DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 71. Masa Lalu Via


__ADS_3

Di rumah kediaman Tuan Xen Zhin.


Setelah beberapa menit sampai di rumah, Via segera menuju toilet, ia bermaksud hendak mencuci wajahnya dan pergi tidur.


Di dalam toilet Via memandangi wajah cantiknya di depan washtafel, cermin itu menampakkan pantulan wajah putihnya. Yang sekarang ia rasakan adalah kesakitan, terkadang diapun merasa lelah untuk terus menatap kedepan demi menjalani hari- harinya. Lima menit kemudian, ia kembali ke dalam kamar. Sambil duduk mengelap air yang menempel pada wajahnya dengan kapas putih.


CEKLEK...


Tiba- tiba terdengar suara pintu di buka. Via menoleh ternyata Briyan yang datang, Lelaki itu hanya diam tak menyapa bahkan ia terus melangkah tanpa memperhatikan Via yang tengah duduk di depan meja rias. Sikap Briyan memang selalu terlihat dingin semenjak mereka menikah, Namun entah kenapa malam ini tak seperti biasanya. Via sangat kesal dan bertanya- tanya dalam batinnya. Di lihatnya Briyan sedang membaringkan tubuhnya di atas sprimbed. Via akhirnya beranjak bangun dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Briyan.


"Briyan." Panggil Via kalem, sambil duduk di tepi ranjang.


Pria itu tak menjawab, dia malah memejamkan kedua matanya dengan lelah.


"Briyan Aku memanggilmu, kenapa kamu tak juga menjawab?"


"Aku lelah Vi dan Aku ingin istirahat." Jawab Briyan pada akhirnya. Via seperti tak pernah menyerah untuk menggodanya. Ia tahu bahwa Briyan adalah lelaki yang normal, tidak terlepas dari kemungkinan jika Via terus memamerkan bentuk tubuh indah miliknya yang tampak seksi menggoda. Briyan pasti tidak akan menolaknya.


Ia sudah seperti wanita agresif 100%, Via bergerak meraba dada bidang milik Briyan yang masih terbungkus rapi oleh baju kaos yang Briyan kenakan.


"Via hentikan permainan gilamu ini ! Aku tidak akan pernah mau menyentuhmu lagi, anggap saja kejadian waktu itu hanya kesalahan." Briyan memberontak.


"Kenapa Briyan.'


"Tak bisakah kamu berhenti menggodaku? Briyan tampak kesal dia segera memalingkan pisisi tubuhnya kesamping.


Jika menyetah bukan Via namanya, dia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Briyan lalu memeluknya. Briyan berdengus kesal, bagaimana mungkin dia bisa bertemu perempuan seagresif ini. 'Ahh.. Jangan- jangan Via punya kelainan seksual.' Pikir Briyan dalam hati.


"Vi, tolong singkirkan tanganmu!" Bentak Briyan bernada tinggi.


"Tidak Briyan, tolong mengertilah perasaanku, Aku benar- benar merasa kesepian Briyan." Ucap Via lirih.

__ADS_1


"Jadi apa yang kamu mau?" Briyan masih bernada kesal dan ia juga tidak merubah posisinya sejak tadi.


"Temani Aku malam ini, Aku janji Aku akan memuaskan mu dan kamu juga harus percaya bahwa Aku tak akan pernah mengecewakan mu Briy."


"Kamu bilang kamu tak akan mengecewakan Aku tapi sayangnya kamu sudah mengecewakan Aku."


"Apa maksudmu Briy?"


Briyan tersenyum sinis, kemudian berpaling menatapnya.


"Katakan dengan jujur berapa lelaki yang pernah kamu tiduri?"


"Ah... Aku sama sekali tak mengerti maksudmu." Via balas tersenyum.


"Baiklah jika kamu tak ingin mengatakan nya dengan jujur, tidak masalah, Aku hanya merasa menikahi perempuan yang salah." Jawab Briyan pelan.


Via terpaku menatapnya, bagaimana mungkin Briyan akan bertanya tentang masalah pribadinya. Bukan kah itu suatu pertanyaan yang menyakitkan?


"Ketika janji suci mulai di ikrarkan, para suami menginginkan isterinya perawan di malam pertama dan itu adalah kejutan terindah. Nyatanya setelah ku coba memasukimu, Aku kecewa. Begitu mulusnya senjataku mendarat, tak ada hambatan yang membuatku berjuang. lelaki mana yang telah mendahuluiku, bukan kah ini suatu kesalahan? Kamu tak hanya tidur dengan satu pria tapi lebih Via.. Via berkaca lah di depan cermin, katakan bahwa dirimu begitu bodoh, yang lebih bodohnya lagi kamu mengharapkan Rio, lelaki pemilih itu. Jangankan untuk menjaga cinta sejati, menjaga keperawanan mu saja kamu tak mampu. Aku lelah dan Aku ingin tidur." Briyan berkata panjang lebar dan kemudian mengambil posisi untuk tidur.


FLASH BACK.


IN THE NEW YORK..


Saat itu malam pukul 21:00 am waktu kota new york. Sudah hampir 2 tahun ia tinggal di kota ini demi melanjutkan pendidikan nya. Ia mengambil jurusan Manajemen Bisnis dan itu adalah keinginan kedua orang tuanya. Sebenarbya ia jengah tinggal terlalu lama di kota ini, namun apa daya. Prinsip kedua orangtua nya bisa di katakan konsisten. Menurut Via pengekangan ini sangat menyakitkan.


Via lebih sering menghabiskan malam-malam nya di bar-bar. Tak perduli seberapa banyak sudah uang yang ia habiskan selama 2 tahun ini.


Kala itu malam sudah nampak larut, di luar sana pun hujan turun dengan derasnya.


Via duduk di sofa yang berada di ruang tengah apartemen nya. Tiba- tiba terdengar bunyi bel, ia bergegas membukakan pintu. Dan dia sudah bisa menebak siapa orang yang malam-malam datang berkunjung ke apartemen nya. Siapa lagi jika bukan Ukimaru. Lelaki yang ia kenal semasa SMA. Mereka sudah berpacaran lebih dari 5 tahun, sungguh waktu yang tidak sebentar tentunya.

__ADS_1


Padahal ketika itu Via telah di jodohkan dengan anak tertua seorang pengusaha yang sukses di kotanya. Dia adalah Rio Xen Zhin cowok tampan dengan segala pesonanya, namun Via menolaknya mentah- mentah. Dia hanya belum siap menjalani kehidupan berumah tangga.


"Bebi, masuklah." Ucap Via ketika pintu terbuka, Ukimaru masuk tanpa ragu- ragu. Mungkin karena telah menjadi kebiasaan mereka berduaan di sini.


Lelaki itu duduk di sofa. Via memandangi nya saja sambil menutup rapat pintu apartemen nya. Setelah itu menyusul ukimaru.


"Ada apa malam- malam datang ke apartemenku? Tanya Via pelan.


"Tentu saja Aku merindukanmu bebi." Jawab Ukimaru pelan. Via tersenyum mendengarnya.


"Bolehkah Aku menginap malam ini di apartemen mu?"


"Tak biasanya kamu seperti ini, ada apa? Via sedikit heran.


"Apakah tidak boleh, Aku bertingkah seperti sekarang."


"Tidak juga, namun Aku merasa sangat berbeda." posisi Via masih berdiri.


"Duduklah di sampingku." Ukimaru menepuk kecil sofa di sampingnya. Via menurutinya saja. "Bolehkah Aku minta sesuatu darimu? Ukimari bersuara serius, sehingga membuat perasaan Via gugup.


"Ap.. Apa itu ukimaru?"


"Diamlah, pejamkan saja matamu." perintah Ukimaru.


"Baiklah. Tapi tolong jangan membuatku gugup begini." Via perlahan memejamkan kedua matanya.


Beberapa detik kemudian, Ukimaru mengelus lembut kedua pipi putih Via.


"Tenanglah Aku tidak akan membuatmu ketakutan." Wajah Ukimaru perlahan mendekat sehingga terasa hangat.


Cuupp..

__ADS_1


Ukimaru menempelkan bibirnya di bibir Via.


Dan ini adalah pertama kali Ukimaru mencium nya.


__ADS_2