Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana

Di Luar Tembok Kerajaan Nirwana Cakrabuana
Tamatnya riwayat durgala pati


__ADS_3

Guyuran air hujan, dan tiupan angin kencang, menerpa wilayah kadipaten waringin jati, di sertai suara petir yang menggelegar, menambah suasana semakin mencekam, seperti,pertanda akan terjadi sebuah bencana saja.


Ke khawatiran itu jelas muncul dari raden wira dan asta batarakala.


Mereka berdua sedang duduk di sebuah bale bale bambu, yang menghadap ke arah barat.


Asta batarakala, mengungkapkan semalaman dia mimpi buruk, kepada raden wira.


"Rakak, aku sudah punya firasat tidak enak"


"Mudah-mudahan saja, tidak terjadi apa-apa, ucap raden wira"


"Iya rakak, aku pun sepemikiran,


dengan mu" 🙏


"Iya dan semoga, firasat mu itu meleset rayi"


"Ucap, raden wira, pada asta batarakala"


Di tengah, lamunan dan harapan yang mereka, lakukan.


Munculah, para pedagang pribumi yang berlarian meminta pertolongan, kepada mereka,


nampak mereka, ketakutan akan sesuatu hal yang menimpa mereka.


Tolong..tolong... tolong...


Jelas, sekali mereka, meminta pertolongan.


"Sampurasun"


"Ucap, pemuda Rakyat jelata itu"


"Rampes, raden wira menjawab, salam mereka"


"Tolong raden, kami di rampok oleh durgala pati"


"Dia sedang ngamuk di perbatasan kadipaten"


"Laknat dia rakak, ucap asta batarakala" 😡


Rupanya asta batarakala sedikit terpancing emosi nya, hingga dia pergi, tanpa menghiraukan raden wira, yang menyuruh nya berdiam diri dulu.


Asta batarakala, marah sekali, atas kegaduhan yang di perbuat durgala pati, yang seakan-akan menyepelekan, kemampuan nya.


Asta batarakala, langsung menghampiri durgala pati, yang sedang asik mabuk-mabukan minum-minuman tuak, yang dia rampas dari, saudagar asal tiongkok cina. 🇨🇳


"Hai jahanam, ucap astabatarakala" 😡


"Rupanya ada murid, eyang lingga, ucap durgala pati"


"Tak usah kau banyak cakap, durgala pati"


"Apa maksud mu, membuat ke onaran di daerah ku"


"Ucap, Asta batarakala"


"Apa daerah mu" 😁


"Sembarangan, ini daerah kekuasaan ku, ucap durgala pati"


Tanpa, basa-basi lagi, Asta batarakala langsung menyerang durgala pati, dengan serangan bertubi-tubi nya, hingga durgala pati, tersungkur tidak berdaya.


Semua orang di sana panik, berhamburan, kesana kemari.


Mencari arah jalan pulang untuk menyelamatkan diri.


Namun bukan durgala pati bila dia tidak langsung menyerah begitu saja.


Dia bangun lagi dan mengeluarkan jurus dewa mabuk nya.


Asta batarakala, sekarang tersungkur oleh jurus dewa mabuk nya durgala pati,


Ha.... Ha.... Ha.... Ha.....


Durgala pati, mentertawakan, Asta batarakala, yang tampak meringis kesakitan oleh, jurus dewa mabuk nya itu.


Asta batarakala rupanya kewalahan, mengimbangi jurus


jurus pamungkas nya durgala pati.


"Sudahlah batarakala kau pergi saja, kau bukan tandingan ku"


Durgala pati, dengan lantang nya menghina ilmu kanuragan nya, Asta batarakala.


Hingga Asta batarakala, semakin terpancing emosi nya dan tidak berkonsentrasi.


itulah yang di inginkan durgala pati, akal licik dia memang sudah tidak di ragukan lagi.

__ADS_1


Dan kini, mereka mengeluarkan senjata pusaka nya masing-masing, yang sudah pasti menjadi andalan nya agar maksud bisa menumbangkan musuhnya secara cepat tanpa harus membuang-buang waktu yang cukup lama.


"Terimalah ini batarakala"


Terlihat, keris pusaka itu mengeluarkan cahaya yang sangat, tajam dan menyilaukan mata.


Durgala pati terbang dan, langsung menusukan, keris pusaka, miliknya itu tanpa ada rasa belas kasihan.


"Cleb, suara dari tusukan keris itu merobekan kulit perut dari batarakala"


"Argghhhh.... darah..... darah.... teriak batarakala, melihat darah keluar dari perutnya"


Ternyata, dia belum mempunyai ilmu kebal seperti apa yang di punyai raden wira dan raden askara.


Nampak jelas dia terkapar bermandikan darah,lalu para murid-muridnya menggotong Asta batarakala untuk di bawa ke padepokan cakrawala, agar nyawa nya bisa di selamatkan. namun sepanjang perjalanan, durgala pati mengikuti, mereka, dan terus menghabisi pengawal dan murid-murid nya, Asta batarakala, agar dia bisa tewas tanpa mendapatkan pertolongan.


Namun, Niat jahat nya itu, sekaligus terpental akan hadirnya raden wira sanjaya di depan kedua matanya.


"Mau apa kau durgala pati?


"Tanya radeb wira sanjaya"


Durgala pati, langsung mundur beberapa langkah, ke belakang, dia sudah mengetahui bahwa orang yang sedang ada di hadapan nya ini, tentu bukan orang yang sembarangan dan mudah di tumbangkan oleh nya.


"Mau apa kau raden wira?


"Aku tidak ada urusan dengan mu"


"Ucap, durgala pati menjelaskan"


"Tapi ini juga urusan ku, durgala


pati, karena kau, pemberontak


wilayah kadipaten waringin


jati"


"Rupanya, kau masih peduli, raden dengan tanah kelahiran mu, ucap nya sambil tersenyum sinis"


"Aku bukan orang seperti mu, durgala pati, yang telah mengotori, tanah air nya demi sebuah, uang dan kesenangan"


"Ucap raden wira, mencemooh durgala pati"


"Ah, omong kosong, cuihhh... persetan, dengan kesetiaan"


Jelas, para pemberontak, seperti durgala pati, indrakala, dan candrakala, adalah orang pribumi, kelahiran kadipaten waringin jati, dan otomatis rakyat dari Kerajaan nirwana cakrabuana.


Namun semua, bisa berbelot arah, karena uang, wanita, dan kesenangan duniawi yang di berikan, kerajaan wangsa tunggal, agar mereka menjadi seorang pemberontak, dan menjadi musang berbulu domba, alias musuh di dalam selimut bagi rakyat kadipaten waringin jati, yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan nirwana cakrabuana.


"Aku sungguh menyayangkan, sikap mu durgala pati"


"Raden wira, terus menyindir durgala pati"


Namun durgala pati, tidak sedikit pun, ada rasa penyesalan dengan apa yang di ucapkan, raden wira sanjaya itu.


"Bersiap raden wira sanjaya"


"Ucap, durgala pati"


Dia mundur untuk menyiapkan sebuah ajian pamungkas nya. yang bernama, pukulan tapak harimau. yang dia dapat dari ki rawa daksa. yang merupakan mendiang guru nya tersebut.


Namun, pukulan itu hanya di genggam saja oleh raden wira dan tidak ada efeknya sama sekali, karena tenaga dalam nya sudah banyak terserap oleh raden wira, dengan ajian lampah lumpuh nya.


Dan rupanya durgala pati sudah mengetahui, bahwa dari tadi raden wira terus menyerap tenaga dalam nya.


"Kurang ajar kau raden wira"


"Kau licik sekali, kau serap,


serap tenaga dalam ku"


"Rupanya engkau takut padaku"


Tanpa berbasa basi lagi, raden wira, mengeluarkan jurus gelap sayuta, yang di peroleh nya dari mendiang guru nya eyang lingga buana.


Ajian itu memang tiada dua nya, pukulan tenaga dalam nya langsung, berhasil melukai durgala pati, hinggg tersered jauh dari tempat pertarungan nya, dengan raden wira sanjaya.


Namun rupanya, durgala pati memiliki ajian rawa rontok yang, tingkat tinggi, tubuh nya yang hancur bisa kembali utuh, seperti sedia kala lagi.


Dan jelas itu, memberikan efek yang mengejutkan untuk seorang raden wira sanjaya yang sudah merasa jumawa akan bisa melumpuhkan, durgala pati secara mudah.


Ha..... Ha...... Ha....... Ha......


Suara, tertawa durgala pati, itu bergema di sekitaran hutan kadipaten waringin jati.


Dan tanpa, di duga raden suryacalaka, datang membantu raden wira, secara kebetulan raden suryacalaka sedang menyusuri keamanan hutan wilayah kerajaan nirwana cakrabuana.


Hiyaaaaat...... dia menunggangi kuda nya dan berusaha mengganggu durgala pati.

__ADS_1


"Hai tikus, hutan minggir kau"


"Minggir katamu, kau yang


harusnya minggir dan pergi


dari wilayah ku bajingan"


Mengejutkan raden suryacalaka mempunyai nyali yang besar walaupun usia nya masih terbilang sangat muda sekali. dia adalah anak dari mana patih kaya kedua kencana.


dengan sebutan maha patih guntur bumi.


Raden wira sanjaya pun, menyuruhnya agar berhati-hati dengan durgala pati.


"Awas, rayi dia jangan di anggap enteng, ucap raden wira"


"Tenang saja rakak, kau jangan meremehkan ilmu ku"


Bukan nya, alih-alih dia mendengarkan omongan nya raden wira malah dia menyombongkan diri dengan kemampuan yang dia miliki.


Tentu hal itu sangat tidak di benarkan sama sekali.


"Rupanya dia ingin menjadi pahlawan kesiangan, ucap durgala pati"


"Jahanam terimalah, ini ucap raden suryacalaka, menyerangnya"


Terlibat lah baku hantam yang sangat sengit, antara pemuda pemberani dan perampok berwatak licik itu.


Raden wira, bersemedi, melipat kedua kakinya, untuk meningkatkan ilmu tenaga dalam nya, dia bersikap tenang agar bisa menumbangkan kokohnya ilmu kanuragan durgala pati, yang memiliki ilmu kebal tingkat tinggi.


Dan benar saja raden suryacalaka, tumbang dan terkena luka dalam yang cukup serius.


"Rakak, wira tolong aku, ucap nya berteriak, sambil melambaikan tangan"


Saat, durgala pati akan menghabisi, raden suryacalaka, sukma dari raden wira datang menghadang nya dengan melakukan, ajian qulhu dengan balik.


Tubuh nya, durgala pati terkena sambaran efek tenaga dalam dari raden wira.


Dan durgala pati pun, langsung menantang balik untuk bertempur dan mengadu ilmu kanuragan di alam ghaib dengan meraga sukma.


Raden wira,membawa nya ke gunung gelap ngampar.


dia sengaja memancing nya kesana, dan membawa nya ke sebuah air terjun yang cukup curam.


Betapa cerobohnya durgala pati terpancing oleh, raden wira, yang mengingin kan pertempuran itu di lakukan di atas air, dengan ilmu tapak sancang nya. yang bisa berdiri tegak di atas air.


Di sana raden wira, tidak membuang-buang waktu lagi dengan menggunakan ajian bentar gelap, nya. durgala pati tubunya gosong dan terpental menjadi beberapa bagian, dan langsung di kubur hidup-hidup oleh raden wira secara terpisah-pisah, karena bila di satukan, tubuhnya akan kembali utuh lagi oleh efek ilmu kanuragan rawa rontok nya..


Dan itu adalah pertarungan secara ghaib dan sukma nya kembali lagi masuk ke raga nya untuk melihat, raga dari durgala pati di alam nyata.


Dan memang sudah terbelah belah, dan di kuburkan lah oleh raden wira dan raden suryacalaka yang sudah kembali pulih, dari luka tenaga dalam nya.


Tamatlah, kebengisan dari durgala pati, raden wira, sudah menumpas, kebatilan yang mengoyak-ngoyak, kemaslahatan, dari wilayah kadipaten waringin jati.


Sanjungan dan pujian, dari rakyat kerajaan nirwana cakrabuana pun datang silih berganti, dengan menemui nya di padepokan perguruan silat cakrawala.


Terlebih pujian dari raden suryacalaka yang mengakui kehebatan nya itu.


"Rakak kau memang sakti mandraguna rakak"


"Aku bersujud hormat padamu"


"Bangun, bangunlah rayi"


"Apa yang kau lakukan?


"Ini penghormatan ku rakak"


"Tak usah tak pantas kau bersikap seperti ini rayi"


Di angkatlah tubuh dari raden suryacalaka oleh raden wira sanjaya.


Raden suryacalaka menangis dan meminta maaf karena lancang menganggap remeh diri nya.


Raden wira tidak lupa dengan nasib dari Asta batarakala yang terluka parah, rupanya, Asta batarakala sudah di obati, ki prajakala, tabib dari kadipaten waringin jati.


Raden wira sangat berterima kasih karena beliau sudah sudi dan mau mengobati adik seperguruan nya tersebut.


"Terima kasih banyak ki praja"


"Sama-sama raden wira sanjaya, ucap ki praja"


Rupaya, sang Hyang Widi, sang Hyang batara batari, masih memberikan kesempatan hidup kepada Asta batarakala.


Raden wira sanjaya pun, sangat bersyukur, mendengar kabar baik, itu.


bahwa Asta batarakala bisa di selamatkan nyawa nya.


dan melewati masa-masa kritis nya itu.

__ADS_1


__ADS_2