DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 20. Permintaan


__ADS_3

Malam kini menyapa dengan aura gelap gulitanya, angin pun berhembus sangat dingin. Jam sudah menunjukan pukul 22:00 am. Itu pastinya sudah terbilang sedikit larut. Rio berjalan memasuki ruang tengah di rumahnya. Dan di situ Mommy serta Daddy nya sudah menunggu.


"Rio." Sebut Daddy nya pelan. Rio menoleh saja.


"Apa kamu lelah hari ini? Daddy ingin membicarakan hal penting kepadamu." Ujarnya lagi. Rio tak menjawab, dia hanya berjalan kearah mereka yang sedang duduk.


"Silahkan Daddy." Jawabnya datar.


"Baiklah... Duduklah dulu sebentar." Daddy memperhatikannya. Rio pun duduk menghadap mereka berdua.


"Rio bukankah kamu tahu, bahwa perusahaan kita sekarang semakin berkembang pesat. Sepertinya Daddy ingin beristirahat ataupun pensiun, Daddy tidak muda lagi sekarang tubuh Daddy lebih sering sakit-sakitan."


"Ya Daddy. Jadi apa keinginan Daddy lagi?"


"Daddy ingin kamu segera menikah." Jawab Daddy nya pelan. Rio terkejut mendengarnya.


"Kamu akan menuruti perintah Daddy kan Rio? Daddy juga tahu bahwa umur mu baru menginjak 20 tahun." Rio masih membisu. "Atau kamu merasa keberatan Rio?" Kali ini Mommy nya yang bertanya.


"Tidak!" Hanya itu jawaban dari mulut Rio.


"Baiklah kami akan menunggu untuk melamarkanmu."


"Ya, Rio setuju. Apakah pembicaraan kita sudah selesai Dad, Mom?" Kedua orang tua itu mengangguk. Dan Rio langsung permisi untuk masuk kedalam kamarnya. Sesampainya di kamar, dia segera melepas jasnya dan setelah itu membersihkan diri untuk tidur. 


Pagi itu seperti biasa, Rio telah berada di ruang kantornya. kali ini dia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya, dia bingung


ya bingung sekali, bagaimana mungkin dia bisa menyanggupi permintaan kedua orang tuanya itu.


sementara sampai saat ini, belum pernah ada satu wanita yang dekat dengannya. Melihat bos nya yang sejak tadi tampak gelisah, Asisten pribadinya mencoba untuk bertanya.


"Tuan." Ucapnya pelan. Rio hanya menoleh.


"Apa yang sedang Tuan pikirkan? sepertinya dari tadi Tuan begitu gelisah? maaf Tuan jika pertanyaan saya ini sangat lancang."


"Tidak apa Benikno, Saya hanya sedang memikirkan sesuatu." Rio menghentikan pembicaraannya sejenak.


Suasana kemudian menghening.


Benikno sebagai asisten pribadinya di buat sempat bingung dengan tingkah aneh bos nya itu. Apakah bosnya sedang galau. 'Aih seandainya Anda bisa jujur saja apa yang sedang Anda rasakan tuan pasti saya akan membantu.' Batin Benikno dalam hati.


"Benikno."


"Iya tuan."


"Apakah di dalam pernikahan di butuhkan cinta atau hanya sekedar teman hidup? Atau formalitas saja?"


"Tentu saja, cinta yang harus di butuhkan Tuan." Jawab Benikno pelan. 


Rio tersenyum


"Apakah menurutmu cinta itu perlu di dalam pernikahan?"


"Ya tentu saja tuanku."


"Terimakasih atas jawaban mu." Jawab Rio pada akhirnya, pandangannya menerawang jauh.


"Apakah tuan punya rencana ingin menikah?" tanya benikno memberanikan diri.


"Tentu saja."


"Wah... Itu kabar yang bagus tuan. Apakah Tuan juga telah menemukan seorang gadis yang cocok dengan kriteria tuan?"


Rio menggeleng.

__ADS_1


Benikno semakin bingung di buatnya.


"Maaf tuan, apakah saya perlu memilihkan wanita yang cocok untuk menjadi pendamping hidup Anda tuan?"


Rio belum menjawab dia hanya terdiam sejenak.


Dia berpikir begitu banyak wanita cantik di sekelilingnya namun kenapa dia tidak begitu tertarik.


"Aku selalu berpikir bahwa Aku tak begitu mempercayai mereka tapi kali ini mendesak, Daddy ingin agar aku segera menikah."


Asisten Benikno tak dapat mengatakan apapun, ini sangat rumit, dia hanya belum siap jika pilihannya salah.


"Eum..... Apakah hadiah ku kemaralrn sudah kamu kirimkan buat wanita itu benikno?" tanya Rio tiba-tiba.


"Sudah tuan, wanita itu sangat senang dengan pemberian hadiah itu."


"Oh... Apakah kamu juga masih menyimpan nomor kontaknya?"


"Sepertinya masih tuan!"


"Periksa lah dulu ponsel mu? Itu bisa lebih membuatku percaya."


Benikno segera memeriksa ponselnya.


"Bagaimana benikno apakah kamu menemukannya?"


"Iya tuan."


"Aku jadi penasaran, siapa wanita itu? apakah dia seumuran denganku? masih lajang? atau sudah menikah? bisakah kamu memberitahuku Benikno, ku rasa Aku sangat berhutang budi dengannya."


Benikno langsung tersenyum tipis. 


"Kenapa kamu tersenyum Benikno? apa yang salah?" tanyanya heran.


"Hei Benikno apa maksudmu! apa kamu ingin tamparanku, kamu berani mengejekku ya!!" Mata Rio tetiba melotot. "Berani sekali kamu mengatakan itu padaku!"


"Maaf Tuan, Saya hanya bercanda." Mohon nya pelan. 


Suasana sunyi. Rio tak lagi menggrubis ejekan Benikno padanya, menurutnya itu tidak terlalu penting.


"Baiklah Tuan, Saya akan memberi tahu Anda bahwa wanita itu seorang dokter, dia hidup menjanda, beberapa tahun yang lalu suaminya meninggal karena kecelakaan, dia memiliki seorang anak gadis yang cantik tuan."


"Hanya itu saja yang kamu tahu?"


"Ya."


"Sekarang beritahu pada wanita itu bahwa Aku akan segera melamar anaknya!"


"Tuan, apakah tuan serius?"


"Tentu saja! Lagi pula aku berhutang budi padanya kan!"


"Tapi tuan, apakah tuan tidak akan memastikannya dulu, bahwa gadis itu layak untuk tuan?"


"Benikno Aku tidak ingin mengulur-ngulur waktuku lebih lama, Aku hanya berkepentingan menikah, dan Aku juga tidak perduli jika gadis itu jelek atau apalah."


Benikno menjadi tersenyum tipis, mendengar penuturan dari bos nya.


"Siap tuan." Benikno langsung keluar dari ruangan sebentar.


Beberapa menit kemudian


"Saya telah mengatur semuanya tuan." Asisten itu tersenyum

__ADS_1


"Apa respon wanita itu?"


"Dia akan membicarakan terlebih dahulu dengan puteri semata wayang nya."


"Oh... Apakah itu berarti dia akan menolakku?"


"Tidak tuan, yang perlu Tuan lakukan adalah bersabar."


"Hem baiklah." Rio cuma mengangguk.


Sementara itu di rumah Aunty jolie. Mereka sedang duduk bersantai di ruang tengah milik Aunty Jolie. Sambil menikmati berbagai macam snack yang mereka beli ketika pulang dari berjalan-jalan. Mereka juga menonton televisi.


Dan bercerita tentang banyak hal, termasuk pertemuan mereka dengan lelaki angkuh itu.


"Aunty tadi pas kita pulang dari kantornya Aunty, ada orang yang enggakgak sengaja nabrak mobil Aunty." Rina membuka pembicaraan.


"Terus?"


"Ya kita di kasi uang sama dia?"


"Berapa?"


"Lima juta Aunty."


"Kok banyak banget."


"Tau tuh, udah kelebihan duit kali tu orang!"


Aunty Jolie tertawa. "Emang siapa tu orang?"


"Yaah... mungkin Aunty kenal aja sama tu orang tapi kita enggak tahu ya bung namanya." Rina memperhatikan bunga.


"Iya sih Aunty, mungkin temen Aunty." Bunga juga ikut tersenyum.


"Siapa? ciri-cirinya gimana coba?"


"Cakep!"


"Putih!"


"Tinggi atletis!"


"Punya tahi lalat di bawah bibirnya!"


"Terus dia punya mobil sport warna item!"


"What!! Itu Pak Rio."


Aunty jolie mendadak kaget.


"Aunty beneran kenal?"


"Iya,, dia itu bos di tempat kerjanya Aunty. Kok bisa sih,, kalian ketemu pak Rio?"


"Hehee mungkin jodoh untuk sahabat Rina Aunty."


"Maksud kamu?"


"Yaa... berdoa aja, moga dia bakalan jadi jodoh kamu bung."


"Ogah ah Rin, walaupun mukanya percis Satria tapi Aku kurang suka apa lagi dia orangnya angkuh!"


Rina menertawainya. Dia berharap banget sahabatnya itu segera move on dari Satria tunangannya yang gagal. Dan menemukan cintanya kembali. Tapi takdir siapa yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2