DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 18. Siapa Kamu


__ADS_3

Satu hari berlalu dan masih berada 


di sebuah rumah sakit. Seorang laki-laki dengan wajah khasnya tengah terbaring tak berdaya di sebuah ruang VVIP. Sudah hampir beberapa hari dia tak sadarkan diri namun kali ini ada yang sedikit berbeda. Tangan kekarnya tiba-tiba bergerak kecil, itu tandanya dia akan segera siuman dari tidurnya.


"Tuan, Apakah Anda sudah sadar?" Tanya seorang pria berkumis tipis. Lelaki yang dia sebut Tuan, kini lebih mencelekkan matanya dengan sedikit melebar.


"Apa yang terjadi denganku?" Nadanya terkejut, dia baru saja akan bangkit dari tidurnya. Namun pria setengah baya itu segera melarangnya.


"Tuan, mohon jangan bangun dulu kesehatan Anda belum stabil Tuan."


"Uuhh.... kepalaku sangat pusing sekali, ini benar-benar menjengkelkan!"


"Apa perlu Saya panggilkan dokter Tuan, agar segera memeriksa Anda."


"Tidak Benikno!" Lelaki itu bernama Benikno, seorang yang berprofesi sebagai Asisten pribadinya.


"Beberapa hari ini Anda menghilang Tuan, dan untunglah seorang wanita menemukan Anda, sepertinya keberadaan Tuan di sini sudah tidak bisa di katakan aman lagi." Jelasnya sangat khawatir.


"Ya, Aku baru ingat. Semua yang terjadi kemarin malam, memang seseorang telah menjebakku, tolong uruskan tiket keberangkatanku besok, Aku harus segera pulang ke jepang dan satu hal lagi kirimkan hadiahku buat Wanita itu, katakan padanya itu adalah ungkapan rasa terima kasihku padanya, maaf Aku tak bisa menemui mmereka" Rio memberikan perintah.


"Tapi.... Tuan, kesehatan Anda masih belum sepenuhnya pulih, ada sedikit luka yang...!" Belum sempat lelaki itu melanjutkan pembicaraan nya Rio langsung menyela dengan nada membentak. 


"Apakah kamu membantah atasanmu!" Lelaki tampan itu kini menatapnya.


"Tidak Tuan, baik Tuan akan segera saya urus keberangkatan Anda serta mengirimkan hadiah kepada wanita itu?" Asisten Benikno tak berani menatap atasannya, dia terlihat sangat sangar.


Yaa... Sangar akan ketampanan dan sifat dinginnya... Entah mengapa para perempuan di kantornya sangat mengidolakannya sebut saja dia itu lelaki kaya raya yang mungkin bisa di bilang memiliki segalanya. Dia adalah Rio Xen Zhin, seorang CEO perusahan elite di jepang. Dia datang ke indonesia karena ada pertemuan penting dengan klien bisnisnya. Tapi keadaan di luar kendali, Ada seseorang yang ingin sekali menggagalkan bisnisnya.


***


Mobil merah tiba-tiba berhenti di halaman rumah bunga tak lama kemudian seseorang membunyikan bel rumahnya. Buru-buru bunga membukakan pintu.


"Hei bung."


"Rina? ayo masuk."


Gadis di hadapannya tersenyum dan mengangguk. "Tebak.... Aku mau ngapain kerumah kamu?" Tanyanya. 


"Mau ngapain emang?"


"Taraaaaa..... !!!" Rina mengeluarkan dua lembar tiket dan satu kartu paspor.


"Ini tiket ke jepang?"

__ADS_1


"Ya emang kamu pikir tiket ke toilet? Ya ngak mungkinkan bung!"


Bunga jadi ikut tersenyum.


"Temenin Aku liburan ke jepang yuk, lagian sekarang di jepang lagi musim dingin loh."


"Ehh... kamu serius Rin?"


"Iya bung, serius dan Aku udah beliin kamu tiket sama buatin paspor kamu, Aku baikkan?"


"Baik banget, kapan kita berangkat?"


"Sekarang!"


"Sekarang? Kamu enggak lagi bercanda kan?"


"Ya enggak lah bung, udah cepetan sana beresin baju-baju kamu, Kita cuma punya waktu satu jam! Inget itu satu jam ya."


"Ya ampun Rina, kok ngedadak banget sih kamu bener-bener ya."


Rina cuma cengir-cengir. "Kalau gitu Aku pamit pulang dulu ya bung.... cepetan siap-siapnya Aku tunggu di bandara." Rinapun berlalu dari hadapannya. Sehingga membuat bunga bernafas sempit. Tanpa buang-buang waktu diapun segera menyiapkan perlengkapannya selama di jepang.


20 menit kemudian.


"Maaf, Aku sudah terlambat." Ujar bunga kemudian sambil memunguti kartunya yang berhamburan.


Lelaki itu tak menjawab, dan bunga segera pergi meninggalkannya. Lelaki itu pun bersunggut, "Gila!" Suaranya kesal, dia juga mengambil kartunya di lantai.


Rina sudah menunggunya sejak tadi.


"Aduh bung kamu lama banget sih."


"Maaf Rin... Aku udah berusaha cepet, eeh sangking buru-burunya sampe nabrak orang.


"Jadi?"


"Aku sudah minta maaf tapi kayaknya itu orang ngak nyahut deh. Atau jangan-jangan orang itu budek?"


"Ada-ada aja sih kamu udah yuk masuk." Mereka berduapun berjalan dan pesawat sebentar lagi akan lepas landas. Ini adalah penerbangan, yang sangat memakan waktu berjam-jam. Tentu saja termasuk sangat lama.


Tujuh jam kemudian.


Pesawat yang mereka tumpangi mendarat mulus di bandar udara Haneda. Para penumpang pun turun dari pesawat, ini adalah kedua kalinya Bunga menginjakkan kakinya di negara ini, mungkin dia akan mengenang sedikit, kenangannya yang telah berlalu saat Satria masih di sini. Saat itu, Tokyo memasuki musim dingin dan pastinya mereka tidak akan pernah melupakan jaket tebalnya. Mereka duduk di sebuah kursi, sambil menunggu Auntynya Rina menjemput.

__ADS_1


"Bung gimana perasaan kamu sekarang?" tanya Rina pelan.


"Ya seperti yang kamu lihat, Aku baik-baik saja kok."


"Baguslah jika begitu."


"Kenapa? Kamu khawatir sama Aku? takut kalau Aku sedih lagi karena inget Satria?"


"Ya bisa di bilang begitu."


Bunga malah tertawa.


"Rin di dunia ini hanya ada dua kemungkinan, yang pertama kadang kamu merasa bahagia dan yang kedua kadang kamu merasa sedih." Bunga tersenyum memandangi sahabatnya yang terlihat serius.


"Bunga... Bunga... kamu itu ada-ada sih." Rina baru tertawa. Tiba-tiba terdengar bunyi klason mobil.


Tit... Tit...


"Eh Bung, itu Aunty Aku, yuk cabut!"


"Eh." Bunga langsung menenteng ransel ungunya dan mereka berdiri secara bersamaan. Kemudian melangkahkan kaki untuk menuju mobil mewah berwarna kuning milik Aunty Rina.


"Rina." Sapa seorang wanita yang kira-kira umurnya 40 tahunan.


"Hai Aunty." Rina balas menyapa, sambil membuka pintu mobil.


"Dari jam berapa nungguin Aunty?"


"Baru sekitar 10 menitan Aunty." Jawab Rina datar, kali ini mereka sudah berada di dalam mobil. Aunty Rina hanya tersenyum, setelah itu mulai menjalankan mobilnya. Suasana menghening sejenak karena memang mereka lebih asyik memandangi kota tokyo yang terlihat indah.


Sesampainya di depan aparteman Aunty Rina, mereka turun dengan perasaan yang cukup bahagia. Kali ini mereka, akan benar-benar menikmati liburan yang panjang.


"Ayo masuk." Aunty mempersilahkan keduanya. Akan tetapi mereka malah membuntuti Aunty Rina dari belakang dan Aunty Rina segera membuka pintu apartemennya.


"Wah... Apartemen Aunty gede juga ya." Rina tampak kagum.


Sayangnya Aunty Rina hanya tinggal sendiri di apartemen yang cukup luas ini, di karenakan sampai kini Aunty Rina belum juga kunjung menikah bisa di bilang bener-bener wanita karier ya atau wanita lajang. Semuanya berawal, dari sebuah pernikahan yang gagal, Aunty Rina di tinggalkan begitu saja oleh lelaki yang tak bertanggung jawab. Sampai kini dia pun berjanji tidak akan pernah jatuh cinta lagi atau merasa ingin dekat dengan lelaki mana pun. Dia hanya bertekad untuk tidak ingin merasa kecewa kesekian kalinya.


"Ya kalian boleh ngapain saja di apartemen Aunty mau berenang? tuh ada kolam renang." Aunty Rina langsung duduk di sofa ruang tengahnya. "Rin.. Itu sahabat kamu? Kok enggak segera di perkenalkan sama Aunty sih."


"Eh.. Iyaya buruan Bung kenalin diri kamu." Rina memandang bunga yang masih terpaku. Bunga tersenyum ramah.


"Kenalin Aunty, Aku Bunga." Ujarnya pelan, sambil mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


"Panggil saja Aunty Jolie." Aunty menerima uluran tangan Bunga hanya berdurasi 5 menit mereka sudah mulai akrab.


__ADS_2