Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 20 ( Berkunjung ke Panti )


__ADS_3

Nabila dan Ken melangkahkan kaki untuk menemui Ibu Panti, dan Nabila langsung memeluk tubuh Bu Tika ketika melihat beliau sedang melipat pakaian.


"Assalamu'alaikum Bu, Nabila kangen banget sama Ibu," ucap Nabila.


"Wa'alaikumsalam Nak, Ibu juga kangen sekali sama Nabila. Kamu apa kabar sayang? kenapa mau ke sini gak bilang dulu sama Ibu? kalau Ibu tau Nabila mau ke sini, Ibu kan bisa masak makanan kesukaan Nabila," ujar Bu Tika.


"Nabila sengaja mau bikin kejutan sama Ibu. Alhamdulillah kabar Nabila baik, kabar Ibu baik juga kan? kenapa sekarang Ibu terlihat kurusan? apa Ibu kecapean mengurus Adik-adik Nabila?"


"Alhamdulilah Ibu baik-baik saja Nak, hanya saja semenjak tidak ada Nabila, Ibu sedikit kerepotan, soalnya Adik-adik Nabila masih kecil, jadi belum bisa bantuin Ibu. Lho, ternyata ada tamu, kok Nabila gak bilang-bilang," ujar Bu Tika ketika melihat Ken yang masih berdiri di belakang Nabila.


"Iya Bu, ini Namanya Tuan Ken, dan beliau datang ke sini mau memberikan santunan untuk Adik-adik," ujar Nabila.


"Saya Keenan Bu, senang bisa bertemu dengan Ibu. Oh iya, ini ada sedikit rezeki untuk membantu Adik-adik di Panti," ucap Ken dengan memberikan amplop coklat yang berisi seratus juta rupiah kepada Bu Tika.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak Nak, semoga rezeki Nak Ken semakin berlimpah," ucap Bu Tika yang di Amini oleh Ken.


"Lho, Nabila datang ke sini gak sama Suami Nabila?" tanya Bu Tika, dan Nabila terlihat bingung harus menjawab apa ketika mendengar pertanyaan Bu Tika.


Ken yang melihat Nabila terlihat ragu untuk berbicara kepada Bu Tika, memutuskan untuk ke luar terlebih dahulu supaya Nabila dan Bu Tika bisa berbicara dengan leluasa.


"Nabila, kalau begitu aku ke depan dulu ya, nanti kalau udah selesai kamu panggil saja," ujar Ken.


"Iya Tuan, terimakasih," ucap Nabila, dan Ken tersenyum serta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ada apa sebenarnya Nak? kenapa Nabila terlihat sedih? Ibu harap Nabila mau cerita sama Ibu."


"Bu, maaf kalau Nabila sudah mengecewakan Ibu, karena sebenarnya Nabila dan Mas Aldi akan segera bercerai," ucap Nabila dengan lirih.


"Astagfirullah Nak, apa yang sebenarnya telah terjadi? kalian baru juga beberapa hari menikah, kenapa sudah mau bercerai lagi?"

__ADS_1


Nabila menceritakan semua tentang perlakuan Aldi dan Megan terhadapnya, karena bagaimanapun juga Bu Tika berhak tau supaya tidak ada kesalahpahaman jika suatu saat nanti Bu Tika mendengar semua yang terjadi kepada Nabila dari oranglain, dan Bu Tika terus saja menangis ketika mendengar cerita Nabila.


"Maafin Ibu Nak, Ibu sudah menjerumuskan Nabila, Ibu kira Nak Aldi mempunyai sifat yang baik juga seperti kedua orangtuanya."


"Ibu tidak perlu meminta maaf, Nabila sudah ikhlas dengan semua yang terjadi. Dengan adanya kejadian ini, sekarang Nabila bisa bertemu dengan Tuan Ken yang selalu bersikap baik terhadap Nabila, bahkan Nenek Puspa juga sangat menyayangi Nabila. Oh iya, ini ada titipan juga dari Nenek Puspa untuk membantu biaya Adik-adik di Panti," ujar Nabila yang terpaksa harus berbohong jika dirinya menjadi Asisten rumah tangga di kediaman Airlangga, karena Nabila takut Bu Tika akan semakin kecewa ketika mengetahui yang sebenarnya.


"Alhamdulillah, Ibu senang karena Nabila akhirnya bertemu dengan orang-orang baik yang tulus menyayangi Nabila. Sampaikan terimakasih Ibu juga ya kepada Nenek Puspa."


"Iya Bu insyaallah."


"Oh iya Nak, apa Nak Ken sudah menikah?"


"Belum Bu, memangnya kenapa?" tanya Nabila yang terlihat heran.


"Sepertinya Nak Ken suka sama Nabila, mungkin juga cinta, karena Ibu bisa melihat dari tatapan Nak Ken terhadap Nabila."


"Mana mungkin seperti itu Bu, Tuan Ken adalah lelaki yang sempurna, dan tidak mungkin beliau mencintai perempuan seperti Nabila, apalagi mengingat status Nabila yang sebentar lagi akan menjadi seorang Janda."


"Iya Amin Bu, terimakasih banyak atas semuanya. Kalau begitu Nabila pamit sekarang, kasihan Tuan Ken sudah menunggu terlalu lama. Ibu jaga kesehatan ya, kalau ada apa-apa, Ibu hubungi Nabila saja," ucap Nabila dengan kembali memeluk tubuh Bu Tika sebelum pulang.


Bu Tika mengantar Nabila sampai depan Panti, dan Ken masih terlihat bermain dengan Adik-adik Nabila di Panti.


Nabila tersenyum melihat Ken yang tertawa saat bermain kejar-kejaran dengan Anak-anak, dan ketika Nabila menghampiri mereka, Ken yang sedang berlari tidak sengaja menabrak Nabila sehingga Nabila terjatuh di atas tubuh Ken.


Mata Nabila dan Ken terus berpandangan, jantung keduanya saat ini berpacu dengan cepat, sampai akhirnya Anak-anak Panti terdengar menggoda mereka.


"Cie cie, Kak Nabila dan Kak Ken saling memandang."


Nabila langsung terbangun dari atas tubuh Ken ketika menyadari semuanya, begitu juga dengan Ken, dan saat ini Ken masih menetralkan detak jantungnya.

__ADS_1


"Maaf," ucap Nabila dan Ken secara bersamaan, dan lagi-lagi mereka menjadi bahan godaan Anak-anak Panti.


"Sudah-sudah, kalian gak boleh gitu sama Kakaknya." ucap Bu Tika.


"Nak Ken, maaf ya, jika Anak-anak sudah menggoda kalian," ujar Bu Tika.


"Tidak apa-apa Bu, namanya juga Anak-anak," ujar Ken.


"Nak Ken, terimakasih banyak ya karena Nak Ken dan keluarga sudah sangat baik kepada Nabila. Ibu titip Nabila di sana, kasihan Nabila karena dari kecil sudah banyak berkorban untuk kami," ucap Bu Tika.


"Saya pasti akan selalu menjaga dan melindungi Nabila segenap jiwa dan raga saya Bu, jadi Ibu tidak perlu mengkhawatirkan Nabila," ujar Ken.


"Terimakasih banyak ya Nak, Nabila beruntung bisa memiliki majikan yang baik seperti Nak Ken," ucap Bu Tika, dan Ken terlihat kebingungan karena Ken mengira jika Nabila mengatakan bahwa Ken adalah Kekasihnya.


"Sebenarnya saya dan Nabila adalah_" ucapan Ken terhenti ketika Nabila menginjak kaki Ken, dan Nabila mengedipkan matanya sebagai isyarat.


"Adalah apa Nak?" tanya Bu Tika yang terlihat heran.


"Maksud saya, kami sudah menganggap Nabila sebagai keluarga Bu," ucap Ken meralat perkataannya.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, sekarang Ibu sudah bisa bernapas lega."


"Bu, kalau begitu kami pamit dulu ya, insyaallah kapan-kapan kami ke sini lagi," ucap Nabila, kemudian Nabila kembali memeluk semuanya, begitu juga dengan Anak-anak Panti yang memeluk tubuh Ken sehingga Ken merasa terharu.


"Kak Ken kapan-kapan main lagi ya," ujar Anak-anak Panti.


"Iya sayang, nanti Kak Ken pasti main lagi ke sini. Kalian jangan nakal ya, kalau bisa kalian semua belajar bantu-bantu pekerjaan Ibu, supaya Ibu tidak kecapean," ujar Ken.


"Iya Kakak tampan," ucap semuanya secara serempak.

__ADS_1


Nabila dan Ken akhirnya pergi dari Panti, dan mereka melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.


"Nabila, kenapa tadi kamu menginjak kaki ku? memangnya apa yang sudah kamu katakan kepada Ibu panti tentang hubungan kita?" tanya Ken, sehingga Nabila sudah gemetar ketakutan.


__ADS_2