
Aldi yang melihat Ken terus merangkul tubuh Nabila saat berjalan menuju ke arahnya, merasakan sesak dalam dadanya, karena sebagai seorang Suami, Aldi belum pernah sama sekai menyentuh bagian tubuh Nabila.
"Sayang, aku pasti akan sangat merindukanmu, kamu cepat pulang supaya kita bisa segera menikah," ujar Ken yang sengaja mengatakan semua itu di depan Aldi.
Ternyata Tuan Ken pandai sekali berakting, ucap Nabila dalam hati, padahal Ken melakukan semua itu tulus dari dasar hatinya yang paling dalam bukan hanya sekedar akting saja.
"Oh iya sayang, aku lupa mau ngasih ini sama kamu," ucap Ken dengan memberikan black card, dan kartu itu tidak ada limit nya, jadi berapa pun Nabila ingin menarik uang, uang di dalamnya tidak akan pernah habis, dan yang memiliki kartu ini hanya orang yang benar-benar kaya saja.
"Sayang, untuk apa ini? setiap hari kamu memberiku uang, dan aku belum pernah memakainya, karena semua kebutuhanku sudah kamu sediakan. Jadi, sebaiknya kamu simpan saja kartunya," ujar Nabila dengan memasukan kembali black card tersebut ke dalam jas yang Ken kenakan.
"Aku tidak menerima penolakan, dan aku hanya memberikan ini kepada calon istri dan Ibu dari Anak-anakku kelak," ujar Ken dengan memasukannya ke dalam tas Nabila.
Aldi yang melihat Ken memberikan black card kepada Nabila, langsung membulatkan matanya, karena Aldi tidak percaya jika Ken sampai menyerahkan sebuah kartu yang berisi uang sangat banyak kepada Nabila.
Ken kini membuka pintu mobil belakang Aldi untuk Nabila, karena Ken ingin berbicara terlebih dahulu kepada Aldi.
"Ingat Aldi, jangan sampai kamu menyentuh berlian ku, kalau sampai kamu berani melakukan itu, aku akan mematahkan tanganmu !!" ancam Ken, sehingga Aldi menelan saliva nya.
"Sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, jangan sampai Suami bejat kamu yang sebentar lagi akan menjadi mantan Suami kamu menyentuhmu sedikit saja, karena aku tidak akan rela," ujar Ken dengan mencium kening Nabila sebelum ke luar dari dalam mobil Aldi, dan Nabila melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan kepada Ken.
Entah kenapa Nabila merasa sedih ketika berpisah dengan Ken, dan saat ini Nabila terlihat melamun karena terus memikirkan Ken.
"Sepertinya kamu terlihat bahagia menjadi Ratu di kediaman Airlangga," sindir Aldi.
"Tentu saja, dari pada tinggal di rumah kamu, aku hanya dijadikan Babu," jawab Nabila.
"Sekarang kamu berani melawan Suami kamu sendiri?" ujar Aldi yang sebenarnya merasa cemburu ketika Ken menyentuh Nabila.
"Suami macam apa yang tega menjual istrinya sendiri karena sudah rela diperbudak oleh kekasihnya," sindir Nabila, dan Aldi tidak dapat berkata apa-apa lagi, karena itu memang kenyataannya.
Setelah sampai di kediaman Bramantyo, Megan terlihat bertolak pinggang melihat Nabila yang datang bersama Aldi.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu membawa perempuan kampung ini?" tanya Megan.
"Sayang, orangtua aku saat ini akan pulang, dan aku tidak mau kalau sampai mereka mencoretku dari daftar ahli waris, semua itu aku lakukan demi kita juga sayang," ujar Aldi dengan menangkup kedua pipi Megan yang saat ini terlihat cemberut.
Nabila saat ini sudah tidak peduli dengan yang dilakukan oleh Aldi dan Megan, sehingga Nabila melangkahkan kaki ke dalam rumah.
"Tunggu perempuan kampung, jangan harap kamu bisa masuk lagi ke dalam rumah ini, karema sekarang aku yang berkuasa di sini," teriak Megan.
"Siapa yang sudah mengijinkan kamu berkuasa di rumahku dan menghina Menantu keluarga Bramantyo?" teriak Mama Sari yang baru saja tiba.
"Ma_ma," ucap Megan.
"Aku tidak sudi kamu panggil Mama, Menantuku hanya Nabila, jadi sebaiknya kamu pergi dari rumah ini," usir Mama Sari.
"Sayang, Nabila baik-baik saja kan? Mama kangen sekali sama Nabila," ujar Mama Sari dengan memeluk tubuh Nabila.
"Alhamdulillah kabar Nabila baik Ma, bagaimana kabar Mama, Mama sama Papa baik juga kan?"
Megan yang tidak terima di usir oleh Mama Sari langsung saja mengatakan kehamilannya.
"Mama tidak bisa mengusir Megan dari sini, karena saat ini Megan sedang hamil Anak Aldi," ujar Megan.
"Memangnya kami percaya jika yang berada di dalam perut kamu itu adalah Anak Aldi?" ujar Mama Sari dengan tersenyum mengejek.
"Apa maksud Mama? ini benar-benar Cucu kalian, kenapa kalian tega sekali tidak mengakuinya, apa salah bayi tidak berdosa ini?" ujar Megan dengan pura-pura menangis.
"Simpan airmata Buaya kamu, dan sekarang juga kamu angkat kaki dari sini sebelum kami panggil Security," ujar Mama Sari, kemudian Mama Sari mengajak Nabila untuk masuk.
"Sayang, sebaiknya sekarang kita masuk, biarkan saja perempuan tidak tahu malu itu berdiri di luar."
Aldi yang tidak ingin melihat Mama Sari dan Megan terus berdebat, akhirnya memohon kepada Megan supaya pergi dulu dari rumahnya.
__ADS_1
"Sayang, aku mohon, sekarang kamu pulang dulu, aku pasti akan segera menceritakan semuanya kepada Mama tentang rencana pernikahan kita," ujar Aldi.
"Awas saja kamu kalau bohong," ujar Megan, dan dengan berat hati, Megan akhirnya pulang menuju apartemen Andre.
Setelah Megan pergi, Aldi masuk ke dalam rumah, kemudian Aldi duduk di sebelah Papa Bram.
"Sayang, apa Aldi selama ini bersikap baik sama Nabila?" tanya Mama Sari.
"Mas Aldi selalu bersikap baik Ma, bahkan sangat baik," jawab Nabila berbohong, karena Nabila tidak ingin menyakiti hati Mama Sari.
"Alhamdulillah kalau begitu, sebentar lagi kita pasti akan memiliki Cucu Pa," ujar Mama Sari kepada Papa Bram dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia.
"Iya Ma, Papa juga ingin segera menimang Cucu dari Nabila dan Aldi, pasti Anak-anak mereka akan terlihat lucu," ujar Papa Bram, dan Nabila tersenyum kecut mendengarnya.
Semuanya kini menuju meja makan, dan Nabila mau tidak mau berakting melayani Aldi.
"Kamu harus bersyukur Aldi, karena kamu sangat beruntung memiliki istri yang cantik dan baik seperti Nabila," ujar Mama Sari.
"Iya Ma, Aldi sangat beruntung karena bisa menikahi Nabila," ucap Aldi dengan mencium tangan Nabila.
Sebenarnya Nabila ingin sekali menepisnya, tapi Nabila tidak mungkin melakukan semua itu di depan kedua Mertuanya.
Setelah selesai makan, semuanya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar supaya bisa beristirahat, begitu juga dengan Aldi yang mengajak Nabila ke dalam kamarnya.
"Sayang, sebaiknya kita istirahat juga, Mama dan Papa pasti cape setelah melakukan perjalanan jauh," ujar Aldi dengan menggandeng Nabila menuju kamar.
Mama Sari dan Papa Bram terlihat bahagia melihat Aldi dan Nabila yang harmonis.
Setelah di dalam kamar, Nabila langsung melepaskan tangan Aldi dari tubuhnya.
"Aku tidak sudi kamu sentuh Aldi Bramantyo, tadi juga aku tidak menolak semua perlakuanmu hanya karena menghargai kedua orangtuamu saja," ujar Nabila.
__ADS_1
"Kamu itu istri aku Nabila, jadi aku berhak atas dirimu !!" ujar Aldi dengan mendekatkan tubuhnya kepada Nabila.