DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 6. Inisial R


__ADS_3

Seminggu berlalu


Bunga sudah hampir terbiasa dengan hari - harinya tanpa Reza. Dan pengirim misterius itu masih terus mengirimkan kado-kado specialnya. Hal itu membuatnya semakin penasaran, siapa sebenarnya pengirim itu?


Seperti apa wajahnya? Pernahkah dia bertemu?


Hari ini sepertinya dia sendirian, Rina sahabatnya izin tidak masuk sekolah.


Bukan karena dia kurang supel dalam


bergaul. Akan tetapi dia hanya menganggap temen satu kelasnya hanya sebagai orang yang di kenal saja tak lebih dari seorang teman.


Ketika jam istirahat tiba. Dia iseng berjalan-jalan ke taman belakang sekolah  Dia pernah berada di sini bersama Reza


Lalu dia berpikir kalau kebersamaannya sama Reza itu terlalu singkat. Di taman itu


Tersimpan berbagai macam keindahannya, siapapun bisa menikmati, yang bisa di bilang sejuk kalau ngeliatnya. Desainnya sudah kayak musim semi di negeri sakura. Bayangkan saja bagaimana suasana seperti itu. Ada kenangan di sini.


'Ah udahlah itu masa lalu.' dalam hatinya terus membatin.


Dia duduk di sebuah kursi berwarna merah.


tepat di pinggir kolam kecil itu. Sambil sesekali melempar dedaunan ke dalam kolam. Tanpa dia sadari seorang cowok datang menghampirinya. Cowok itu memiliki tubuh yang terkatagori Atletis. Rambutnya asli pirang tanpa polesan semir. Dia memiliki bola mata berwarna biru muda seperti artis manca negara. Ya wajahnya itu handsome. Senyumnya itu memikat. 


"Ekhem!' Tiba-tiba dia berdehem.


Bunga kaget dan langsung menoleh, dia kenal cowok itu. ya dia Satria cowok yang saat ini menjadi idola di sekolahnya.


"Boleh duduk ngak?" Tanya nya pelan.


Bunga tak menjawab dia hanya memberi isyarat saja, mengangguk yang artinya boleh. Kemudian itu cowok duduk.


"Aku mau tanya sesuatu." Satria memandangnya.


"Boleh." Bunga tampaknya tak banyak merespon.

__ADS_1


"Pernah jatuh cinta ngak?" Tanya nya pelan.


Bunga terkejut, 'Aneh banget ni cowok belum aja kenal deket, uda nanyaiin jatuh cinta segala.' batinnya.


"Sorry kalau pertanyaanku lancang."


"Eeem." Bunga masih mikir, sepertinya dia masih ragu mau jawab. 


Satria kemudian tersenyum. Bunga tak sengaja menatapnya. 


'Yaaah gila itu senyuman apa gula? Pantesan aja Rina ampe kayak orang mabuk kalau liat ni cowok.' pikirnya dalam hati.


"Mungkin kamu pikir Aku ini cowok teraneh tiba-tiba tanya soal pribadi orang, tapi jujur Aku merasa deket banget sama kamu."


'What, ni cowok baik-baik ajakan?' dia masih ngedumel dalam hati.


"Kalau boleh jujur sebenernya Aku udah lama banget SUKA sama kamu, sejak pertama kali Aku ngeliat kamu di depan pintu gerbang waktu itu." Ungkapnya.


Dada Bunga tiba-tiba bergetar sangat kencang seperti genderang yang mau perang, Dia mendadak kayak orang kena penyakit stroke yaa jelaslah siapa juga sih yang ngak shock tiba-tiba ada cowok terganteng di sekolah ini, yang secara blak-blakan bilang suka. Liat jarang, Jadi terasa anehkan? Memang sih terkadang cinta ngak bilang kalau mau numpang dihati, eh nyelonong masuk aja.


Alangkah tambah shocknya dia. 'Jadi selama ini pengirim dengan inisial R itu adalah dia? Sekarang dia baru tahu kalau prasangka cintanya sudah salah memvonis seseorang.


"Dan soal inisial R itu adalah nama depanku, lengkapnya RIO SATRIA PRATAMA. Dan setelah mendengar ini semoga kamu ngerti, besok jam 08.00 pagi Aku harus berangkat ke Jepang Aku mau lanjutin study ku di sana


I LOVE YOU Bunga jangan lupa bahagia hari ini." Lanjutnya lagi Satria langsung beranjak dari kursi merahnya. Dia akan pergi tak menunggu jawaban. 


"Permisi Aku harus pergi." Ujarnya lagi.


Entah mengapa perasaan Bunga saat itu tak menentu. Bibirnya kelu untuk berucap, Satriapun meninggalkannya. 'Apa aku bermimpi?' tanya bunga dalam hati kecilnya. Dia mencubit sendiri lengan tangannya.


"Hai Bung bangun!" Gugahnya pelan. "Aduh sakit!" Dia meringis sendiri karena ulah konyolnya. Sambil mengusap pergelangan tangan nya sendiri.


Sepanjang waktu sekolah dia jadi kepikiran Satria sedikit lupa sama si Reza. Dia harus jawab apa? Oke perasaan Satria itu benar-benar jelas bahwa cowok itu mencintainya.


Tapi? 

__ADS_1


Bagaimana harapan kecilnya pada si Reza.


Haruskah dia move on? Dan menerima Satria? Pertanyaan itu bertubi-tubi memaksanya untuk menjawab.


SEPULANG SEKOLAH.


Dia berniat menceritakan hal ini pada Rina sahabatnya semoga Rina bisa membantunya memutuskan permasalahan ini. Dia mampir kerumah Rina. Tapi sepertinya suasana sepi, Rina tak ada di rumah. Namun tiba-tiba dia di kejutkan oleh kedatangan security di rumah Rina.


"Maaf Om Rina nya ada?" Tanyanya.


"Ooh maaf dek nona Rina baru saja pergi."


"Oke makasih Om nanti tolong kasih tahu dia Bunga kesini ya Om." Diapun berjalan pulang.


***


Keesokan harinya. Tepat Pada hari minggu, sudah jam 07.10 pagi. Bunga terperanjat hari ini dia akan pergi ke bandara untuk menemui Satria. Akankah kejadian tempo lalu akan terulang kembali? Bunga segera mencari taksi. Ya dia tak punya supir pribadi. Dan itu berlaku pada dirinya bukan karena tak mampu untuk memperkerjakan pegawai di rumahnya. Tapi Bunga memang tak ingin, 


Karena dia mempunyai pribadi yang mandiri dalam hal seperti ini. Walaupun di bilang kaya raya tapi dia dan mamanya hidup sederhana. Tentu saja papanya meninggalkan mereka berdua kekayaan yang hampir mencapai triliunan rupiah.


Dari hasil pertambangan batu bara di kota itu. Tapi kemudian perusahaan itu di jual oleh mamanya sebulan setelah papanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas tempo itu.


Papanya hanya berprofesi sebagai seorang dokter ahli dalam. Perusahaan itupun hanya penghasilan sampingan tapi sungguh tak terduga usaha itu berkembang pesat. Karena biar bagaimanapun dia sangat mencintai profesinya sebagai seorang dokter.


Jam 07:30 wib


Dia sudah naik taksi dan turun tepat di depan bandara. Dia melihat ke sekeliling ruangan tapi sedihnya dia tak menemukan Satria. Kemudian dia bertanya pada security di bandara itu, security mengatakan bahwa 1 menit lagi pesawat jurusan jepang akan berangkat. Dan tentu saja penumpang sudah berada di dalam kabin pesawat. Tak selang beberapa menit pesawat jurusan jepangpun berangkat. Dia menghela nafas panjang ternyata kali ini dia terlambat lagi. Dia menyesal karena mengulang kesalahan yang sama. Dia sedih dan tak percaya dia menutup wajah cantiknya dengan kedua tangannya. Dia menangis. 


"Bung." Tiba-tiba seseorang menyebut nama nya dan menyentuh pundaknya. Seperti mimpi dia mendengar suara khas dari cowok itu. Dia berbalik arah dan kemudian spontan memeluk tubuh cowok di depannya dengan sigap. Dia tak berkata apapun.


Awalnya Satria tak percaya dengan keadaan ini namun di relung hatinya yang paling dalam dia juga sangat berharap bisa berada di dalam dekapan halal cewek yang di cintainya ini.


"Kamu tau, hal yang paling menyakitkan adalah di tinggal pergi tanpa kabar, tanpa kepastian, itu sakit banget seperti luka yang tak berdarah. Setelah ku pikir-pikir ternyata aku memang butuh cinta."


Itu karena dia tidak ingin kecewa untuk kedua kalinya. Satria kemudian tersenyum dan melepaskan dekapan itu.

__ADS_1


"Aku janji setelah studyku selesai Aku akan datang kerumah kamu dan melamar kamu. Pegang janjiku." Cowok itu memandang nya. "Dan satu hal lagi Aku akan selalu ada buat kamu, jadi sekarang kamu harus senyum ya." Satria melanjutkan ucapannya sambil menghapus lembut air mata yang jatuh di pipi Bunga. Dan satria benar-benar sudah meyakinkannya. Dia akan tetap pergi ke jepang. Tapi demi bunga dia rela membatalkan keberangkatannya tadi.


__ADS_2