DI NIKAHI BOS TAMPAN

DI NIKAHI BOS TAMPAN
Bab. 10. Kuliah


__ADS_3

Jam mata pelajaran bu Dina sudah berakhir Bunga dan Rina langsung beranjak keluar,


terlihat Alfin sedang berdiri terpaku di tiang bendera. Bu Dina menghampirinya.


Dan setelah itu pergi berlalu dari pandangan mereka. Buru-buru kedua gadis itu mendekati Alfin. Alfin hanya tersenyum.


"Wah wah udah kayak security aja kamu di situ fin!" Rina nyeletuk memandangnya lucu.


"Yaa bagus dong siap banget kalau bisa jadi security di rumahnya Nona cantik." Senyumnya menggoda.


"Ya elah!" Rina mengejek. "Sempet banget nge_bela diri kek gitu udah jelas-jelas malu karena dihukum!" Rina terkekek menertawai nya. Reaksi bunga hanya tersenyum denger pembicaraan mereka.


"Oh ya tadi kan kamu mau tanya sesuatu sama Aku kan Bung, Jadi enggak nih?" Alfin mengalihkan pembicaraan.


"Jadi sih tapi kayaknya lain kali aja Fin, sorry banget!" Bunga tampak menatapnya.


"Ini nih sifatnya si Bunga cakep banget udah jelas-jelas si Alfin sampe di hukum gara-gara kepikiran sama pertanyaan dia, eeh langsung di batalin. Enggak ngehargai banget sih kamu Bung." Rina belain Alfin. Seolah tahu bahwa Alfin dari tadi mikirin sesuatu yang mau di tanyaiin ke dia.


Bunga hanya meresponnya dengan isyarat peace di kedua jarinya.


"Ya udah kalau gitu enggak apa kok, biasa aja kali." Jawab Alfin kemudian. Sebenarnya dia merasa kecewa tapi si bunga enggak ngerti. Sejak saat itu mungkin perasaan Alfin mulai berbeda. Tiap kali di kelas dia hampir enggak pernah absen mandangin si Bunga. Iyalah Bunga itu cantik dan dia punya beribu pesona. Itu di karenakan dia juga memiliki daya tarik tersendiri. Jadinya kayak primadona kelas kali ya? enggak tahu juga deh rata-rata yang suka sama dia pasti mukanya cakep-cakep.


***


Kegiatan di sekolah udah berlalu


Mereka pulang kerumah masing-masing. Bunga sampai dirumahnya, wajahnya sedikit lelah dan tentu saja dia memiliki seorang ibu yang sangat ramah padanya. Selama ini mama nya telah menjadi ibu yang baik, penuh semangat. Tak pernah mengeluh, dan sesulit apapun keadaan atau ada beribu masalah yang datang mendera mereka. Akan tetapi Mamanya selalu memperlihatkan senyum ketulusannya. Dan itulah alasannya kenapa bunga sangat-sangat menyayangi wanita itu.


"Eh kesayangan Mama udah pulang ya?" Tanyanya pelan.


"Iya ma." Jawabnya dia berjalan mendekati Mama kemudian bersalam, sambil mencium tangannya.


"Ayo makan dulu." Ajaknya lagi. Sambil berjalan menuju ruang makan dan bunga membuntutinya dari belakang. Hanya beberapa menit saja mereka sudah menyelesaikan makan sore itu.


Setelah itu Mama mengeluarkan sebuah amplop berwarna merah, Mama mengatakan amplop itu Mama temukan di depan Rumah, tepatnya di bawah pintu gerbang. Dan itu tentunya buat dia.


Bunga masih bingung namun akhirnya dia buka juga isi Amplop itu.


Dan ternyata sebuah surat :


Hai pujaanku


Bayanganmu


Yang selalu menyertaiku


Senyummu tak mampu lagi ku tahan


Tuk tak lagi tersipu malu


Mengagumimu melewati pikiranku

__ADS_1


Aku memang buka pujangga cinta


Bukan pula seorang yang mahir membuat puisi cinta


Aku hanya manusia biasa


Manusia yang hanya tergoda oleh cinta


Cinta yang ada di ujung sana


Bukan dia menantiku di sana


Tapi mata dan hati ini


Seolah untuk mengajakku kesana


Tak mampu lagi


Kaki ini menahan


Untuk terdiam di tempatnya


Tali cinta ini telah


Menghubungkanku dengan dirimu


Di sana


Langkah yang terpijak


Aku telah bertemu


Dengan pujaanku


Dan aku selalu berharap


Di dalam hati kecil ku


Bahwa engkau kan menerima


Sebentuk Rinduku


Yang begitu sulit tuk


Ku ungkap


Dan begitu dalam


Ku rasa


Semoga engkau juga

__ADS_1


Mengerti dengan perasaan cintaku ini.


Serta bermimpi lah


Ketika angin malam menyapa mu dalam diam


Ttd : Orang yang Mencintaimu


Setelah membacanya bunga tersenyum tak percaya. ini sangat lucu, mama jadi penasaran juga.


"Surat apa sih Bung? Kok kayaknya kamu serius amat bacanya?" tanya mama nya penasaran.


"Ini loh Ma isinya puisi."


"Wah pengagum rahasia lagi ya."


"Enggak kok ma, mungkin seseorang itu lagi salah kirim, lagian siapa juga sih Ma yang jadi pengagum rahasia bunga." Gerutunya


Dia tak begitu meresponnya.


Mama nya tersenyum, 


"Kalau gitu bunga mandi dulu ya ma, udah gerah bangets." Dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mungilnya.


Terkadang perasaan cinta itu tak seindah kembang di taman. Ya sudah hampir beberapa hari ini, Satria tak pernah lagi memberinya kabar. Sedikit tak mengerti dengan keadaan, itu di karenakan dia mulai sedikit demi sedikit menyukai cowok itu. Tapi lagi-lagi sepertinya kandas. Tak ada kabar, nomor tak pernah aktif lagi, seperti kehilangan jejak. Bahkan dia sampai nekat mendatangi rumah Satria.Tapi ternyata hasilnya mengejutkan rumah itu sudah di jual dan ketika dia mengecek di tiap Restoran Papinya Satria, karyawannya bilang bahwa mereka ke luar negeri.


Dia simpan sendiri perasaan galau nya.


Berharap semuanya tak berakhir sia-sia.


hanya satu impian cintanya.


dia ingin hidup bahagia seperti di cerita-cerita dongeng. Tapi nyatanya dia tak bahagia saat ini


ataukah mungkin dia menyesal karena mengenal


cinta? Bunga menghela nafas kecil.


kemudian pergi mandi.


***


Hari itu.  Adalah hari terakhirnya sekolah.


karena sekolahnya telah melaksanakan ujian.


dan tentu dia sudah punya cita-cita. Setelah lulus sekolah bunga berniat akan melanjutkan study nya di luar negeri tepatnya di jepang.


Siapa yang tak tahu Le Cordon Bleu? Bagi  yang sangat mencintai dunia kuliner pasti tahu tentang universitas khusus masak-memasak yang telah mencetak chef-chef terkenal yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kampus Le Cordon Bleu berpusat di Paris, Prancis namun gak perlu jauh-jauhlah ke Paris karena Le Cordon Bleu juga udah ada di negara benua Asia seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Australia dan yang lebih terbaru lagiada di Malaysia.


Pilihan konsentrasi jurusan juga bisa di pilih, yaitu Cuisine atau Patisserie. Waktu untuk menempuh pendidikan di Le Cordon Bleu memakan waktu hingga 9 bulan dan ditambah 6 bulan untuk magang khusus di Australia. Ada tiga tingkatan yang harus di tempuh, basic - intermediate - superior. Dan juga akan diajari teknik memasak mulai dari teknik dasar sampai teknik yang rumit. Biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa bersekolah di kampus favorit ini sekitar US$ 33,000 atau Rp 330 juta per 15 bulan (Le Cordon Bleu Australia).

__ADS_1


Bagi yang ingin belajar menjadi foodpreneur, Le Cordon Bleu juga menghadirkan jurusan bisnis khusus bidang kuliner. Dia ingin mempunyai bisnis sendiri. Dan tentunya menjadi seorang cheff terhandallah. Itulah sebagian harapan dan mimpinya. Dia hanya berharap jika Tuhan berkehendak lain, dia bisa apa? Dia seakan merasakan kebahagiaan nya sendiri. 


__ADS_2