
Setelah fokus, dengan masalah ke istanaan, patih jaya ledra menyempatkan waktu untuk, berkunjung ke padepokan perguruan silat cakrawala yang berada di wilayah kadipaten waringin jati, dan lekas menanyakan adi pati janggala kerta, yang tidak kunjung pulang ke istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Semua anggota punggawa kerajaan pun sedikit khawatir akan keadaan adipati janggala kerta, yang tempo hari berpamitan untuk mencari keberadaan raden wira sanjaya.
Patih jaya ledra kencana, di temani anak nya raden suryacalaka untuk bertemu dengan raden wira sanjaya dan asta batarakala yang sedang dalam proses pemulihan.
Kini mereka sudah beradabdi halaman padepokan cakrawala, dengan para pengawal kerajaan nya.
"Sampurasun"
"Rampes, ucap raden wira yang langsung keluar dari dalam padepokan itu"
Alangkah kaget nya raden wira di kunjungi oleh, paman patih jaya ledra kencana.
Dan dia langsung memberikan sembah baktinya. kepada paman patih nya itu.
"Terimalah sembah bakti ku
paman patih jaya ledra, ucap
raden wira sanjaya kusumah"
"Bangunlah, raden wira paman
menerima sembah baktimu"
"Lekaslah masuk paman patih,
ucap raden wira sanjaya"
Lantas masuklah, paman patih jaya ledra kencana dan anaknya raden suryacalaka, ke dalam padepokan itu.
Yang sudah banyak berubah dan terkesan mewah untuk ukuran sebuah padepokan perguruan silat.
"Begini raden wira, paman tidak
akan mengulur-ngulur kan,
waktu, ucap nya begitu"
"Ada apa paman, aku sangat
kaget sekali, ucap raden wira"
"Engkau, tak perlu kaget segala,
raden wira, paman tidak ada
maksud apapun".
"Iya paman patih jaya ledra,
ucap, raden wira, menjawab
perkataan, paman patih nya itu"
"Paman patih ke sini, sekedar
ingin bersilaturahmi dan tentu
saja, sangat berterima kasih,
padamu raden wira sanjaya"
"Apa yang harus, di Terima
kasihkan paman patih?
"Aku tak berbuat apa-apa, ucap
raden wira sanjaya"
"Kaya sangat rendah hati raden
wira, ucap paman patih jaya
ledra kencana"
"Paman patih sangat bangga, dan tentu saja banyak berhutang budi, jasa, dan nyawa"
"Ah, sudahlah paman patih,
tak usah di besar-besarkan
__ADS_1
seperti itu, tidak baik"
"Ucap raden wira sanjaya"
Dan setelah paman patih jaya ledra kencana, mengutarakan rasa Terima kasih nya pada putra mahkota kerajaan nirwana cakrabuana itu, lantas dia menanyakan perihal adipati janggala kerta, yang sudah menghilang selama sepekan.
Dan tentu saja raden wira tidak bertemu sama sekali dengan adipati janggala kerta, mereka semua tidak tahu bahwa otak penculikan yang sebenarnya adalah adipati janggala kerta yang bekerja sama dengan rangga darusa lingga, sang putra mahkota kerajaan wangsa tunggal.
Namun, mereka belum mengetahui nya sama sekali, dan benar saja ucapan senopati darma kusumah bahwa di dalam anggota punggawa kerajaan nirwana itu ada seorang pengkhianat. dan musuh di dalam selimut alias serigala berbulu domba, macam adipati janggal kerta.
Dia sangat pintar bermain sandiwara dan licik sekali.
Pamn patih jaya ledra pun tak, Lama-lama berbincang dengan raden wira sanjaya, karena tentu saja cemas kalau lama-lama meninggalkan istana kerajaan nirwana cakrabuana.
"Baiklah raden wira sanjaya,
mungkin begitu saja, yang ingin
paman patih sampaikan"
"Ucap, patih jaya ledra kencana"
"Iya paman patih, aku sangat
tersanjug , akan hal ini"
"Ucap raden wira, merendahkan
diri di hadapan paman patih
nya tersebut"
Namun sebelum, patih jaya ledra pulang, meninggalkan padepokan cakrawala, dia mengatakan sesuatu hal bahwa sang Prabu sura jalu sudarsana, belum pulang dari tirakat nya,
tersebut yang sudah hampir sebulan lama nya.
Sontak saja raden wira terkejut akan hal ini, dan sedikit menerka-nerka, apa maksud dan tujuan ayahanda nya tersebut, sehingga beliau harus bertirakat segala.
Sesudah itu patih jaya ledra pamit mundur, kepada raden wira sanjaya dan seluruh anggota padepokan cakrawala yang sudah banyak membantu kerajaan nirwana cakrabuana.
banyak peristiwa penting yang sudah di selesaikan secara baik oleh raden wira sanjaya.
dan itu bukan tugas yang sangat sepele sama sekali. dari kematian patih rangga welung, lalu pemberontak taruswara, dan durhaka pati, serta ki rawa daksa berhasil di lenyapkan oleh tangan raden wira sanjaya.
Entah ini sebuah kebetulan ataupun kemauan raden wira yang selalu terlibat dalam situasi konflik d luar istana kerajaan nirwana, yang selalu saja dia turun tangan. untuk membereskan nya.
Sebetulnya, ini sebuah pukulan ataupun sebuah kegagalan atau pun ketidakmampuan. yang nampak terlihat jelas oleh para pengamat bubuyut lembur dan kepala Dusun di sekitar wilayah kadipaten waringin jati, yang menilai ketidakbecusan, sistem pemerintahan kerajaan nirwana cakrabuana.
Tentu ini hal yang sangat negatif dan harus di rubah citra negatif ini, dengan sebuah aksi dan penyelesaian tanpa melibatkan seorang putra mahkota yang di buang dan menghilang dari anggota kerajaan nirwana cakrabuana.
Namun, raden wira selalu pemberikan penjelasan yang sangat bijaksana agar, citra buruk yang sudah menjadi geger genjik itu, tidak semakin memperburuk keadaan, karena dia tahu balas budi terhadap ayahandanya tersebut. dia tidak mau pamor dan nama baik ayahandanya itu, terkesan buruk di mata rakyat nya sendiri.
Maka dari itu, para pemberontak semakin timbul rasa penasaran akan memperkeruh keadaan ini. tentu saja ada beberapa faktor yang mendukung, pemberontakan ini terjadi di mana-mana, yaitu akibat, kecerobohan dan kelalaian.
tanpa mengenyampingkan orang-orang yang yang menjadi mata-mata dari pihak musuh kerajaan nirwana.
seperti akan hal nya adipati janggala kerta yang sudah dengan tega berkhianat pada negara nya tersebut.
Akankah adipati janggala kerta menerima balasan dan konsekuensi atas sikap nya itu.
Mudah-mudahan saja, bau busuk itu akan lekas tercium dengan sendirinya.
Dan dia akan di hukum secara setimpal akibat perlakuan nya tersebut.
Asta batarakala yang baru bisa pulih, mendengarkan percakapan raden wira sanjaya dan patih jaya ledra kencana, dari bilik pintu kamar nya.
Dia tertatih tatih berjalan secara perlahan, untuk menghampiri raden wira yang sedang termenung sendirian.
Entah apa yang di pikirkan raden wira sanjaya kusumah.
terlihat menimbulkan aura kecemasan saja. apakah mungkin dia sedang memikirkan nasib ayahandanya tercinta dan tentu saja keadaan ibundanya, dan kakak nya nyi mas citraloka.
Asta batarakala, memberanikan diri untuk menyapa nya.
"Sampurasun rakaka wira, ucap
Asta batarakala"
"Rampes rayi"
"Ada apa kah gerangan rayi?
"Tanya raden wira sanjaya"
__ADS_1
"Aku hanya, ingin menanyakan,
mengapa rakak, termenung begitu, ucap Asta batarakala"
"Iya rayi, aku sedang memikirkan sesuatu, ucap raden wira, menguraikan, isi dalam hatinya"
"Lekaslah cerita padaku, rakak, mungkin aku bisa sedikit,
membantu, keluh kesah mu itu"
"Baiklah rayi, sekarang aku akan bercerita dan berterus terang padamu"
Asta batarakala, mendengarkan semua unek-unek, yang di pikirkan oleh raden wira sanjaya, dari masalah pribadi hingga masalah menyangkut konflik teritorial wilayah kerajaan nirwana cakrabuana.
Dan tentu saja, Asta batarakala menjadi seorang pendengar yang baik bagi raden wira sanjaya.
Dia lantas memberikan support dan jalan keluar yang baik bagi raden wira agar semuanya bisa aman dan terkendali, sesuai ekspetasi dan harapan-harapan nya itu.
Apalagi masalah janggala kerta, yang, sudah di curigai oleh Asta batarakala, ada sangkut laut nya dengan penculikan, yang menimpa pada istrinya patih jaya ledra kencana.
"Maap, rakak raden wira, ucap
Asta batarakala"
"Iya rayi ada apakah gerangan?
"Coba selidiki adipati janggala
kerta, aku sedikit menaruh,
curiga pada nya,rakak"
"Maapkan kelancangan, ku rakak wira"
Sontak saja raden wira sanjaya sedikit, berpikir dan sependapat dengan apa yang di ucapkan adik seperguruan nya itu.
Memang, ada sebuah kejanggalan dalam hal ini, dia juga sudah menerima pemberitaan, dari senopati darma kusumah dan raden askara, akan keributan di dalam istana, sebelum kejadian penculikan itu.
dan rasa curiga itu sudah tercipta dan di lontarkan oleh paman senopati darma kusumah terhadap nya.
Hal ini, tentu saja menjadi sebuah pr yang sangat berat untuk di bereskan, oleh raden wira sanjaya sendiri.
Semoga dengan berjalan nya waktu dan usaha nya dalam mencari informasi kebenaran itu, segera mendapatkan titik terang nya.
agar tidak semakin memperburuk keadaan, entah itu di dalam istana kerajaan maupun di luar gerbang kerajaan.
Dari hasil obrolan dan bertukar pendapat itu, menghasilkan sebuah, kunci pengharapan bagi raden wira sanjaya dan tentu saja Asta batarakala, untuk, bahu-menbahu menyelesaikan sebuah konflik yang sangat berkepanjangan ini.
Menurut Asta batarakala, raden wira akan mampu menyelesaikan masalah ini secara baik dan sampai ke akar akar nya.
Namun, raden wira sanjaya tidak lantas menjadi sosok pria yang jumawa, dan angkuh atas sanjungan-sanjungan yang akan menggelapkan mata nya itu.
Justru raden wira sanjaya, menyangkal, nya bahwa ini adalah masalah yang sangat peluk dan harus di waspadai secara baik-baik dan tidak gegabah dalam melakukan serangan agrsesi nya.
Karena salah sedikit saja, akibat nya bisa fatal, dan tentu saja akan menambah masalah ini menjadi sangat rumit dan sulit untuk di pecah kan sama sekali.
"Baiklah rayi Terima kasih atas
saran mu itu, ucap raden wira
sanjaya kusumah"
"Iya rakak wira, Sama-sama, ini
sudah kewajiban ku juga"
"Karena rakak juga sering mem
bantu ku, ucap Asta batarakala"
"Sekarang kita masuk saja dulu"
"Kita pikirkan lagi besok lusa"
"Iya baiklah rayi, ayo kita masuk,
ucap, raden wira sanjaya"
Akhirnya mereka masuk lagi ke dalam rumah pendopo, padempokan perguruan silat cakrawala.
Di sana, Asta batarakala, langsung masuk ke kamar pribadi nya, untuk lekas beristirahat, sedangkan raden wira, berbaring sambil sedikit menahan nafas nya atas sebuah pikulan dan beban berat yang berada di pundak nya itu, di simpan dulu, untuk sementara waktu.
raden wira, berusaha memejamkan mata nya untuk beristirahat.
__ADS_1
karena hari, memang sudah gelap dan waktu nya untuk mengistirahatkan badan.