Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 19 ( Permintaan Nabila )


__ADS_3

Nabila sebenarnya merasa tidak enak kepada orangtua Aldi karena sudah menampar Aldi di depan mata kepala orangtua Aldi sendiri.


"Astagfirullah, Ma, Pa, maaf karena Nabila tidak dapat menahan emosi Nabila," ucap Nabila dengan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


Mama Sari kembali menghampiri Nabila, dan memeluk tubuh Menantunya dengan erat.


"Nabila tidak perlu meminta maaf dan merasa bersalah dengan semua yang telah Nabila katakan dan lakukan kepada Aldi, karena Aldi memang pantas untuk mendapatkan semua itu. Maaf Nak, karena sebagai orangtua, kami telah gagal dalam mendidik Aldi," ucap Mama Sari dengan menangis.


"Iya Nak, seharusnya kami yang meminta maaf kepada Nabila. Meskipun nanti Nabila sudah bercerai dengan Aldi, tapi Nabila tetap akan menjadi Anak Mama dan Papa," ucap Papa Bram.


"Terimakasih banyak Ma, Pa, karena Mama dan Papa sudah mengerti Nabila, dan Nabila bahagia mempunyai orangtua seperti Mama dan Papa. Apa Nabila bisa meminta sesuatu kepada Mama dan Papa?"


Aldi yang masih merasa geram kepada Nabila langsung saja menyindir Nabila.


"Jangan bilang kamu mau minta harta gono gini? Dasar perempuan serakah, aku bodoh karena telah mengatakan kalau aku jatuh cinta sama kamu, ternyata sekarang kamu telah menunjukkan wujud asli kamu di depan kami, padahal kamu itu sudah memiliki Calon Suami kaya yang sudah memberikan kamu banyak uang," cerocos Aldi.


"Sudah Nak, Nabila jangan dengarkan perkataan Aldi, karena tidak diminta pun kami akan memberikan harta gono gini kepada Nabila," ujar Mama Sari.


"Maaf Ma, tapi bukan itu yang Nabila minta, karena Nabila tidak akan meminta sepeser pun uang dari keluarga Bramantyo. Nabila tadinya ingin meminta supaya Mama tidak mengusir Mas Aldi dari rumah ini, karena bagaimanapun juga Mas Aldi adalah Anak kandung Mama dan Papa. Jaga kesehatan Mama dan Papa ya, kalau Mama dan Papa pulang lagi ke Indonesia, Mama jangan lupa kasih kabar kepada Nabila, karena Nabila pasti akan mengunjungi Mama dan Papa. Nabila sayang Mama dan Papa," ucap Nabila dengan memeluk tubuh kedua Mertuanya sebelum pergi meninggalkan kediaman Bramantyo.


Aldi masih terlihat diam mematung setelah mendengar permintaan Nabila kepada kedua orangtua Aldi, karena meski pun Aldi telah menyakiti Nabila, tapi Nabila masih tetap memikirkan nasib Aldi.


Setelah mengambil tas pakaiannya, Nabila akhirnya pamit kepada kedua orangtua Aldi yang masih menangisi kepergian Nabila.


"Puas kamu Aldi, kamu telah membuang berlian hanya demi memungut batu kerikil, kamu dengar sendiri perkataan istri yang telah kamu siksa lahir batinnya? dia masih memikirkan kamu, dia tidak ingin kami mengusir kamu dari rumah ini," teriak Mama Sari dengan menangis.


......................


Ketika Nabila ke luar dari kediaman Bramantyo, ternyata Ken sudah menunggunya di halaman rumah dengan menyandarkan tubuhnya di depan mobil menunggu Nabila yang ke luar dari rumah tersebut, dan Ken tersenyum ketika melihat wajah cantik Nabila yang selalu dirindukannya.

__ADS_1


"Sayang, aku merindukanmu," ucap Ken dengan memeluk tubuh Nabila.


"Tuan, tidak enak jika ada orang yang lihat, kenapa Tuan masih saja berakting, padahal di sini tidak ada yang melihat kita," ujar Nabila.


Aku bukan berakting Nabila, tapi aku benar-benar merindukanmu, kenapa sih kamu gak peka, ucap Ken dalam hati.


Ken kemudian membukakan pintu untuk Nabila, karena saat ini Ken akan mengantar Nabila menuju Panti Asuhan.


......................


Aldi yang kembali menyadari kesalahan yang telah ia perbuat kepada Nabila, langsung berlari mengejar Nabila yang sudah melangkahkan kaki ke luar dari kediaman Bramantyo.


"Nabila, tunggu, jangan pergi Nabila, maafkan Aku," teriak Aldi ketika melihat Nabila yang saat ini telah naik ke dalam sebuah mobil.


"Nabila, bukannya itu Aldi?" tanya Ken yang melihat Aldi berlari meneriaki nama Nabila.


Aldi terus mengejar mobil yang ditumpangi oleh Nabila sampai akhirnya Aldi tersungkur di atas aspal, dan saat ini yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan besar yang Aldi rasakan.


"Nabila, apa kamu baik-baik saja? apa kamu ingin menemui Aldi dulu?" tanya Ken yang melihat kesedihan di mata Nabila.


"Tidak Tuan, saya tidak akan pernah melihat ke belakang lagi, karena saya akan terus berjalan ke depan tanpa melihat masalalu yang hanya akan membuat saya merasa sakit hati saja."


"Aku kira kamu sedih karena sudah berpisah dengan Aldi?"


"Saya baik-baik saja Tuan, bahkan sekarang saya merasa lebih baik karena sudah terbebas dari Aldi, hanya saja saya masih sedih karena harus menyakiti hati kedua orangtua Aldi yang begitu tulus menyayangi saya," jawab Nabila.


Ken yang melihat Nabila menitikkan airmata, langsung membawa Nabila ke dalam pelukannya.


"Semuanya akan baik-baik saja, dan kamu bisa menjadikan bahuku sebagai tempat bersandar," ucap Ken dengan menghapus airmata yang terus menetes pada pipi Nabila.

__ADS_1


Entah kenapa Nabila merasa nyaman dalam pelukan Ken, sehingga Nabila membalas pelukan Ken dengan melingkarkan tangannya di pinggang Ken, dan mereka tidak menyadari jika di sana ada Asisten Rendi dan Supir yang diam-diam melihat mereka dari kaca spion.


Tuan sepertinya sudah benar-benar jatuh cinta kepada Nona Nabila, padahal Tuan selalu bersikap dingin kepada semua orang, tapi Tuan terlihat sangat mencintai dan menyayangi Nona Nabila. Kenapa hatiku terasa sakit melihat Tuan dan Nona Nabila saling berpelukan? sadar kamu Rendi, kamu tidak seharusnya mempunyai perasaan seperti ini, ucap Asisten Rendi dalam hati.


"Oh iya Tuan, kenapa Tuan menjemput saya? memangnya Tuan tidak bekerja?" tanya Nabila.


"Aku akan melakukan apa pun untuk kamu Nabila," jawab Ken.


"Apa maksud Tuan berkata seperti itu?" tanya Nabila yang terlihat kebingungan.


"Emm, maksudnya aku mau mengantar kamu dulu ke Panti Asuhan untuk memberikan sebagian rezeki yang aku punya, bukannya itu yang selalu kamu katakan, kalau kita harus berbagi," ujar Ken dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Alhamdulillah, makasih banyak Tuan. Semoga amal ibadan Tuan dibalas oleh Allah SWT," ucap Nabila yang di Amini oleh Ken.


Ken sudah membeli banyak hadian juga di dalam mobilnya yang akan diberikan kepada Anak-anak Panti, dan ketika Nabila turun dari mobil, semua Adik-adiknya di Panti langsung berhambur memeluk tubuh Nabila.


Nabila tidak tau kalau Ken sudah membelikan begitu banyak hadiah, dan Adik-adik di Panti terlihat begitu bahagia menerima hadiah dari Ken.


"Jangan rebutan ya. Kalian harus bilang apa?" ujar Nabila.


"Makasih banyak ya Kakak tampan," ucap Adik-adik Nabila kepada Ken.


"Sama-sama Sayang," jawab Ken dengan tersenyum manis, dan senyuman Ken selalu menghangatkan hati Nabila.


"Ya sudah, sekarang semuanya main lagi, Kakak mau bertemu Ibu dulu," ucap Nabila.


"Tuan, makasih banyak ya sudah membelikan banyak hadiah untuk Adik-adik saya. Mereka semua terlihat bahagia," ucap Nabila.


"Seharusnya aku yang berterimakasih kepada mereka, karena hatiku rasanya ikut bahagia melihat mereka semua tersenyum."

__ADS_1


__ADS_2