
Hari ini Nabila dan Ken sudah terlihat bersiap untuk menghadiri acara Reuni kampusnya yang akan diselenggarakan di Hotel Airlangga Grup.
Ken begitu terpesona ketika melihat kecantikan sempurna yang dimiliki oleh Nabila, apalagi saat ini Nabila sudah didandani oleh penata rias yang khusus dipanggil Ken ke kediaman Airlangga, sehingga Nabila semakin terlihat cantik.
"Tuan, kenapa Tuan melihat saya seperti itu? apa saya terlihat seperti badut?" tanya Nabila dengan polosnya.
"Kamu sempurna Nabila," gumam Ken yang tidak mau mengalihkan pandangannya dari Nabila.
"Kalau Tuan tidak suka dengan penampilan saya, sebaiknya saya menghapus lagi riasan wajahnya, lagian saya juga tidak percaya diri kalau memakai make up," ujar Nabila.
Ken yang melihat Nabila hendak kembali ke dalam kamar rias memegang pergelangan tangan Nabila.
"Kamu sudah terlihat cantik dengan penampilan kamu sekarang, sebaiknya kita pergi sebelum acara dimulai, apalagi aku harus memberikan sambutan dalam acara Reuni nanti," ujar Ken dengan menggandeng Nabila yang terlihat kesusahan berjalan karena menggunakan gaun serta high hells yang cukup tinggi.
"Tuan, bisakah saya mengganti sandalnya? saya takut jatuh jika memakai high hells," ujar Nabila.
"Jika kamu terjatuh, aku akan menangkapmu, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan semua itu," ujar Ken dengan tersenyum manis, sehingga Nabila menjadi salah tingkah.
Sebelum berangkat, Nabila dan Ken menemui Nenek Puspa terlebih dahulu untuk berpamitan, dan Nenek Puspa memuji penampilan Nabila yang terlihat sangat cantik.
"Nabila sayang, kamu cantik sekali Nak, Nenek sampai pangling melihatnya," ujar Nenek Puspa dengan memeluk Nabila.
"Makasih banyak Nek, wajah Nabila tidak terlihat seperti badut kan?"
"Tidak sayang, Nabila sangat cantik, dan Ken harus terus menjaga Nabila supaya tidak direbut oleh lelaki lain," ujar Nenek Puspa dengan tersenyum.
"Ken akan selalu memegang Nabila Nek, kalau perlu Ken bakalan mengikat Nabila supaya tidak jauh-jauh dari Ken. Kalau begitu kami pamit dulu ya Nek, mungkin malam ini kami akan menginap di tempat acara," ujar Ken, dengan mencium punggung tangan Nenek Puspa, begitu juga dengan Nabila, dan mereka berdua mengucap salam sebelum berangkat.
__ADS_1
Rendi yang sudah menunggu Ken dan Nabila di depan pintu mobil, begitu terpesona ketika melihat Nabila, sampai-sampai mata Rendi tidak berkedip, dan jantungnya berdetak dengan kencang.
"Ren, kamu tidak ingin aku mencongkel kedua mata kamu kan?" sindir Ken ketika melihat Rendi yang terus saja melihat wajah Nabila.
"Ma_maaf Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu, silahkan masuk Nona," ucap Rendi dengan menundukkan kepalanya, kemudian membukakan pintu mobil untuk Nabila.
"Makasih banyak Asisten Rendi," ucap Nabila dengan tersenyum, dan tentu saja membuat Rendi semakin gugup.
"Ren, kamu baik-baik saja kan? kenapa wajah kamu merah seperti itu?" tanya Ken.
"Tidak apa-apa Tuan, mungkin karena saya merasa kepanasan," jawab Rendi yang sengaja mencari alasan.
"Kalau begitu kita langsung ke tempat acara saja Ren, kamu jangan lupa nanti siapkan kamar untuk kami menginap, dan nanti ketika aku memberikan sambutan, aku titip Nabila supaya tidak ada yang berani mengganggunya," ujar Ken, dan Rendi menjawabnya dengan anggukkan kepala.
......................
Papa Bram dan Mama Sari merasa tidak tega melihat Aldi yang semakin hari semakin terpuruk, sampai akhirnya mereka sepakat untuk menyuruh Aldi supaya berhenti bekerja di Airlangga Grup, karena jika Aldi terus bekerja di sana, Aldi pasti akan bertemu dengan Ken dan tidak akan pernah bisa melupakan Nabila.
"Nak, sekarang kamu sudah terlambat untuk menyesali semuanya, karena saat ini Nabila tidak akan mungkin mau menerima kamu lagi, karena luka yang ditorehkan oleh kamu begitu dalam untuknya," ujar Mama Sari.
"Ma, Pa, maafkan Aldi karena dari awal Aldi tidak mendengar perkataan Mama sama Papa, bahkan Aldi sudah mengecewakan kalian."
"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama. Sebaiknya sekarang kamu ikut kami ke luar negeri, kamu harus belajar mengurus perusahaan kita di sana, apalagi sekarang kamu sudah resmi bercerai dari Nabila. Bebaskan dia, biarkan Nabila bahagia dengan oranglain," ujar Papa Bram.
"Tapi bagaimana dengan Megan? Aldi harus bertanggungjawab untuk menikahinya."
"Nak, kita semua tau kalau Megan bukan perempuan baik-baik, bisa saja bayi yang dikandung Megan bukan anak kamu. Sebaiknya nanti setelah bayi itu lahir, kita melakukan tes DNA, dan setelah itu baru kamu bertanggungjawab kepada bayinya," ujar Mama Sari.
__ADS_1
Aldi akhirnya bersedia untuk ikut bersama kedua orangtuanya, dan Mama Sari melarang Aldi untuk memberitahukan keberangkatan mereka kepada Megan, apalagi semenjak Megan di usir oleh Mama Sari, Megan tinggal bersama Andre di apartemennya, tapi Megan masih merahasiakan kehamilannya kepada Andre, karena pasti nanti Andre akan memaksa menikahi Megan jika mengetahui Megan hamil, dan Megan tidak mau menikah dengan Andre karena Megan akan kembali ke kediaman Bramantyo setelah kedua orangtua Aldi kembali ke luar negeri.
Saat ini Megan sudah berdandan menor dengan mengenakan pakaian seksi untuk mendampingi Andre ke acara Reuni kampusnya, karena Megan sudah berencana untuk menggoda Ken.
Tuan Ken pasti akan terpesona melihat penampilanku, dan dia akan menyesal karena telah memilih perempuan kampung itu dibandingkan denganku, ucap Megan dalam hati dengan tersenyum licik.
Andre yang melihat Megan berdandan terlalu berlebihan sampai menegurnya.
"Sayang, kita itu mau datang ke acara Reuni bukan kondangan, kamu tidak harus berdandan menor seperti itu, apalagi mengenakan pakaian yang kurang bahan, aku tidak mau kalau nanti kamu menjadi pusat perhatian di sana," ujar Andre.
"Dre, aku sudah nyaman mengenakan semua ini, jadi kamu tidak perlu melarangku," ujar Megan, dan Andre hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Megan.
Saat ini banyak perempuan yang akan berusaha mendapatkan perhatian Ken, termasuk Tania dan Aira, bahkan Aira dan Papa nya sudah berniat untuk menjebak Ken supaya Ken mau menikahi Aira, meskipun dengan cara licik sekali pun.
Semuanya sudah terlihat datang untuk menghadiri acara Reuni, begitu juga dengan Ken dan Nabila yang baru tiba di depan Hotel Airlangga.
Ken dan Nabila menjadi pusat perhatian ketika memasuki tempat acara, karena mereka terlihat begitu serasi dengan mengenakan pakaian yang senada, sehingga membuat orang merasa kagum, bahkan iri kepada pasangan tersebut.
"Tuan, kenapa semua orang melihat ke arah kita? apa ada yang salah dengan penampilan saya?" bisik Nabila.
"Kamu itu terlihat sempurna, makanya semua orang melihat ke arah kita," ujar Ken dengan terus menggandeng tangan Nabila.
Megan yang melihat Nabila mengenakan gaun yang indah serta berpenampilan cantik merasa geram karena dia tidak mengira jika Nabila akan seberuntung itu.
Lihat saja Nabila, aku akan merebut Ken dari sisimu, batin Megan.
Begitu juga dengan Tania dan Aira yang rasanya ingin segera memisahkan Nabila yang selalu saja menempel dengan Ken.
__ADS_1