Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 55 ( Hari paling bahagia )


__ADS_3

Ken saat ini sudah duduk di depan penghulu dengan perasaan yang tidak menentu, karena ini baru pertama kali untuknya, sehingga membuat Ken begitu grogi.


"Ken, apa kamu baik-baik saja?" tanya Nabila yang melihat keringat bercucuran dari dahi Ken.


"Semua ini rasanya sangat menegangkan melebihi saat aku akan menghadapi ujian," bisik Ken, dan Nabila tersenyum mendengar perkataan Ken.


"Kamu pasti bisa sayang," bisik Nabila, sehingga membuat Ken merasa lebih baik.


Ketika Ken hendak menjabat tangan Penghulu, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing bagi Nabila dan Ken.


"Tunggu," teriak Nenek Puspa.


Nabila dan Ken langsung membalikan tubuhnya.


"Nenek," ucap Nabila dan Ken secara bersamaan.


"Kenapa? kalian terkejut karena Nenek datang ke sini? dasar Anak nakal, kalian pikir Nenek ini siapa, tega-teganya kalian ingin menikah tanpa memberitahu Nenek."


Nabila dan Ken berlari menghampiri Nenek Puspa yang saat ini masih menggunakan kursi roda, kemudian mereka berhambur memeluk tubuhnya, dan Nabila langsung menumpahkan tangisannya dalam pelukan Nenek Puspa, begitu juga dengan Nenek Puspa yang tidak mengira masih bisa bertemu dengan Nabila.


"Alhamdulillah Ya Allah, aku masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Cucu kandungku. Sayang, ini Nenek Nak, pantas saja sejak pertama kali Nenek melihat Nabila, Nenek merasa begitu dekat dengan Nabila. Dulu kita berpisah saat Nabila masih bayi, Nenek tidak pernah mengira jika kita bisa bertemu lagi. Mendiang Papa dan Mama kamu pasti bahagia melihat kita bisa berkumpul kembali Nak."


"Iya Nek, Nabila tidak menyangka kalau ternyata Nabila masih memiliki keluarga, padahal selama ini Nabila mengira jika Nabila sudah tidak memiliki keluarga, dan hanya hidup sebatang kara," ucap Nabila dengan airmata yang terus menetes pada pipinya.


"Jangan menangis ya sayang, sekarang Nabila sudah mempunyai Nenek yang akan menemani Nabila sampai ajal menjemput Nenek," ujar Nenek Puspa dengan menghapus airmata Nabila.


Rendi yang menggendong Rendra kini menghampiri Nenek Puspa, dan Nenek Puspa semakin bahagia ketika melihat Rendra yang begitu mirip dengan Ken.


"Ini pasti Ken Junior, wajahnya benar-benar mirip dengan Ken waktu kecil. Sini Nak, nenek Buyut gendong," ujar Nenek Puspa dengan mendudukkan Rendra di pangkuannya.


"Mas Rendi, terimakasih banyak ya, ini adalah kado terindah untuk Nabila."


"Apa pun akan Mas lakukan untuk kamu sayang," ujar Rendi yang sengaja berbicara seperti itu untuk menggoda Ken, dan saat ini Ken sudah melotot ke arah Rendi.


"Rendi, ingat, Nabila hanya milik aku," ujar Ken dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Slow Bos, aku cuma bercanda."


"Aku juga cuma bercanda Ren, aku tidak mungkin marah sama orang yang paling berjasa untuk hubunganku dan Nabila. Thank's ya Ren," ujar Ken dengan merangkul bahu Rendi.


Nenek Puspa yang sangat merindukan Nabila, rasanya tidak ingin melepas pelukannya pada Nabila.


"Maafin Nenek ya Nak, karena baru mengetahui semuanya setelah Nabila pergi, padahal dari dulu Nenek dan Ken terus mencari keberadaan Nabila. Kasihan selama ini Nabila sudah hidup menderita."


"Nenek tidak perlu meminta maaf, semuanya sudah suratan takdir, dan Nabila ikhlas menerima takdir hidup Nabila."


"Nenek juga tidak pernah mengira jika Nabila berjodoh dengan Ken. Ya sudah kalau begitu sekarang kalian kembali duduk di depan Penghulu, kasihan Ken, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk mengucap ijab kabul," goda Nenek Puspa dengan tersenyum.


Ken dan Nabila kembali duduk di depan Penghulu dengan wajah bahagia, karena pernikahan mereka bisa disaksikan oleh Nenek Puspa yang merupakan keluarga mereka satu-satunya.


"Bagaimana Saudara Ken, apa Anda sudah siap untuk mengucap ijab kabul?" tanya Pak Penghulu yang akan menikahkan Ken sekaligus menjadi wali hakim untuk Nabila.


"Insyaallah saya sudah siap," jawab Ken dengan mantap.


"Ananda Keenan Putra Airlangga, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Adinda Nabila Putri Airlangga Bin Almarhum Airlangga Putra Wijaya dengan mas kawin uang tunai sebesar seratus milyar rupiah dibayar Tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Nabila Putri Airlangga Bin Almarhum Airlangga Putra Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai," ucap Ken dengan lantang.


"Sah, sah, sah," ucap para Saksi, dan Ken langsung memeluk erat tubuh Nabila serta menghujaninya dengan ciuman.


"Dasar Anak nakal kamu Ken, tidak sabaran sekali langsung main nyosor aja," ujar Nenek Puspa dengan tertawa.


Nenek Puspa memegang tangan Rendi yang terlihat menitikkan airmata, karena Nenek Puspa sangat mengerti jika saat ini hati Rendi pasti sangat sakit melihat perempuan yang dicintainya menikah dengan lelaki lain.


"Yang sabar ya Nak, terimakasih karena selama dua tahun ini Rendi sudah menjaga Cucu Nenek. Semoga Rendi mendapatkan jodoh yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Nabila, dan mulai hari ini Rendi bisa menganggap kami sebagai keluarga sendiri," ujar Nenek Puspa.


"Rendi akan berusaha untuk ikhlas Nek, yang penting Nabila bahagia, Rendi juga akan ikut bahagia."


Kedua orangtua angkat Rendi juga memeluk tubuh Rendi untuk memberinya kekuatan.


"Kamu pasti bisa melalui semua ini Nak, dan kami sangat bangga atas semua pengorbanan yang telah Rendi lakukan untuk kebahagiaan Nabila," ujar Bu Fatimah dan Pak Udin.

__ADS_1


......................


Ken mengambil sesuatu dari dalam saku bajunya, dan ternyata Ken mengeluarkan sepasang cincin pernikahan yang sudah lama ia persiapkan untuk Nabila, bahkan Ken selalu membawanya kemana pun Ken pergi.


"Ken, kapan kamu mempersiapkan semua ini?" tanya Nabila dengan mata yang berbinar ketika melihat cincin yang begitu indah, apalagi terdapat ukiran nama Ken dan Nabila pada cincin tersebut.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya sejak pertama kali kita bertemu, karena aku yakin kalau kamu adalah jodohku, Ratuku."


Ken memasukan cincin pernikahan ke dalam jari manis tangan Nabila, begitu juga dengan Nabila yang bergantian memasukan cincin pernikahan ke dalam jari manis Ken. Kemudian Nabila mencium punggung tangan Ken yang saat ini sudah resmi menjadi Suaminya, dan Ken mencium kening Nabila.


"Terimakasih sayang, ini adalah hari yang paling bahagia untukku. Semoga cinta kita selalu abadi sampai maut memisahkan kita," ucap Ken yang di Amini oleh Nabila.


"Begitu juga untukku Suamiku sayang, semoga kita selalu bahagia," ucap Nabila dengan terus mengembangkan senyumnya.


Nabila dan Ken menghampiri Nenek Puspa untuk melakukan sungkeman.


"Selamat ya Nak, Alhamdulillah sekarang kalian sudah resmi menjadi Suami istri. Semoga Ken dan Nabila selalu bahagia," ucap Nenek Puspa.


"Terimakasih banyak Nek, semoga Nenek selalu diberikan kesehatan," ucap Nabila yang di Amini oleh Nenek Puspa.


"Nenek sebentar lagi pasti bisa berjalan, karena ada Cucu Nenek yang akan melakukan terapy untuk Nenek."


"Nabila akan melakukan apa pun untuk kesembuhan Nenek."


"Tentu saja Nenek harus segera bisa berjalan kembali, karena Ken akan memberikan Cicit yang banyak untuk Nenek, dan Nenek harus menggendong mereka."


Nabila dan Ken menghampiri kedua orangtua angkat Rendi, kemudian mencium punggung tangan mereka.


"Pak, Bu, terimakasih banyak atas semua kebaikan Ibu dan Bapak selama ini," ucap Nabila.


"Nabila sudah kami anggap sebagai Putri kandung kami sendiri. Semoga kalian selalu bahagia ya Nak," ucap Bu Fatimah dengan memeluk tubuh Nabila


Nabila dan Ken memeluk tubuh Rendi yang saat ini masih terlihat menitikkan airmata.


"Makasih Ren, berkat kamu aku dan Nabila bisa bersatu," ucap Ken.

__ADS_1


"Semoga kalian selalu bahagia, do'aku akan selalu menyertai kalian," ucap Rendi yang sudah mencoba untuk ikhlas menerima semuanya.


"Terimakasih Kakak," ucap Nabila dengan menghapus airmata pada pipi Rendi, dan acara pun dilanjutkan dengan syukuran serta mengabadikan momen bahagia tersebut dengan berfoto.


__ADS_2