
Aldi terlihat enggan untuk terbangun, padahal cahaya Mentari sudah mulai meninggi.
"Untung saja hari ini libur kerja, jadi aku bisa bermalas-malasan, tapi rasanya aku lapar juga," gumam Aldi, kemudian melangkahkan kaki menuju dapur.
Aldi membuka tudung saji, tapi tidak ada makanan apa pun di sana.
"Seandainya Nabila ada di sini, pasti dia sudah menyiapkan makanan untukku, kenapa aku merindukan masakan Nabila, bahkan saat ini aku juga sangat merindukannya, apa aku sudah benar-benar jatuh cinta kepada sosok Nabila?" gumam Aldi.
Aldi yang saat ini terlihat melamun, tersentak kaget saat ada seseorang yang memeluk pinggangnya dari belakang.
"Apa kamu merindukanku sayang?" tanya Megan.
"Mau apa lagi kamu ke sini Megan? hubungan kita sudah berakhir, jadi sebaiknya kamu pergi dari sini," ujar Aldi yang merasa geram terhadap Megan.
"Sayang, yang mau kita putus itu cuma kamu, karena aku tidak akan pernah mau putus dengan kamu, jadi kamu jangan bermimpi bisa lepas dariku. Bagaimana kalau sampai orangtua kamu tau kalau kita sudah menyakiti Nabila, bahkan sampai tega menjualnya," ujar Megan.
"Jadi kamu mengancamku?" ujar Aldi dengan tatapan tajam.
"Aku bukan mengancam, tapi aku mau memberikan sebuah penawaran. Apa kamu masih ingat malam panas yang selalu kita lewati bersama? aku masih memiliki banyak video nya, jika sampai aku mengunggahnya di media sosial, kira-kira apa yang akan terjadi dengan hidup kamu Sayang? apalagi kalau sampai kedua orangtua kamu melihat kita dalam video tersebut, apa mereka tidak akan terkena serangan jantung ya," ujar Megan dengan tersenyum licik.
"Apa mau kamu Megan? aku tidak pernah mengira jika kamu adalah ular berbisa," ujar Aldi yang menyesali semuanya
"Percuma kamu menyesali semuanya sayang, Nabila sendiri bilang kan kalau saat ini Nasi telah menjadi bubur, jadi hubungan kamu dengan Nabila sudah tidak dapat kamu perbaiki lagi. Nabila sekarang sudah menjadi simpanan seorang Big Bos, jadi jangan bermimpi dia mau kembali lagi bersama kamu, karena saat ini kekasih Nabila lebih segala-galanya jika dibandingkan dengan kamu," ujar Megan.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu masih di sini dan mengejar-ngejarku? apa karena kamu tidak laku dengan lelaki yang lebih kaya dibandingkan denganku? sindir Aldi sehingga membuat Megan geram.
Sabar Megan, kamu harus bersabar supaya Aldi mau menikahi kamu, dan setelah kamu mendapatkan semua yang kamu mau, kamu tinggal buang saja sampah pada tempatnya, ucap Megan dalam hati.
"Kamu ingin tau kenapa aku masih di sini? karena aku saat ini hamil Anak kamu," ujar Megan dengan memberikan alat tes kehamilan kepada Aldi.
"Tidak mungkin, tidak mungkin kamu hamil Megan, itu pasti bukan Anakku?" ujar Aldi dengan mengacak rambutnya secara kasar.
"Jadi kamu mau lari dari tanggung jawab Aldi? memangnya kamu pikir aku perempuan seperti apa sehingga kamu tidak mau mengakui bayi yang aku kandung?" ujar Megan.
"Setelah semalam kamu menawarkan diri kepada Big Bos, aku jadi ragu kepadamu Megan, bisa saja kan itu bukan darah dagingku?" ujar Aldi.
"Apa kamu lupa kalau kamu yang pertama kali merenggut kesucian ku? kalau begitu sekarang juga kita lakukan pemeriksaan supaya kamu yakin kalau bayi yang aku kandung adalah darah daging kamu," tantang Megan dengan perasaan takut, karena Megan masih belum tau Anak siapa yang dikandungnya saat ini.
Semoga saja Aldi tidak mau di ajak melakukan tes, karena aku takut kalau bayi yang saat ini aku kandung adalah Anak Andre, ucap Megan dalam hati.
"Maafkan aku Megan, semalam aku sudah terbawa emosi, aku minta waktu supaya bisa mengurus perceraianku dengan Nabila, dan aku pasti akan bertanggungjawab kepadamu," ujar Aldi dengan memeluk Megan, karena saat ini Aldi sudah kembali luluh.
Ternyata mudah sekali membodohi kamu Aldi. Untung saja sekarang aku hamil, jadi aku bisa memanfaatkan Anak ini untuk mengambil harta keluarga Bramantyo, Batin Megan dengan tersenyum licik.
......................
Nabila baru terbangun ketika mendengar suara Adzan Ashar berkumandang.
__ADS_1
"Astagfirullah, ini suara Adzan apa?" teriak Nabila dengan panik, karena dirinya sudah melewatkan waktu Shalat Dzuhur.
"Kamu kenapa sih teriak-teriak terus seperti di dalam hutan saja," ujar Ken dengan mengucek kedua matanya yang masih mengantuk, karena Ken terbangun mendengar teriakan Nabila.
"Gara-gara Tuan ngajak tidur, saya jadi kebablasan kan tidur sampai Ashar, padahal saya belum Shalat Dzuhur," ujar Nabila yang sangat menyesal.
"Kenapa kamu menyalahkanku, lagian kamu tidur kayak Kebo. Kamu juga ngapain malah duduk melamun bukannya bergegas ke kamar mandi buat ambil Wudhu dan segera Shalat Ashar biar gak kebablasan lagi," ujar Ken.
Nabila bergegas masuk ke dalam kamar mandi, tapi Nabila lupa kalau saat ini semua barang-barangnya ada di rumah Aldi.
"Tuan, apa Tuan mempunyai mukena?" tanya Nabila.
"Memangnya kamu pikir aku perempuan Shalat pake mukena? kamu masuk saja ke ruangan sebelah, di sana sudah ada semua kebutuhan kamu," jawab Ken, kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Nabila begitu kagum melihat ruang pakaian dan sepatu yang terlihat begitu mewah.
"Kapan Tuan Ken mempersiapkan semua ini?" gumam Nabila ketika membuka lemari pakaian, karena di sana sudah tertata rapi pakaian perempuan serta alat-alat kecantikan, dan tentunya mukena yang Nabila cari sudah tersedia juga di sana.
Setelah melaksanakan Shalat Ashar, Nabila kembali ke dalam kamar Ken, dan ternyata Ken saat ini sedang terlihat khusyu memanjatkan do'a.
Ternyata Tuan Ken lebih tampan jika memakai peci, apalagi memakai baju koko dan sarung yang senada. Astagfirullah, istighfar Nabila, jaga pandanganmu, saat ini kamu sudah mempunyai Suami. Meskipun Aldi tidak menginginkanmu, setidaknya hargai kedua orangtuanya yang sudah sangat baik terhadapmu dan Anak-anak Panti, ucap Nabila dalam hati.
"Kenapa memandangku sampai tidak berkedip? jangan bilang kamu sudah jatuh cinta kepadaku?" ujar Ken yang saat ini sudah berdiri di depan Nabila.
__ADS_1
"Tidak usah percaya diri Tuan, saat ini saya sedang kepikiran dengan Ibu dan juga Adik-adik saya di Panti, semoga saja mereka selalu diberikan kesehatan," ujar Nabila yang di Amini oleh Ken.
Selain cantik, ternyata Nabila juga memiliki hati yang baik, aku beruntung bisa memilikimu Nabila. Aduh, kenapa aku berbicara seperti itu? sadar Ken, Nabila hanya istri pura-pura kamu, jangan sampai kamu jatuh cinta kepada istri oranglain. Tapi Aldi juga tidak menginginkan Nabila, sepertinya masih ada kesempatan untukku mendapatkannya, siapa tau dari istri pura-pura bisa menjadi istri beneran. Astagfirullah, kok aku ngelantur lagi sih, ucap Ken dalam hati, kemudian Ken mengacak rambutnya secara kasar, dan saat ini Ken begitu frustasi karena harus menampik isi hatinya sendiri.