
Malam itu di ruang makan.
beberapa anggota keluarga Tuan Xen Zhin tampak antusias duduk mengelilingi meja berbentuk bulat memanjang. Meja itu terbuat dari kayu jati terbaik. Dan segala macam hidangan telah tersaji. Sementara di atas tangga sana, Bunga berjalan dengan langkah yang tergesa-gesa, dan Rio sudah berada di ruang makan sejak tadi.
Sesampai nya, Bunga melangkah lebih dekat, semua mata tertuju kepada nya.
"Bunga, apa yang ada di pikiran mu?" tanya Mommy kazumi tiba-tiba sambil mengkerutkan dahi, seperti ada yang aneh.
"Ma...maksud Mommy?" Bunga bertanya dengan nada tak mengerti.
Yang hadir di situ bukan hanya anggota keluarga Tuan Xen Zhin, namun keluarga Tuan Hisoka Isamu juga datang, menghadiri jamuan yang sudah di rencanakan sebelum kedatangan Tuan Xen Zhin.
Tuan Hisoka Isamu adalah Ayah dari Via Hana Isamu. Mereka berkunjung kemari bertujuan menjodohan kan Via dan Briyan. Tentu saja, adanya ikatan pernikahan semakin mempengaruhi perkembangan perusahaan yang mereka dirikan. Serta mempererat kekuatan.
"Rio, Isteri mu itu tampak memalukan sekali, apakah dia tidak memiliki baju yang lebih layak?" Mommy berkata sambil memandang Rio. Tak menjawab pertanyaan Bunga barusan.
Rio tersenyum.
"Mom, menurutmu, apakah pakaian itu tak pantas? Bunga terlihat lebih sederhana Mom."
"Begitu kah cara mu mengajarinya? Rio bukankah kita memiliki banyak uang? dan pastinya kita bisa memesan baju dari para desainer terkenal. Kenapa selera isteri mu sangat rendah sekali." Mommy menjelaskan, ia bernada sinis.
"Em...Bibi maaf jika Via menyela pembicaraan, Mungkin saja Bunga tidak mengenal fashion. Rio kamu perlu mengajari dan membelikan nya berbagai majalah." Tandas Via datar.
"Mungkin saja, paling tidaknya dia harus belajar, sekarang dia bukan lagi gadis biasa, dia telah menjadi seorang isteri dari pengusaha kaya." Mommy kazumi bersungut.
Semua orang terdiam termasuk Rio. Namun Rio segera bertindak Dia beranjak bangun dan berjalan mendekati sang isteri. Perempuan itu tampak menunduk, wajahnya memerah karena di permalukan oleh ibu mertua nya sendiri. Hati Bunga sangat sakit mendengar nya. Keluarga Xen Zhin ternyata sangat sinis, tak menghargai perasaan orang lain tak hanya Briyan saja yang memperlakukan nya demikian, akan tetapi sekarang ibu mertua nya.
Rio langsung menarik tangan Bunga dan membawanya naik kembali ke atas tangga menuju kamar mereka.
Di sepanjang jalan menuju ke kamar, Rio membisu, wajah tampan nya terlihat dingin serta kaku.
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka, Rio menarik tangan Bunga lebih kencang dan Perempuan itu terduduk di atas sprimbed.
"Apa yang kamu lakukan, Kamu sangat merendahkan harga diriku! Semua orang di meja makan mencemohkan ku seolah-olah Aku tak mengajarimu!"
"Maafkan Aku Rio."
"Sudah pasti Aku tidak memaafkan mu." Jawab Rio tegas. Dia mematung dengan tatapan tajam, mengawasi seperti pembunuh yang sedang memata-matai target nya.
"Aku enggak tahu, kalau keluarga kalian harus menggunakan barang-barang berkualitas." Ucap Bunga pelan, sejak tadi ia tahan air mata yang hendak menetes. Perasaan nya hancur berkeping-keping.
"Dimana kartu kredit yang ku berikan kepada mu! Apa kamu tak menggunakan nya? Aku memberimu kartu tanpa batas Bunga, kamu bisa berbelanja semaumu, sepuasnya dan ternyata kamu bodoh sekali!"
"Kenapa kamu jadi memarahiku Rio, bukan nya tadi kamu memujiku? mengatakan bahwa pakaianku sederhana, tapi sekarang kamu juga ikut memarahiku, Aku benci kamu Rio!" Bunga menjawab sambil meneteskan airmata. Dia tidak pernah berpikir jika Rio pun akan memperlakukan nya seperti ini.
"Aku tidak perduli, jika kamu menyakiti perasaan Mommy ku, berarti kamu juga menyakiti perasaan ku sekarang Aku tak mengizinkan mu untuk turun dan makan. Tetap di sini....!" Nada Rio semakin tinggi dan menanjak. Setelah itu dia pun keluar serta menutup pintu dengan keras.
BRAKKK.
Di luar sana, Rio berjalan dengan perasaan tak menentu. Entahlah apa yang ada di pikiran nya sekarang dia sudah berada di meja makan.
"Rio mana isterimu, Apa kamu sudah menyuruhnya menggunakan pakaian yang layak?" Tanya Mommy halus, setelah Rio mengambil posisi untuk duduk.
"Tidak Mom, Aku menyuruhnya untuk tetap di kamar saja." Jawab Rio pelan.
Suasana menghening sesaat.
Hati mereka berkata sesuai jalan pikiran mereka sendiri. Apa lagi Via, dia tersenyum penuh kemenangan sekarang, tentu saja mulut pedas dari Nyonya kazumi akan membuat Bunga kepanasan.
'Ah, ternyata tidak begitu sulit untuk menyingkirkan mu Bunga, Kamu akan menderita di sini. Nyonya Kazumi pasti akan menyiksamu sangat kejam.' Batin Via dalam hati sambil memperbaikin posisi duduknya.
"Ehem, Baiklah lupakan apa yang telah terjadi, Aku akan berusaha mengajari menantu bodoh itu. Ayo silahkan di nikmati jamuan nya Tuan Hisoka Isamu." Ucap Nyonya Kazumi sembari menundukan wajah termahalnya.
"Ya, terima kasih Nyonya Kazumi." Jawab Tuan Hisoka tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama."
"Briyan Xen Zhin, kenapa sejak tadi wajah mu murung? Apa kamu tidak berselera makan?" Tanya Tuan Hisoka kepada calon menantunya tiba-tiba, karena di lihatnya Briyan duduk berekspresi sedih.
Briyan langsung tersenyum.
"Tidak Paman, Aku hanya merasa sedikit tidak enak badan, dan memang akhir-akhir ini, selera makan ku agak menurun, sepertinya Aku harus memeriksa diri ke dokter." Jawab Briyan datar.
Briyan memang tak memiliki selera makan, setelah mendengar keputusan Nyonya Kazumi tentang perjodohan nya dengan si mata sipit Via. Dia mengaku sendiri bahwa sebenarnya Briyan tak menyukai Via. Menurut Briyan itu adalah keputusan yang sangat sial, dia benci nama nya perjodohan. Kenapa Mommy Kazumi tidak memberikan nya kebebasan untuk menikahi wanita yang dia inginkan. Dia juga merasa iri, Rio terlalu di sanjung-sanjung dan di izinkan menikah dengan gadis yang Rio pilih sendiri.
"Ya, Kamu harus cepat-cepat ke dokter Briyan, Dokter bisa memberimu Vitamin. Aku tak ingin sakitmu bertambah parah." Sambung Via penuh perhatiaan. Gadis itu tersenyum sinis.
"Baik Vi, akan ku lakukan seperti saran mu." Briyan menjawab.
Keadaan sunyi dari pembicaraan, yang terdengar hanya bunyi sendok menyentuh piring.
Mereka mulai menikmati makanan.
"Oh iya Tuan Hikosi, apa sebaiknya kita jangan mengadakan acara pertunangan?" Nyonya kazumi mulai angkat bicara lagi.
"Maksud Nyonya?"
"Kita Percepat saja acara pernikahan ini, mungkin lebih baik, bukan begitu Nyonya Hinata." Kali ini pernyataan Nyonya Kazumi berarah pada Nyonya Hinata, ibu Via.
"Betul Nyonya Kazumi, Aku setuju akan pendapat mu."
Semua para orangtua mengangguk.
"Uhuk....Uhuk...."
Briyan langsung tersedak-sedak mendengarnya, makanan yang ada di dalam mulut Briyan berhasil menolak.
"Briy, kamu tak apa-apa? ini minumlah...." Tuan Xen Zhin yang kebetulan berada di dekat Briyan segera memberikan Briyan segelas air minum. Briyan menerimanya.
__ADS_1