
Bunga berada di kamarnya....
Dia berganti baju, karena mungkin sebentar lagi pelayan yang di perintahkan Rio akan datang menjemputnya. Dia duduk tenang di depan sebuah cermin yang memantulkan gambar seluruh wajah dan tubuhnya serta membiarkan rambut hitam tergerai panjang.
TOK... TOK....
"Permisi Nona." Ucap seseorang di balik pintu yang masih tertutup dengan rapat. Bunga menoleh, lalu beranjak bangkit membukakan pintu.
kreeekkkk....
Pintu terbuka, sejenak pandangan kedua bola mata nya tertuju pada seorang wanita berambut pirang, bertubuh kurus dan berkulit putih.
"Nona, Perkenalkan nama Janita, Saya adalah Pelayan butik dari "Sun Flower Fashion" Tuan Rio mengutus saya untuk menemani anda berbelanja, apakah anda sudah siap Nona? Ucapnya memperkanalkan diri dan bertanya.
"Terima kasih telah menjemputku kesini, Aku sudah siap. Sebentar ya, Aku ambil tas dulu." Bunga tersenyum sambil memutar posisi untuk masuk.
Beberapa detik kemudian.
keduanya tampak berjalan menuruni anak tangga dari kamar milik Rio. Suasana sedikit hening tak ada yang memulai pembicaraan atau sekedar basa-basi. Sesampainya di ruang tengah.
"Bunga....!" Panggil Nyonya Kazumi tiba-tiba. Perempuan baya itu tengah duduk di atas sofa, sambil memegangi sebuah cangkir, serta meminum air dari dalam cangkir kristal itu.
"Mom."
"Kamu mau kemana?" tanya nya bernada sinis.
"Aku akan pergi berbelanja Mom." Jawab Bunga menundukan badan.
"Siapa yang akan mengatarmu? apa kamu juga akan ikut bersama gadis itu?"
"Paman Hiro yang akan mengantarku Mom."
"Tidak Bung, Aku tidak mengizinkan mu pergi di antar paman Hiro. Aku sudah memerintahkan Briyan untuk mengantarmu."
"Ta..Tapi Mom."
"Bunga, siapa dirimu? Apa kamu lupa, bahwa di sini kamu hanya menantu, dan Aku benci dengan kata penolakan. Apa kamu mengerti." Celetuk Nyonya Kazumi tersinggung.
"Baik, jika itu keinginan Mommy, Aku tidak akan membantah."
"Ya, tentu saja."
Tak lama setelah itu Briyan pun muncul. Dia sudah terlihat rapi dan tampan. Bunga menatap lelaki itu dengan malas. Namun sialnya dia selalu berwajah tersenyum.
"Hai kakak ipar, izinkan Aku menjadi Adik iparmu yang baik. Aku akan mengantar kemana pun, sesuai keinginan mu. Kakak ipar jangan khawatir."
"Briyan, apa yang kamu bicarakan! segera pergi." Tegur Nyonya kazumi ketika Briyan mulai mengeluarkan segala petuahnya yang berentet memanjang.
__ADS_1
Lelaki berwajah tampan itu langsung tersenyum dan memberi hormat kepada Mommy tercinta.
Entahlah....
Dunia seolah di penuhi dengan bunga berwarna-warni. Briyan senang, sangat senang ketika berada di dekat perempuan ini, apa yang sebenarnya Briyan rasakan? sebuah ketertarikan? atau hanya suka saja.
Jawaban nya ada pada Briyan. Dan Briyan belum memutuskan secara final. Cukup sebatas mengagumi saja, pikir Briyan begitu. Briyan kini melangkah lebih dulu, di ikuti bunga serta Janita. Mobil Lexus LS 460 L milik Briyan ternyata sudah terparkir dengan rapi di depan halaman rumah mereka.
Mata Janita melotot, jiwa matre nya keluar, jelaslah karena mobil Briyan masuk pada daftar mobil termewah bahkan termahal di jepang.
Harga mobil itu fantastic. Harga nya 3,1 milyar rupiah. Ahh... Wanita matre mana yang tidak melonggok di buatnya. Belum lagi kemewahan dan desainnya.
Briyan membuka kan pintu untuk mereka. Dia itu tampang nya lebih mirip sama cowok playboy bermata liar. Keduanya hanya diam dan masuk, duduk tanpa ekspresi. Briyan juga masuk, kemudian mulai mengemudikan mobil.
Di dalam perjalanan suasana sunyi, bagaikan terdampar di pulau terpencil. Mood Bunga yang tadinya happy-happy aja langsung 100% berubah.
Itu karena si Briyan, Bunga kesal kenapa Briyan benar-benar mengantarnya, apa yang ada di otak ibu mertuanya. Kenapa ia biarkan saja. Bukan kah Briyan beberapa hari lagi akan menikah? Jika berjumpa Via, apa Via tidak cemburu? lalu bagaimana perasaan Rio nya.
Sudah izinkan Mommy pada Rio? kepala Bunga seperti di penuhi berbagai macam pertanyaan.
"Kakak Ipar. kenapa kamu hanya diam saja?" yanya Briyan, mencoba mencairkan suasana canggung.
"Aku harus berbicara apa dengan mu? Ku rasa saat ini, tidak ada yang perlu ku bicarakan padamu." Jawab Bunga kesal.
"Kakak ipar marah?"
"Tidak."
"Memang nya kamu siapa?"
"Aku adik iparmu kak, apa kakak ipar mulai amnesia?" tanya Briyan keheranan, sambil sesekali melihat wajah Bunga di kaca.
"Ya, Aku hampir saja amnesia karena memikirkan mu."
"A....Apa? kakak Ipar memikirkan ku? Hei kak Bang Rio bisa cemburu dan membunuhku."
"Briyan. Jangan pura-pura bodoh." Bunga menanggapi perkataan Briyan sedikit kasar.
"Haha....." Briyan tertawa kecil. Bunga semakin kesal, bibirnya manyun.
"Hai Nona berambut pirang siapa nama mu?" tanya Briyan beralih pada gadis manis di samping Bunga.
"Janita tuan."
"Oh, Janita apa kamu pemilik sebuah butik?"
"Tidak, Aku hanya pelayan biasa tuan."
__ADS_1
"Oh ya, Lalu sekarang kita akan kemana?"
"Butik Sun Flower Fashion tuan."
"Oke." Jawab Briyan merasa siap, dan segera menambah kecepatan mobilnya.
30 menit berlalu....
Mereka turun di depan sebuah toko butik yang cukup menampilkan keunikan. Salah satunya yaitu berjejerannya pohon bonsai di halaman.
Butik ini memiliki tren perpaduan antara busana lolita dengan gaya gothic dan juga gaya fashion nostalgia tahun 80an 90an.
"Silahkan masuk Nona." Ucap Janita lembut. Ketika mereka sudah tiba di depan pintu butik.
Bunga hanya mengangguk. Ketika pintu terbuka, tampaklah pernak-pernik berbagai macam baju-baju cantik. Pemandangan itu sudah pasti memanjakan para pelanggan nya.
Bunga berjalan, melihat, memilih sesuka hati. Sementara Briyan tidak ikut masuk, dia akan tetap menunggu di dalam mobil sambil memutar musik favoritenya. Waktu 2 jam sudah di habiskan Bunga untuk berbelanja, sekarang dia mulai merasa keletihan. Bunga pun segera menuju mobil.
Barang belanjaan telah di susun rapi di bagasi belakang.
"Kak, Kita mau kemana lagi?" tanya Briyan serius sambil memandang kakak iparnya.
"Ya pulanglah!" jawab Bunga ketus.
"Kakak Ipar tidak ingin berjalan-jalan dulu?"
Bunga menggeleng.
"Kakak Ipar mau makan Taiyaki tidak?"
Bunga masih menggeleng.
"Kenapa tidak mau sih kak, Taiyaki itu, kue ikan pembawa keberuntungan loh, enak sekali rasanya, ada berbagai macam pilihan, kacang merah, Vla, cokelat, keju dan ice cream."
"Kok kamu maksa sih? Aku cuma ingin pulang Briy, Aku lelah, Aku ingin istirahat, lagian kamu siapa? bukan juga suami atau pacarku kan?" gerutu Bunga kesal level 100.
"Oke." Briyan mengangguk kecewa, kemudian mulai menghidupkan mesin mobil dan mengemudikan nya.
Mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, sepertinya Briyan terbawa emosi karena penolakan yang di lakukan Bunga kepadanya.
Bunga menyenderkan kepala nya di sofa mobil, sambil memijit-mijit keningnya halus. Entah sudah berapa lama mobil berjalan.
SRRREETTT......
Tiba-tiba mobil berhenti. Bunga terkejut.
"Briy kenapa berhenti?" Tanya nya panik, ia memperbaiki posisi duduknya. Sambil memandang keluar jendela dan jalan ini bukan yang mereka lewati tadi. Jalanan itu sepi. Sampah-sampah daun berserakan dan ada begitu banyak pohon berjejeran di tepi jalan. Briyan tersenyum dingin.
__ADS_1
"Sudah ku bilang kak, Aku menginginkan mu. Aku semakin tertarik dengan setiap penolakan yang kakak ipar lakukan."
Tubuh Bunga langsung panas dingin mendengarnya dia sangat tegang dan ketakutan. Jalanan ini benar-benar sepi dari lalu lalang orang yang lewat. Apa yang akan Briyan lakukan?