
Satu hari di Tokyo. Saat itu jepang sedang memasuki musim gugur. HANAMI bunga sakura di musim semi, sudah sangat terkenal di jepang. Namun, Party is not over yet !
Jepang juga terkenal dengan panorama musim gugur atau momiji. Yang tidak kalah keren dan spektakuler. Beda nya kalau hanami itu hanya berlangsung satu atau maksimalnya dua minggu.
Sementara MOMIJI bisa di nikmati selama dua bulan. ( Widiw seneng dong ) Dedaunan di musim gugur, sudah mulai berubah warna, sejak pertengahan oktober. Seluruh dedaunan menggugurkan diri atau meninggalkan tangkai di pertengahan bulan desember, Saat itu udara turun secara dratis.
Bunga menampak kan senyum lebar pada bibir merah delima milik nya. Dia sangat menikmati pemandangan sore yang indah ini, berdiri tegap sambil menyandarkan tubuh nya pada sisi jembatan yang terbuat dari bambu. Hampir 2 jam dia menghabiskan waktu nya untuk sekedar menikmati pemandangan di taman kastil osaka.
Tiba-tiba datang seseorang menyodorkan sebotol air mineral kepada nya. Dia menoleh.
"Ambil ini, bukan kah kamu sangat haus sayang?" Ucap Rio Xen Zhin datar.
Bunga perhatikan setiap inci wajah tampan nya, Wajah Rio Xen Zhin sudah pasti tidak memiliki kecacatan.
"Terima kasih." Jawab nya singkat, sambil mengambil botol air mineral dari tangan Rio.
"Apa kamu sangat menikmati pemandangan momiji di sini?"
"Ya, Aku sangat menikmati."
Bunga meneguk air mineral itu, haus yang ia rasakan sejak tadi seolah menghilang tanpa jejak. Rio Xen Xhin cuma tersenyum sembari mengelap keringat di wajah tampan nya. Posisi Rio Xen Zhin sedang duduk nyaman di atas sedel sepeda.
"Ayo naik, taman ini masih belum kita jelajahi seluruhnya." Ajak Rio pelan, masih menatap kearah sang isteri.
__ADS_1
Dan kemudian menepuk - nepuk besi sepeda, memerintahkan agar Bunga segera duduk di depannya. Bunga merespon perintah Rio Xen Zhin dengan baik, dia pun memalingkan badan, mulai melangkah mendekati Rio.
Dengan senang hati Rio membuka tangan nya, untuk memberi kebebasan Bunga naik. Hanya beberapa detik bunga sudah naik, Rio Xen Zhin mengayuh pelan sepeda nya. Mereka saling terbuka, bercerita banyak hal sambil memandangi setiap sisi taman indah itu, daun-daun berguguran, berwarna warni yang semakin menambah keindahan. Angin berhembus menampar kulit halus mereka.
Bunga merasa senang. Sebelum nya dia tidak pernah merasakan segembira ini. Mungkin kah bayangan Satria akan ikut menghilang juga? Ya, ibarat seperti senyuman yang tergaris begitu saja. Detak naik turun jantung nya pun seolah menyetujui, apa yang ia rasakan sekarang.
Lama mereka berjalan - jalan, sampai pada akhir nya harus pulang.
10 menit kemudian.
Mobil putih merk Lamborgenie yang Rio Xen Zhin miliki, tampak memasuki perkarangan rumah tinggi, bak istana itu. Lelaki dengan tinggi tubuh layaknya orang indonesia kini terlihat turun, sambil membuka kan pintu untuk sang Isteri. Rio menggandeng tangan Bunga, melangkah kan kaki secara bersamaan, menaiki tangga satu persatu.
Mungkin, mereka baru saja saling mengenal satu minggu yang lalu, itu pun masih dalam proses pernikahan tapi, Rio merasa hari - hari nya indah, bahkan ia tidak ingin berpisah sedetik pun dengan Bunga. Apakah ini artinya dia mulai merasakan jatuh cinta? Entah lah biarkan waktu yang memberikan jawaban.
KREEEEEERKKK
Pintu terbuka lebar, so pasti bukan dia yang membuka. Tapi di depan pintu itu sudah berdiri beberapa pelayan untuk menyambut kedatangan nya. Mereka menunduk kan kepala memberi hormat untuk Tuan dan Nona baru mereka.
"Konbanwa ( Selamat malam Tuan )." Sapa mereka bersamaan.
"Yoru mo ( malam juga )." Jawab Rio Xen Zhin singkat, padat dan jelas. Sementara Bunga hanya tersenyum menatap mereka satu persatu.
Bunga itu orang nya ramah banget sampe tanaman-tanaman di jalan juga di sapa, tapi dia bukan orang gila ya. Hehe cuma kelewat ramah aja sih. Di kejauhan nampak seorang gadis berumur 20 tahun, Sedang berdiri, sembari tersenyum ala model papan atas dan di sebelah nya ada Briyan. Adik Rio Xen Zhin, gadis itu berjalan mendekati Rio Xen Zhin.
__ADS_1
"Hai Rio, apa kabar?"
Dia langsung saja memeluk lelaki tinggi itu dengan manja nya. Seolah tidak menyadari kehadiran orang baru di situ.
Bunga menjadi salah tingkah sendiri. 'Siapa sih perempuan ini, ngak ngeliat ada aku apa? Aku yang berdiri segede ini, masa iya cuma di anggap patung doang huff. Biar gini-gini tapi Aku kan isteri sah nya Rio.' Batin Bunga dalam hati.
"Baik Vi."
Rio menjawab sambil menepis tangan Via pelan. Dia hanya tidak suka, di perlakukan begini dengan seorang perempuan yang ngak ada hubungan erat dengan diri nya. Via Hana, adalah teman Rio sewaktu kecil, mereka selalu menghabis kan waktu bermain bersama, kebetulan juga Papa Via Hana seorang rekan bisnis Daddy nya Rio. Bisa di bilang hubungan mereka sangat dekat, namun dekat itu tak berarti mereka berpacaran.
Bisa di bilang Rio tidak banyak memiliki teman di waktu kecil, dari dulu pribadi nya terlihat dingin, akan tetapi dia sangat baik orang nya. Rio Xen Zhin juga seorang yang Dermawan.
"Aku baru saja datang dari new york dan Briyan yang jemput, sekalian aja singgah kesini, soalnya Aku kangen banget sama Aunty Kazumi sama Kamu juga Rio. Oh iya Aku dengar katanya kamu sudah menikah ya? Apa gadis kecil ini isteri mu?" Tanya Via sangat penasaran.
Rio Xen Zhin tersenyum, sambil mengenggam erat jari jemari Bunga.
"Iya ini adalah isteriku? Dia orang Indonesia." Rio memperkenal kan Bunga. Tentu saja Bunga akan merespon nya dengan baik. Dia segera mengulurkan tangan nya.
"Panggil Aku Bunga Kak." Ucap nya ramah, sambil menyunggingkan senyum.
Via Hana menerima nya, walaupun sebenarnya dia sangat jengkel. Merasa aneh, ngak percaya dan sulit di mengerti, kenapa Rio bisa menikahi gadis pendek ini. Jika di bandingkan dengan diri nya sudah pasti bunga tertinggal, Bunga hanya memiliki wajah imut bak barbie. Body nya juga ngak aduhai gimana gitulah. Menurutnya itu biasa saja. Laah Dia tubuhnya tinggi bak model, muka nya cantik level 100 kali ya. Yang bikin cowok pengen deket sama dia cuma satu pinggulnya itu loh besar, kayak gitar spanyol lumayan cantik kan.
Via itu sebenarnya udah lama banget naksir sama Rio, so pasti lah dia ngak terima dengan kehadiran Bunga di sini. Dan dia langsung punya niat jahat buat hancurin Bunga.
__ADS_1