
Terdengar kabar akan adanya sebuah kerajaan kecil di upuk barat kadipaten legok hinis.
Menurut sejarah kerajaan tersebut pecahan dari kerajaan nasta tunggal.
Raja tersebut bernama Parungkawa yang mempunyai tiga istri dan 5 selir pribadi nya.
Raja Parungkawa sendiri ingin menjodohkan putri nya dengan seorang Asta batara kala.
nama putri nya adalah nyi mas wulan sari.
Maka dari itu rombongan nya menemui pihak kerajaan nirwana untuk bertemu dengan Raja wira sanjaya.
Usaha nya itu tidak sia-sia.
Gusti prabu wira sanjaya menyambut dengan hangat kepada sang Raja Parungkawa dan para punggawa kerajaan nya.
"Saya sangat senang dan tersanjung
Prabu wira sanjaya"
"karena telah sudi menerima
kedatangan hamba"
"Ucap Gusti prabu Parungkawa"
"Tak usah berlebihan seperti itu"
"Sudah layak nya seorang tamu di
jamu dengan baik bukan?
"Jelaskan prabu wira sanjaya"
"Mungkin prabu wira tahu akan
maksud kedatangan ku ke sini"
"Iya tentu saja"
"Jawab Gusti prabu wira sanjaya"
Prabu Parungkawa langsung to the point ke pokok utama nya. akan niat nya untuk menikahkan putri kesayangan nya dengan senopati Asta batarakala.
Yang sudah menjadi senopati yang terkenal seantero jagat nusantara.
Di tambah lagi Gusti Parungkawa ingin menjalin kerjasama secara bilateral nya, agar kerajaan ligarwangi menjadi sebuah kerajaan besar dan patut di perhitungkan di dataran pulau jawa kulon ini.
Tentu saja dayung pun bersambut niat dari Gusti prabu Parungkawa di Terima dengan baik oleh Gusti prabu wira sanjaya.
Karena ini sebuah hal positip bisa melebarkan sayap nya. untuk semakin menghimpun kekuatan besar bagi kerajaan nirwana.
Dan untuk sebuah perjodohan Gusti prabu wira sanjaya kusumah, lantas menanyakan dulu. kepada Asta batara kala, apakah dia sendiri bersedia atau tidak dengan perjodohan ini.
"Senopati Asta batarakala"
"Hamba menghadap Gusti prabu"
"Apakah kau bersedia untuk di
jodohkan?
"Hamba sangat bersedia Gusti
Prabu"
"Baiklah kalau kau bersedia akan
aku urus semua nya"
__ADS_1
Rupanya Asta batara kala juga telah tertarik sejak lama dengan nyi mas wulan sari pakungwati.
Dan sang Prabu Parungkawa pun sangat senang atas jawaban dari Asta batarakala.
Pernikahan ini akan menjadi awal mulai kerja sama antara kerajaan nirwana dan ligarwangi.
"Aku sangat senang dengan
jawaban mu ananda Asta batara
kala"
"Ucap Prabu Parungkawa"
"Dan aku juga sangat tersanjung
akan hal ini Gusti Prabu parung
kawa"🙏
Berita Ini sudah tersiar kabar sampai ke semenanjung barat dan selatan. bahkan terdengar sampai ke telinga Raja darusa lingga. sebagai penguasa kerajaan parukuyan.
Dan sudah menjadi geger genjik bahan perbincangan khalayak ramai.
kerajaan parukuyan masih menghimpun tenaga dan bala bantuan pasukan selama beberapa tahun silam ke belakang.
Rasa trauma nya semakin menghantui akan kehancuran kerajaan wangsa tunggal yang rata dengan tanah.
Yang sekarang hanya di jadikan sebuah candi dan tempat ibadah saja.
Itu semua atas usulan dari Raden suryacalaka.
agar tidak terjadi peperangan saudara lagi antara kadipaten waringin jati kulon dan kadipaten waringin jati wetan.
Fokus utama dari kerajaan nirwana adalah menstabilkan perekonomian nya, agar semua rakyat tidak ada yang kelaparan dan kekurangan bahan pangan.
Maka dari itu perang di hentikan dulu untuk beberapa tahun ke belakang silam.
beliau ijin pamit untuk menyiapkan pesta meriah di kerajaan ligarwangi. dan menyampaikan berita yang sangat baik ini.
beliau sudah sepakat dengan Gusti Prabu wira sanjaya untuk menyiapkan hari baik akan pernikahan dari seorang Senopati Asta batarakala dan nyi mas wulan sari.
Oleh karena itu Gusti Prabu wira sanjaya mempersilahkan Raja Parungkawa untuk ijin berpamitan terlebih dahulu.
Dan Gusti Prabu sendiri juga berniat hal yang sama yaitu menyiapkan segala keperluan yang akan menjadi bahan pernikahan sang senopati nya, yaitu Asta batarakala.
Asta batarakala mengubah padepokan cakrawala menjadi sebuah pendopo kerajaan yang di huni para senopati dan adipati untuk yang sudah berkeluarga.
Maha patih askara pun sangat antusias akan berita pernikahan senopati Asta batarakala.
Menurut nya pernikahan ini akan membuat dampak positip bagi kedua belah pihak terkait.
"Selamat senopati Asta batarakala"
"Aku ikut senang dan bergembira
akan hal ini"
"Terimakasih patih askara" 🙏
"Memang aku sudah jatuh hati
sejak lama dengan nyi mas wulan
sari pakungwati"
"Lantas mengapa kau tak utarakan"
"Tanya patih askara"
__ADS_1
"Aku malu dan tidak berani"
"Kenapa mesti malu dan tidak
berani?
"Kau ini ada-ada saja" 🙂
Alasan utama nya adalah dia merasa tidak punya siapa-siapa
dan bukan siapa-siapa, padahal sekarang dia sudah menjabat sebagai seorang senopati di kerajaan besar nirwana cakrabuana.
Tentu saja Gusti Prabu akan membuat pesta mewah. untuk seorang Asta batarakala.
Hal itu di lakukan nya atas dasar balas budi dan tentu saja pengabdian Asta batara kala sangat besar untuk secara pribadi.
Di mulai dari sejak lama sejak menjadi adi seperguruan nya di padepokan cakrawala, yang sama-sama menimba ilmu kanuragan kepada mendiang eyang lingga buana yang moksa di gunung ngampar gelap.
"Gusti Prabu apakah semua ini
tidak terkesan berlebihan"
"Apa katamu berlebihan"
"Ucap Gusti Prabu wira sanjaya"
"Iya Gusti Prabu" 🙏
"Hamba merasa tidak pantas dan
bukan siapa-siapa"
"Ucap Asta batarakala"
"Kau tak usah merendahkan diri"
"Kau pantas untuk mendapatkan
semua ini"
"Jelaskan Gusti Prabu wira sanjaya"
Dan Gusti Prabu menyuruh patih askara untuk mengirim uang ringgit logam kepada pihak kerajaan ligarwangi, untuk menambah-nambah biaya pesta pernikahan yang akan di selenggarakan secepat nya.
"Hamba mohon pamit Gusti Prabu"
"Ucap maha patih askara"
"Baiklah silahkan patih askara"
"Berhati-hatilah di dalam sebuah
perjalanan mu"
"Ucap Gusti Prabu wira sanjaya"
Lantas berangkatlah maha patih askara yang di temani panglima prajurit jaka kelana"
dan para pengawal prajurit lain nya.
Yang siap mengawal menuju kadipaten legok hinis.
Sedangkan raden suryacalaka menyiapkan proses adat budaya di kerajaan nirwana.
Asta batarakala akan melakukan proses spiritual adat budaya yang telah di wariskan turun temurun oleh nenek moyang pendahulu nya.
Dan semua itu harus di laksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang pendahulu nya.
Nyi mas ayu ningsih dan nyi mas citraloka tidak ketinggalan untuk mengucapkan selamat kepada Asta batara kala yang sudah berhutang budi dan nyawa akan serangan dari senopati darma kusumah. yang tempo dulu berusaha untuk menghabisi nyawa semua anggota kerajaan nirwana cakrabuana.
__ADS_1
Maha Prabu Sura jalu sudarsana pun ikut memberikan selamat, beliau menikmati masa tua yang berdiam diri di pendopo istana kerajaan nirwana cakrabuana.
Sejak turun tahta Gusti Prabu sura jalu tidak banyak terlibat dalam sebuah sistem pemerintahan. karena beliau sudah cukup percaya bahwa Anak nya itu bisa memimpin dengan baik, bagaimana arah dari sistem pemerintahan yang harus di jalani nya secara baik dan benar.