, kericuhan dan keonaran yang di lakukan indrakala bersaudara.


frediksi itu benar adanya, raden suryacalaka, memergoki indrakala sedang mabuk-mabukan minuman tuak dari pedagang tiongkok cina.


"Hai bajingan hentikan ulah mu itu"


"ucap, raden suryacalaka"


Lantas dia menengok, dan menghampiri raden suryacalaka dan mengajak, untuk bergabung berpesta minuman, tuak.


"Hai raden suryacalaka,sang penerus maha patih jaya ledra kencana, ucapnya sambil tertawa" 😁


"Ayolah raden kita, berdamai saja anggap saja kita tidak pernah ada masalah, ucap indrakala" ( sambil jalan sempoyongan karena mabuk)


"Aku ke sini untuk memperingati mu indrakala" ucap raden suryacalaka"


"Ini adalah sebuah ancaman dari ku untuk mu indrakala"


"Lantas aku harus takut raden suryacalaka, ucap indrakala" 😁


Rupanya indrakala tidak menggubris, ancaman dari raden suryacalaka, dan malah menganggap nya sebuah guyonan saja.


"Bajingan tengok kau"


"Ucap, raden suryacalaka" 😡


"Sudahlah raden kau tidak akan mampu, mengalahkan kami" (dan indrakala memberikan tuak itu kepada raden suryacalaka)


Lantas bukan nya di minum, tuak itu malah di tendang nya ke arah muka nya, dan pecahan kendi tempat tuak itu melukai wajahnya.


Wajah nya indrakala, terluka dan berdarah.


Dan dia mengusap darah nya lu di jilat oleh lidah nya.


Dia sedikit emosi atas perlakuan agresif yang di lakukan raden suryacalaka.


Dan tanpa basa-basi lagi, indrakala menyerang raden suryacalaka.


"Rupanya raden ini tidak bisa di ajak untuk bekerja sama"


"Ucap indrakala, pada raden suryacalaka"


"Aku tidak sudi bekerja sama dengan setan laknat seperti mu, indrakala, ucap raden" 😡


"Baiklah raden akan ku kirim kau ke neraka jahanam, sekarang juga"


Raden suryacalaka, mengeluarkan jurus, lampah lumpuh yang dia punya.


Aura energi tenaga dalam nya sangat dahsyat sekali.


sehingga menggetarkan dan mengguncangkan bumi.


"Ilmu itu tidak ada apa-apa nya raden, ucap indrakala"


Indrakala langsung mengeluarkan ajian rawa rontek nya.


"Ayo bunuh aku raden, deng sombong nya dia, ucapkan itu"


"Raden suryacalaka menebas nya dengan sebuah golok sakti miliknya"


Tangan indrakala pun putus tapi masih bisa bertahan hidup dan melawan nya, lalu si tangan itu kembali, bisa menyambung lagi dengan badan nya.


Ha...... Ha...... Ha..... Ha.....


"Kenal raden, ucap indrakala"


Rupanya raden suryacalaka kaget bukan kepalang, saat,


menyaksikan kesaktian indrakala itu.


Dan dia membawa indrakala untuk bertarung di sebuah danau dangkal di sekitar itu.


Dia mengetahui bahwa rawa rontek, itu penangkal nya air dan jangan sampai jatuh ke tanah.


Bila jatuh ke tanah badan nya akan menyatu lagi.


Namun kecerobohan indrakala itu, malah mengikuti jebakan raden suryacalaka.

__ADS_1


Di sanalah pertempuran itu akan tersaji secara, sekoradis.


"Awas kang mas ucap candrakala, dia menjebak mu"


candrakala sudah mengetahui maksud dan tujuan nya raden


suryacalaka,


"Rupanya kau pintar juga raden suryacalaka, ucap Indrakala"


"Jangan banyak bicara, Terima ini, ucap raden suryacalaka"


Tebasan demi tebasan itu datang menghujam, mengporak porandakan, kesaktian indrakala. namun usaha itu nihil karena Indaraka berhasil menghindar dari danau itu. dan memilih bertarung si sebuah daratan saja.


"Ayo raden keluarkan kemampuan mu itu"


"Itu hanya membuatku geli saja raden, ucal indrakala"


"Bajingan kau indrakala, kau menyepelekan ku"


"Ayo buktikan saja, raden, jangan menyerah"


"Karena aku tidak suka orang yang gampang menyerah"


Kini raden suryacalaka, terpancing emosi nya hingga tidak bisa mengontrol, ilmu dan jurus-jurus silatnya.


Hal itu sengaja di lakukan indrakala agar dia tidak kelimpungan melawan raden suryacalaka.


"Baiklah indrakala, permainan ini kita mulai sekarang"


"Ucap raden suryacalaka"


Raden suryacalaka rupanya, mengeluarkan ajian kancing konci, tubuh indra kala kaki dan terkunci tidak bisa bergerak.


Di situlah kesempatan dia untuk, menghajar nya. dengan pukulan badai matahari. hingga dia terjungkal tidak sadarkan diri.


Hiyaaaaaat.... pak..... pak.... pak.... pak....


Suara candrakala terbang dan melakukan tindakan seribu bayangan nya, untuk melawan Raden suryacalaka.


Raden suryacalaka, tidak mengetahui bahwa candra kala sudah bersiap-siap membantu indrakala.


pertarungan kali ini terjadi di udara, di atas pepohonan,


besar.


Raden suryacalaka melipat kaki nya, di atas dahan pohon yang besar dan melakukan jurus ajian sangsang sagara. yang bertahan saja melakukan energi tenaga dalam nya.


Maka dari itu candrakala tidak melakukan serangan sedikit pun.


"kau menganggap ku bodoh, raden suryacalaka,ucap candrakala"


Candrakala hanya melakukan meditasi untuk. mengumpulkan tenaga dalam nya, dan rupanya.


Ini adalah strategi licik dia. agar Raden suryacalaka melebur sukma nya, untuk menyerangnya balik.


Adu strategi itu di lakukan, siapa yang paling ceroboh dan tidak fokus dialah yang akan menderita kekalahan.


Namun, akal bulus candrakala tidak bisa di antisipasi nya secara jenius oleh raden suryacalaka, dia tidak belajar dari pertarungan nya tempo hari, waktu bertempur dengan wasta kencana.


Saat raden suryacalaka, bernafsu , ingin menghajar nya.


Candrakala sudah bersiap dengan, jurus ajian nyampar gelap nya.


dan terpental lah raden suryacalaka jauh ke jurang yang ada di sekitar kadipaten merak dampit.


Dia terluka parah tubuh nya mengalami luka dalam dan luar akibat ajian mematikan itu.


Ha..... Ha..... Ha...... Ha.....


Candrakala, tertawa, terbahak-bahak, dan merasa dia lah pemenang nya. dan tidak terkalahkan oleh siapa pun.


"Luar biasa, rayi aku bangga,


padamu rayi, ucap indrakala


pada adiknya itu"


"Tentu saja rakak, dia itu bukan


tandingan kita berdua"


"Ayo rakak, kau terluka parah


obati, dulu luka dalam mu"


"Iya rayi candrakala, ucap


indrakala, pada adiknya"


Mereka pun berhasil meloloskan diri, dari sergapan raden suryacalaka.

__ADS_1


Akankah, ke angkara murkaan,


itu, bisa di hentikan atau malah akan semakin, menjadi-jadi, dan


Menjadi anti *******.


Sementara di bawah jurang raden suryacalaka berusaha untuk bertahan hidup.


Dia meminta tolong, meringis kesakitan.


Dan untung saja dia di tolong seorang, pemuda Rakyat biasa yang sedang berburu di sekitar hutan itu.


"Tolong.... tolong... tolong"


"Ucap raden suryacalaka"


"Tolong kisanak, sambil menggerakan tangan nya"


"Apakah kau raden suryacalaka?


"Iya betul sekali ucap raden


suryacalaka"


pemuda biasa itu rupanya mengenali, sosok jati diri nya.


dan ia membantu menolong nya untuk di bawa ke rumah nya dulu, di sekitar lereng bukit itu.


Dia akan di obati oleh, orang tua pemuda itu, yang berprofesi sebagai, seorang pandai besi yang membuat, golok, dan senjata tajam lain nya.


"Sampurasun"


"Rampes"


"Siapa dia jaka kelana?


"Ini raden suryacalaka, ayah"


"Ucap , jaka kelana"


"Dia adalah putra maha patih


jaya ledra"


"Ya sudah lekas bawa raden itu,


ke dalam rumah"


"Keliatan nya dia terluka parah,


dan harus segera di obati"


"Iya ayah, tolonglah dia kasian"


"Dia bertarung dengan,


pemberontak sadis yang


bernama indrakala, ayah"


"Indrakala memang sakti,


mandra guna, anak ku"


"Dia mewarisi ilmu dari ki rawa


daksa"


Tanpa berpikir panjang lagi, ki tamiang diningrat. itu mengobati raden suryacalaka.


dan bila dia berhasil mengobati nya, mungkin akan di beri hadiah besar dan tanda terima,


kasih oleh pihak kerajaan


Nirwana cakrabuana.


Namun, bukan begitu pula apa yang di niatkan jaka kelana dan ayah nya ki tamiang diningrat.


Dia membantu nya, atas dasar


kemanusiaan saja, tanpa ada


harapan dan embel-embel lain


nya, yang memanfaatkan,


keadaan seperti ini, orang lain


mungkin akan meraup,


keuntungan yang begitu besar

__ADS_1


Untuk memperkaya diri nya.


__ADS_2