
Tepat bulan purnama, sang baginda raja pulang ke istana lagi. dia di sambut dengan penuh suka cita oleh sang Maha patih jaya kedua kencana.
Sang baginda raja, sangat gembira karena sudah. menyelesaikan tirakat mati geni nya.
Beliau kini berjalan menuju perataran istana, dan sedang menaiki anak tangga menuju singgasana kerajaan nya.
Sang Maha patih jaya ledra pun, segera memberikan sembah hormat nya, kepada baginda raja sura jalu,
sudarsana.
"Hamba haturkan sembah hormat,
ku, Gusti prabu sura jalu" 🙏
"Aku Terima, sembah hormat mu,
patih jaya ledra kencana"
"Ucap, sang baginda raja sura jalu"
Tentu saja tidak, lantas Maha patih jaya ledra kencana, yang memberikan sembah hormat nya pada penguasa kerajaan nirwana
cakrabuana itu.
Semua anggota kerajaan datang, berbondong-bondong, untuk membe
rikan, rasa hormat nya itu.
Termasuk, ibunda ratu nareswari dan permaisuri diah rengganis.
Semua larut dalam kebahagiaan, akan hadir nya sosok pemimpin mereka yang telah lama menghilang dari kursi tahta kerajaan nya.
Dan Pesta meriah pun di gelar oleh Kerajaan nirwana untuk menyambut sang baginda raja sura jalu sudarsana.
Di tengah gegap gempita acara pesta meriah itu, raden suryacalaka meminta ijin, kepada ayahandanya dan kepada sang baginda raja untuk mengundang, raden wira sanjaya.
Dia berlutut memohon ijin.
"Hamba menghaturkan sembah
sujud ku, gusti prabu" 🙏
"Ada apa gerangan raden
Suryacalaka Tanya gusti prabu."?
"Hamba Mohon gusti prabu dengan
sudi mengundang rakak raden wira"
"Untuk apa dia bukan anggota
istana kerajaan lagi"
"Tapi gusti prabu" 🙏
"Sudah lah raden suryacalaka
kau tak perlu berkeras hati"
"Ucap gusti prabu sura jalu
sudarsana"
Namun, raden suryacalaka, tidak bergeming sedikit pun, dari sembah sujud nya, dia malah menangis dan memohon bekas kasihan dari gusti prabu sura jalu sudarsana.
Tentu saja, ayahandanya tidak tega, melihat anaknya, berlutut dengan menangis tersedu-sedu.
"Bangunlah ananda"
"Ayo lekaslah bangun"
"Ucap patih jaya ledra kencana"
"Tidak ayahanda aku tidak akan
bangun"
"Ayahanda mohon dengan sangat"
"Maaf ayahanda untuk kali ini aku
__ADS_1
membantah mu"
Tentu saja, ayahandanya raden suryacalaka, juga memohon dan bersujud kepada gusti prabu sura
jalu sudarsana.
"Hamba mohon ampun gusti"
"Ucap nya patih jaya ledra"
"kabulkanlah permintaa kami"
"Maafkanlah kelancaran kami"
"Hamba mohon gusti"
"Baiklah patih jaya ledra, aku
kabulkan permintaan mu itu"
"Terima kasih paduka raja" 🙏
Berkat, kegigihan raden suryacalaka dan Maha patih jaya ledra kencana, akhir nya, bisa meluluhkan, keras hati nya, gusti prabu sura jalu sudarsana.
Dia mengijinkan anak bungsu nya raden wira sanjaya, untuk bisa menginjakan kaki nya di istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Tentu saja, raden suryacalaka sangat bergembira, dan dia bergegas, untuk menuju ke padepokan perguruan silat cakrawala. tentu saja dia tidak datang sendirian, melainkan di temani para punggawa prajurit dan satu orang panglima prajurit , yaitu wasta kencana.
Padepokan cakrawala, tentu bukan hal yang baru bagi seorang wasta kencana, karena dia adalah salah satu murid nya mendiang eyang lingga buana.
dan merupakan, kakak seperguruan dari, raden askara, dan raden wira sanjaya, asta batarakala, lalu indrakala dan candrakala yang , sekarang menjadi sosok yang jahat.
Dan kini raden suryacalaka, dan panglima wasta kencana, sudah berada di perataran, padepokan cakrawala.
"Sampurasun"
"Raden suryacalaka memberikan
salam"
"Rampes"
"Jawab, raden wira sanjaya"
Raden suryacalaka dan raden wira,
bisa saling bertatap muka kembali.
Mereka saling merangkul satu sama lain.
Tentu saja raden suryacalaka, tidak membuang waktu secara percuma, dia langsung mengutarakan maksud dan tujuan nya, kepada raden wira sanjaya.
"Rakak, aku datang ke sini atas
perintah ayahandanya dan
ayahandaku"
"Maksudnya apa rayi;?
"Tanya raden wira dengan rasa
penasaran nya"
"Engkau di undang untuk
menghadap nya rakak"
"Ada apa gerangan rayi;?
"Aku tidak tahu maksud yang
sebenarnya rakak"
"Ucap raden suryacakala"
"Baiklah rayi, tunggu sebentar yah"
"Jawab raden wira sanjaya"
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya, raden wira sanjaya, sudah bersiap diri untuk, menginjakan telapak kaki nya di istana kerajaan nirwana cakrabuana lagi.
__ADS_1
Tentu saja asta batarakala pun, ikut dengan nya. untuk sekedar mendampingi dan mengawal nya.
Raden suryacalaka pun lantas menanyakan kesiapan mental dari seorang raden wira sanjaya.
"Gimana rakak, apakah kau sudah
siap Tanya nya kepada raden wira"
"Sudah rayi, jawab raden wira
sanjaya"
"Kalau begitu ayo lekaslah kita
berangkat rakak"
"Seru ajakan raden suryacalaka"
Rombongan, para punggawa kerajaan nirwana cakrabuana, bergabung dengan rombongan padepokan perguruan silat cakrawala. berjalan beriringan menuju arah istana.
Namun dalam hati, raden wira masih bertanya-tanya, akan maksud dan tujuan ayahanda nya tersebut.
yaitu gusti prabu sura jalu sudarsana.
Raden wira tidak bisa menyembunyikan kegelisahan hati nya, sepanjang perjalanan menuju ke istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Dia duduk di bangku belakang kereta kencana, di dampingi asta batarakala.
Asta batarakala, menepuk-nepuk pundak, raden wira sanjaya, sebagai bentuk support dan dukungan nya.
agar raden wira sanjaya, dina hanyut dalam lamunan panjang nya itu.
"Sudahkah rakak kau tak usah
gelisah seperti itu"
"Asta batarakala berkata"
"Aku sedikit gelisah rayi"
"Ucap raden wira sanjaya"
"Engkau tidak sendirian rakak
aku setia di sampingmu"
"Terima kasih rayi"
"Ucap raden wira sanjaya"
"Iya sama-sama rakak"
"Ucap Asta batarakala"
Kegelisahan dan kepanikan yang di rasakan raden wira sanjaya itu, perlahan-lahan. mulai sedikit bisa terobati atas support dan dukungan dari Asta batarakala, tentu saja hasil kerja keras nya, untuk menenangkan seorang raden wira sanjaya kusumah.
Asta batarakala, menjelaskan bahwa
semua ini akan baik-baik saja. dan tidak perlu dan ada yang harus di khawatirkan sama sekali.
Pendapat dan asumsi nya sangat tepat, karena memang begitu adanya.
Undangan ini hanya untuk mengucapkan rasa Terima kasih nya. atas keberhasilan raden wira menaklukan, para pemberontak liar kerajaan nirwana cakrabuana.
Yaitu siapa lagi kalau bukan, meninggalnya durgala pati.
Tak terasa kini mereka sudah berada di depan gerbang istana kerajaan, dan di sambut dengan sangat meriah oleh tiupan terompet penghormatan, kepada sang putra mahkota yang hilang, yaitu sosok nya raden wira sanjaya kusumah.
Yang nampak gagah berani.
Kini semua turun dari kereta kencana, dan berjalan secara perlahan beriringan menuju pintu gerbang masuk kerajaan nirwana cakrabuana.
"Ayo rakak silahkan"
"Raden suryacalaka, bicara"
"Iya rayi ucap raden wira sanjaya"
Ternyata, raden suryacalaka, memberikan jalan nya untuk raden wira sanjaya.
Agar berjalan duluan di sebuah karpet merah, istana kerajaan nirwana cakrabuana.
__ADS_1
Rasa hormat nya, raden suryacalaka kepada raden wira sanjaya, tak perlu di ragukan lagi.