
Setelah Ken selesai memimpin meeting terakhirnya serta menunjuk Leon untuk memimpin perusahaan, Ken mengajak Nabila dan Rendra untuk pergi ke tempat pariwisata.
"Yah, apa boleh Bunda meminta sesuatu?" tanya Nabila.
"Katakan saja sayang, kalau Bunda menginginkan sesuatu, Bunda tinggal bilang saja," jawab Ken dengan tersenyum.
"Kita kan sudah sering pergi ke tempat pariwisata selama tinggal di Australia, dan besok kita akan kembali ke Indonesia, kasihan kalau Rendra sampai kecapean, apa boleh kalau kita mainnya ke rumah Mama Sari saja untuk berpamitan, dan nanti pulangnya kita beli oleh-oleh untuk Nenek dan semuanya."
"Sayang, Bunda lihat sekarang kita sudah berada dimana?" ujar Ken saat mereka sampai di depan pintu gerbang kediaman Bramantyo, karena ken sebenarnya memang mengajak Nabila ke kediaman Bramantyo, tapi Ken merahasiakannya karena ingin memberi kejutan kepada Nabila.
Nabila langsung berhambur memeluk tubuh Ken, karena Ken selalu tau apa yang Nabila mau tanpa Nabila mengatakannya.
"Makasih Yah, Ayah memang selalu tau apa yang Bunda inginkan bahkan tanpa Bunda mengatakannya. Terus kenapa tadi Ayah bilang kita mau pergi ke tempat pariwisata?"
"Tentu saja Ayah tau apa yang Bunda inginkan, karena Bunda adalah belahan jiwa Ayah, Bunda juga terbuat dari tulang rusuk Ayah, dan Ayah sengaja mau kasih kejutan buat Bunda, makanya Ayah tidak mengatakannya."
"Makasih banyak kejutannya sayang," ucap Nabila.
"Tapi semua itu tidak gratis," ujar Ken dengan menunjuk pipinya.
Nabila berbisik kepada Rendra supaya Rendra mencium pipi Ken, dan Rendra langsung saja mencium pipi Ken sampai pipi Ken basah.
"Kok jadi Anak Ayah yang cium sih? lihat saja nanti malam, Ayah pasti akan menghukum Bunda," ujar Ken dengan tersenyum penuh arti, dan Nabila langsung memutar malas bola matanya.
Nabila dan Ken turun setelah sampai di halaman rumah Mama Sari, dan saat ini Mama Sari sedang terlihat merawat bunga di halaman rumahnya.
Nabila dan Ken langsung menghampiri Mama Sari dan mengucapkan Salam.
"Sayang, kenapa kalian ke sini tidak ngasih kabar dulu? tau kalian mau ke sini, Mama kan bisa masak makanan kesukaan Nabila."
"Gak usah ngerepotin Ma, kami juga ke sini nya gak bakalan lama, karena Nabila belum beres packing-packing."
__ADS_1
"Sayang, memangnya kalian jadi ya pulang ke Indonesia besok?" tanya Mama Sari.
"Iya Ma, Alhamdulillah Ken sudah mendapatkan orang kepercayaan untuk memegang perusahaan di sini, kasihan juga Nenek pasti kesepian karena sudah satu bulan kami tinggal di sini."
"Padahal Mama masih kangen sama Nabila."
"Kapan-kapan kalau kami ada waktu insyaallah kami bakalan main ke sini lagi, nanti kalau Mama ke Indonesia, Mama juga main ya ke rumah kami," ujar Nabila.
"Pasti sayang, Mama pasti bakalan main ke rumah kalian, Oma kan pengen ketemu sama Cucu Oma yang ganteng ini. Sini sayang Oma gendong," ujar Mama Sari dengan menggendong Rendra, kemudian mengajak Nabila dan keluarganya masuk ke dalam rumah.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam, Reva sama Aldi juga ada di rumah."
"Memangnya Mas Aldi gak kerja?" tanya Nabila.
"Reva dari pagi mual muntah terus, makanya Aldi gak masuk kantor karena Reva ingin dekat terus dengan Aldi."
Saat semuanya masuk, mereka terkejut karena saat ini Aldi tengah Reva borgol memakai rantai, dan Ken langsung tertawa terbahak-bahak.
"Reva, kamu benar-benar merantai Suami kamu? ternyata tidak sia-sia aku memberikan kado yang mahal untukmu," ujar Ken.
Aldi rasanya ingin sekali menggali lubang untuk bersembunyi, apalagi Ken terus saja menertawakannya.
"Sayang udah dong lepasin rantainya emangnya Mas ini binatang pake dirantai segala?"
"Mas, ini kemauan Anak kita, udah pokoknya Mas diem aja, nanti kalau Mas Aldi gerak terus, Reva bakalan ikat sama tubuhnya sekalian, mau?" tanya Reva, dan Aldi akhirnya diam karena tidak mau kalau Reva sampai menambah rantai pada tubuhnya.
Kenapa sih Anakku senang sekali melihat Ayahnya menderita? masih di dalam kandungan saja dia sudah ngerjain aku, bagaimana kalau nanti dia sudah lahir, ucap Aldi dalam hati.
Semuanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Reva yang tidak membiarkan Aldi beranjak sedikit pun dari sampingnya.
"Sekarang Ayah jadi tenang," bisik Ken pada telinga Nabila.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Nabila.
"Karena Aldi sudah dirantai, jadi dia gak bakalan bisa deketin Bunda lagi," ujar Ken dengan terkekeh.
Mama Sari terlihat sibuk menyiapkan makan siang untuk Nabila dan keluarganya, meski pun Nabila sudah melarang Mama Sari.
"Ma, Nabila jadi gak enak kan jadi ngerepotin Mama," ujar Nabila yang saat ini membantu Mama Sari memasak.
"Sayang, kapan lagi Mama bisa masakin buat Nabila, apalagi sekarang hari terakhir Nabila di Australia."
Setelah masakan matang, semuanya makan, termasuk Papa Bram yang sengaja pulang lebih awal supaya bisa bertemu dengan Nabila dan keluarganya terlebih dahulu sebelum mereka pulang ke Indonesia.
"Sayang lepasin dulu dong rantainya, Mas juga gak bakalan kabur" rengek Aldi.
"Ini juga udah dilepasin."
"Dilepasin masa cuma sebelah sih."
"Nanti aku bakalan lepasin kalau Nabila udah pulang," bisik Reva pada telinga Aldi, dan akhirnya Aldi hanya bisa pasrah dengan perlakuan Reva kepadanya.
Setelah selesai makan, Nabila dan keluarga akhirnya pamit, karena mereka ingin membeli oleh-oleh terlebih dahulu, tapi ternyata Mama Sari sudah membeli oleh-oleh yang banyak untuk Nabila dan keluarganya di Indonesia.
"Ma, kami pulang dulu ya, makasih banyak untuk jamuan makan siangnya, gak enak tiap kami ke sini pasti Mama masakin."
"Sayang, kami kan orangtua Nabila juga, jadi Nabila jangan merasa sungkan, karena Mama merasa bahagia kalau Mama bisa masak untuk Putri Mama yang cantik ini. Oh iya sayang, Nabila bawa ini ya buat oleh-oleh, Mama sengaja beli supaya Nabila tidak cape harus keliling untuk mencari oleh-oleh," ujar Mama Sari yang menyuruh Pembantunya memasukan beberapa dus oleh-oleh ke dalam mobil Ken.
"Tuh kan, Nabila jadi tambah ngerepotin. Seharusnya kami yang membawakan oleh-oleh untuk Mama dan keluarga."
"Nabila kan udah bawain Mama Cucu, Ken juga udah beliin tas buat Reva, jadi itu udah lebih dari oleh-oleh. Semoga seterusnya Nabila sembuh ya," ujar Mama Sari yang di Amini oleh semuanya.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya Ma, semoga semuanya diberikan kesehatan, dan kami pasti akan selalu merindukan kalian," ujar Nabila dan Ken yang bergantian mencium punggung tangan kedua orangtua Aldi, kemudian Nabila memeluk Mama Sari dan juga Reva, sedangkan Ken memeluk Aldi dan Papa Bram.
__ADS_1
Ken dan Reva tidak memperbolehkan Nabila dan Aldi berdekatan, bahkan hanya untuk berjabat tangan, sehingga membuat kedua orangtua Aldi tertawa melihat kelakuan Ken dan Reva yang begitu posesif terhadap pasangannya.