DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 5. Di Penghujung


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu sangat cepat


bisa di bilang kalau pada masa sekolah adalah semester satu. Tentu sudah di penghujung akhir sekolahkan? Katanya di SMA itu adalah masa yang paling indah dan lucu tentu saja bagi mereka yang baru mengenal cinta. Seperti yang di alami bunga saat ini, akan tetapi hidup itu tak seperti air yang ngalir tanpa ombak gitu saja.


Terkadang kita akan menemukan sebuah masalah. So lakukan yang terbaik ya! Oke lanjut.


Selama ini dia selalu berprasangka kalau Reza benar-benar memiliki hati buat dia. Dan semua kado misterius itu juga dari dia. Tetapi setelah kejadian ini mungkin dia akan berpikir kalau dugaan nya ternyata salah.


JUM'AT PAGI. 


Dimana pada hari itu adalah pekan terakhir sekolah, bunga di kejutkan oleh berita yang sangat membuatnya shock bisa di bilang seperti kehilangan akal sehat. Beberapa menit yang lalu Reza ada mengirim pesan, dia bilang kalau hari ini dia akan pindah ke singapura, karena papanya sedang sakit parah dan harus di rawat di luar negeri. Bunga langsung menyusulnya ke bandara, untuk menemui Reza dia naik taksi dengan terburu-buru. Tak sampai 15 menit dia sudah sampai, bungapun berlari sekencang mungkin dia tak boleh terlambat, Dia harus bertemu Reza.


Akan tetapi . .


Ternyata Dia terlambat pesawat jurusan ke singapura baru saja berangkat. Langsung lemes persendian kakinya sedih dan rasa nya ingin menangis. Bunga berjalan keluar, Dia berlari, berlari dan berlari sambil terus memanggil manggil nama Reza. Dia benar-benar sedih dan sudah tak perduli orang-orang di sekeliling menatapnya. Dan ketika itu langkahnya terhenti.


Nafasnya naik turun tak menentu jantungnya terus berdegup kencang. Dia berada di sebuah taman di pinggir kota. Duduk dan menangisi dirinya yang sungguh bodoh. Dia mencintai seseorang yang mungkin tak pernah mencintainya. Reza cuma perhatian tapi bunga menganggapnya berlebihan.


Dia berteriak. 


"Rezaaaaaa....... Kamu jahat! Udah bikin nyaman terus ngilang gitu aja sampai kapan pun, Aku tak akan pernah bisa lupaiin kamu setelah apa yang udah kita lewatin bersama walaupun mungkin suatu saat nanti kamu bukan buat aku! Hiks . . Hiks . ." Dia terus menangis tersedu-sedu mata indahnya basah oleh genangan airmata, sakit, sesak dan pilu sampai pada akhirnya dia tak sadarkan diri.


Mungkin karena dia terlalu merasakan kesedihan yang teramat dalam enyesalan itu selalu datang terlambat, dia belum sempat mengucapkan kata apa-apa tentang perasaannya. Sekarang dia malah harus berpisah entah sampai kapan.


Beberapa jam kemudian. 


Sayu bunga mendengar isak tangis mama nya, matanya seakan masih berat untuk terbuka. Lirih dan pelan dia berucap.


"Reza."

__ADS_1


Hanya nama itu yang terdengar dari bibir merahnya.


"Sayang Kamu udah sadar?" tanya mama nya pelan sambil terisak.  Akan tetapi Bunga masih belum merespon. Untuk sejak itu dokter bilang bunga sedang mengalami shock berat dan dia harus di rawat selama 3 bulan lamanya.


Namun mama merahasiakannya, Dan ia mengambil cuti untuk merawat anak kesayangannya dokter ahli saraf bilang bunga harus terapi di sebuah daerah yang mungkin jauh dari kotanya saat ini. Selama itu Reza juga tiada kabar. Setiap hari mama nya menangis dia sangat prihatin dengan keadaan putrinya, Mungkin bisa di bilang itu adalah cobaan terberat bagi mamanya. 


Sejak saat itu, Bunga tak pernah bicara sepatah kata pun pandangannya kosong.


"Sayang cepat sembuh ya mama sedih kalau keadaan kamu gini terus." Lirihnya pelan. Wanita itu mencoba untuk tegar dia sedih air matanya mengalir deras. Yang dia punya hanya bunga tiada siapa pun.


TIGA BULAN BERLALU.


Keadaan Bunga sudah mulai berangsur-angsur membaik Dia sudah bisa tersenyum sekarang. Setelah di nyatakan sembuh total mereka kembali kekota tempat mereka tinggal.


Di dalam mobil.


Bunga bertanya sama mamanya. 


Mama tersenyum melihatnya.


Sebenarnya mama tak ingin mengingat kejadian itu lagi, Mama takut bunga akan sedih dan ingat Reza.


"Kamu mau tau?"


"Iya Ma."


Mama nya diam sejenak.


"Mama juga tak tau sayang, Mama tak sempat berkenalan sama dia, karena saat itu mama benar-benar khawatir sama keadaan kamu."

__ADS_1


"Makasih sudah menjadi mama terbaik buat Bunga, bunga sayang mama." Dia tersenyum dan memeluk mamanya dengan erat, Mamapun membalasnya juga. Dia elus rambut halus milik Puterinya. Begitulah kasih sayang seorang ibu, 


sampai kapanpun takkan sirna oleh masa. Apapun akan dia lakukan agar anaknya bahagia. 


* *


Hari pertama Bunga masuk sekolah


Setelah sekian lama meliburkan diri. Mungkin keadaan akan berbeda. Dia sudah kehilangan Cinta pertama nya. Dan sejak saat itu


Reza benar hilang telpon selulernya tak pernah aktif. Mungkin dia harus belajar merelakan Cintanya pergi. Dia hanya berharap semoga Reza baik-baik saja dan bahagia. Dia berjalan di karidor sekolah, menuju lokernya. Dia hendak berniat menyimpan beberapa buku bawaannya. 


Tatapannya hampa. Bagaimana tidak dia masih menemukan sebuah kotak kado yang terbungkus rapi di dalam lokernya. Ada rasa sedih namun ia mencoba untuk menepisnya. Dia ingat Reza dan selalu berpikir kalau semua kado-kado itu dari Reza. Atau mungkin dia mengira ini adalah kado terakhir dari seorang Reza. 


Kreeeeekkk


Dia menutup lokernya.


Dia akan masuk kelas namun tiba-tiba, "Selamat pagi bunga." Seseorang menyapanya. Antara percaya sama tidak Dia kenal suara itu. Bunga pun menoleh dan cowok itu tersenyum.


"Eeeh pa--pagi juga." Dia sedikit gugup. Ya itu Satria, bagaimana mungkin dia tidak segugup ini karena selama ini Satria tak pernah menyapa atau menegurnya. Beberapa waktu yang lalu mereka memang sering bertemu tapi bisa di bilang biasa saja. Apa mungkin karena mama dia sama mama satria temanan? Ya tidak tahu juga sih kenapa tiba-tiba mendadak ramah begitu.


"Permisi Aku harus ke kelas," ucapnya lagi. Satria cuma mengangguk dan mempersilahkannya sementara bunga pergi dan berlalu begitu saja.


Ketika di kelas teman-temannya tampak ramai menanyakan kabarnya. Bunga meresponnya dengan baik. Dia hanya sedikit beralasan dan tetap merahasiakan apa yang sebenarnya terjadi.


Akan tetapi dia sudah menceritakannya dengan Rina yaitu sahabat terbaiknya.


Jam sekolah sudah usai Bunga langsung pulang kerumah. Seperti biasa sebelum makan dia pasti selalu membuka kado itu. Kali ini ada sebuah kristal bola salju yang sangat indah, di dalamnya ada boneka sepasang kekasih. Tak seperti biasanya dia tak terlalu merespon padahal bola salju itu termasuk koleksi keluarga kaya yang mungkin harganya jutaan. Dia berdiri dan tampak memegang secarik kertas berisi puisi cinta yang isinya begini: Setiap waktu Aku melihatmu dari kejauhan dan hatiku merasakan getaran yang aneh. Kamu tahu? seperti apa hari-hariku ketika melihatmu? Aku bahagia. 

__ADS_1


Deg


Tiba-tiba jantungnya berdebarr hebat. Siapa sebenarnya pengirim ini?


__ADS_2