
Ken mengajak Nabila untuk ke luar dari dalam kamar, karena saat ini Ken sudah merasa lapar, apalagi mereka berdua telah melewatkan makan siang.
"Nabila, kamu harus ingat kalau kamu harus memanggilku dengan sebutan Suamiku atau Sayang jika di depan oranglain," ujar Ken.
"Iya Tuan," jawab Nabila.
"Kenapa kamu masih saja manggil aku Tuan?"
"Sekarang kan tidak ada oranglain," ujar Nabila.
"Ya sudah terserah kamu saja, yang penting kamu jangan sampai keceplosan jika di depan oranglain."
Ken dan Nabila memulai kembali akting mereka dengan bergandengan tangan menuju meja makan, dan Ken begitu terkejut karena di meja makan sudah terlihat Aira dan Nenek Puspa sedang mengobrol.
"Pengantin baru sampai lupa makan siang," goda Nenek Puspa kepada Nabila dan Ken.
"Iya dong Nek, karena Ken masih belum bisa mengajak Nabila pergi honeymoon, jadi kita honeymoon di rumah saja dulu. Iya kan sayang," ujar Ken yang sengaja memanas-manasi Aira supaya tidak terus mengejar-ngejar Ken.
"Iya sayang," jawab Nabila bersikap sesantai mungkin, padahal saat ini perasaan Nabila merasa berdosa karena telah berbohong.
"Oh iya Aira, kenalin, Cucu Menantu Nenek yang cantik ini namanya Nabila," sambung Nenek Puspa, tapi Aira terlihat acuh ketika Nabila mengulurkan tangannya kepada Aira.
"Ayo sayang duduk, tidak usah pedulikan tamu tidak di undang. Sekarang kita harus makan yang banyak supaya nanti malam kuat begadang," ujar Ken dengan menarik kursi untuk Nabila duduk.
"Terimakasih Suamiku," ucap Nabila.
"Sama-sama istriku."
__ADS_1
Aira yang melihat kemesraan yang Nabila dan Ken tunjukan merasa kepanasan, sehingga Aira terus saja mengepalkan kedua tangannya.
Lihat saja nanti Ken, aku akan membuat kamu bertekuk lutut di hadapanku. Lagian punya istri kampungan begitu juga bangga, ucap Aira dalam hati.
"Suamiku mau makan sama apa?" tanya Nabila ketika menyendok nasi untuk Ken.
"Apa aja sayang, kalau istriku yang mengambilkannya, apa pun akan terasa enak," ujar Ken dengan tersenyum manis.
"Kenapa sih Ken kamu bisa bersikap manis terhadap perempuan yang baru saja kamu kenal? padahal jelas-jelas kamu tau kalau Aku sangat mencintaimu, tapi sejak dulu kamu selalu saja bersikap dingin terhadapku," ujar Aira dengan menangis.
"Kamu gak usah lebay Aira, kamu juga tidak seharusnya berbicara seperti itu kepada lelaki yang telah beristri," ujar Ken yang merasa geram kepada Aira.
Nabila merasa iba terhadap Aira yang menangis, tapi Ken sudah menjelaskan semua tentang watak Aira kepada Nabila, jadi Nabila bisa menilai sendiri mana yang benar-benar menangis, mana yang hanya pura-pura.
"Aira, aku tau tentang perasaan yang kamu miliki terhadap Suamiku, tapi cinta tidak bisa dipaksakan," ujar Nabila yang sudah berniat akan bermain cantik untuk melawan Aira.
"Heh perempuan kampung, kamu itu tidak pantas untuk Ken, jadi kamu harusnya ngaca dulu sebelum mau menikah dengan Ken, karena kalian itu seperti bumi dan langit. Aku yakin kalau kamu bukan hanya kampungan, tapi kamu juga orang miskin yang tidak berpendidikan," ujar Aira.
Ken menggebrak meja makan karena tidak terima dengan penghinaan Aira terhadap Nabila.
"Tutup mulut kamu Aira," ujar Ken dengan menunjuk wajah Aira, dan Ken menatap tajam Aira sehingga Aira merasa ketakutan, karena baru kali ini Ken bersikap seperti itu terhadapnya.
"Sudah sayang, biar aku yang berbicara," ujar Nabila dengan merangkul bahu Ken supaya merasa lebih tenang.
"Maaf Nona Aira yang terhormat, Anda memang benar kalau saya adalah perempuan kampungan, miskin dan juga tidak berpendidikan, tapi apa pantas Anda yang berpendidikan dan juga berasal dari keluarga kaya bersaing dengan saya? saya memang miskin harta, tapi tidak miskin hati. Dan saya do'akan semoga Anda bisa mendapatkan pendamping hidup yang lebih segala-galanya dibandingkan dengan Suami saya, karena seharusnya seorang perempuan itu punya harga diri," ujar Nabila, sehingga Aira yang merasa geram langsung saja pergi meninggalkan kediaman Airlangga.
Nenek Puspa begitu kagum dengan sikap yang ditunjukan oleh Nabila, karena selama ini tidak ada yang berani melawan Aira yang selalu keras kepala.
__ADS_1
"Nek, maaf ya Nabila sudah membuat acara makan kita menjadi kacau," ujar Nabila yang merasa tidak enak terhadap Nenek Puspa.
Raut wajah Nabila sudah terlihat cemas karena Nenek Puspa terlihat diam saja, dan Nabila takut jika Nenek Puspa marah kepada nya.
"Hahaha, wajah kamu lucu sekali sayang," ujar Nenek Puspa dengan tertawa, sehingga Nabila merasa bingung.
"Kenapa Nenek tertawa? Nabila pikir Nenek marah sama Nabila yang sudah bersikap tidak sopan terhadap Aira, karena bagaimanapun juga Aira adalah Keponakan Nenek."
"Sayang, Nenek bangga sama kamu, selama ini tidak ada yang berani melawan Aira yang selalu keras kepala, tapi ternyata kamu sangat pemberani. Nenek semakin sayang sama kamu Nak," ujar Nenek Puspa dengan memeluk tubuh Nabila.
"Terimakasih Nek, Nabila juga sayang sekali sama Nenek, entah kenapa rasanya Nabila sudah lama mengenal Nenek, padahal baru kali ini kita bertemu."
"Nenek juga merasa seperti itu sayang. Ya sudah, sebaiknya kita lanjutkan kembali makannya," ujar Nenek Puspa, dan Nabila duduk kembali di sebelah Ken.
"Aku juga bangga sama kamu istriku sayang," ucap Ken dengan mencium tangan Nabila.
"Heeem romantisnya, Nenek jadi ingat waktu masih muda dulu," ujar Nenek Puspa dengan tersenyum, dan Nabila menjadi salah tingkah karena malu.
......................
Megan memutuskan untuk tinggal di rumah Keluarga Bramantyo dengan alasan jika bayinya ingin dekat dengan Ayahnya.
"Sayang, kamu tinggal di apartemen saja ya, aku takut kalau nanti kedua orangtuaku pulang secara tiba-tiba, dan nanti mereka pasti marah," ujar Aldi.
"Aku yakin jika kedua orangtuamu mengetahui kalau saat ini aku sedang hamil anak kamu, mereka tidak akan mengusirku, dan pastinya mereka akan merestui hubungan kita," ujar Megan.
Aldi sebenarnya masih merasa takut, apalagi orangtuanya pernah mengancam akan mencoret nama Aldi dari daftar ahli waris jika Aldi sampai menyakiti Nabila, apalagi sampai menceraikannya, tapi Aldi belum berani mengatakan semua itu kepada Megan, apalagi saat ini Megan sedang hamil muda jadi Aldi takut terjadi sesuatu yang buruk dengan kehamilan Megan.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya," ujar Aldi dengan memeluk serta mencium Megan sebelum berangkat kerja.
"Dasar lelaki bodoh, mau saja dibohongi, padahal aku sendiri masih belum tau ini Anak siapa. Tapi bagus deh karena dengan adanya bayi ini, aku mempunyai alasan untuk tinggal di sini, lumayan juga punya pembantu gratis dan sekarang aku adalah Ratu di rumah ini," ujar Megan yang bersikap seperti Ratu, karena saat ini Aldi sudah kembali menyuruh Asisten asisten rumah tangganya untuk kembali bekerja melayani Megan.