DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 38. Kelancangan Via


__ADS_3

"Oke saya maafkan, besok dan seterusnya jangan terlambat lagi. Sekarang mana laporan yang saya minta minggu lalu, sudah selesai?"


"Sudah Pak tinggal di print out saja."


"Baik, 1 jam lagi serahkan kepada Saya. Sore ini akan ada rapat dadakan."


"Iya Pak, Saya permisi dulu." Oishin beranjak bangun dari tempat duduknya. Dan keluar ruangan.


Rio tampak memijit kening nya pelan. Entah mengapa akhir-akhir ini dia merasa pusing karena memikirkan pekerjaan kantor yang terus menuntut nya untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar lain. Dia seperti kehilangan sesuatu yang berharga tapi Rio tak mengerti kegelisahan apa itu.


TOK. . TOK. .


Ketukan keras mengejutkan nya.


"Masuk!" Perintah Rio datar, sambil memperbaiki posisi duduk nya.


CEKLEK


Pintu ruangan pun terbuka dan nampaklah wajah seorang wanita yang sangat dia kenal.


"Via."


"Selamat Pagi Rio, apa Aku boleh duduk?" Tanya Via halus.


"Silahkan. Ada kepentingan apa kamu kemari, seharusnya kamu tak datang kesini." Rio bernada seperti tidak suka.


"Sekarang Kamu berubah Rio. Kamu tak sehangat dulu. Apa karena perempuan rendahan itu? kamu benar-benar tidak menghargai Aku." Via sudah duduk di hadapan Rio.


"Jangan sebut dia perempuan rendahan karena dia adalah isteriku."


"Oh. Rupa nya dia sangat istimewa untukmu."


"Tolong pergi dari kantorku jika pembicaraan mu tidak penting." Rio hanya tidak ingin mempersulit keadaan. Sudah pasti Via datang membawa bencana.


"Tega sekali kamu mengusirku, apa sebegitu bencinya kah kamu denganku. Aku kesini hanya ingin minta maaf Rio."


"Aku sudah memaafkan mu dan melupakan semuanya."


"Tapi Rio, tentang itu Aku masih belum sepenuhnya lupa, setiap waktu Aku selalu mengingatnya." Via membantah.


"Tentang apa? Tentang pernikahan yang batal itu. Aku sudah melupakan nya Via, sekarang kamu bisa tenang pergi dariku."


"Aku tidak akan pergi dari mu, sampai kapan pun Aku harus mendapatkan mu." Via menjawab serta memaksa kan diri.


"Bukankah kamu sendiri yang menggagalkan nya kenapa sekarang kamu harus kembali dan memaksaku untuk mengikat janji dengan mu lagi, kejadian itu terjadi sudah 5 tahun yang lalu, jika kamu ingin kejujuranku, kamu bisa mendengarkan nya. Kita hanya di jodohkan karena bisnis, setelah itu kamu menolaknya mentah-mentah. Karena apa? Karena lelaki itu kan? kamu pikir Aku bodoh, Aku tidak pernah merasa jatuh cinta dengan mu Via, Jika kamu ingin harta. Maka nikahi lah saja Briyan." Ucap Rio panjang.


Dada Via sesak mendengarnya, dia sangat sedih, dia juga merasa menyesal karena meninggalkan Rio demi Ukimaru lelaki yang telah merusak harga dirinya, lalu meninggalkan ia begitu saja. Via terdiam untuk waktu beberapa menit, Rio juga begitu.

__ADS_1


"Rio, kamu harus tahu kenyataan yang sebenarnya. Bahwa Aku tak berniat akan meninggalkan mu, namun Ukimaru mengancamku, dia akan membunuhku." Ucap Via pelan setelah keheningan yang dia buat sendiri.


"Ya, Aku mengerti."


"Ku mohon Rio, jadikan Aku isteri kedua mu, Aku berjanji akan menebus segala kesalahanku." Via terus meratapi masa lalu dan berharap Rio kembali.


Rio tersenyum.


Namun senyum itu terlihat lebih menakutkan.


"Kamu bukan perempuan yang setia dan Kamu adalah pendusta. Tidak mungkin Aku mau menikahi mu sekali pun Aku menduda, kamu pikir perempuan hanya kamu saja. Maaf sekali tapi Aku tak memiliki selera dengan tubuhmu! harusnya kamu sadar diri Via, Bunga jauh lebih baik daripada kamu." Rio menjawab, Tak perduli jika perkataan itu sangat menyakiti hati Via.


Ekspresi wajah Via seketika memerah. Darahnya bergejolak bagaimana bisa Rio mengatakan hal yang sangat intim itu. Rio sungguh meremehkan dan menganggap nya perempuan yang tidak memiliki harga diri.


Via tiba-tiba berdiri.


Melangkah mendekati Rio, tanpa adanya rasa malu Via menarik kerah baju jas Rio dan mengecup bibir Rio dengan paksa. Perempuan itu sudah benar-benar liar dan kehilangan akal. Rio tak membalasnya ia kunci bibirnya agar Via tidak seenaknya menikmati bibir miliknya.


Setelah merasa tak ada respon sama sekali dari Rio, Via melepaskan nya. Dia menangis sambil memukul-mukul dada Rio kesal.


Rio menatapnya saja, kemudian menggeserkan kursi dan mengambil selembar tisue kepada Via. Via menerimanya.


Suara isak tangis Via terdengar sedikit jelas.


"Hidupku sudah hancur Rio, dan Aku tak punya masa depan sekarang."


"Via, Aku tak perduli mau hidup kamu hancur, rusak bahkan menderita pun, Aku tetap teguh pada pendirian, berhentilah menangis dengan kepura-puraan mu itu. Aku mual mendengarnya." Rio berekspresi sinis.


"Keluar sekarang! keluar!!" Bentak Rio pada akhirnya.


"Tapi Rio, urusan kita belum selesai." Suara Via tertekan karena tangisnya.


"Apa lagi Via, jangan coba terus membangunkan jiwa kejamku. Pergi sekarang!" Bentak Rio semakin kesal.


Via buru-buru menghapus air mata nya dan melangkah menuju pintu keluar. Tanpa mengatakan apa pun.


"Aaaahhhhh......!"


Teriak Rio frustasi, sambil menjambak rambut nya sendiri. Via membangkitkan kemarahan besar yang ada di dalam dirinya.


BRAAAKK...


Rio memukul meja, sembari mengepal erat jemarinya yang bergetar.


Dreet


Dreeet

__ADS_1


Dreett


Handphone Rio bergetar, ia bergegas mengambil ponsel genggam itu serta menekan tombol hijau pada layar.


"Hallo Sayang...."


Suara wanita menyapa nya di sebrang.


"Halo Mom."


Jawab Rio pelan, sembari menghela nafasnya sejenak.


"Kamu dimana? Mommy dan Daddy sudah sampai di bandara."


"Okei Mom, sebentar lagi Rio akan jemput."


"Ya sudah sayang Mommy tunggu. Sekarang Mommy matikan ya telpon nya."


"Ya Mom."


Tut...Tut telpon pun terputus. Rio beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan keluar ruang.


Dia berjalan sambil menelpon Benikno Asisten kesayangan nya. Yang memang ruang kerja Benikno agak terpisah. Mereka bertemu di area parkir.


Beberapa menit kemudian mobil putih berhenti pelan di depan halaman sebuah rumah besar dengan segala kemewahan nya.


Benikno segera turun serta membukakan pintu mobil dan keluar seorang perempuan cantik setengah baya dari sisi sebelah kanan mobil, dia adalah nyonya kazumi seorang ibu dari Rio Xen Zhin serta Briyan Xen Zhin. Sementara di sisi kiri ada Tuan Xen Zhin.


"Mom, Rio tak bisa mengantar sampai ke dalam. Rio harus kembali ke kantor." Teriak Rio dari dalam mobil.


Mommy Kazumi hanya tersenyum, menjawab perkataan Rio dengan lembut.


"Ya Rio tidak masalah."


"Terima kasih Mom, Rio janji, Rio akan pulang lebih awal dan kita akan menikmati makan malam bersama."


"Ya, Mommy percaya." Sahut Mommy Kazumi lagi.


Setelah itu, Benikno masuk kembali ke dalam mobil dan menghidupkan mesin. Perlahan-lahan mobil menjauh.


Pukul 04:00 sore.


Ternyata Rio benar-benar menepati janji nya, dia pulang lebih awal dari biasanya.


Di ruang tamu.


Rio berjalan dengan langkah sedikit tergesa. Melewati ruang tengah yang nampak indah, dari segala penjuru. Semua anggota keluarga yang berada di situ langsung saja menatap kearah nya.

__ADS_1


Begitu juga Rio, dia menghentikan langkah kakinya sejenak, Bunga yang sejak tadi sedang duduk kini beranjak bangkit menghampiri sang Suami.


"Selamat sore Rio, apa kamu lelah? sini biar ku bantu membawakan tas mu." Sapa Bunga pelan. tangan nya mengambil tas berbentuk kotak dari tangan Rio.


__ADS_2